[cetak]
Ibadah Kaum Muda Remaja, 04 Februari 2012 (Sabtu Sore)

Bersamaan dengan Ibadah Peneguhan dan Pemberkatan Nikah.

Lukas 1:26-31

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Maria menerima kasih karunia untuk mengandung dan melahirkan bayi Yesus = menerima kedatangan Yesus pertama kali ke dunia.

Ada orang yang menerima kasih karunia untuk menikah, tetapi ada juga orang yang menerima kasih karunia untuk tidak menikah.

Matius 19:10-11
19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
19:11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.

Kasih karunia memberikan hikmat kepada kita untuk mengerti tentang nikah yang benar, supaya bisa mencapai nikah yang sempurna, yaitu masuk Pesta Nikah Anak Domba saat kedatangan Yesus kedua kali.

Kasih karunia memberikan 3 macam pengertian tentang nikah yang benar:
  1. Kesatuan nikah.
    Matius 19:5-9
    19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
    19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
    19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
    19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
    19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

    Nikah yang benar tidak boleh bercerai dan tidak boleh ada kawin-cerai.
    Bercerai = kepala (suami) terpisah dari tubuh (istri).
    Kalau bercerai kemudian kawin lagi dengan yang lain = berzinah, busuk dan berulat, sampai masuk kebinasaan di neraka.

    Mengapa seringkali terjadi perceraian dan kawin cerai? Karena ketegaran hati/ kekekerasan hati.
    Keras hati = menolak kebenaran firman Allah, sehingga memakai kebenaran diri sendiri.
    Praktek kebenaran diri sendiri adalah menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain. Ini yang menimbulkan pertengkaran, percekcokan dalam nikah, perceraian, sampai kawin-cerai.

    Kita harus memakai kebenaran dari Tuhan, yaitu saling mengaku dan saling mengampuni.
    Maka saat itu, kasih Tuhan akan menutupi segala kelemahan dan kekurangan kita.

    Kasih Allah ini juga yang mampu menyatukan nikah kita sampai sempurna.

    Kolose 3:14
    3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.


  2. Pakaian nikah/ pakaian pesta/ pakaian mempelai.
    Nikah Adam dan Hawa sudah ditelanjangi oleh setan/ dosa, sehingga harus diusir ke dunia dan bersuasana kutukan, susah payah, air mata.

    Hakim-hakim 14:12-13
    14:12 Kata Simson kepada mereka: "Aku mau mengatakan suatu teka-teki kepada kamu. Jika kamu dapat memberi jawabnya yang tepat kepadaku dalam tujuh hari selama perjamuan ini berlangsung dan menebaknya, maka aku akan memberikan kepadamu tiga puluh pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran.
    14:13 Tetapi jika kamu tidak dapat memberi jawabnya kepadaku, maka kamulah yang harus memberikan tiga puluh pakaian dalam dan tiga puluh pakaian kebesaran kepadaku." Kata mereka kepadanya: "Katakanlah teka-tekimu itu, supaya kami dengar."

    Nikah yang benar harus memiliki pakaian pesta supaya tidak telanjang.

    Dari mana kita bisa mendapat pakaian pesta? Dari menjawab teka-teki Simson.
    Masuk dalam nikah adalah seperti menebak teka-teki.
    Kalau bisa menebak, maka akan mendapat pakaian pesta. Tidak ada kebahagiaan yang lebih dari kebahagiaan dalam nikah.
    Tetapi kalau tidak bisa menebak, maka akan telanjang. Tidak ada sengsara yang lebih daripada sengsara dalam nikah.

    Hakim-hakim 14:18
    14:18 Lalu pada hari yang ketujuh itu, sebelum matahari terbenam, berkatalah orang-orang kota itu kepadanya: "Apakah yang lebih manis dari pada madu? Apakah yang lebih kuat dari pada singa?" Sahutnya kepada mereka: "Kalau kamu tidak membajak dengan lembu betinaku, pasti kamu tidak menebak teka-tekiku."

    Jawaban teka-teki Simson adalah singa dan madu.
    • Singa menunjuk pada kekuatan/ laki-laki/ suami.
      1 Timotius 2:8

      2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.


      Laki-laki akan bagaikan singa Yehuda jika laki-laki hidup dalam kesucian.

      Amos 3:7-8
      3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
      3:8 Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

      Hosea 5:13-14
      5:13  Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja 'Agung'. Tetapi iapun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul itu dari padamu.
      5:14  Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim, dan seperti singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan.

      Kita disucikan oleh firman nubuatan, firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, suara Singa Yehuda. Inilah yang akan menyucikan kita dari segala kanker-kanker dosa.

      Kalau ada kesucian, maka suami akan bisa mengasihi istri seperti diri sendiri, dan tidak berlaku kasar kepada istri.
      Doa yang berdasarkan kesucian akan dijawab oleh Tuhan.

      Maka rumah tangga akan mendapatkan perlindungan dan pemeliharaan yang ajaib dari Singa Yehuda, itulah Tuhan Yesus sendiri.

    • Madu menunjuk pada kemanisan/ wanita/ istri.
      1 Timotius 2:9-12
      2:9 Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,
      2:10 tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.
      2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

      Perempuan harus banyak berdiam diri = mengoreksi diri sendiri supaya kita hidup dalam kebenaran dan kesucian.
      Perempuan jangan banyak bergosip.

      Berdiam diri = tunduk pada suami dalam segala sesuatu. Dimulai dengan tunduk pada orang tua, tunduk pada gembala.

      Perempuan juga harus banyak berdoa dan menyembah Tuhan. Maka Tuhan yang akan memberikan kebahagiaan Sorga.

    Kalau ada singa dan madu, maka nikah itu akan mendapat pakaian pesta, sampai mencapai Pesta Nikah Anak Domba.

    Kolose 3:20-21
    3:20 Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
    3:21 Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.

    Anak juga harus tunduk pada orang tua dalam segala hal.


  3. Rahasia nikah.
    Efesus 5:31-32
    5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
    5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

    Nikah kristiani tidak hanya sampai di bumi, tetapi sampai terangkat di awan-awan saat kedatangan Yesus kedua kali, pertemuan antara mempelai wanita dengan Mempelai Pria Sorga.

    Rahasia besar dalam nikah harus dikaitkan dengan rahasia ibadah. Dua hal ini tidak bisa dipisah.

    1 Timotius 3:16
    3:16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: "Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan."

    Rahasia ibadah adalah pembaharuan/ keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, dari nikah daging menjadi nikah rohani.

    Efesus 4:23-27
    4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25 Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    4:26 Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
    4:27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.

    Praktek pembaharuan adalah dimulai dari tidak ada dusta, tidak boleh ada perkataan sia-sia. Jangan sampai ada amarah/ kebencian. Dan jangan ada pencurian.

    Filipi 3:20-21
    3:20 Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
    3:21 yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

    Sampai kita semua mendapat kasih karunia untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, masuk Yerusalem Baru untuk selama-lamanya bersama Tuhan.

    Kalau mujizat keubahan hidup kita alami, maka mujizat jasmani juga akan kita alami. Sampai mujizat terakhir kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan saat kedatanganNya kedua kali.


Tuhan memberkati.