[cetak]
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Juli 2018 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang harus disalibkan/dirobek:

  1. Ayat 1-3= kemunafikan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 16 Desember 2017 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 06 Januari 2018).


  2. Ayat 4-12= ketakutan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 13 Januari 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 10 Maret 2018).


  3. Ayat 13-21= keinginan/ketamakan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 Maret 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 April 2018).


  4. Ayat 22-34= kekuatiran (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 April 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 09 Juni 2018).


  5. Ayat 35-48= kelengahan; tidak berjaga-jaga; tidak waspada; lalai (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018).

AD. 5. KELENGAHAN
Tabiat lengah harus dirobek, supaya kita menjadi kehidupan yang selalu waspada; selalu berjaga-jaga, terutama untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Sekolah dan bekerja yang sungguh-sungguh, tetapi lebih dari itu kita berjaga-jaga untuk menantikan dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Dalam Injil Lukas 12: 35-48, ada tiga macam berjaga-jaga yang dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali:

  1. Ayat 35-37= berjaga-jaga dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Juni 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Juni 2018). Banyak aktivitas kita di dunia, tetapi jangan lupa beribadah melayani kepada Tuhan.


  2. Ayat 38-40= berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali di malam hari atau seperti pencuri datang--tidak diketahui siapapun- (diterangkan mulai dari Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Juli 2018 sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Juli 2018).


  3. Ayat 41-48= berjaga-jaga dalam penggembalaan.

AD. 3
Lukas 12: 41-44
12:41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
12:42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
12:43. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
12:44. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

'pengurus rumah'= seorang gembala.
Ada dua hal yang harus dijaga di dalam penggembalaan:

  1. Gembala dan domba harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan, sekarang ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    1. Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya, termasuk ibadah kaum muda; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    2. Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    3. Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh gembala dan domba-domba melekat kepada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal; tidak bisa diserang oleh binatang buas sehingga kita tidak binasa.


  2. Gembala harus setia dan bijaksana untuk memberi makan domba-domba dengan firman penggembalaan.
    Firman penggembalaan= firman pengajaran yang benar, yang disampaikan oleh seorang gembala dengan setia, berkesinambungan, berurutan, dan diulang-ulang.

    Domba-domba juga harus setia dan bijaksana untuk makan firman penggembalaan.

Inilah berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali: kita harus berusaha untuk berada di kandang sekalipun kerja dan sekolah. Di sana ada jaminan tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga binatang buas tidak bisa menyerang kita, dan kita tidak binasa. Kemudian setia dan bijaksana.

Jadi, di dalam penggembalaan kita harus SETIA DAN BIJAKSANA untuk mendengar firman penggembalaan sampai melakukannya--taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan.

1 Petrus 1: 22a
1:22a. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran,

Kalau taat, kita akan mengalami penyucian secara berurutan/berkesinambungan yaitu:

  1. Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    Yang pertama: mulai dari penyucian hati dan pikiran--pusat kehidupan kita.

    Markus 7: 21-23
    7:21. sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan(1), pencurian(2), pembunuhan(3),
    7:22. perzinahan
    (4), keserakahan(5), kejahatan(6), kelicikan(7), hawa nafsu(8), iri hati(9), hujat(10), kesombongan(11), kebebalan(12).
    7:23. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

    Hati dan pikiran disucikan dari dua belas keinginan jahat, najis, dan kepahitan.
    Kalau disucikan, hati dan pikiran akan diisi dengan dua belas roti yang disusun menjadi dua susun, enam buah sesusun--66; menunjuk pada alkitab.

    Jadi hati dan pikiran hanya diisi dengan firman pengajaran yang benar, sehingga:


    • Kita mengalami kepuasan sorga--kenyang--; kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan, dan tidak perlu lagi mencari kepuasan-kepuasan di dunia yang menjerumuskan dalam dosa sampai puncaknya dosa.

      Mohon pada Tuhan supaya kita bisa setia dan bijaksana untuk makan. Karena itu sungguh-sungguh saat mendengar firman. Jangan terganggu, karena ini menentukan hati dan pikiran; nasib hidup kita.

      Kalau firman ada di dalam hati--kita puas--, tidak perlu lagi menonton bioskop, merokok, ke diskotik dan lain-lain.


    • Kita mengalami damai sejahtera, hidup itu enak dan ringan; tenang.
      Ini yang dicari oleh kaum muda--kepuasan dan ketenangan--, sampai menggunakan narkoba. Tetapi kalau ada firman, semua akan menjadi enak. Ini gunanya penggembalaan.

      Kalau firman Allah bisa memuaskan kita secara rohani, maka firman juga sanggup memelihara kita secara jasmani.


  2. Penyucian dari perbuatan-perbuatan dosa, perjalanan dosa, sampai puncaknya dosa, sehingga menghasilkan perbuatan dan perjalanan hidup yang benar, suci, dan baik, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Benar dan suci dulu, baru baik. Berapa banyak kita merugikan orang tua dengan perbuatan kita yang tidak benar.
    Baik= tidak berbuat jahat lagi; tidak merugikan orang lain, bahkan sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.


  3. Penyucian perkataan--dari hati meluap ke mulut.
    Mazmur 149: 6
    149:6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

    Praktik firman itu sama dengan memegang pedang di tangan.
    Mulut disucikan dari perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah, hujat, sehingga menghasilkan perkataan yang benar, suci, dan baik--bersaksi. Perkataan kesaksian ini yang mengalahkan setan.

    Ingat perempuan Kanani--bangsa kafir--, anaknya dirasuk setan. Tuhan katakan: 'Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing'--anjing menunjuk pada bangsa kafir; lidah bangsa kafir seperti anjing. Selama perkataan kita seperti anjing, kita akan kerasukan setan--setan yang datang menggagahi hidup kita. Tetapi kalau menjadi perkataan kesaksian, setan akan dikalahkan.

    Karena itu penting untuk bersaksi. Kalau sudah ditolong, diubahkan, dan diberkati Tuhan lalu tidak bersaksi, akan direbut setan, dan mundur. Kalau kita merasa itu tangan Tuhan, saksikan. Kalau tidak, kita bisa dijamah lagi oleh setan, sehingga turun lagi.

    Kesaksian itu seperti naik tangga. Mungkin masih di tangga pertama kita ditolong, satu waktu akan naik ke tangga kedua dan seterusnya.

    Mulut disucikan sampai tidak salah dalam perkataan.
    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

    Sebaliknya, kalau menolak pedang firman/pedang penyucian--tetap mempertahankan dosa yang disimpan di hati, pikiran, perbuatan, perjalanan hidup, dan perkataan-- pedang penyucian akan menjadi pedang penghukuman--masuk pesta pembantaian saat Yesus datang kembali.

    Mazmur 149: 7
    149:7. untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,

    Wahyu 19: 17-18, 21
    19:17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
    19:18. supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba,
    baik yang kecil maupun yang besar."
    19:21. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung
    kenyang oleh daging mereka.

    Kita harus waspada hari-hari ini. Jaga ibadah pelayanan, berjaga-jaga dikaitkan dengan waktu. Semua ini arahnya untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. Kalau ketinggalan akan masuk dalam pesta pembantaian.

    'baik yang kecil maupun yang besar'= anak kecilpun tidak selamat, seperti pada zaman Nuh. Tugas guru sekolah minggu berat. Zaman akhir akan kembali seperti zaman Nuh. Karena itu anak sekolah minggu harus didoakan sungguh-sungguh untuk bisa mendengar firman Allah dengan baik.

Matius 5: 8
5:8. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Kalau kita mau menerima penyucian, maka kita bisa melihat Tuhan mulai sekarang, sampai nanti melihat Tuhan yang datang kembali kedua kali.

Melihat Tuhan sekarang sama dengan menyembah Dia.
Inilah berjaga-jaga dalam penggembalaan. Makan firman, praktikkan, kita hidup suci, sampai bisa melihat Tuhan mulai sekarang sampai nanti melihat Dia muka dengan muka di awan-awan yang permai saat Dia datang kedua kali di awan-awan permai.

Mari, banyak dengar firman hari-hari ini supaya disucikan. Seringkali kita tidak mau, apalagi kalau semua sudah enak, berjalan normal, lancar. Karena itu Tuhan selalu ingatkan kita untuk mengutamakan firman sampai bisa melihat Dia.

Wahyu 1: 9, 17-18
1:9. Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.
1:17. Ketika
aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
1:18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

Rasul Yohanes menantikan Yesus. Ia diizinkan dibuang ke pulau Patmos--mengalami pengalaman kematian bersama Yesus.
Mengapa Tuhan izinkan dia dibuang ke pulau Patmos? Supaya banyak mendengar firman dan bisa melihat Tuhan; tersungkur di kaki Tuhan.

Bentuk pengalaman salib: ada masalah tetapi tidak berbuat dosa, ada kekurangan/kesulitan tapi tidak berbuat dosa.

Ketika Tuhan izinkan kita masuk pengalaman kematian, maksudnya supaya kita setia dan bijaksana untuk mendengar dan makan firman penggembalaan; mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman. Ini maksud Tuhan.
Jadi kalau ada kesulitan, masalah bukan untuk membuat kita berhenti. Kalau ada masalah karena berbuat dosa, kita harus mengaku kepada Tuhan dan sesama, sehingga masalah menjadi masalah tanpa dosa. Itu baiknya Tuhan.

Kita mendengar firman supaya selalu mengoreksi diri dan disucikan, sehingga bisa melihat Tuhan--tadi Yohanes bisa melihat Tuhan, dan tersungkur di bawah kaki Tuhan.
Tersungkur di kaki Tuhan= mengulurkan tangan kepada Tuhan; hancur hati, hanya berserah dan berseru kepada Tuhan. Maka Tuhan akan mengulurkan tangan kanan-Nya kepada kita (ayat 17).

Kalau sekarang sudah bisa melihat Tuhan; tersungkur di kaki Tuhan, nanti kita juga bisa melihat Dia muka dengan muka saat Dia datang kembali.
Tangan kanan Tuhan yang kuat diulurkan kepada kita; kita hidup dalam tangan kanan Tuhan.

Mari, sungguh-sungguh, setia dan bijaksana untuk makan. Ada berkat Tuhan--nilai bagus, pekerjaan lancar--, dan tetap menyembah Tuhan. Kalau masih dalam kesulitan, tetap berserah dan berseru pada Tuhan. Dia akan mengulurkan tangan kanan-Nya kepada kita.

Hasilnya:

  1. Yesaya 41: 10
    41:10. janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.

    Hasil pertama: tidak takut/bimbang menghadapi apapun, tetapi tetap damai sejahtera sehingga semua enak dan ringan. Itu bukti kita dipegang oleh tangan kanan Tuhan.

    Kalau bimbang dan takut berarti ada di luar tangan Tuhan.
    Orang yang menyerah kepada Tuhan akan mengalami damai sejahtera; tenang, mulai enak dan ringan.

    Kita tetap percaya Tuhan, maka tangan kanan-Nya akan memberikan kemenangan kepada kita; seperti waktu Israel menyeberang laut Kolsom. Tangan kanan Tuhan yang kuat membelah laut Kolsom.

    Keluaran 15: 4-6
    15:4. Kereta Firaun dan pasukannya dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau.
    15:5. Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
    15:6.
    Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.

    Tangan kanan Tuhan sanggup memberikan kemenangan, yaitu membelah laut Kolsom, artinya:


    1. Sanggup melindungi dan memelihara kita yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Jangan takut!
      Setia dan bijaksana, taat, dan bisa tersungkur di kaki Tuhan, itu saja, maka tangan kanan Tuhan akan diulurkan bagi kita.


    2. Menyelesaikan semua masalah.
      Firaun orang hebat, raja, kaya, tetapi mati di laut; binasa. Kenapa? Karena hidup di luar tangan Tuhan; dia hanya mengandalkan kepandaian, kekayaan dan kehebatan.
      Sebaliknya, bangsa Israel hanya budak, tidak ada harga dan artinya, apalagi bangsa kafir hanya anjing dan babi, tetapi kalau malam ini mau kembali dalam tangan kanan Tuhan, Dia yang menjamin semuanya. Luar biasa!


  2. Filipi 1: 6
    1:6. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.

    Wahyu 1: 17-18
    1:17. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,
    1:18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

    Hasil kedua: Dia Yang Awal dan Yang Akhir; Dia yang memulai dan mengakhiri dengan baik bahkan sempurna.
    Artinya: tangan kanan Tuhan sanggup memulai dengan baik sampai mengakhiri dengan baik.

    Tadi, kalau ada di dalam tangan Tuhan kita akan menang atas Firaun, ada jaminan dari Tuhan.

    Sekarang, semua menjadi baik, sampai sempurna pada waktunya.
    Kita yang kecil dan tak berdaya dijamin oleh Tuhan, masalah selesai. Jangan ragu apalagi dalam pengalaman kematian.

    Mari setia dan bijaksana--taat--, dan banyak tersungkur di kaki Tuhan. Kita hanya mengulurkan tangan dan Dia akan mengulurkan tangan kanan-Nya.
    Dia bisa menjadikan semua baik, berhasil, bahkan sempurna.


  3. Wahyu 1: 18
    1:18. dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.

    Hasil ketiga: tangan kanan Tuhan sanggup membaharui kita--dikaitkan dengan Dia mati dan bangkit--; Dia mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Dia.

    Di manapun kita berada, kita akan mengalami pembaharuan dari manusia daging yang binasa menjadi manusia rohani yang hidup kekal, mulai dari baptisan air--mati dan bangkit dimulai dari baptisan air.

    Syarat baptisan air: percaya Yesus dan bertobat; mati terhadap dosa.
    Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran. Buang yang tidak benar!

    Mungkin sudah baptisan air, sekarang periksa pelaksanaan dan hasilnya. Kalau hasilnya belum benar, tidak perlu dibaptis ulang--kalau pelaksanaannya salah, berarti belum dibaptis, bukan dibaptis ulang.

    Kita hidup dalam kebenaran dan taat dengar-dengaran, itu dasarnya. Maka tangan kanan Tuhan sanggup membaharui kita lewat pemberitaan firman dan doa penyembahan, sampai satu waktu jadi sempurna seperti Yesus, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali, kita bersama Dia selamanya.

Inilah berjaga-jaga, kita tidak ketinggalan, tetapi melihat Dia muka dengan muka untuk selama-lamanya.
Apapun keadaan kita, yang penting bisa mendengar firman, mau disucikan, bisa melihat Tuhan, dan tersungkur. Tuhan akan mengulurkan tangan, Dia sanggup melakukan apa saja bagi kita.

Tuhan memberkati.