[cetak]
Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 21 Mei 2020 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:7-10
11:7. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka.
11:8. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut
Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
11:9. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.
11:10. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

Perikop: dua saksi dibunuh.

Dua saksi dibunuh artinya dua saksi mengalami pengalaman kematian/ pengalaman salib bersama dengan Yesus sampai daging tidak bersuara lagi. Pintu tirai terobek sehingga kelihatan tabut perjanjian, kesempurnaan, dan memenuhi ukuran Tuhan.

Wahyu 11:11-12
11:11. Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut.
11:12. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka.

Kalau mati bersama dengan Yesus, maka akan dibangkitkan dan terangkat ke Sorga bersama dengan Yesus.

Ayat 8 = di mana dua saksi dibunuh? Di Sodom dan Mesir.
Sodom dan Mesir sama dengan Yerusalem jasmani yang sudah dikuasai oleh antikris, menjadi pusat pemerintahan antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Sehingga Yerusalem bersuasana Sodom (puncaknya dosa) dan Mesir (dosa pemberhalaan).

Sodom dan Mesir juga merupakan tempat Yesus disalibkan. Ada hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang menyalibkan Yesus untuk kedua kalinya. Ini yang bahaya.
Ibrani 6:4-6
6:4. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,
6:5. dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,
6:6. namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

'mengecap firman yang baik' = gereja Tuhan, hamba Tuhan/ pelayan Tuhan di akhir zaman, yang sudah pernah menerima firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus tetapi bisa murtad lagi. Ini sama dengan menyalibkan Yesus kedua kali, tidak bertobat. Suasana Sodom dan Mesir sama dengan menolak kematian Yesus, menolak salib.

Banyak hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang menolak pengalaman kematian bersama Yesus, tetapi hanya mencari yang enak bagi daging, sehingga menjadi murtad.

Jadi, Sodom dan Mesir sama dengan orang di luar Yesus yang dikuasai oleh antikris sehingga menjadi sama dengan antikris, dan membunuh Yesus, membunuh anak Tuhan yang ketinggalan pada zaman antikris, sampai membunuh dua saksi.
Tetapi, hati-hati, Sodom dan Mesir juga sama dengan hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang murtad, dikuasai oleh antikris, sehingga menjadi sama dengan antikris yang membunuh Yesus kedua kali (menghina Dia di depan umum), membunuh orang kristen yang ketinggalan pada zaman antikris, sampai membunuh dua saksi.

Wahyu 11:9
11:9. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan.

Hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang menolak salib/ pengalaman kematian tidak memperbolehkan mayat dua saksi (orang benar) dikuburkan.
Artinya tidak memiliki kuburan secara rohani, tetapi hanya punya kuburan maut (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Malang, 19 Mei 2020).

Yehezkiel 37:1-2,11-12
37:1. Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
37:2. Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
37:11. Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
37:12. Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

Kuburan maut yaitu kuburan dengan tulang-tulang kering di dalamnya.
Ini merupakan keadaan dari bangsa Israel, yang menubuatkan keadaan gereja Tuhan akhir zaman yang menolak salib/ pengalaman kematian bersama Yesus.

Amsal 17:22
17:22. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

Praktik tulang kering atau semangat yang patah:
  • Membanggakan sesuatu di dunia, tetapi juga gampang kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan saat menghadapi kesulitan jasmani dan rohani.
    Kalau gampang bangga, pasti gampang kecewa.

  • Tidak setia berkobar-kobar lagi dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

  • Kering rohani sampai mati rohani, yaitu berdukacita karena kebenaran, tetapi bersukacita karena dosa, sehingga hidup seperti Sodom (hidup dalam dosa, enjoy dalam dosa dan puncaknya dosa) dan Mesir (dosa pemberhalaan, menolak ajaran dan penyembahan yang benar).
    Wahyu 11:10
    11:10. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi.

    Orang benar dibunuh tetapi mereka senang. Ini tanda kematian rohani.

    Puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin-mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai, dan kawin-mengawinkan).

Inilah keadaan gereja yang menolak pengalaman kematian bersama Yesus.
Akibatnya adalah ketinggalan saat Yesus datang kembali, tidak bangkit dan tidak naik ke Sorga, berarti mengalami kematian kedua, binasa di neraka selama-lamanya.

Tuhan tidak rela jika hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang sudah ditebus-Nya hanya menjadi seperti tulang kering di dalam kuburan, mati secara rohani sampai binasa selamanya di neraka.
Yohanes 14:1-3
14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Tuhan menyediakan tempat yang indah bagi kita.
Oleh sebab itu, Dia rela mati tanpa dosa di kayu salib, tetapi Ia bangkit dan naik ke Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita termasuk memonitor kita, gereja Tuhan.
Inilah cara untuk menolong tulang kering.
Setelah itu, Dia akan datang kembali untuk mengangkat kita gereja Tuhan, membawa kita ke tempat di mana Dia berada, supaya kita semua berada di sana. Kita hidup kekal dalam kerajaan Sorga, Yerusalem baru.

Inilah makna memperingati kenaikan Tuhan.

Kalau Yesus naik ke Sorga untuk menyediakan tempat bagi kita, maka kita juga harus menyediakan tempat bagi Dia di bumi untuk menampung kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Imam Besar, Gembala Agung, dan Mempelai Pria Sorga, sebagai Kepala.

Tempat bagi Kepala yang paling tepat adalah tubuh.
Artinya persiapan kita untuk terangkat bersama Yesus ke Sorga adalah kita harus masuk dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang hidup dan sempurna.

Gereja Tuhan sudah terlanjur seperti tulang kering di kuburan, tidak bisa apa-apa, lalu bagaimana bisa menjadi tubuh yang hidup dan sempurna? Hanya satu cara dari Tuhan ('Engkaulah yang mengetahui!)'. Oleh karena itu, ibadah pelayanan harus dengan cara Tuhan. Kalau menggunakan cara dunia, hanya akan sampai di kuburan.

Yehezkiel 37:3-6
37:3. Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"
37:4. Lalu firman-Nya kepadaku: "
Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!
37:5. Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
37:6. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan
mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

'mengetahui bahwa Akulah TUHAN'= hanya mengandalkan Tuhan.

Tulang kering bisa menjadi hidup dan sempurna lewat pemberitaan firman nubuat. Hanya ini jalan dari Tuhan.
Firman nubuat adalah:
  • Firman yang diungkapkan rahasianya oleh Roh Kudus, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, sama dengan firman pengajaran yang benar.

  • Firman yang mengungkapkan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat supaya hadirat Tuhan tidak tersembunyi, mengungkapkan kebenaran di dalam nikah dan tahbisan. Ini sama dengan firman penyucian yang lebih tajam dari pedang bermata dua/ Kabar Mempelai.
    Nikah dan tahbisan adalah dua rahasia besar.

  • Firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyempurnakan gereja Tuhan, sampai masuk kerajaan Sorga yang kekal.

Proses pekerjaan firman nubuat terhadap tulang kering:
  1. Suara berderak-derak.
    Yehezkiel 37: 7
    37:7. Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

    Artinya:
    • Secara negatif: sebelum mendengar firman artinya saling menghakimi, menyalahkan, bertengkar.
    • Secara positif: setelah mendengar firman artinya suara pengakuan dosa.

    Firman nubat selalu menunjukkan dosa-dosa yang tersembunyi di dalam sidang jemaat, sehingga kita bisa menyadari, menyesali, dan rela sengsara daging untuk mengakuinya kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa. Ini sama dengan bertobat, mati terhadap dosa.
    Mengaku kepada sesama adalah kepada siapa kita berbuat salah.

    Ini adalah pengalaman kematian bersama Yesus.
    Setelah itu kita dikuburkan bersama Yesus, yaitu masuk dalam baptisan air sehingga kita mendapatkan hidup baru/ hidup sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Jadi, Kabar mempelai membawa kita pada pengalaman kematian, bukan menolak salib. Bukan menyalahkan orang, tetapi justru mengaku.
    Setelah hidup dalam kebenaran, jangan benar sendiri tetapi kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. Kita menjadi berkat bagi orang lain.
    Kalau tidak mau mengampuni, kita akan menjadi tulang kering lagi.

  2. Kalau bisa saling mengaku dan mengampuni, kita bisa menyatu. Ada persekutuan tubuh Kristus yang benar, yang dikepalai oleh Yesus.
    Yehezkiel 37:7
    37:7. Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara, sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain.

    Tanda persekutuan yang benar adalah memiliki pokok, yaitu firman pengajaran yang benar/ pribadi Yesus sebagai Kepala.

    Tingkatan persekutuan yang benar:
    • Mulai dari nikah.
      Sejak permulaan nikah harus benar, jangan ada kesalahan. Oleh karena itu harus bertanya pada Tuhan, gembala, dan orang tua. Kalau salah, akan mengarah ke tulang kering.

    • Penggembalaan.

    • Antar penggembalaan.

    • Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Kalau masuk persekutuan yang benar mulai dari dalam nikah, maka kita ada harapan dan kesempatan besar untuk mengalami penyucian oleh firman pengajaran yang benar, sehingga kita masuk dalam kesempurnaan, menjadi tubuh Kristus yang sempurna.
    Harus benar dulu, baru bisa sempurna.

  3. Urat-urat dan sendi-sendi.
    Yehezkiel 37:8
    37:8. Sedang aku mengamat-amatinya, lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.

    Kolose 2:19
    2:19. sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.

    Artinya:
    • Sendi = hubungan dua tulang atau antar anggota tubuh Kristus.
      1 Petrus 1:22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Hubungan dua tulang/ hubungan dengan sesama dimulai dari nikah (suami istri, anak orang tua, kakak adik) kemudian sesama imam, dan sesama di dunia.
      Ini adalah hubungan ketaatan kepada pengajaran yang benar.

      Kalau suami dan istri taat pada satu firman pengajaran yang benar, pasti suami istri menjadi satu.
      Kalau satu benar, satu tidak benar, sampai kapan pun tidak akan bisa jadi satu. Oleh karena itu, harus ada satu firman pengajaran yang benar.

      Kalau taat pada firman, kita akan hidup saling mengasihi. Suami mengasihi istri seperti diri sendiri, istri tunduk kepada suami dalam segala sesuatu, anak taat pada orang tua, orang tua tidak membuat tawar hati anak. Jangan memaksa kehendak pada anak atau mengikuti anak yang di luar firman. Kalau orang tua menyetujui anak yang salah, orang tua ikut menanggung kesalahannya.

      Kalau tidak ada praktik saling mengasihi di atas, hidup itu akan menjadi tulang kering, tidak ada harapan.

      Sendi juga merupakan hubungan kesucian.
      Apa yang harus disucikan di dalam sendi?
      1. Iri hati dan perselisihan.
        1 Korintus 3:3-4
        3:3. Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
        3:4. Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

        Iri hati= tidak menghargai berkat, pemakaian, dan kemurahan Tuhan. Seperti kakak Yusuf terhadap Yusuf, Kain terhadap Habel.
        Perselisihan = orang berdosa menyalahkan orang lain. Kalau perselisihan dalam pengajaran, kita harus kembali ke Alkitab.

        Iri hati dan perselisihan menimbulkan golongan/ tulang kering yang berserakan.

        Kalau disucikan, bisa saling mengasihi dan kembali pada pengajaran, maka kita akan masuk dalam kesatuan tubuh Kristus.

      2. Tabiat dosa.
        1 Korintus 5:11
        5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

        Cabul = dosa kawin-mengawinkan.
        Pemfitnah = salah jadi benar, benar jadi salah.
        Pemabuk = dosa makan-minum
        Penyembah berhala = mengutamakan perkara jasmani lebih dari Tuhan.

        Kita disucikan dari enam dosa yang mendarah daging, yang membuat tulang kering berserakan.

      3. Ajaran palsu.
        Roma 16:17
        16:17. Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!

        Kalau bersekutu dengan ajaran palsu, kita akan menjadi tulang kering yang berserakan.
        Ini harus disucikan sehingga kita berpegang teguh pada pengajaran yang benar.

      Kalau sudah disucikan dari iri hati, perselisihan, tabiat dosa, dan ajaran palsu, maka kita akan mengalami pengalaman kebangkitan. Dan kita dipercaya jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Efesus 4:11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kita siap sedia untuk menantikan kedatangan Yesus kedua kali. Kita menyediakan tempat bagi Yesus yang akan datang kembali kedua kali.
      Jangan menolak salib, tetapi mulai dari pengalaman kematian.

    • Urat = pengikat yang menguatkan dan menyatukan sendi.
      Ini bicara tentang kasih Allah.

      Kolose 3:14
      3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

      'mempersatukan dan menyempurnakan' = kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna.
      Sudah ada sendinya, masih harus ada uratnya.

      Praktik memiliki kasih:
      1. Mengasihi sesama seperti diri sendiri.
        Matius 7:12
        7:12. "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

        Kita hanya berbuat dan berkata baik kepada sesama, tidak merugikan sesama, tidak berbuat jahat, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.
        Kalau sama-sama berbuat jahat, akan jadi tulang kering di kuburan maut.
        Jangan sampai membalas kebaikan dengan kejahatan, itu sama dengan setan.

        Roma 13:8
        13:8. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

        Jangan berhutang apa-apa kepada sesama, hutang dosa, hutang uang, hutang janji dan sebagainya.
        Gunakan perpanjangan umur untuk menyelesaikan ini semua, karena semuanya harus dipertanggungjawabkan di hadapan takhta putih.

      2. Terakhir, hubungan kita dengan Yesus sebagai Kepala adalah sendi leher. Kita mengasihi Tuhan lebih dari semua.
        Mazmur 95:6
        95:6. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

        Kita bisa menyembah Yesus, Sang Pencipta.
        Setelah masuk pengalaman kematian/ hidup benar, pengalaman kebangkitan/ disucikan, dan sekarang pengalaman kemuliaan. Urat-urat disucikan sampai menaikkan doa penyembahan. Kita mengalami perobekan daging sampai daging tidak bersuara. Tangan hanya diulurkan kepada Tuhan, mata hanya memandang Dia, dan mulut menyeru nama-Nya.

        Tuhan akan mengulurkan tangan kuasa-Nya kepada kita semua.
        Yesaya 43:15-17
        43:15. Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."
        43:16. Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
        43:17. yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah--mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu--,

        Hasilnya:
        1. Tuhan mampu membuat jalan di laut Kolsom.
          Artinya Dia mampu memelihara kita yang kecil tak berdaya bagaikan tulang kering, di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal.

        2. Tuhan memberikan kemenangan atas Firaun.
          Artinya menyelesaikan masalah yang mustahil, mati jadi hidup.

        3. Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah.

        4. Kita dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

        5. Kita mengalami kuasa pembaharuan dari penjahat menjadi penghuni Firdaus.
          Lukas 23:42-43
          23:42. Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
          23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

          Kita sempurna seperti Yesus.
          Biar tulang kering dibaharui lagi oleh Tuhan. Jika ada kelemahan, kehancuran, kita serahkan kepada Dia. Sampai kita menjadi sempurna, pintu Firdaus dan Yerusalem baru terbuka. Kita berada di tempat di mana Yesus berada.


Tuhan memberkati.