Ibadah Kaum Muda Remaja, 12 Februari 2011 (Sabtu Sore)

bersamaan dengan Ibadah Pemberkatan Nikah

Markus 15 secara keseluruhan berbicara mengenai sengsara Yesus untuk menyelamatkan, memberkati, bahkan menyelamatkan kita semua.
Markus 15:20b-47 berbicara mengenai sengsara Yesus sampai disalib.

Ada 7 hal yang kena-mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib:
  1. Markus 15:22-23= sengsara salib mengenai kedudukan/tempatnya di dunia.
  2. Markus 15:24= sengsara salib mengenai pakaianNya.
  3. Markus 15:25-32 = sengsara salib mengenai jabatanNya sebagai Raja.
  4. Markus 15:33-34= sengsara salib mengenai keadaanNya yang ditinggalkan sendiri.
  5. Markus 15:35-36= sengsara salib mengenai keinginanNya.
  6. Markus 15:37-41= sengsara salib mengenai kematianNya.
  7. Markus 15:42-47= sengsara salib mengenai pemakamanNya.
Ad. 5. Sengsara salib mengenai keinginanNya.
Markus 15:35-36
15:35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia."
15:36 Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."

Yesus dalam keadaan haus berarti menginginkan sesuatu yang menyegarkan, tetapi Yesus diberi minum anggur asam.
Artinya Yesus mau menanggung segala sengsara kegetiran manusia akibat dosa. Sekaligus Yesus mau memberi minum anggur yang baru, yaitu kebahagiaan Sorga yang tidak dipengaruhi apapun di dunia.

Nikah di dunia pada umumnya hanya mengalami kebahagiaan dunia atau anggur dunia, yang hanya sementara.
Tuhan menawarkan nikah Sorga dengan kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh perkara apapun di dunia. Anggur dari Sorga tambah hari akan tambah manis, sampai yang termanis saat Yesus datang kembali kedua kali, masuk Pesta Nikah Anak Domba, masuk Firdaus, sampai masuk Kerajaan Sorga yang kekal.

Bagaimana nikah kita bisa mendapatkan anggur Sorgawi?
  1. Nikah harus mengundang Yesus sebagai sumber anggur Sorgawi.
    Yohanes 2:1-3
    2:1. Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
    2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
    2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."

    Mengundang Yesus artinya nikah HARUS dibawa kepada Yesus, yaitu diteguhkan dan diberkati oleh Tuhan lewat seorang hamba Tuhan/ gembala.

    Syarat mengundang Tuhan:
    • Kesucian.
    • Satu iman.
    • Satu baptisan.

    Kalau nikah diteguhkan dan diberkati oleh Tuhan, maka Tuhan akan datang sebagai sumber anggur Sorga untuk mencurahkan kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh perkara apapun di dunia.

  2. Menjadi ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar.
    Yohanes 15:1-4
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
    15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

    Pokok anggur yang benar = pribadi Yesus = firman.
    Melekat pada pokok anggur yang benar artinya tergembala pada firman pengajaran yang benar.

    Nikah harus tergembala pada firman pengajaran yang benar.

    Praktik nikah melekat pada pokok anggur yang benar:
    • Setia atau tekun dalam ibadah pelayanan.
    • Taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan yang benar, maka kita akan mengalami penyucian.
    Kalau setia dan suci,maka carang yang melekat itu cepat atau lambat pasti akan berbuah manis, dan akan ada seruan “Bapa-ku lah pengusahanya”. Yesus adalah pengusaha yang tidak pernah bangkrut.

  3. Harus waspada terhadap rubah-rubah, itulah musuh kebun anggur supaya tidak berbuah manis.
    Kidung Agung 2:15
    2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

    Matius 20:15
    20:15 Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?

    Rubah ini secara rohani menunjuk pada:
    • Cemburu, iri hati, perselisihan.
      Kejadian 30:1
      30:1. Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata kepada Yakub: "Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati."

      Dalam nikah harus menjaga perkataan. Cerai adalah perkataan paling kasar dalam nikah. Cerai = mati, sebab suami adalah kepala, istri adalah tubuh, tidak boleh boleh terceraikan.

    • Bersungut-sungut.
      Matius 20:11-12
      20:11 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
      20:12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

      Bersungut-sungut terjadi karena:
      • merasa berjasa
      • menghakimi orang lain.
      Kalau bersungut-sungut, maka akan berhadapan dengan Hakim yang adil.

      Perkataan yang manis adalah saling mengaku dan saling mengampuni.Maka Yesus akan memberikan damai sejahtera dalam nikah.

    • Nabi palsu, ajaran palsu.
      Yehezkiel 13:3-5
      13:3 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan.
      13:4 Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel!
      13:5 Kamu tidak mempertahankan lobang-lobang pada tembokmu dan tidak mendirikan tembok sekeliling rumah Israel, supaya mereka dapat tetap berdiri di dalam peperangan pada hari TUHAN.

      Terutama yang menyangkut nikah adalah ajaran orang Farisi, yaitu mengijinkan kawin-cerai. Nikah yang demikian bagaikan tembok yang roboh, tidak ada rasa manis sedikitpun.

      Amsal 24:30-31
      24:30. Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun anggur orang yang tidak berakal budi.
      24:31 Lihatlah, semua itu ditumbuhi onak, tanahnya tertutup dengan jeruju, dan temboknya sudah roboh.

Bagaimana kita bisa menjaga tembok nikah?
Nehemia 4:7-9
4:7. Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka.
4:8 Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana.
4:9 Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.

Cara mempertahankan tembok pemeliharaan, perlindungan, kesejahteraan, kebahagiaan Sorga adalah lewat doa penyembahan.Dalam nikah harus beribadah melayani sampai memuncak pada doa penyembahan.

Yesaya 49:14-15
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Hasil menyembah Tuhan:
  1. Kita dilukiskan (diukirkan) di telapak tangan Tuhan, artinya mati hidup hidup kita masing-masing, nikah kita ada di tangan Tuhan. Mati hidup kita, masa depan kita yang indah ada di tangan Tuhan.

  2. Tembok-tembok nikah kita (perlindungan, pemeliharaan, kesejahteraan, kebahagiaan Sorga) dilindungi oleh Tuhan, sampai masuk tembok Yerusalem Baru, kita berbahagia bersama Tuhan selamanya.

Tuhan memberkati.