[cetak]
Ibadah Paskah Medan IV, 29 April 2009 (Rabu Sore)

Wahyu 22: 20
'Ya, Aku datang segera'=kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
'Amin, datanglah Tuhan Yesus'=kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai Mempelai Wanita untuk siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.
Sehingga kedua-duanya bersiap dan terjadi pertemuan di udara, dimana gereja Tuhan mengalami kelepasan terakhir (paskah terakhir) dari dunia ini dan masuk dalam Firdaus, kerajaan 1000 tahun damai, setelah itu masuk dalam Yerusalem baru, Kerajaan Sorga yang kekal untuk selama-lamanya.

Wahyu 22: 21
= gereja Tuhan yang siap untuk terangkat di awan-awan bersama Tuhan HARUS MUTLAK hidup dalam kasih karunia Tuhan.

Sikap terhadap kasih karunia adalah: 2 Korintus 6: 1-3 = jangan menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan.
Praktek menyia-nyiakan kasih karunia adalah menjadi batu sandungan. Dan batu sandungan ini tidak bisa naik ke atas, tetapi malah tenggelam. 
Sandungan ini ada dari dalam dan dari luar.

Tadi pagi, kita sudah belajar soal sandungan dari dalam yang bisa membawa kehidupan anak Tuhan kedalam kegelapan dimana ulat-ulat dan bangkainya tidak mati, itulah api neraka.

Malam ini kita pelajari SANDUNGAN DARI LUAR.

Sandungan dari luar adalah 3 TA:

  1. TAhta.
  2. waniTA.
  3. harTA kekayaan.

" TAHTA/KEDUDUKAN "

Yehezkiel 18: 30
= batu sandungan ini adalah kedurhakaan. Lantas apa kaitannya dengan tahta? Kita ingat Korah yang merupakan orang durhaka (Yudas 1: 11).

Bilangan 16: 8-11, 31-32
= menuntut pangkat imam= menuntut kedudukan/tahta.
Korah durhaka pada Tuhan karena menuntut pangkat/kedudukan dalam pelayanan atau mencari kedudukan secara rohani dengan menghalalkan segala cara yang diluar Firman. Akibatnya, Korah tidak pernah puas dan selalu bersungut-sungut. Dan ini adalah suatu batu sandungan yang membuat manusia tidak bisa terangkat.

Kalau kita selalu berlomba-lomba untuk mencari kedudukan dan selalu tidak puas, maka hidup itu tidak akan bisa terangkat, tapi malah turun kebawah (ay. 31). Artinya turun ke dunia orang mati, jadi kering rohaninya dan membawa pada kematian kedua (neraka).

" WANITA/DOSA BABEL "

Wahyu 18: 21
Matius 18: 6
Batu kilangan ini sama dengan batu sandungan ('menyesatkan'= menyandung).
Dosa Babel, itulah dosa makan minum dan dosa sex. Akibatnya, hidup itu tenggelam dalam lautan api dan belerang. Sebab itu, kita harus hati-hati dengan dosa Babel ini.

" HARTA KEKAYAAN "

Ini adalah ikatan terakhir dari dunia ini. Saat Israel mau keluar dari Mesir, yang terakhir adalah Israel boleh keluar, tapi kambing domba dilarang oleh Firaun. Dan akhir jaman, harta kekayaan ini juga yang mengikat gereja Tuhan untuk terangkat ke Surga.

Yehezkiel 7: 19-20
Harta kekayaan ini adalah emas dan perak secara jasmani. Ini bisa jadi batu sandungan. Kapan terjadinya? Jika harta itu sudah jadi berhala dalam hidup kita. Dimana harta-harta itu digunakan untuk membuat patung-patung. Batu sandungan ini akan menghalangi kita untuk masuk ke Surga.

Praktik kalau harta sudah jadi berhala:

  • tidak setia/tinggalkan ibadah pelayanan untuk mencari emas perak jasmani.
  • Kolose 3: 5 = serakah yang berpasangan dengan kikir.
    Kikir= tidak bisa memberi untuk Tuhan dan untuk sesama yang membutuhkan.
    Memberi itu tidak bergantung pada kaya atau miskin. Tapi bergantung pada hidup itu sudah terikat pada uang atau tidak. Jemaat Makedonia, miskin dalam pencobaan, tapi bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan.

    Serakah= merampas hak milikNya Tuhan (1/10an dan persembahan khusus). Inilah batu sandungan yang terakhir seperti dialami oleh Yudas. Ia berusaha untuk menaikan dirinya lewat menggantung diri, tapi ia tidak bisa naik ke atas dan akhirnya jatuh ke bawah!

Inilah batu sandungan dari luar yang HARUS kita waspadai.

Kisah Rasul 3: 1-6
= keadaan gereja Tuhan hujan awal yang terikat pada emas dan perak jasmani. Bahkan sampai di rumah Tuhan yang diharapkan adalah emas dan perak jasmani. Benar-benar terikat pada emas dan perak jasmani, lebih dari Tuhan. Orang ini sudah bertemu dengan hamba Tuhan, tapi masih tetap berharap pada emas dan perak jasmani, tidak berharap pada Tuhan.

Dan kejadian ini akan terjadi lagi pada gereja Tuhan akhir jaman. Kalau kita masih berharap emas dan perak jasmani, kita masih terikat pada emas dan perak jasmani.
Akibatnya, hidup itu akan mengalami lumpuh rohani.
Lumpuh secara rohani artinya

  1. ay. 2= tidak pernah masuk ke Bait Allah, hanya ada pada pintu Gerbang Indah -> tidak setia, non aktif dalam ibadah pelayanan.
  2. meminta-minta sedekah -> kikir, tidak bisa memberi dan pasti serakah.
  3. tidak pernah masuk Gerbang Indah -> tidak pernah indah hidupnya, tidak memiliki masa depan yang indah.
    Hari-hari ini kita harus sungguh-sungguh. Kalau kita sungguh-sungguh mencari Firman, maka kita akan memiliki masa depan yang indah. Hari-hari ini jangan lumpuh lagi hidup kita.
  4. tinggal di atas tilam -> jatuh dalam dosa sex.
    Kalau lumpuh rohani, bisa jatuh bangun dalam dosa kenajisan.
  5. tidak bisa masuk dalam pintu gerbang Surga, sebab masuk pintu gerbang indahpun tidak bisa. Ini sama dengan tenggelam dalam lautan api dan belerang.

Supaya tidak bergantung pada emas dan perak jasmani, maka kita harus memiliki dan mengejar emas dan perak rohani yang lebih dari emas dan perak jasmani.

3 pengertian emas dan perak rohani:

  1. 1 Petrus 1: 18-19= penebusan oleh darah Yesus.
    1 Yohanes 1: 7, 9
    Proses mengalami penebusan oleh darah Yesus adalah mengaku dosa pada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya. Dan kita akan mendapatkan darah Yesus yang lebih mahal dari emas dan perak manapun. Dan saat itu darah Yesus aktif untuk mengampuni dosa-dosa kita sampai tidak ada bekasnya lagi.
    Saat ibadah persekutuan, ada darah Yesus yang bekerja di tengah kita.

    Darah Yesus ini juga berguna untuk mencabut segala akar-akar dosa kita, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran, mengalami kelepasan dari dosa. Dan ini lebih dari harta jasmani.

    Amsal 11: 4
    Hidup dalam kebenaran, harus ditambah dengan jadi hamba kebenaran. Ini pentingnya fellowship, biar kita mencari darah Yesus.
    Kebenaran ini juga melindungi kita dari penghukuman (hari kemurkaan).
    Cari emas perak jasmani= tidak menerima darah Yesus.

  2. 2 Timotius 2: 20-21= penyucian oleh firman pengajaran.
    Penyucian oleh firman pengajaran inilah yang harus dicari dalam persekutuan.

    ay. 22= yang harus disucikan dari hidup kita, yaitu: nafsu orang muda (singa muda di kebun anggur yang dikalahkan oleh Simson), yaitu:
    • dosa makan minum dan sex.

    • iri hati, kebencian, ambisi, dan lain-lain (perumpamaan tentang pekerja-pekerja di ladang anggur).
      Dosa ini harus dicabik-cabik, seperti singa muda itu dicabik-cabik oleh Simson. Dan kalau sudah dicabik, kita bisa hidup dalam keadilan, kesetiaan, kasih dan damai sejahtera. Selama ada singa muda, tidak akan bisa ada damai.

    • ay. 23-25= roh pertengkaran.
      Kalau kita disucikan dari roh pertengkaran, kita bisa ramah dan sabar sehingga kita bisa menuntun orang berdosa kembali pada kebenaran= bisa melayani orang yang tidak mau dilayani. Kalau ramah dan sabar, nanti akan ditambah dengan cakap dalam mengajar, bisa menjadi guru.

    Hasil kalau disucikan dari nafsu orang muda, kita akan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna yang siap terangkat saat Yesus datang kembali (menjadi perabot-perabot untuk pekerjaan yang mulia).

  3. tabiat Ilahi.
    Amsal 10: 24
    Perak rohani= lidah yang benar/jujur.
    Emas rohani= taat dengar-dengaran.

    Kisah Rasul 3: 6-8
    Emas dan perak rohani ini juga kuasa kebangkitan dalam nama Yesus.

    Jadi, orang yang jujur dan taat akan mengalami kuasa kebangkitan dalam nama Yesus untuk mengadakan mujizat dalam kehidupan kita dan menghapus segala kemustahilan.

    Inilah yang akan kita bawa pulang dari persekutuan ini.
    Orang lumpuh ini sudah 40 tahun umurnya, sudah mustahil untuk disembuhkan. Tapi bagi nama Yesus tidak ada yang mustahil.
    Serukan nama Yesus malam ini, supaya kita bisa mengalami mujizat dalam hidup kita, secara jasmani dan rohani. Jangan menyeru nama yang lain!

    Orang lumpuh ini setelah disembuhkan, ia bisa melompat-lompat dan masuk dalam Bait Allah (rohaninya disembuhkan, bisa mengalami kuasa Firman). Artinya setia dan bergemar dalam ibadah pelayanan. Mungkin kita sudah sering masuk dalam gereja, tapi sudah loyo. Tapi biarlah kita makin bergemar dalam ibadah, sebab Yesuspun selalu bergemar di kebun anggur.

    Yesaya 5: 7
    Bergemar dalam ibadah pelayanan= bergemar dalam Firman pengajaran yang benar, sampai berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar (Mazmur 119: 16-17). Dan Tuhan akan melakukan kebajikan dalam hidup kita. Inipun adalah suatu mujizat kalau kita bergemar dalam Firman pengajaran yang benar.
    Bergemar ini juga setia dalam doa penyembahan kepada Tuhan.

    Kisah Rasul 3: 1
    = bergemar dalam menyembah Tuhan. Jangan sampai kita terpaksa dalam menyembah Tuhan.
    Dalam kebajikan Tuhan, sudah terkandung semua yang kita butuhkan. Sebab itu yang penting adalah kita bergemar dalam Firman pengajaran dan penyembahan kepada Tuhan.

    Kejadian 28: 16, 20-21
    Rumah Allah= pintu gerbang Surga.
    Kalau bergemar dalam Firman dan penyembahan, kita sedang membuka pintu gerbang Surga dan ada kebaikan Tuhan dalam hidup kita untuk: memberikan sandang (pakaian), pangan (makanan), perlindungan dan penyertaan Tuhan= kebahagiaan dari Tuhan sampai satu waktu saat Yesus datang kembali, benar-benar pintu Surga terbuka bagi kita dan kita akan terangkat ke Surga, tidak tenggelam dalam api neraka!

Tuhan memberkati.