Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 13 Mei 2010 (Kamis Pagi)

Kisah Rasul 1: 9-11
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

Kenaikan Tuhan disini dikaitkan dengan kedatangan Tuhan kedua kali.
Jadi,
memperingati kenaikan Tuhan, kita juga harus ingat bahwa Yesus akan datang kembali.

Yohanes 14: 1-2
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Yesus harus naik ke Surga, karena Ia menyediakan tempat bagi kita semua.
Kita yang di bumi ini harus menyediakan tempat bagi Yesus, yaitu tubuh Kristus (tempat Yesus sebagai Kepala).

Oleh sebab itu,
kita harus masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

1 Petrus 2: 5
2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Yang boleh melayani pembangunan tubuh Kristus adalah imam dan raja. Artinya, kita harus menjadi imam-imam dan raja-raja. Itulah kehidupan yang memiliki jabatan pelayanan dan karunia-karunia Roh Kudus (kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan).

Yohanes 14: 3
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Sesudah selesai menyediakan tempat bagi kita di Surga, Tuhan akan datang kembali untuk mengangkat kita semua supaya dimana Tuhan berada, disana kita berada selama-lamanya. Artinya, dimana Kepala berada, di situlah tubuh berada untuk selama-lamanya.

Karena Yesus mau datang kembali, maka kita harus selalu berjaga-jaga/siap sedia untuk dapat menyongsong kedatangan Yesus kedua kali.

Matius 25: 5-7
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Keadaan gereja Tuhan menjelang kedatangan Yesus kedua kali adalah tertidur secara rohani. Sementara Yesus sudah siapkan tempat, gereja Tuhan malah tertidur. Ini yang bahaya, sebab kalau tertidur, pasti akan ketinggalan.
Oleh sebab itu,
gereja Tuhan HARUS menerima suara mempelai(kabar mempelai) yang sanggup membangunkan kerohanian gereja Tuhan (ay. 6), sehingga gereja Tuhan siap sedia untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Setelah kita menerima penginjilan dan diselamatkan, harus dilanjutkan untuk menerima kabar mempelai!
Kalau
gereja Tuhan dalam keadaan tidur, seringkali akan jatuh ke bawahdan bukan terangkat ke atas. Ini bahayanya tidur secara rohani.

Kisah Rasul 20: 9
20:9 Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.

Keadaan gereja Tuhan yang tertidur rohaninya, itu sama seperti Eutikhus yang jatuh dari lantai 3 ke lantai 1. Artinya gereja Tuhan yang tertidur saat Tuhan datang, sedang turun ke dunia orang mati.

Sementara kita memperingati kenaikan Tuhan ke Surga, kita harus waspada, sebab banyak anak Tuhan yang tertidur rohani, sehingga dalam keadaan turun ke alam maut, sekalipun secara penampakan luar, orang-orang ini terlihat hebat.

3 contoh kehidupan yang terlihat hebat, tapi sedang turun ke alam maut:
  1. Korah.
    Bilangan 16: 8-11, 31-32
    16:8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
    16:9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
    16:10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
    16:11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungutkepadanya?"
    16:31 Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
    16:32 dan bumi membuka mulutnya dan menelan merekadengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.

    Korah ini sejajar dengan Musa, termasuk orang yang hebat, tapi ia sedang turun.
    Korah turun, karena ia durhaka.
    Sehebat apapun kita, kalau durhaka, pasti akan turun.

    Praktik durhaka adalah:
    • tidak taat dengar-dengaranpada firman pengajaran yang benar.
    • Ibrani 10: 25-27= tidak setia dalam ibadah pelayanan, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan.
      10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

      Ketika kita tinggalkan ibadah pelayanan, mungkin terlihat naik secara jasmani, tapi secara rohani, hidup itu sedang turun! Apapun yang kita kejar, kalau durhaka, kita sedang turun.


    • bersungut-sungut. Ini terjadi karena Korah menuntut hak= tidak pernah puas.
      Dalam pelayanan, kalau kita tidak menuntut hak, maka kita akan selalu merasa puas.


  2. Anak-anak Tuhan di 3 kota (Korazim, Betsaida, dan Kapernaum).
    Matius 11: 20-23
    11:20 Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:
    11:21 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
    11:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
    11:23 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini.

    Di kota-kota ini banyak terjadi mujizat. Tapi Tuhan bilang bahwa kota ini turun, bukan naik, sebab
    mereka hanya mengejar mujizat jasmani saja,dan tidak pernah mengalami mujizat rohani (keubahan hidup).

    Mujizat rohani, itulah yang MUTLAKharus kita alami.
    Jangan mengejar mujizat secara jasmani dan mengabaikan mujizat secara rohani, supaya hidup kita jangan sampai turun.

    Mujizat rohani dimulai dengan bertobat.
    Kalau tidak bertobat, hidup kita akan turun. Dan saat Yesus datang, sudah turun ke alam maut, tidak bisa tertolong lagi.

    Proses bertobat dimulai dengan
    mengaku dosa sejujur-jujurnyakepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    Ini merupakan mujizat yang lebih besar dari sekedar sakit disembuhkan atau orang mati dibangkitkan.

    Saat kita bertobat, kita sudah mulai terangkat.
    Contohnya adalah orang yang disalib di sebelah Yesus. Pada saat akhir, ia bisa ikut Tuhan ke Firdaus.

    Setelah bertobat, kita harus berubah, yaitu berubah dari tabiat daging ke tabiat rohani seperti Yesus.

    Galatia 5: 22-23
    5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Berubah=berbuah.
    Dari 9 buah roh:

    • kasih, sukacita, damai= gambar/tabiat Allah Bapa.
    • kesabaran, kemurahan, kebaikan= gambar/tabiat Anak Allah.
    • kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri= gambar/tabiat Allah Roh Kudus.

    Karena dulu manusia berbuat dosa, maka yang ada pada manusia adalah gambar/tabiat setan. Karena itu, kita harus berubah pada yang baru untuk kembali pada gambar/tabiat Allah Tritunggal. Dan satu waktu,
    kita akan kembali jadi 1 gambar lagi dengan Tuhan Yesus Kristus.

    Inilah yang terpenting yang harus kita alami dan kita menjadi mempelai wanita yang siap sedia menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
    Semakin kita bertobat dan berubah, maka hidup kita akan semakin naik.

  3. Petrus.
    Petrus ini hebat dan bisa jalan di laut yang bergelombang, tapi ia masih bisa tenggelam.

    Matius 14: 27-32
    14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
    14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
    14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas airmendapatkan Yesus.
    14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelamlalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.

    Petrus tenggelam karena hatinya bimbang.

    Bimbang, artinya:
    • bimbang saat menghadapi angin pencobaandan tidak percaya kuasa Tuhan, tapi lebih membesarkan pencobaan, sehingga berharap pada yang lain.

    • bimbang saat menghadapi ajaran-ajaran lain, sehingga tidak bisa berpegang teguh pada ajaran yang benar.
      Contohnya Eutikhus yang duduk di jendela. Satu telinga mendengar Firman dan satu telinga mendengar suara lain.

      Petrus juga satu mata melihat Yesus dan satu mata lagi melihat pada angin yang bertiup.


    Kalau bimbang, akibatnya adalah tenggelam secara jasmani dan rohani, bahkan bisa jatuh dalam dosa babel.

Wahyu 18: 21
18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

Babel= batu kilangan yang dibuang ke dalam laut.
Hati-hati! Saat kita bimbang dalam pencobaan dan pengajaran, bisa tenggelam sampai kepada dosa babel.

Saat Petrus tenggelam, untunglah Petrus mengangkat tangan pada Tuhan.

Kalau hari ini kita merasa hidup kita tenggelam,
Tuhan hanya menunggu tangan kita terulur pada Tuhan dan berseru "Tuhan, tolonglah aku",artinya:
Dan Tuhan akan mengulurkan Tangan pada kita dengan kuasa kenaikan Tuhan atau kuasa pengangkatan Tuhan untuk:
Dan satu waktu, kita akan diangkat bersama-sama dengan Tuhan saat Tuhan datang kembali.

Tuhan memberkati.