Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Agustus 2023 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 21: 5-32 menunjuk pada tujuh nubuat.
Nubuat adalah sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi:
  1. Lukas 21: 5-6= nubuat tentang Bait Allah di Yerusalem (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 27 Mei 2023sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Juni 2023).

  2. Lukas 21: 7-8= nubuat tentang penyesat-penyesat (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Juni 2023sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 Juli 2023).

  3. Lukas 21: 9-10= nubuat tentang bangsa-bangsa (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 08 Juli 2023sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 22 Juli 2023).

  4. Lukas 21: 11= nubuat tentang malapetaka di dunia (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 29 Juli 2023sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 19 Agustus 2023).

  5. Lukas 21: 12-19= nubuat tentang apa yang akan terjadi terhadap orang-orang kristen.
  6. Lukas 21: 20-24= nubuat tentang apa yang akan terjadi dengan orang-orang Yahudi/Israel.
  7. Lukas 21: 25-32= nubuat tentang kedatangan Yesus kedua kali.
AD. 5
Lukas 21: 12-15
21:12.Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
21:13.Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
21:14.Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
21:15. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.


Pada akhir zaman, gereja Tuhan akan diizinkan Tuhan untuk difitnah, dijelek-jelekkan, bahkan ditangkap dan dianiaya karena nama Yesus/firman pengajaran yang benar, bukan karena dosa.
Ini sama dengan mengalami percikan darah--ruangan maha suci--; sengsara daging karena Yesus dan kebenaran.

Mengapa demikian?Supaya kita menerima Roh kemuliaan--shekinah glory.
1 Petrus 4: 12-14
4:12.Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaanyang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13.Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14.Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

Bagaimana untuk bertahan menghadapi percikan darah?Kita harus mengalami pengalaman salib bersama Yesus mulai dari baptisan air--halaman Tabernakel.
Ini adalah pengalaman salib yang paling awal sebelum kita masuk ruangan maha suci. Kalau ini bisa kita lalui, akan ada harapan kita mampu bertahan menghadapi percikan darah di dalam ruangan maha suci.

Roma 6: 2
6:2.Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

Syaratbaptisan air yang benar: percaya Yesus dan bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan--; mati terhadap dosa.

1 Petrus 2: 1
2:1.Karena itu buanglahsegala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.

Kita bertobat mulai dari membuang lima dosa:
  1. Kejahatan= cinta akan uang--akarsegala kejahatan--yang membuat kikir dan serakah.
    Kalau akar tidak dicabut, akan bertumbuh terus.
    Kalau cinta uang, tidak akan bisa mengasihi Tuhan dan sesama.

    Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
    Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

  2. Tipu muslihat, kemunafikan, dan kedengkian= tunas dosa. Kalau akar tidak dicabut, akan muncul tunas.
    Telinga harus benar-benar mendengar yang benar. Jangan mendengar dusta, supaya kita jangan ikut berdusta--tipu muslihat.

    Kemunafikan= pura-pura. Banyak orang pura-pura baik untuk menutupi dosa.
    Kedengkian= iri hati, kebencian tanpa alasan. Ini justru banyak terjadi di kebun anggur--ladang Tuhan yang dibina oleh kabar mempelai.
    Kalau sudah iri, akan bergosip, sampai akhirnya benci tanpa alasan--orang benar malah dibenci.
    Kalau sudah dengki, tidak akan bisa dicabut lagi.

  3. Fitnah= salah jadi benar dan sebaliknya= buah dosa.
    Lalu akan menghujat Tuhan dan orang benar, sampai menghujat Roh Kudus, berarti tidak bisa diampuni lagi.
Untuk menghadapi akhir zaman di mana kita akan ditangkap dan sebagainya, mari mulai dengan baptisan air.
Untuk bertobat, daging memang sengsara. Tapi harus kita hadapi.

Roma 6: 4
6:4.Dengan demikian kita telah dikuburkanbersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkandari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Pelaksanaanbaptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam urapan Roh Kudus sebagai Roh kebenaran.
Kalau tidak keluar dari kuburan air, langit tidak akan terbuka.

Hidup dalam urapan Roh Kudus= hidup dalam kebenaran. Kita selamat dan diberkati Tuhan.
Ini adalah permulaan pengalaman kematian bersama Yesus yang paling awal.

Mari, bertobat dan masuk baptisan air, sehingga Roh Kudus menguasai kita.
Tanpa Roh Kudus, daging tidak akan bisa hidup benar.
Tetapi kalau ada Roh Kudus, kita akan bisa membedakan mana yang benar dan yang tidak benar.

Yang sudah masuk baptisan air, periksa syarat dan pelaksanaannya. Kalau sudah benar, periksa hasilnya, apakah hidup benar atau tidak. Kalau belum hidup benar, minta kepada Tuhan malam ini. Minta Roh Kudus untuk mengisi hidup kita, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.

Baptisan air belum disebut sebagai percikan darah, tetapi pengalaman kematian untuk membuang dosa.

Jika gereja Tuhan sudah hidup dalam kebenaran, maka kita akan tahan menghadapi percikan darah yang terakhir--puncak pengalaman salib--, yaitu kita harus mengalami pengalaman salib tanpa dosabersama Yesus. Ini berarti kita sudah masuk ruangan maha suci.

Kita mengalami percikan darah untuk menerima Roh Kudus sebagai Roh kemuliaan.
Hidup benar dulu, baru sengsara daging tanpa dosa, supaya menerima Roh kemuliaan.

Kegunaan Roh kemuliaan:
  1. Lukas 21: 14
    21:14.Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.

    Yang pertama: Roh Kudus mengubahkan hati kita yang lemah menjadi kuat teguh hati--'tetapkanlah di dalam hatimu'.

    Hati lemah= gampang tertuduh, tersinggung, bimbang, kecewa, dan bangga.
    Kalau gampang tersandung, ia juga akan jadi sandungan bagi orang lain.

    Kuat teguh hati artinya:

    • Tidak bimbang dan tersandung oleh apapun juga.
      Jangan gampang tersandung! Kalau mau tersandung, periksa diri. Kalau salah, minta ampun, kalau benar, kita doakan.

    • Tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan apapun yang terjadi.
    • Tetap memihak Tuhan; tetap pegang teguh firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran apapun yang kita hadapi.

    Kalau kuat teguh hati, kita akan menjadi berhikmat--memiliki kebijaksanaan dari sorga.
    Artinya:

    • Matius 7: 24-25
      7:24."Setiap orang yang mendengar perkataan-Kuini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
      7:25.Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuhsebab didirikan di atas batu.

      Yang pertama: perbuatan hikmat, yaitu dipakai oleh Tuhan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--rumah rohani--dengan dasar kurban Kristus di atas kayu salib, sehingga kita menjadi tahan uji menghadapi serangan Setan tritunggal.
      Hujan= Setan.
      Angin= nabi palsu.
      Banjir= Antikris.

      Kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan mulai dari nikah.
      Kalau tidak tahan uji, tidak akan punya hikmat sorga, sehingga rumah tangganya rubuh.

      Kalau taat, akan dianggap bodoh oleh orang dunia, tetapi itulah hikmat Tuhan.
      Jangan dengarkan suara dunia!

      Kemudian setia berkobar-kobar dalam pelayanan di penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna. Pelayanan kita sampai di garis akhir, yaitu menjadi mempelai wanita sorga. Kalau taat, kita tidak akan pernah rubuh.

    • Memiliki perkataan hikmat.
      Lukas 21: 14-15
      21:14.Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu.
      21:15.Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.

      Kata-kata hikmat= perkataan yang sesuai dengan firman pengajaran yang benar= kata-kata iman untuk menghadapi tuduhan, fitnah, gosip, dan Tuhan selalu membela kita.

  2. Lukas 21: 12-13
    21:12.Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.
    21:13.Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.

    Yang kedua: Roh Kudus mengubahkan mulut kitadari lidah dusta, gosip, dan fitnah menjadi lidah yang memuliakan Tuhan.
    Inilah Roh kemuliaan.

    Lidah yang memuliakan Tuhan yaitu:

    • Berkata benar dan jujur.
      Kalau jujur, akan ada kuasanya.
      Di taman Getsemani, Yesus bertanya: Siapa yang kamu cari?: Yesus dari Nazaret.: Akulah dia. Dan semua tentara langsung jatuh. Ada kuasa Tuhan yang membela.

      Kalau berdusta, sepertinya Setan membela, tetapi akhirnya akan dibanting oleh Setan sampai binasa selamanya.
      Kalau jujur, kelihatannya kalah, tetapi akan dipermuliakan bersama dengan Tuhan.
      Belajar untuk jujur!

    • Bersaksi.
      Kita bersaksi tentang kabar baik untuk membawa orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
      Kita bersaksi kabar mempelai kepada orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai sempurna seperti Yesus.

      Untuk bisa jujur dan bersaksi, kita memang menderita, tetapi kita memuliakan Tuhan.
      Jangan bergosip lagi!

    • Menyembah Tuhan.
      Dulu, Imam Besar Harun satu tahun sekali masuk ruangan maha suci dengan membawa darah dan dupa. Kalau darah dipercikkan dan dupa dinaikkan, akan terjadi shekinah glory.
      Banyak menyembah Tuhan! Roh kemuliaan yang mendorong kita untuk banyak menyembah Tuhan.

      Roma 8: 26-28
      8:26.Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
      8:27.Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
      8:28.Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikanbagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

      'keluhan-keluhan yang tidak terucapkan'= hancur hati.
      Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan hancur hati saat menghadapi apapun juga.
      Kita merasa tidak layak, tidak mampu, hanya pantas diinjak-injak, tidak berharga apapun. Kita hanya berharap belas kasih Tuhan sampai kita berbahasa roh.

      Saat itu Roh Kudus menguasai kita.

      Hasilnya: tangan Tuhan sedang membentuk kita yang hanya seperti tanah liat menjadi bejana kemuliaan, artinya memuliakan Tuhan, bukan memalukan dan memilukan Dia.

      Tidak setia termasuk tidak taat sama dengan memilukan dan memalukan Tuhan.

      Kita memuliakan Tuhan mulai dari taat dan setia.

      Roh Kudus sanggup menjadikan semuanya baik--'mendatangkan kebaikan'.
      Yang hancur karena dosa jadi baik; gagal jadi berhasil dan indah; mustahil jadi tidak mustahil. Semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan.

      Kita memang menghadapi percikan darah untuk membuang dosa. Setelah itu kita menghadapi puncak percikan darah supaya Roh kemuliaan--tangan Tuhan--ada dalam hidup kita.
      Biar hati kita diubahkan jadi taat dengar-dengaran. Ada kata-kata hikmat untuk menghadapi pemberontak-pemberontak.

      Kemudian lidah diubahkan jadi memuliakan Tuhan: jujur, bersaksi, dan menyembah Tuhan.
      Kita mengaku kita hanya tanah liat. Biar Tuhan yang membentuk kita.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersorak: Haleluya.Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.
Tuhan memberkati.