Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Agustus 2021 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 18 dalam susunan Tabernakel terkena pada pakaian Imam Besar dan imam-imam.
Ayat 15-17= pakaian Imam Besar dan imam-imam dikaitkan dengan anak-anak, yang menunjuk pada sifat tabiat anak-anak kecil.

Lukas 18 terbagi menjadi 3 bagian:
  1. Ayat 1-14= pakaian anak-anak kecil atau sifat anak-anak kecil (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Agustus 2021).
  2. Ayat 15-18= Yesus memberkati anak-anak kecil. Kalau ada sifat anak kecil, akan ada berkat.
  3. Ayat 19-43= penyerahan diri.
AD. 1
Kita sudah mendengar sifat anak kecil yang merupakan sifat seorang imam adalah
  1. Ayat 1= tidak jemu-jemu dalam berdoa--tidak putus harapan--(diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Agustus 2021).
  2. Ayat 2-5= tekun dan sabar (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Agustus 2021).
Lukas 18: 6-8
18:6. Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!
18:7. Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?
18:8. Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang,
adakah Ia mendapati iman di bumi?"

Ayat 6-8= berseru/berdoa siang dan malam.
Artinya: tidak mengenal waktu; sama dengan berdoa dengan tidak mengenal waktu.
Kekurangan kita adalah membatasi waktunya.

Doa siang malam berguna untuk mendapatkan iman.
Roma 10: 17
10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Dari mana iman? Dari mendengar firman Kristus, artinya firman yang diurapi Roh Kudus/firman Allah yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab (firman pengajaran yang benar).

Jadi, berdoa untuk mendapatkan iman sama dengan berdoa untuk mendapatkan pembukaan firman Allah sampai merenungkan pengajaran yang benar.
Mazmur 1: 2
1:2. tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Saat-saat mendengar firman adalah saat-saat kita mendapatkan iman.
Kita berdoa siang dan malam supaya telinga dan hati kita terbuka untuk firman pengajaran yang benar.
Artinya: mendengar sungguh-sungguh, mengerti, dan percaya pada firman pengajaran yang benar--menjadi iman di dalam hati.

Mengapa kita harus memiliki iman?
  1. Ibrani 11: 6
    11:6. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upahkepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

    Yang pertama: kita harus memiliki iman, karena dengan iman kita bisa percaya bahwa Allah adadan kita bisa mencari Dia, dan berkenan kepada-Nya, sehingga kita bisa menerima upah dari Dia.

  2. Ibrani 11: 3
    11:3. Karena imankita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

    Yang kedua: kita harus memiliki iman, karena dengan iman kita percaya dan mengerti bahwa alam semesta dan isinya dijadikan oleh Allah, berarti kita percaya bahwa segala sesuatu di dunia berasal dari Tuhan--dengan iman kita bisa mendapatkan segala sesuatu di bumi dari Tuhan.
    Ini sama dengan kita berharap dan bergantung sepenuh pada Tuhan.

  3. Lukas 18: 8
    18:8. Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati imandi bumi?"

    Yang ketiga: kita harus memiliki iman, karena dengan iman kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kita bebas dari hukuman Tuhan.

  4. Yohanes 14: 1-3
    14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
    14:2. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
    14:3. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat
    di mana Aku berada, kamupun berada.

    Yang keempat: kita harus memiliki iman, karena dengan iman kita bisa masuk kerajaan sorga dan bersama Yesus selamanya.
Ada tiga macam tingkatan iman:
  1. Percaya pada kematian dan kebangkitan Yesus(kedatangan Yesus pertama kali)--halaman Tabernakel.
    Roma 4: 25
    4:25. yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

    Praktiknya:

    • Mati terhadap dosa (bertobat), mulai dari tidak ada kebencian, dusta, dan durhaka. Ini sama dengan kita dibenarkan.
    • Bangkit untuk hidup dalam kebenaran.

    Segala aspek hidup kita harus benar; hubungan dengan sesama mulai dari nikah harus benar.
    Mazmur 37: 25-26
    37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
    37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

    Sejak muda sampai tua, pertahankan kebenaran!
    Kalau hidup benar, hasilnya:

    • Dilepaskan dari segala kutukan dan hukuman dosa.
      Buktinya: kita mengalami damai sejahtera, sehingga semua enak dan ringan. Apapun yang kita hadapi, jaga hati damai.

    • Menerima berkat berkelimpahan pada masa muda sampai masa tua dan anak cucu.
      Berkat berkelimpahan bukan dilihat dari besar kecilnya tetapi artinya kita selalu mengucap syukur pada Tuhan, dan menjadi berkat bagi orang lain.

  2. Percaya kepada Yesus yang telah naik ke sorgadan duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, dan Ia menjadi Imam Besar yang berdoa siang malam untuk kita.
    Efesus 4: 8-12
    4:8. Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
    4:9. Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
    4:10. Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Praktiknya:

    • Kita menerima pemberian-pemberian dari Tuhan, yaitu jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus (jubah indah), supaya kita tidak telanjang.
    • Kita diangkat/dipilihmenjadi imam-imam dan raja-raja.

    Siapa imam dan raja?

    • Kehidupan yang selalu berada di tempat kudus--ruangan suci Tabernakel.
      Imamat 21: 12
      21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Berada di tempat kudus= tergembala dengan benar dan baik; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:

      1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah kaum muda.
      2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci.
      3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa.

      Kita tergembala, supaya kita mengalami penyucian terus menerus dan urapan yang semakin meningkat. Kita tidak jatuh dan tersesat.

    • Seorang yang suci dan setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan percayakan.

      Suci dan setia berkobar-kobar sama dengan menjadi biji mata Tuhan, artinya kita dikhususkansehingga tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.

    Tugas imam:

    • Dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah.
      Efesus 4: 12
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kita bisa melayani sampai melayani orang yang tidak mau kita layani. Yang penting suci dan setia berkobar-kobar.

    • Bersaksi.
      1 Petrus 2: 9
      2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:


    Hasilnya: semua akan berhasil dan indah.

  3. Percaya kepada Yesus yang segera datang kembalidalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--ruangan maha suci Tabernakel.
    Wahyu 22: 20
    22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

    Praktiknya: melembut.
    Matius 24: 30-33
    24:30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    24:31. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
    24:32. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila ranting-rantingnya
    melembutdan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
    24:33. Demikian juga, jika kamu melihat semuanya ini, ketahuilah, bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

    Kita harus menjadi pohon ara yang melembut.
    Artinya: mengalami keubahan hidup lewat bunyi sangkakala--firman pengajaran yang benar.

    Melembut sama dengan kuat teguh hati.
    Artinya:

    • Tidak kecewa, putus asa, atau sombong.
      Sombong artinya mulai mendengar suara asing yang bertentangan dengan firman Allah, seperti Hawa mendengar suara ular.

    • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, sehingga kita hidup benar dan suci--tidak telanjang.
    • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    • Tetap menyembah Tuhan siang dan malam. Kita mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita. Kita bergantung sepenuh pada kasih karunia Tuhan. Hanya ini kekuatan kita.

      Wahyu 22: 21
      22:21. Kasih karunia Tuhan Yesusmenyertai kamu sekalian! Amin.


    Kita hanya memandang Tuhan, berseru kepada-Nya, dan mengangkat tangan kepada Dia, dan Dia akan memandang kita, artinya Dia memperhatikan, mempedulikan, dan mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita--seperti dialami oleh Nuh.
    Kejadian 6: 8
    6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

    Kuat teguh hati adalah modal untuk menantikan Tuhan.
    Mazmur 27: 14
    27:14. Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

    Hasilnya:

    • Perlindungan dan pemeliharaan Tuhan di tengah kesulitan dunia akhir zaman sampai zaman Antikris berkuasa di bumi, kiamat, dan neraka.
    • 1 Tawarikh 19: 13
      19:13. Kuatkanlah hatimudan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

      Hasil kedua: Tuhan menjadikan semua baik pada waktunya. Percayalah!

    • 1 Tawarikh 28: 20
      28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Hasil ketiga: tangan belas kasih Tuhan menyelesaikan semua masalah yang mustahil, bahkan sampai pembangunan tubuh Kristus selesai.
      Artinya: kita diubahkan menjadi sempurna saat Yesus datang kembali. Kita masuk Yerusalem baru, siang malam menyembah Dia.

      Wahyu 4: 8
      4:8. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."
Kita tidak jemu-jemu berdoa sampai Tuhan berbelas kasih pada kita. Jangan sampai ikut Setan yang siang malam disiksa!
Wahyu 20: 10
20:10. dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malamsampai selama-lamanya.

Tuhan memberkati.