[cetak]
Ibadah Paskah Medan VI, 30 April 2009 (Kamis Sore)

Wahyu 22: 20-21
'Ya, Aku datang segera'= kesiapan Tuhan untuk datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
'Amin, datanglah Tuhan Yesus'= kesiapan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai Mempelai Wanita untuk siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Tuhan datang dan kita naik, sehingga terjadi pertemuan diudara yang disebut pesta nikah Anak Domba Allah (Wahyu 19: 9), nikah yang rohani dan nikah yang sempurna.

Alkitab dibuka dengan nikah manusia, tapi dihancurkan oleh Adam dan Hawa. Karena itu, Allah merestorasi nikah manusia, sehingga Alkitab ditutup dengan nikah yang rohani. Sesudah pesta nikah, kita masuk kerajaan 1000 tahun damai (Firdaus yang akan datang yang dihuni oleh Yesus dan mempelai wanita). Setelah itu kita masuk Yerusalem Baru, kerajaan Surga yang kekal.

Untuk bisa siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali, maka gereja Tuhan HARUS MUTLAK hidup dalam kasih karunia Tuhan. Apapun yang didunia ini tidak bisa mempertemukan kita dengan Tuhan. Hanya kasih karunia yang bisa mempertemukan kita dengan Tuhan. Dan sikap kita terhadap kasih karunia, itu menentukan kita nanti bisa terangkat atau tidak.

Sikap terhadap kasih karunia adalah:

  1. 2 Korintus 6: 1-3 = jangan menyia-nyiakan kasih karunia Tuhan. (sudah dijelaskan pada ibadah-ibadah sebelumnya).

  2. Ibrani 12: 15 = jangan menjauhkan diri dari kasih karunia.
    Ini artinya jangan menolak kasih karunia Tuhan, sebab kalau menolak kasih karunia, akan timbul akar pahit (akar-akar yang tidak baik dalam kehidupan kita).

Malam ini kita membahas SIKAP KEDUA

3 macam akar:

  1. Yesaya 5: 24= akar busuk/akar kering (terjemahan lama). Ini disebabkan karena menolak firman pengajaran.
    Menolak kasih karunia= menolak firman pengajaran.

    Efesus 1: 13
    = bentuk pertama dari pemberitaan Firman, yaitu firman penginjilan; yaitu Firman yang memberitakan kedatangan Yesus yang pertama kali untuk mati disalib untuk menyelamatkan manusia. Tandanya ada percaya Yesus, bertobat dan masuk baptisan air dan baptisan Roh Kudus.

    2 Korintus 4: 3-4
    = bentuk kedua dari pemberitaan Firman, yaitu firman pengajaran; yaitu Firman yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali untuk menyempurnakan manusia yang sudah selamat, jadi sama dengan Yesus.

    Akar kering= tidak puas. Kalau menolak firman pengajaran, maka akan timbul akar kering (tidak puas). Karena itu, kita perlu makanan keras, supaya kita bisa dipuaskan. Kalau tidak puas, maka bisa lari pada dosa kenajisan (akar busuk).

  2. Ibrani 12: 15 = akar pahit, yaitu kepahitan hati, iri hati, benci dan dendam yang mengakibatkan kerusuhan (tidak damai/cemar/tidak suci). Dan hal ini harus disucikan dan diselesaikan. Kalau tidak ada pengajaran, akar ini akan timbul terus dan hanya pedang saja yang bisa memotong akar ini. Kalau tidak, maka akar itu akan terus tumbuh.

  3. 1 Timotius 6: 10 = akar jahat, yaitu cinta akan uang, terikat akan uang/memberhalakan uang.
    Praktik cinta akan uang:
    • meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari uang.
    • mencari uang dengan cara tidak halal.
    • mencuri milik Tuhan seperti Yudas. Milik Tuhan, itulah perpuluhan dan persembahan khusus. Yudas mempertahankan akar kejahatannya, sehingga ia binasa (Kisah Rasul 1: 18).

3 macam akar ini kalau tidak dicabut/dipotong, akan mengakibatkan kematian rohani seperti Yudas. Sebab itu, jangan pertahankan akar-akar ini. Caranya adalah kita harus menerima firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

2 Korintus 4: 7
Kehidupan manusia, siapapun juga, hanya seperti bejana tanah liat yang rapuh. Bejana tanah liat ini jangan diisi dengan perkara duniawi saja, tapi harus diisi dengan harta yang dari Surga, itulah firman pengajaran yang benar.

Proses mengisi bejana dengan Firman pengajaran:

  1. mendengar firman pengajaran dengan sungguh-sungguh dalam urapan Roh Kudus.
  2. mengerti Firman.
  3. percaya dan yakin pada Firman (jadi iman dalam hati).
  4. praktikan Firman (taat dengar-dengaran pada Firman), sebab iman tanpa perbuatan adalah mati.

Saat kita mendengar sampai praktik Firman, itu sama dengan mengulurkan kepada Tuhan dan saat itu Tuhan akan mengulurkan tangan pada kita, sehingga kita mengalami kuasa Tuhan. Kalau tidak taat pada Firman, kita tidak akan bisa mengalami kuasa Tuhan.

Hasilnya kalau sudah diisi Firman:

  1. 2 Korintus 4: 7 = kita mengalami kuasa yang melimpah-limpah untuk menghadapi tindasan dan lain-lain, sehingga kita tidak kecewa dan putus asa, apalagi bunuh diri, sampai ada kekuatan untuk menghadapi maut, kita tidak binasa tapi hidup kekal bersama Yesus seperti firman itu kekal.

  2. 1 Petrus 1: 22 = kita mengalami kuasa penyucian. Yang mula-mula disucikan adalah hati kita. Kalau hati bersih, maka perbuatan kita juga akan bersih.
    Markus 7: 21-23
    = akar-akar yang harus disucikan dari hati kita, yaitu akar jahat dan akar najis.
    Kalau hati disucikan, perbuatan juga disucikan, sehingga menghasilkan perbuatan dan perkataan baik yang tidak merugikan orang lain, dan bahkan menjadi berkat bagi orang lain. Dan selanjutnya akan timbul kasih persaudaraan (1 Petrus 1: 22). Kasih yang tulus, itu berasal dari kesucian!

    Kalau kita terus mengalami kesucian, maka satu waktu kita akan tampil dalam kesempurnaan, tidak bercela lagi.

  3. Yohanes 21: 3, 5-7 = kita mengalami mujizat.
    Petrus tidak taat dan kembali menjadi penjala ikan, sehingga ia mengalami gagal total, bahkan telanjang. Kalau taat, kita ada dalam tangan Tuhan. Diluar tangan Tuhan, artinya hanya ada pada tangan setan.
    Tapi saat firman datang, Petrus kembali taat walaupun secara logika tidak masuk akal (Tuhan perintahkan menangkap ikan pada siang hari). Hasilnya, Petrus mengalami mujizat jasmani dari tidak ada menjadi ada. Dari mustahil menjadi tidak mustahil. Tuhan sanggup menolong segala masalah kita.

    Tapi bukan saja mujizat jasmani, Petrus juga mengalami mujizat rohani, yaitu keubahan hidup, tidak telanjang lagi.

    Efesus 4: 23-25
    = permulaan manusia baru yaitu tidak ada dusta. Selama ada dusta, ia belum mengalami pembaharuan dan tidak boleh kembali ke taman Eden.
    Kalau sudah tidak ada dusta, maka setiap kita mendengarkan Firman, proses pembaharuan itu akan berjalan terus, yang lama akan dipotong dan yang baru akan muncul. Dan saat Yesus datang kembali kedua kali, kita akan diubah jadi sama dengan Dia.

    Filipi 3: 20-21

Tuhan memberkati.