Ibadah Kaum Muda Remaja, 02 April 2011 (Sabtu Sore)

ad. 7. Sengsara salib mengenai pemakaman-Nya/penguburan-Nya.
Markus 15:42-45

20:42 Sementara itu hari mulai malam, dan hari itu adalah hari persiapan, yaitu hari menjelang Sabat.
20:43 Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.
20:44 Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati.
20:45 Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf.

Mengapa mayat Yesus harus diturunkan pada malam itu juga untuk dikuburkan?
  1. Karena mayat orang yang disalib/digantung adalah mayat orang yang terkutuk, sehingga tidak boleh dibiarkan semalam-malaman sehingga menajiskan tanah perjanjian.
    Ulangan 21:22-23

    21:22 "Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudia kaugantung dia pada sebuah tiang,

    21:23 maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."

  2. Karena mayat orang terkutuk tidak boleh tergantung pada hari sabat (sebab hari Sabat adalah hari besar).
    Yohanes 19:31a
    19:31 Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib sebab Sabat itu adalah hari yang besar

    Dalam arti rohani, malam berarti akhir zaman dan Sabat berarti perhentian.
    Dalam Alkitab, ada 3 macam perhentian yaitu Sabat:
    • Sabat kecil = perhentian dalam roh kudus.
    • Sabat besar = perhentian dalam kerajaan 1000 tahun damai, Firdaus yang akan datang.
    • Sabat kekal = perhentian dalam Yerusalem Baru, kerajaan Sorga yang kekal untuk selama-lamanya.

    Tidak boleh ada mayat tergantung pada malam hari dan pada hari Sabat artinya adalah jika kita mau mengalami perhentian (3 macam Sabat), tidak boleh ada kutukan dalam kehidupan kita. 
    Orang yang memiliki dosa/kutukan tidak akan mengalami perhentian. 

Penyebab kutukan:
  1. Tidak taat dan tidak dengar-dengaran pada perintah Tuhan, pada gembala (orang tua rohani), dan pada orang tua jasmani.
    Ulangan 28:15
    28:15 "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:

  2. Tidak setia dan tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan, menolak penyucian oleh pedang firman (tetap mempertahankan dosa).
    Yeremia 48:10
    48:10 Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    Semua manusia pernah berbuat dosa, tetapi kita tidak boleh menolak penyucian.

  3. Tidak mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus.
    Maleakhi 3:8-9
    3:8 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
    3:9 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

    Perpuluhan = pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan.
    Dasar perpuluhan adalah kebenaran (sepersepuluh).
    Orang yang tidak memberikan perpuluhan artinya tidak diberkati, berarti berada dalam kutukan.

    Persembahan khusus = ucapan syukur bahwa kita  sudah diberkati oleh Tuhan.

    Dasar persembahan khusus adalah kerelaan hati.

Cara untuk keluar dari kutukan adalah memiliki Roh Kudus dalam kehidupan kita.
Galatia 3:13-14
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Kegunaan Roh kudus:
  1. Roh kudus akan membuat hati kita menjadi damai sejahtera.
    Hati yang damai sejahtera adalah landasan yang kuat untuk bisa menerima berkat Abraham secara jasmani, berkat sampai anak cucu, dan kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

  2. Roh kudus membuat kehidupan kita menjadi taat dengar-dengaran kepada Tuhan, gembala sebagai orang tua rohani, dan orang tua jasmani.
    Roma 8:15
    8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru "ya Abba, ya Bapa!"

    Jika kita taat dengar-dengaran, kita mengalami keberhasilan di dalam Tuhan (taat dengar-dengaran adalah permulaan keberhasilan). 


  3. Roh kudus menolong kita untuk bisa berdoa dan menyembah Tuhan.
    Roma 8:26-28
    8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.


Tuhan memberkati.