Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Juni 2022 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 19: 45-48= Yesus menyucikan Bait Allah. Dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh kali percikan darah di depan tabut.

Lukas 19: 45-48
19:45. Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusirsemua pedagang di situ,
19:46. kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
19:47. Tiap-tiap hari Ia
mengajardi dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
19:48. tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Yesus menyucikan Bait Allah dengan dua cara:
  1. Ayat 45-46= mengusir pedagang.
  2. Ayat 47-48= mengajar di Bait Allah.
AD. 1
Dua pengertian mengusir:
  1. Secara negatif: dalam perjanjian lama Tuhan mengusir Adam dan Hawa dari taman Eden karena manusia telah berbuat dosa, sehingga manusia hidup di dunia, dan dalam suasana kutukan. Kalau dibiarkan akan binasa selamanya di neraka.

  2. Secara positif: penyucian secara tegas bahkan menjurus kasar, sehingga sengsara bagi daging--percikan darah. Tujuannya adalah mengembalikan manusia ke taman Eden bahkan sampai Yerusalem baru selamanya.
Kita masih di dunia yang terkutuk, tetapi bisa merasakan suasana taman Eden kalau kita mengalami penyucian yang tegas. Ini tujuan dari 'pengusiran'.
Matius 6: 9-10
6:9.Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10.datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Matius 6: 11-13
6:11.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12.dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13.dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Ada tiga hal yang harus diperhatikan supaya bersuasana sorga di dunia:
  1. Ayat 11= ada makanan rohani yang memuaskan. Makanan apa ini?
    Kejadian 2: 16
    2:16.Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

    Di taman Eden terdapat pohon buah-buahan yang boleh dimakan buahnya dengan bebas.
    Artinya: firman Allah yang bisa kita dengar dalam urapan Roh Kudus. Ini yang harus ada.

    Kalau diurapi Roh Kudus, kita akan menerima firman Allah dengan kerendahan hati dan kesabaran, sehingga kita bisa menghargai dan menikmati firman Allah lebih dari semua.

    Hasilnya:

    • Mazmur 119: 7
      119:7.Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil.

      Hasil pertama: kita selalu bersyukur pada Tuhan; sama dengan kita mengalami kepuasan sorga di tengah kutukan dan penderitaan dalam dunia.

    • Mazmur 119: 105
      119:105.Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

      Hasil kedua: firman Allah menjadi pelita bagi kaki kita.
      Artinya: menerangi kita, sehingga kita tidak tersandung dan terjatuh dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa.

      Firman Allah juga menjadi terang bagi jalan kita.
      Artinya: memberi arah yang benar menuju taman Eden dan Yerusalem baru.

    • Kalau rohani puas, makanan jasmani akan Tuhan sediakan.
      Amsal 30: 8-9
      30:8.Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.
      30:9.Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

      Kalau kita puas dengan firman Allah, Tuhan akan memelihara hidup kita dengan makanan jasmani yang mengenyangkan kita--bisa dinikmati dan menjadi berkat bagi orang lain--, sehingga kita tidak memalukan Tuhan tetapi memuliakan Dia.

  2. Matius 6: 12
    6:12.dan ampunilah kamiakan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

    Yang kedua: kita harus memiliki pakaian pengampunan, karena manusia telah berbuat dosa.

    Akibatsemua manusia berbuat dosa:

    • Telanjang; kehilangan kemuliaan Allah= telanjang, tidak malu sama sekali, dan tidak berharga sama sekali..
      Roma 3: 23
      3:23.Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah


    • Terpisah dari Tuhan.
      Yesaya 59: 1-2
      59:1.Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
      59:2.tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

      Bukti terpisah dari Tuhan: kering rohani, tidak ada kepuasan, sehingga kata-katanya juga kering: bersungut, berdusta, bergosip, memfitnah/menghujat. Ia tidak mengalami kepuasan sorga, sehingga perkataannya juga kering.

      Selain itu juga banyak masalah dan air mata--suasana kutukan.

    • Efesus 2: 1
      2:1.Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

      Mati rohani sama dengan hidup bahkan enjoydalam dosa dan puncaknya dosa; tidak pernah menyesali dosa, tidak pernah mengaku dosa, dan menyalahkan orang lain atau Tuhan.

    • Kematian kedua di neraka selamanya.

    Oleh sebab itu, manusia berdosa harus memiliki pakaian pengampunan.
    Bagaimana caranya?

    • Dari pihak Tuhan: Yesus harus ditelanjangi dan mati di kayu salib untuk memberikan pakaian pengampunan kepada kita.

    • Dari pihak kita: kita harus berdamai satu dengan yang lain, yaitu saling mengaku dan mengampuni. Kita mengaku kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kita juga mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Hasilnya: darah Yesus akan menghapus segala dosa kita; sama dengan menutupi ketelanjangan kita dengan pakaian pengampunan, sehingga kita bisa bertobat dan hidup dalam kebenaran.

      Kalau kita hidup benar, kita akan mengalami damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan.
      Yesaya 32: 17
      32:17.Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

      Dan kita bisa menjadi senjata kebenaran--imam dan raja yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Kita melayani dalam pelayanan yang benar, yaitu sistem kerajaan sorga.

      Roma 14: 17-18
      14:17.Sebab Kerajaan Allahbukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
      14:18.Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

      Sistem kerajaan sorga adalah:

      1. Tidak ada kaitan dengan makanan dan minuman dunia= tidak ada kaitan dengan perkara jasmani.
        Oleh sebab, jangan beribadah melayani untuk mencari sesuatu di dunia!

      2. Melayani dalam kebenaran, sukacita oleh Roh Kudus, dan damai sejahtera.

        Kebenaran menunjuk pada Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.

        Sukacita dalam Roh Kudus sama dengan Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.

        Damai sejahtera menunjuk pada Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

        Jadi, ibadah pelayanan sistem sorga adalah sistem penggembalaan. Kita harus selalu berada dalam kandang penggembalaan.

  3. Matius 6: 13
    6:13.dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

    Yang ketiga: kita harus menjadi rumah doa.

    Untuk apa rumah itu?

    • Rumah doa adalah tempat perlindungan dari Setan dengan segala serangan dan tipu dayanya.

    • Gemar berdoa menyembah Tuhan seperti yang diajarkan dan dipraktikkan oleh Dia.
      Di Getsemani Tuhan berseru sampai Ia berseru: Ya Abba, ya Bapa.

      Doa penyembahan adalah proses penyaliban daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.

      Kalau daging sudah dirobek, maka:
      Yakobus 1: 13-14
      1:13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
      1:14. Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

      Kita tidak terpikat dan diseret oleh keinginan daging = tidak jatuh dalam pencobaan dan kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

      Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan. Kita hanya menyeru nama-Nya, maka Dia akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita, sehingga kita hidup di dalam tangan belas kasih Yesus sebagai Gembala Agung.

      Yohanes 10: 27-28
      10:27.Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Kudan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      10:28.dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

      'mendengarkan suara-Ku'= taat dengar-dengaran.

      Hasilnya:

      1. Tangan belas kasih Gembala Agung memberi jaminan kepastian untuk memelihara hidup kita sekarang di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi.

      2. Tangan belas kasih Gembala Agung memberi jaminan kepastian untuk masa depan berhasil dan indah. Kita sabar menunggu waktu Tuhan.

      3. 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'= tangan belas kasih Tuhan memberi jaminan kemenangan atas Setan tritunggal.
        Setan adalah sumber dosa dan puncaknya dosa. Kita menang, sehingga tetap hidup benar dan suci.

        Setan sumber masalah yang mustahil, kita menang, berarti semua masalah selesai; sumber kehancuran di bumi, kita menang berarti semua jadi baik.

      4. Tangan belas kasih Tuhan menuntun kita ke Yerusalem baru, artinya menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna.
        Kita benar-benar masuk Firdaus dan Yerusalem baru selamanya.
Sekarang kita mengalami suasana Firdaus, tetapi nanti kita benar-benar masuk ke dalamnya.
Perhatikan soal makanan! Saat berdamai kita memang menderita, dan ditambah dengan menjadi rumah doa. Kita akan hidup dalam tangan Gembala Agung sampai masuk Yerusalem baru.
Kita tidak berdaya seperti domba sembelihan. Harus hidup dalam tangan belas kasih Tuhan!

Tuhan memberkati.