Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 April 2012 (Sabtu Sore)

Lukas 1:46-56berjudul'Nyanyian Pujian Maria'.

Isi dari nyanyian pujian Maria:
  1. Ayat 46-50 --> penyerahan diri sepenuh.
  2. Ayat 51-55 --> pengakuan/ pengenalan pada pribadi Tuhan.
  3. Ayat 56 --> perlindungan Tuhan.


ad. 2. Pengakuan/ pengenalan pada pribadi Tuhan.
Lukas 1:51-55
1:51 Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
1:52 Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
1:53 Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
1:54 Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,
1:55 seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Kita bisa mengenal pribadi Tuhan lewat 4 sifat tabiat Yesus, yaitu:

  1. [Lukas 1:51] Yesus sebagai Anak Allah yang berkuasa.
    Ini ditampilkan di dalam Injil Yohanes.

    Sifat/ tabiat Anak Allah adalah suci dan sempurna.
    Jadi, kalau kita mengenal Yesus sebagai Anak Allah, maka kita juga harus hidup suci.

  2. [Lukas 1:52] Yesus sebagai Raja.
    Ini ditampilkan di dalam Injil Matius.

    Mazmur 20:7,10
    20:7 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
    20:10 Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

    Sifat/ tabiat seorang Raja adalah menang atas musuh, terutama menang atas dosa.
    Kalau kita mengenal Yesus sebagai Raja, maka kita harus menang atas dosa, yaitu hidup benar, hidup jujur.

    Amsal 15:8
    15:8 Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

    Orang fasik adalah orang yang mempertahankan dosa. Ini adalah suatu kekejian di hadapan Tuhan, kehidupan yang bagaikan sarang penyamun.
    Tetapi kalau kita hidup benar dan jujur, ibadah pelayanan kita akan berkenan kepada Tuhan, doa kita akan berkenan kepada Tuhan.

  3. [Lukas 1:53] Yesus sebagai Manusia.
    Ini ditampilkan di dalam Injil Lukas.

    Sifat/ tabiat Manusia adalah rela sengsara. Yesus rela sengsara sampai mati untuk menolong manusia yang berdosa.

    Lukas 10:29-34
    10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
    10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
    10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
    10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
    10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
    10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

    Kalau kita turun dari Yerusalem (pusat ibadah) ke Yerikho (pusat dunia), maka hidup kita akan setengah mati. Kita harus berhati-hati agar jangan sampai merosot dalam kerohanian.
    Seorang imam/ seorang Lewi tidak mengasihi sesama, tidak mau berkorban untuk sesama.
    Seorang Samaria ini menunjuk pada pribadi Yesus.

    Yohanes 8:48
    8:48 Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"

    Yesus rela sengsara dan dijadikan orang Samaria (bangsa Kafir) yang gila dan kerasukan setan, untuk bisa menolong sesama yang membutuhkan.

    Banyak kehidupan Kristen yang dalam keadaan setengah mati, biar kita rela menjadi kehidupan yang dipakai Tuhan untuk menolong mereka.
    Jika kita mengenal Yesus sebagai Manusia, kita juga harus rela menderita untuk menolong orang lain yang dalam penderitaan secara jasmani dan rohani.

    Matius 25:35,40-41,45
    25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
    25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
    25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
    25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

    Maka hasilnya Tuhan akan memberkati kehidupan kita, dan Tuhan menyediakan hidup kekal sampai di Kerajaan Sorga.

  4. [Lukas 1:54-55] Yesus sebagai Hamba.
    Ini ditampilkan di dalam Injil Markus.

    Filipi 2:5-8
    2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
    2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Sifat/ tabiat seorang Hamba adalah taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.

    Jika kita mengenal Yesus sebagai Hamba, maka kita akan bisa menjadi pelayan Tuhan yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

    Maka kita akan mengalami kuasa Tuhan yang tidak terbatas oleh apapun juga, hasilnya:
    • Kuasa pemeliharaan Tuhan secara ajaib.
      Ulangan 28:1-2,8
      28:1 "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
      28:2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:
      28:8 TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

      Tuhan akan memerintahkan berkat yang tidak bisa dihalangi oleh apapun juga, untuk memelihara hidup kita secara jasmani, pekerjaan, studi.

    • Kuasa kemenangan secara ajaib.
      Filipi 2:10
      2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

      Kita menang atas setan tritunggal (setan, antikris, nabi palsu). Secara jasmani, setan tritunggal adalah sumber masalah, sumber pencobaan, sampai yang mustahil. Kalau kita menang atas setan, artinya segala masalah diselesaikan oleh Tuhan, sampai yang mustahil sekalipun. Secara rohani, setan adalah sumber kejahatan dan kenajisan. Kalau setan dikalahkan, artinya kita bisa hidup benar dan suci di hadapan Tuhan.

    • Kuasa pengangkatan.
      Filipi 2:9
      2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

      Pengangkatan artinya:
      • Kita diangkat dari kegagalan sehingga hidup kita menjadi indah dan berhasil.
      • Kita dipakai oleh Tuhan untuk memuliakan Tuhan.
      • Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Tuhan, dan kita diangkat di awan-awan yang permai.

        Filipi 2:11
        2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

        Penyucian dan keubahan hidup dimulai dari lidah. Lidah ini menentukan apakah kita mengarah ke Sorga atau ke neraka. Lidah ini menentukan apakah kita akan terangkat atau tenggelam. Jika 'ya' katakan 'ya', jika 'tidak' katakan 'tidak'. Lidah hanya untuk bersaksi dan menyembah Tuhan.

      Saat kita mau hidup suci, hidup benar dan jujur, rela menderita untuk menolong orang lain, dan taat dengar-dengaran, maka hidup kita perlahan-lahan sedang diangkat oleh Tuhan. Hidup kita sedang diperindah sampai terangkat di awan-awan yang permai bersama Tuhan.



Tuhan memberkati.