Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Juli 2022 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 20: 1-8 => pertanyaan mengenai kuasa Yesus
20:1.Pada suatu hari ketika Yesus mengajar orang banyak di Bait Allah dan memberitakan Injil, datanglah imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta tua-tua ke situ,
20:2.dan mereka berkata kepada Yesus: "Katakanlah kepada kami dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu, dan siapa yang memberikan kuasa itu kepada-Mu!"
20:3.Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan suatu pertanyaan kepada kamu. Katakanlah kepada-Ku:
20:4.Baptisan Yohanesitu, dari sorga atau dari manusia?"
20:5.Mereka mempertimbangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata: Mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
20:6.Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, seluruh rakyat akan melempari kita dengan batu, sebab mereka yakin, bahwa Yohanes adalah seorang nabi."
20:7.Lalu mereka menjawab, bahwa mereka tidak tahu dari mana baptisan itu.
20:8.Maka kata Yesus kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

Tujuan ibadah dan pelayanan kita kepada Tuhan adalah mendapatkan dan mengalami kuasa Tuhanlewat firman penginjilan--kuasa keselamatan--dan firman pengajaran--kuasa kesempurnaan.
Bagi yang lama, firman penginjilan untuk memantapkan keselamatan.

Imam-imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua tidak mengerti kuasa Tuhan, sehingga tidak mendapatkan dan mengalami kuasa Tuhan, sehingga mengalami kekeringan rohani seperti pohon ara yang dikutuk oleh Tuhan sampai kering ke akar-akarnya. Kalau dibiarkan akan mati rohani sampai binasa selamanya.

Mengapa demikian?
  1. Imam kepala mengandalkan kedudukan.
  2. Ahli Taurat mengandalkan kepandaian.
  3. Tua-tua mengandalkan pengalaman.
Jadi, pelayan Tuhan yang mengandalkan kedudukan, kepandaian, dan pengalamantidak ada jaminanuntuk mendapatkan dan mengalami kuasa Tuhandalam firman.
Kering rohani= tidak bergairah dalam perkara rohani: membaca firman dan berdoa.
Kering sampai ke akar-akarnya= mati rohani, sehingga berbuat dosa dan puncaknya dosa, sampai kebinasaan selamanya.

Bagaimana cara mendapatkan dan mengalami kuasa Tuhan?Lewat baptisan--tadi Tuhan balik bertanya tentang baptisan Yohanes.
1 Petrus 3: 20-21
3:20.yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21.Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

Lewat baptisan air yang benar kita mendapatkan hati nurani yang baik, yaitu hati yang jujur dan taat. Ini adalah landasan yang kuat untuk menerima berkat dan kuasa Tuhan.

Pada waktu Yesus bertanya tentang baptisan Yohanes, imam-imam kepala dan tua-tua berpolitik dalam menjawab, artinya mencari keuntungan untuk diri sendiri dengan menghalalkan segala cara. Berpolitik juga berarti mencampur perkara jasmani dan rohani; sama dengan tidak jujur dan tidak taat, sehingga tidak mengalami kuasa Tuhan.

Oleh sebab itu kita harus jujur dan taatapapun resikonya, sehingga kita mendapatkan dan mengalami kuasa Tuhan di dalam firman penginjilan dan firman pengajaran.

Ada dua macam kuasa Tuhan lewat firman terutama firman pengajaran:
  1. Lukas 19: 45-48 => Yesus menyucikan Bait Allah
    19:45.Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
    19:46.kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
    19:47.Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
    19:48.tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

    Yang pertama: kuasa penyucian.

    Kita disucikan dari roh jual beli/roh jahat, yaitu keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    Kalau disucikan dari roh jahat, kita akan suka memberi.

    Roh jahat berkaitan dengan roh najis yang mengarah pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dengan perempuan yang bukan suami istri sah, hubungan sejenis, tontonan yang tidak baik, perselingkuhan, nikah yang salah dan sebagainya).
    Kalau disucikan dari roh jahat berarti kita juga disucikan dari roh najis.

    Roh jahat juga berhubungan dengan roh kepahitan.
    Matius 21: 15
    21:15.Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,

    'hati mereka sangat jengkel'= kepahitan, yaitu iri hati, jengkel, benci, kebencian tanpa alasan, dengki.

    Kalau dikuasai oleh roh jahat, najis, dan kepahitan, kita akan dipakai dalam pembangunan Babel, gereja palsu; mempelai wanita Setan yang sempurna dalam kejahatan, kenajisan, dan kepahitan yang akan dibinasakan.
    Wahyu 18: 2
    18:2.Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahatdan tempat bersembunyi semua roh najisdan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Tetapi kalau kita disucikan dari itu semua, kita akan hidup dalam kesucian untuk bisa dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhirseperti keledai ditunggangi oleh Tuhan.
    Efesus 4: 11-12
    4:11.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12.untuk memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= lima jabatan pokok.
    Kalau hidup suci, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sehingga kita menjadi perpanjangan tangan Tuhanyang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Tuhan tidak pernah gagal, dan kita tidak pernah gagal sampai tubuh Kristus sempurna. Jaga kesucian!

    Aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sama dengan menempatkan Yesus sebagai kepala yang sudah mati di bukit Golgota. Segala kehidupan kita menjadi tanggung jawab Yesus sendiri.

    Ibrani 13: 4-5
    13:4.Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinandan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
    13:5.Janganlah kamu menjadi hamba uangdan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

    'Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'= hubungan tubuh dengan Kepala.
    Kalau kita jujur soal nikah dan keuangan, kita akan jujur dalam segala hal, sehingga terjadi hubungan tubuh dengan Kepala yang tidak terpisahkan. Kita menjadi rumah doa, dan Tuhan akan bertanggung jawab atas hidup kita untuk menjadikan semua baik dan indah pada waktunya.

  2. Kuasa pembaharuan--baptisan air sama dengan kuasa pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Markus 13: 28
    13:28.Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembutdan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

    Keubahan hidup dimulai dari melembut:

    • Hati yang lembutadalah hati yang mengasihi Tuhan lebih dari semua--mengutamakan perkara sorga lebih dari semua--dan mengasihi sesama bahkan orang yang memusuhi kita--hanya berbuat baik sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

    • Kalau hati lembut, lidah juga akan lembut. Artinya:

      1. Saling mengaku dan mengampuni.
      2. Banyak menyembah Tuhan.

    Posisi orang melembut adalah seperti Yohanes bersandar di dada Tuhan; seperti bayi dalam gendongan tangan Tuhan. Kita tidak berdaya tetapi ada di dalam tangan belas kasih Tuhan.
    Selama kita ada di dalam gendongan Tuhan, kita akan selalu diingat. Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk mengulurkan tangan belas kasih-Nya bagi kita.

    Hasilnya:
    Yesaya 46: 4
    46:4.Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikulkamu dan menyelamatkankamu.

    • 'mau menanggung kamu terus'= tangan belas kasih Tuhan bertanggung jawab atas hidup mati kita.
      Ia sanggup memelihara dan melindungidi tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi. Ia juga sanggup menyembuhkankita.

    • 'Aku mau memikul kamu'= tangan belas kasih Tuhan sanggup memikul segala beban kita yang sudah mustahil, sehingga kita mengalami damai. Semua enak dan ringan. Semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan, dan Dia memberikan masa depan yang berhasil dan indah.

    • 'Aku mau menyelamatkanmu'= tangan belas kasih Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkankita sampai sempurna seperti Dia.
      Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali. Kita bersorak: Haleluya. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.
Persiapkan hati nurani yang baik, yaitu jujur dan taat! Kita hidup suci untuk menempatkan Yesus sebagai kepala. Kemudian kita mengalami pembaharuan sampai hati dan lidah melembut. Kita tidak bisa apa-apa, tetapi ada di dalam gendongan tangan Tuhan. Kita hanya menangis kepada Dia, dan Dia akan bergumul untuk kita semua.

Tuhan memberkati.