[cetak]
Ibadah Kunjungan Singapura II, 15 Mei 2013 (Rabu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.


Tema: Kenaikan Yesus ke Surga membawa mujizat [Kisah Rasul 1:8-11].

Dalam Perjanjian Baru, ada 3 kitab yang memberitakan secara langsung tentang kenaikan Yesus ke Surga, yaitu injil Markus, injil Lukas, dan Kisah Para Rasul.
Di Alkitab terdapat 4 injil, mengapa hanya injil Markus dan Lukas yang menceritakan secara langsung tentang kenaikan Yesus ke Surga, sedangkan injil Matius dan Yohanes tidak?
Injil Markus menceritakan tentang Yesus sebagai Hamba yang dianggap hina. Oleh sebab itu, injil Markus menceritakan tentang kenaikan Yesus ke Surga untuk mengangkat kedudukan Yesus sebagai Hamba yang mulia. Demikian juga injil Lukas menceritakan Yesus sebagai Manusia yang sengsara. Oleh sebab itu, injil Lukas menceritakan tentang kenaikan Yesus ke Surga untuk mengangkat kedudukan Yesus sebagai Manusia yang mulia.
Sedangkan injil Matius sudah menceritakan Yesus sebagai Raja yang mulia, sehingga tidak perlu lagi diangkat. Juga injil Yohanes menceritakan Yesus sebagai Anak Allah yang mulia, sehingga tidak perlu lagi diangkat.

Kisah Rasul 1:8-11
1:8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."
1:9 Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.
1:10 Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka,
1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."


Kenaikan Yesus ke Surga dikaitkan dengan 2 hal:
  1. [ayat 8] Pencurahan Roh Kudus.
    Yesus naik ke Surga untuk mencurahkan Roh Kudus sehingga kita bisa menjadi saksi Tuhan. Ini sudah kita bahas dalam ibadah yang pertama.
  2. [ayat 9-11] Kedatangan Yesus kedua kali.


Kita mempelajari yang kedua.
Yohanes 14:1-3
14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

Yesus terangkat ke Surga untuk menyediakan tempat bagi kita di Surga, dan sesudah itu Dia akan datang kembali kedua kali untuk mengangkat kita ke Surga, sehingga di mana Yesus berada di situ kita berada. Artinya, kita menyatu dengan Yesus untuk selama-lamanya, kita tidak terpisah dengan Yesus untuk selama-lamanya, kita bersanding dengan Yesus di takhta Surga untuk selama-lamanya.

Jika Yesus terangkat ke Surga untuk menyediakan tempat bagi kita, maka kita yang di bumi juga harus menyediakan tempat bagi Dia yang akan datang kembali kedua kali untuk mengangkat kita ke Surga.

Tempat apa yang harus disediakan? Yesus datang kembali kedua kali sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga, sebagai Kepala. Maka tempat yang kita sediakan adalah tubuh Kristus. Jadi, kita harus masuk dalam pembangunan/ persekutuan tubuh Kristus.
Persekutuan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah rumah tangga, satu iman, satu baptisan, satu pengajaran, dst. Kemudian lanjut persekutuan dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai persekutuan tubuh Kristus yang sempurna saat Israel dan Kafir menjadi satu.

Mengapa harus terjadi pembangunan tubuh Kristus?
Kejadian 1:26
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."

Pada mulanya manusia diciptakan sama mulia dengan Allah Tritunggal, sehingga manusia berkuasa atas binatang di darat, di laut, dan di udara. Tetapi sayang, manusia berbuat dosa.

Kejadian 3:1-3
3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."


Hawa diperdaya oleh ular dengan ajaran lain atau suara asing, yaitu memutarbalikkan pengajaran yang benar, sehingga yang tidak boleh menjadi boleh, yang boleh menjadi tidak boleh, yang benar jadi salah, yang salah jadi benar.
Suara asing ini juga menambah dan mengurangi pengajaran yang benar, ditambah dengan logika, pengetahuan, perumpamaan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hawa mengikuti ajaran lain sehingga jatuh dalam dosa dan memakan buah yang dilarang oleh Tuhan. Hawa menjadi tidak taat dengar-dengaran. Akibatnya adalah telanjang, kehilangan kemuliaan Allah, dan diusir dari Firdaus ke dalam dunia. Hidupnya ditandai dengan susah payah, air mata, duri-duri kepedihan hati, ketakutan, kekuatiran, dll. Ini merupakan gejala terpisah dari Tuhan.

Setelah dibuang ke dunia, manusia justru lebih berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks, kawin campur, kawin cerai, seks bebas).
Roma 3:23
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Akibatnya adalah manusia dikuasai oleh setan tritunggal, yaitu setan di udara, nabi palsu di darat, dan antikris di laut. Manusia tadinya diciptakan menguasai tiga binatang, tetapi setelah jatuh dalam dosa menjadi dikuasai oleh tiga binatang. Manusia menjadi sama dengan setan tritunggal, terpisah dengan Tuhan selama-lamanya, dan hanya untuk dibinasakan.

Allah tidak mau manusia ciptaannya terpisah dari Dia dan hidup dalam kutukan bahkan binasa selamanya. Itu sebabnya, Allah rindu untuk diam bersama manusia ciptaanNya. Kerinduan ini diungkapkan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Keluaran 25:8
25:8 Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

Dalam Perjanjian Lama, kerinduan Tuhan diungkapkan kepada Musa untuk membuat Kemah Suci atau Tabernakel sehingga Allah bisa berdiam di tengah umatNya. Jadi, Allah diam bersama manusia lewat pembangunan Bait Allah yang jasmani.

Matius 8:20
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Dalam Perjanjian Baru, kerinduan Tuhan diungkapkan lewat Yesus kepada gereja Tuhan supaya membangun tubuh Kristus. Jadi, Allah juga diam bersama manusia lewat pembangunan Bait Allah yang rohani.

Sejarah pembangunan Bait Allah jasmani sampai dengan pembangunan tubuh Kristus yang rohani:

  1. Pembangunan Tabernakel/ Kemah Suci.
    Saat Musa selesai membangun Tabernakel dan meletakkan pintu gerbang, maka awan shekinah glory turun. Jadi, Tabernakel yang jasmani bisa menampung kemuliaan Tuhan yang diam bersama manusia.

    Keluaran 25:2
    25:2 "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.

    Dasar pembangunan Tabernakel secara jasmani adalah hati yang rela memberi. Kalau mau Allah berdiam, maka kita harus memiliki hati yang rela memberi.
    Hati yang rela memberi sama dengan hati yang suci, terutama tidak ada keinginan akan uang atau keinginan jahat. Kalau tidak ada keinginan jahat, maka pasti tidak ada keinginan najis.

    Kisah Rasul 20:28,32-35
    20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
    20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
    20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."


    Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar yang dipercayakan oleh Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada domba-domba dengan setia dan berulang-ulang. Firman penggembalaan merupakan kasih karunia Tuhan, artinya hanya bisa dipelajari di bawah kaki Tuhan, bisa dipelajari kapan pun secara cuma-cuma. Firman penggembalaan juga bisa dipelajari lewat fellowship yang berdasarkan pengajaran yang benar.

    Firman penggembalaan yang diulang-ulang sanggup untuk menyucikan hati kita dari keinginan najis dan jahat, dari keinginan akan uang, sehingga kita bisa mengakui dan bisa merasakan lebih berbahagia memberi daripada menerima. Kalau sudah bisa merasakan lebih berbahagia memberi daripada menerima, inilah suasana kebangunan rohani. Kalau masih puas dengan menerima, maka akan menimbulkan kerohanian seperti Bartimeus yang buta dan hanya minta-minta.

    Dulu saat Musa membangun Tabernakel, bangsa Israel memberikan harta mereka, waktu, tenaga, keahlian, dll. Demikian juga kita juga harus memberikan segala yang kita miliki untuk Tuhan. Rela memberi bukan karena kaya atau miskin, tetapi karena hati yang suci dan tidak terikat akan uang.

    Bukti hati yang suci adalah bisa memberi persembahan khusus dan perpuluhan. Ini berjalan bersama-sama dan tidak bisa dipisahkan.
    Perpuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan. Dasar perpuluhan adalah kebenaran, yaitu sepersepuluh.
    Persembahan khusus adalah ucapan syukur bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan. Dasarnya adalah kerelaan hati, tanpa paksaan, tanpa pamrih, dll.
    Hati yang suci inilah yang mau didiami oleh Tuhan. Kita rela memberikan seluruh waktu, harta, kemampuan, keahlian, sampai bisa mempersembahkan hidup kita sebagai mempelai wanita kepada Mempelai Pria Surga.

    Ibrani 13:4-6
    13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
    13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

    13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

    Kalau hati rela memberi, maka pasti akan jujur soal nikah dan jujur soal keuangan. Kalau ada keinginan akan uang, pasti tidak akan jujur.
    Kalau hati rela memberi, maka Allah akan diam bersama kita menjadi Penolong kita untuk menghadapi manusia yang jahat atau setan yang suka mendakwa kita. Allah juga menolong kita untuk menyelesaikan segala masalah kita.


  2. Pembangunan Bait Allah Salomo.
    Bait Allah Salomo bisa menampung kemuliaan Tuhan/ pribadi Tuhan untuk diam bersama manusia.

    1 Raja-raja 6:7
    6:7 Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besipun selama pembangunan rumah itu.

    Dasar pembangunan Bait Allah Salomo adalah hati yang damai sejahtera. Damai sejahtera artinya tidak merasa apa-apa lagi yang manusia daging rasakan. Mulai dari tidak ada ketakutan lagi, tidak ada kepahitan, tidak ada dendam, tidak ada iri hati, tidak ada keinginan, tidak ada dosa. Kita hanya merasakan kasih Allah.
    Hati damai sejahtera sama dengan hati nurani yang tidak tertuduh, hati yang tenang.

    1 Yohanes 3:21-22
    3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
    3:22 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

    Kalau hati tidak menuduh, maka Allah diam bersama kita dan Allah menjawab doa kita. Apa yang kita minta akan dijawab oleh Tuhan. Kita mendapatkan apa yang tidak ada menjadi ada, yang tidak bisa menjadi bisa.
    Kalau hati damai sejahtera, maka semua akan menjadi enak dan ringan. Kehidupan kita bagaikan perahu yang berlayar di lautan. Kalau hati teduh, maka semua akan menjadi enak dan ringan. Tetapi kalau hati tidak damai, semua akan menjadi susah bagaikan di lautan yang bergelombang.


  3. Pembangunan Bait Allah di Yerusalem yang dibangun 46 tahun.
    Saat Yesus masuk ke Bait Allah dan mendapati tempat penukar uang, maka Yesus mencambuk semuanya. Bait Allah di Yerusalem tidak bisa menampung kemuliaan Tuhan, tetapi menampung hajaran/ cambukan Tuhan. Ini terjadi sebab ada roh jual-beli, yaitu roh antikris atau cap 666.

    Wahyu 13:16-18
    13:16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
    13:17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
    13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.


    Gereja dengan roh jual-beli sama dengan pasar jika tidak ada cambuk yang menyucikan. Cambuk terdiri dari tali-tali domba, menunjuk pada firman penggembalaan yang keras.
    Gereja yang dikuasai roh jual-beli:
    • Bisa dilihat dari cara berpakaian yang jasmani sudah sama seperti ke pasar/ mall.
    • Pasar juga adalah tempat mencari keuntungan jasmani. Kalau ke gereja hanya untuk mencari keuntungan jasmani, berarti sedang dicap 666 oleh setan. Ini seperti perempuan yang bungkuk 18 tahun di dalam gereja (bukan di luar gereja).
    • Pasar juga adalah tempat yang ramai, yaitu gereja yang hanya mencari sukacita daging atau dunia tanpa urapan Roh Kudus, tidak ada lagi ketertiban dan keteraturan.
    • Di pasar mencari yang murah, artinya semua diperbolehkan di dalam gereja sekalipun tanpa tahbisan yang benar, hanya asal melayani sekalipun tidak sesuai jabatan.


    Yohanes 2:19-21
    2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
    2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
    2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.


    Yesus beralih dari Bait Allah jasmani menuju Bait Allah rohani karena:

    • Bait Allah yang jasmani tidak bisa menampung kemuliaan Tuhan sebab ada roh jual-beli.
    • Bait Allah yang jasmani menggunakan sistem Taurat (46 menunjuk pada 4 hukum pada loh batu pertama dan 6 hukum pada loh batu kedua), sehingga bangsa Kafir tidak bisa beribadah di dalamnya.

    Oleh sebab itu, harus terjadi perombakan/ pembaharuan.

    Apa yang harus dirombak?

    • Ibadah sistem Taurat (angka 46) harus dirombak menjadi sistem kemurahan (3 hari), di mana bangsa Kafir bisa masuk di dalamnya.
      Sistem Taurat adalah beribadah hanya karena kebiasaan, peraturan, rasa sungkan, dll. Ini harus diubahkan menjadi sistem kemurahan/ kasih karunia, yaitu hati yang sungguh-sungguh, kuat dan teguh hati.

      1 Korintus 15:9-10
      15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
      15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

      Kalau kita bisa melayani, itu hanya karena kasih karunia Tuhan. Kita harus selalu mengingat kasih karunia Tuhan, sehingga kita akan lebih giat dan sungguh-sungguh melayani Tuhan. Kalau mengingat kasih karunia Tuhan, maka kita tidak akan peduli halangan apa pun juga, kita terus setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir.

    • Angka 46 juga menunjuk pada kebanggaan, karena pengetahuan, gelar, kekayaan, kedudukan, dll. Terlebih lagi yang sering tidak disadari adalah kebanggaan karena kebenaran diri sendiri, yaitu saat salah tetapi justru menyalahkan orang lain. Ini harus dirombak menjadi rendah hati.

      Ayub 32:1-2
      32:1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
      32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

      Ayub memiliki kebenaran diri sendiri. Ayub harus mengalami hajaran sampai ia bisa duduk di atas debu dan abu.

      Ayub 42:5-6
      42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
      42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

      Duduk di atas debu dan abu artinya mengaku tidak layak, tidak berdaya apa-apa, banyak kesalahan, tidak berharga. Ayub mengaku sungguh-sungguh hanya hidup dari kasih karunia Tuhan, maka Ayub mengalami pemulihan.

    • Angka 46 menunjuk pada 10 pengintai yang lebih membesarkan pencobaan daripada pengajaran yang benar, sehingga putus asa, kecewa, tidak taat dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
      Bilangan 13:27-28
      13:27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
      13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

      Bilangan 14:29
      14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

      Dari 603.550 orang Israel yang keluar dari Mesir, hanya 2 yang selamat dan sisanya menjadi bangkai. Kalau sudah tidak percaya dan tidak taat, maka pasti akan bersungut-sungut dan menjadi bangkai. Istilah 'bangkai' adalah untuk binatang. Kehidupan yang tidak percaya akan langsung turun dan dikuasai oleh binatang buas.

      Oleh sebab itu, harus terjadi perombakan menjadi hati yang percaya dan taat dengar-dengaran seperti 2 pengintai.

    Hasil hati yang sungguh-sungguh, rendah hati, dan hati yang percaya dan taat:

    • Semua jadi baik.
      1 Tawarikh 19:13
      19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    • Semua jadi selesai.
      1 Tawarikh 28:19-20
      28:19 Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.
      28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Pembangunan Bait Allah jasmani dan rohani selesai, semua masalah kita selesai, sampai kita sempurna. Di atas kayu salib Yesus meneguk anggur asam yang menunjuk pada segala masalah kita, dosa-dosa, dll. Semua sudah diminum dan diselesaikan oleh Yesus di atas kayu salib.



Tuhan memberkati.