Ibadah Kunjungan Batam I, 28 Agustus 2013 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 5:13
5:13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Ini menunjuk pada kedudukan/ status dari warga kerajaan Surga. Atau menunjuk pada kedudukan/ status dari gereja Tuhan/ hamba Tuhan/ anak Tuhan di dalam dunia.

Fungsi garam:
Banyak anak Tuhan/ hamba Tuhan yang mencari kedudukan atau jabatan di dunia ini sampai menghalalkan segala cara. Tetapi semua itu akan sia-sia bagaikan tanpa garam, tidak memberi kepuasan bahkan busuk dan binasa selama-lamanya.
Hamba Tuhan juga harus waspada tentang organisasi gereja. Hamba Tuhan banyak mencari kedudukan dan status dalam organisasi sampai menghalalkan segala cara. Ini juga bagaikan tanpa garam, dan hanya mengakibatkan kebusukan dan menuju kebinasaan. Sikap yang benar terhadap kedudukan dalam organisasi masing-masing adalah hamba Tuhan tidak boleh mencari atau meminta kedudukan dalam organisasi. Kalau hamba Tuhan dipercaya kedudukan dalam organisasi gereja, itu merupakan amanah dari Tuhan dan harus dijalankan sebaik-baiknya.

Tuhan hanya menunjukkan satu kedudukan warga Surga/ gereja Tuhan, yaitu harus menjadi garam dunia.

Pengertian garam secara rohani.
Imamat 2:13
2:13 Dan tiap-tiap persembahanmu yang berupa korban sajian haruslah kaububuhi garam, janganlah kaulalaikan garam perjanjian Allahmu dari korban sajianmu; beserta segala persembahanmu haruslah kaupersembahkan garam.

Setiap persembahan harus dibubuhi garam perjanjian.

Lukas 24:49
24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi.”

Kisah Rasul 1:4-5
1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--“telah kamu dengar dari pada-Ku.
1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Garam perjanjian adalah kuasa Roh Kudus, urapan Roh Kudus.
Jadi, garam dunia adalah hamba Tuhan atau anak Tuhan yang diurapi oleh Roh Kudus.

Setiap persembahan harus dibubuhi garam perjanjian, artinya setiap aktivitas pelayanan dan pengorbanan kita kepada Tuhan harus diurapi oleh Roh Kudus sehingga berkenan dan memuaskan Tuhan. Maka Tuhan juga akan memuaskan dan mengenyangkan kita.
Urusan hamba Tuhan bukan mencari makan-minum, tetapi bagaimana bisa tampil sebagai garam dunia (ada aktivitas ibadah pelayanan yang diurapi Roh Kudus), maka Tuhan yang bertanggung jawab memuaskan dan mengenyangkan kita di tengah dunia yang sulit.

Sebaliknya, jika aktivitas pelayanan, persembahan, dan pengorbanan kita tanpa urapan Roh Kudus (tanpa garam), melainkan hanya mengandalkan kepandaian, kekayaan, maka akan menjadi tidak berkenan kepada Tuhan, tidak memuaskan Tuhan. Sehingga kita juga menjadi tidak puas bagaikan garam yang tawar. Kalau tanpa garam, maka pasti akan busuk sampai binasa selamanya.

Garam harganya murah tetapi sangat dibutuhkan oleh siapa pun juga. Artinya hamba Tuhan yang diurapi Roh Kudus tidak mencari kehormatan/ penghargaan/ keuntungan jasmani di dunia. Maka hamba Tuhan yang semacam itu akan dibutuhkan oleh dunia.

Dunia tanpa gereja Tuhan atau hamba Tuhan yang diurapi Roh Kudus sama dengan tanpa garam. Maka dunia akan menjadi tawar, tidak puas, tidak bahagia, bahkan menjadi busuk, hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.

Markus 9:49-50a
9:49 Karena setiap orang akan digarami dengan api.
9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya?

Oleh sebab itu, kita jangan menjadi garam tawar karena pengaruh dunia, jangan kehilangan urapan Roh Kudus karena pengaruh dunia. Yudas kehilangan urapan Roh Kudus karena keinginan akan uang. Seorang perempuan meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal, tetapi Yudas menganggap itu sebagai suatu pemborosan.

Kita harus selalu digarami dengan api, artinya kita harus selalu hidup dalam urapan Roh Kudus dan kesucian Roh Kudus, sehingga kita tetap menjadi garam yang asin, menjadi garam yang dibutuhkan oleh dunia. Kita mempertahankan status warga negara Surga di dunia.

Matius 3:10-12
3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

Ada 3 macam api:
  1. Api penghukuman bagi pohon yang tidak berbuah yang baik.
    Artinya api penghukuman bagi anak Tuhan/ hamba Tuhan yang tidak menghasilkan buah pertobatan, sama dengan tidak bertobat, sama dengan tetap mempertahankan dosa.

    Status anak Tuhan belum menjamin. Jika belum bertobat, maka tetap menjadi garam tawar dan akan masuk api penghukuman.

    2 Petrus 3:9
    3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.

    Panjang sabar Tuhan adalah:
    • Tuhan belum datang kembali kedua kali. Tuhan bukan lalai tetapi Tuhan memberi kesempatan kita untuk berbuah yang baik.
    • Memberi kita panjang umur supaya kita bisa bertobat dan menghasilkan buah yang baik supaya tidak dihukum dalam api penghukuman.

    Yeremia 9:5
    9:5 Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.

    Permulaan bertobat adalah tidak berdusta. Orang berdusta sama dengan malas bertobat, tidak mau bertobat, sampai suatu waktu tidak bisa bertobat seperti setan dan menjadi garam yang tawar sehingga harus masuk api penghukuman.
    Tidak berdusta artinya berkata benar. Jika "ya" katakan "ya", jika "tidak" katakan "tidak". Nomor satu adalah berkata benar soal pengajaran, lanjut berkata benar dalam segala hal. Kalau kita bisa berkata benar, maka seluruh kehidupan kita akan benar.

    2 Petrus 3:10,13
    3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
    3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.

    Jika kita bertobat dan hidup benar, maka kita tidak akan kena api penghukuman bersama langit dan bumi yang lama, tetapi kita akan bisa masuk langit dan bumi yang baru di Yerusalem Baru.

  2. Api penghukuman yang tidak terpadamkan bagi jerami dan sekam.
    Matius 3:12
    3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

    Maleakhi 3:18
    3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

    Maleakhi 4:1
    4:1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

    Jerami adalah kehidupan yang tidak setia dalam ibadah pelayanan, tinggalkan ibadah pelayanan, bahkan tidak mau beribadah melayani Tuhan. Jerami ini tidak berguna dan hanya menunggu api neraka selamanya.
    Biar kita menjadi garam dunia, yaitu kehidupan yang setia berkobar-kobar beribadah melayani Tuhan sampai garis akhir, yaitu sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali.

    Sekam adalah kulit, artinya kehidupan Kristen atau hamba Tuhan yang hanya puas dengan perkara-perkara jasmani di luar tetapi tidak mau diisi dengan firman pengajaran yang benar. Maksud Tuhan memberi berkat (kulit) adalah untuk diisi dengan firman pengajaran atau makanan keras. Ini adalah firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang menyucikan. Sekam yang tidak mau disucikan hanya berisi dosa-dosa sampai puncaknya dosa, maka akan menjadi busuk dan dibinasakan oleh Tuhan. Tetapi jika kita mau diisi dengan firman pengajaran yang benar dan Perjamuan Suci, maka kita akan disucikan dari dosa-dosa sampai suatu waktu sempurna dan tak bercacat cela. Inilah gandum yang matang, yang tidak dibakar dengan api, tetapi masuk lumbung Kerajaan Surga.

  3. Api Roh Kudus.
    Matius 3:11
    3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

    Ada 3 tingkatan baptisan:
    • Baptisan darah (mezbah korban bakaran), sama dengan bertobat, yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
    • Baptisan air (kolam pembasuhan), sama dengan lahir baru dari air sehingga kita menerima hidup baru dari Surga, yaitu hidup benar.
    • Baptisan Roh Kudus (pintu kemah). Ini sama dengan digarami oleh api Roh Kudus. Kita berada dalam urapan Roh Kudus dan kesucian Roh Kudus.

    Tanpa Roh Kudus, berarti tanpa kesucian Roh Kudus, maka kita akan menjadi garam yang tawar. Ini dibuktikan dengan perkataan yang tawar, yaitu perkataan sia-sia, dusta, menjelekkan orang lain, memfitnah orang lain, perkataan yang melemahkan iman orang lain. Perkataan sia-sia akan dihakimi dan masuk dalam api penghukuman Tuhan untuk selamanya.

    Untuk menjadi garam dunia, kita mutlak membutuhkan Roh Kudus. Syarat supaya bisa menerima urapan Roh Kudus:
    • Berada di titik nol, yaitu rendah hati dan merasa tidak layak.
      Kejadian 1:2
      1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

    • Jangan tinggalkan Yerusalem, artinya hati damai sejahtera.
      Kisah Rasul 1:4-5
      1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--“telah kamu dengar dari pada-Ku.
      1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”


Malam ini, kita tinggal memilih. Kalau tidak mau menerima api Roh Kudus, maka akan masuk dua api penghukuman yang lain.

Kegunaan api Roh Kudus adalah api Roh Kudus membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Tuhan.
Titus 3:5
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Keubahan hidup adalah mujizat terbesar yang mutlak harus kita alami. Keubahan hidup ini seperti air berubah menjadi anggur, yaitu:
Tuhan memberkati.