Ibadah KKR Palangkaraya IV, 26 Februari 2009 (Kamis Pagi)

(digabung dengan Pentahbisan Gedung GPT Kristus Raja, Palangkaraya, dibawah penggembalaan Pdt Mikha Sandatoding dan pentahbisan gembala sidang Pdm. Eduard Siringo-ringo)

Ibrani 13:1.

"Peliharalah kasih persaudaraan!"

Cara/praktik memelihara kasih persaudaraan adalah "saling mengasihi".
Kalau kita bisa saling mengasihi, maka kita akan masuk dalam persekutuan/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai Wanita Tuhan.

Ada 3 macam persekutuan (Yohanes 15):
  1. Persekutuan carang dengan pokok anggur yang benar, yaitu Yesus.
  2. Persekutuan carang dengan carang.
  3. Persekutuan carang dengan dunia.
Dalam persekutuan carang dengan carang, yang menjadi pokok haruslah firman pengajaran yang benar.

Pembangunan gedung GPT Kristus Raja harus dilanjutkan pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

1 Tawarikh 28:11,19.
Pembangunan gedung secara jasmani perlu direncanakan lebih dulu oleh seorang arsitek. Rencana pembangunan (blueprint) tubuh Kristus adalah berasal dari wahyu Tuhan, yaitu firman yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain. Wahyu atau ilham dari Tuhan hanya bisa diterima dengan iman. Kalau firman diterangkan dengan logika, hanya akan menjadi pengetahuan, tapi tidak bisa menjadi iman.

Proses pembangunan tubuh Kristus:
  1. Dasar (2 Tawarikh 3:1).
    Ada 2 macam dasar:
    1. 2 Samuel 24:18,24-25, mezbah -->bertobat; dan lima puluh syikal perak -->baptisan air dan baptisan Roh Kudus, yaitu hidup baru, hidup dalam kebenaran.

      Untuk bertobat dan hidup dalam kebenaran, memang harus membayar harga yang mahal.

      Galatia 3:13-14, Mazmur 37:25-26.

      Sebenarnya bangsa Kafir (orang Yebus) tidak berhak menerima berkat Abraham, tetapi jika mau bertobat dan hidup benar, maka berkat Abraham akan dicurahkan. Berkat Abraham, berkat bagi orang benar, adalah berkat sampai anak cucu. Juga jangan lupa, setelah diberkati harus memberkati orang lain, dan jangan lupa Tuhan, Sang Pemberi Berkat, kita harus mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus.

      Tidak salah mewariskan harta, gedung gereja kepada anak cucu, tetapi lebih baik mewariskan kebenaran kepada anak cucu.

    2. Sekam harus dipisahkan dari gandum(tempat pengirikan).
      Sekam ini menunjuk pada kehidupan Kristen yang hanya puas dengan berkat-berkat jasmani, tidak lagi mengutamakan firman Tuhan. Sekam ini hanya untuk dibakar.

      Kalau sudah ada sekam, harus diisi sampai menjadi gandum. Diisi oleh firman pengajaran yang benar, sekalipun sakit bagi daging, tetapi akan sampai mencapai lumbung Kerajaan Sorga.

  2. Pelaksanaan (1 Raja-raja 6:7).
    Pelaksanaan pembangunan adalah dalam suasana damai sejahtera. Kalau damai, pasti suci; dua hal ini tidak bisa dipisahkan. Kalau damai dan suci, tidak akan melihat uang, tidak akan melihat kesalahan orang lain, tetapi melihat kemuliaan Tuhan (Ibrani 12:14). Dalam kemuliaan Tuhan, kita akan mendapatkan segala sesuatu, segala perkara yang jasmani akan dilimpahkan oleh Tuhan.

    Tempat penggalian batu-batu ini menunjuk pada tempat penggembalaan, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Sekeras apapun batu, tidak berbentuk, biar firman yang keras bagaikan palu itu yang bekerja(Yeremia 23:29).

    Praktek batu keras adalah:
    • keras hati, tidak taat dengar-dengaran,
    • batu sandungan, gampang tersandung dan tersinggung.
      Wahyu 18:21.
    Batu keras inilah yang harus dipalu lebih dahulu oleh firman yang keras.

    1 Petrus 2:5, Efesus 4:11-12.
    Batu yang sudah dibentuk itu akan menjadi batu hidup, yaitu imam-imam dan raja-raja, kehidupan yang memiliki jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Kalau sudah berbentuk, maka akan bisa disusun untuk pembangunan tubuh Kristus, tidak perlu dipaksa atau terpaksa. Dan batu hidup itu setia, tidak akan meninggalkan jabatan pelayanan sampai Tuhan datang. Kalau dimutasi oleh Tuhan, maka pasti akan terjadi peningkatan pelayanan.

  3. Penyelesaian (1 Tawarikh 28:20).
    Penyelesaian pembangunan tubuh Kristus adalah kalau kita sudah kuat dan teguh hati, yaitu tidak goyah menghadapi pencobaan, tidak goyah menghadapi ajaran palsu. Kita harus berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar yang sudah menjadi pengalaman hidup selama ini.

    1 Raja-raja 9:3.

    Kalau mau taat dengar-dengaran, maka ada:
    1. Kuasa nama Tuhan, yaitu:
      • Kuasa menciptakan yang tidak ada menjadi ada.
      • Kuasa mengalahkan setan tritunggal yang adalah sumber masalah, pencobaan, dan menolong kita tepat pada waktuNya.
      • Kuasa penyucian dari dosa-dosa sampai sempurna tak bercacat cela.
    2. Mata Tuhan, yaitu kuasa perlindungan untuk mengangkat orang-orang yang jatuh.
    3. Hati Tuhan, yaitu kasih Tuhan dicurahkan supaya bisa saling mengasihi, sampai kasih itu akan menyempurnakan dan menyatukan kehidupan kita (Kolose 3:14).
Tuhan memberkati.