Ibadah Paskah Persekutuan I Malang, 02 April 2021 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus, selamat memperingati Jumat Agung.

Jumat Agung adalah kematian Yesus di kayu salib untuk melepaskan kita dari dosa-dosa sampai suatu waktu kita tidak bercacat cela, sempurna seperti Yesus. Sehingga saat Yesus datang kedua kali kita bisa terlepas dari dunia = terangkat ke awan-awan permai untuk bertemu Yesus di awan-awan permai, bertemu saudara-saudara kita yang sudah mendahului kita di awan-awan permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (nikah rohani), sampai masuk Firdaus (seribu tahun damai), sampai masuk Yerusalem Baru (Kanaan samawi/ negeri perjanjian) kekal selama-lamanya.

Kelepasan kita dari dosa-dosa dan dunia ini sehingga bisa masuk Yerusalem Baru = kelepasan bangsa Israel dari Mesir untuk masuk Kanaan jasmani dulu.

Apa yang dihadapi Israel waktu itu?
Keluaran 14:5-8
14:5 Ketika diberitahukan kepada raja Mesir, bahwa bangsa itu telah lari, maka berubahlah hati Firaun dan pegawai-pegawainya terhadap bangsa itu, dan berkatalah mereka: "Apakah yang telah kita perbuat ini, bahwa kita membiarkan orang Israel pergi dari perbudakan kita?"
14:6 Kemudian ia memasang keretanya dan membawa rakyatnya serta.
14:7 Ia membawa enam ratus kereta yang terpilih, ya, segala kereta Mesir, masing-masing lengkap dengan perwiranya.
14:8 Demikianlah TUHAN mengeraskan hati Firaun, raja Mesir itu, sehingga ia mengejar orang Israel. Tetapi orang Israel berjalan terus dipimpin oleh tangan yang dinaikkan.

Kelepasan bangsa Israel dari Mesir untuk menuju Kanaan, negeri perjanjian, menghadapi tantangan dan rintangan dari Firaun dan rakyatnya, menghadapi enam ratus kereta yang terpilih dan perwira-perwira.

Sekarang arti rohaniya bagi kita, kelepasan kita dari dosa dan dari dunia menuju Yerusalem Baru/ Kerajaan Sorga/ Kanaan samawi menghadapi tantangan dan rintangan oleh:
Jadi, kelepasan kita dari dosa dan dunia untuk masuk Yerusalem Baru dihalangi oleh setan tritunggal dalam pribadi antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

Tema dalam Kebaktian Paskah Persekutuan Tubuh Kristus : Penampilan antikris.

Kitab Wahyu secara keseluruhan terbagi menjadi dua bagian besar:
  1. Wahyu 1-12, ini menunjuk tentang penampilan pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Sorga yang sempurna dan penampilan gereja Tuhan sebagai mempelai wanita yang sempurna.
    Wahyu 19:9
    19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Arahnya menuju kepada perjamuan kawin Anak Domba, nikah yang rohani antara Kristus Mempelai Pria Sorga dengan gereja Tuhan sebagai mempelai wanita Sorga. Kemudan masuk Firdaus (seribu tahun damai), sesudah itu masuk Yerusalem Baru/ Kanaan samawi/ negeri perjanjian.

  2. Wahyu 13-22, ini menunjuk penampilan kristus palsu = antikris = mempelai pria yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan = binatang buas, dan penampilan gereja palsu/ mempelai wanita palsu/ perempuan sundal, perempuan Babel.

    Wahyu 17:3
    17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.

    Arahnya menuju nikah yang palsu, nikah hujatan antara perempuan sundal/ gereja palsu dengan binatang buas/ kristus palsu untuk dibinasakan di neraka selama-lamanya.

    Oleh sebab itu, kita harus menjaga nikah kita mulai dari permulaan nikah, masuk dalam nikah/ pemberkatan nikah, sampai perjalanan nikah dalam kebenaran, kesucian dan kesatuan/ kesetiaan sampai mencapai akhir nikah, yaitu masuk perjamuan kawin Anak Domba, nikah yang sempurna, untuk masuk Firdaus sampai masuk Yerusalem Baru.
Wahyu 13:1
13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

Penampilan antikris sebagai binatang buas yang keluar dari dalam laut dengan ciri-ciri:
  1. Berkepala tujuh, artinya melawan Yesus sebagai Kepala dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya/ tujuh wujudnya.
    Yesaya 11:1-2
    11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

    Yesus sebagai Kepala dalam urapan Roh Kudus sehingga bisa rendah hati dan takut akan Tuhan.

    Antikris berkepala tujuh, tanpa urapan Roh Kudus, tanpa harapan = tanpa gambar Allah Roh Kudus sehingga sombong, mau berkuasa di tempat yang tidak sepatutnya.

  2. Bertanduk sepuluh, artinya melawan hukum Allah, tidak mau mendengar dan tidak mau dengar-dengaran pada firman Allah.
    Jadi, antikris tanpa firman Allah = tanpa iman = tanpa gambar Anak Allah.

  3. Di atas tanduk tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota = tanpa kasih, tanpa gambar Allah Bapa.
Jadi, antikris tanpa firman/ iman, tanpa Roh Kudus/ pengharapan, dan tanpa kasih = hanya memiliki gambar binatang buas.

Yudas 1:11,13
1:11 Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.
1:13 Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

Waspada! Sebab banyak orang pilihan Tuhan/ bintang-bintang yang dikuasai antikris dari permulaan zaman sampai akhir zaman, sehingga bintang-bintang tampil seperti binatang buas.

Contoh:
  1. Bileam, orang pilihan, menyampaikan nubuat, tetapi sayang karena dia suka upah, dia menyampaikan ajaran-ajaran yang sesat/ palsu.
    2 Petrus 2:15
    2:15 Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat.

    Bileam adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mengajarkan ajaran palsu, yaitu beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari upah jasmani (keuangan) sehingga meninggalkan jalan yang benar/ meninggalkan firman pengajaran yang benar, menjadi kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (mencuri milik Tuhan dan mencuri milik sesama).
    Artinya, hidupnya tidak bergantung pada Tuhan/ firman Allah/ iman. Tanpa iman = tanpa gambar Anak Allah.

  2. Korah, orang pilihan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan.
    Bilangan 16:8-11
    16:8 Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
    16:9 Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
    16:10 dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
    16:11 Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

    Korah mendurhaka kepada Tuhan yaitu bersungut dalam ibadah pelayanan karena menuntut kedudukan. Akhirnya menghakimi, menyalahkan orang lain, juga tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Jadi, Korah tanpa Roh Kudus, tanpa urapan, tanpa gambar Allah Roh Kudus.

  3. Kain, orang pilihan, anak sulung, mempersembahkan korban bagi Tuhan.
    Kain melayani dengan hati yang panas, muka muram, iri, benci, sehingga membunuh Habel. Ini tanpa kasih, tanpa gambar Allah Bapa.
Jadi, Bileam, Korah, dan Kain, adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan tanpa iman, tanpa pengharapan, tanpa kasih, tanpa gambar Allah Tritunggal. Yang ada hanya gambar setan tritunggal, yang diwakili gambar binatang buas, dikuasai oleh antikris.

Dikuasai antikris, artinya:
Tuhan tidak rela jika manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar Allah Tritunggal, sama mulia dengan Allah Tritunggal, hanya menjadi binatang buas seperti antikris yang dibinasakan selama-lamanya.
Oleh sebab itu Yesus harus mati di kayu salib (Jumat Agung) untuk melepaskan kita dari antikris dan untuk mengembalikan gambar Allah Tritunggal kepada setiap hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ gereja Tuhan.

Prosesnya adalah:
  1. Yesus satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib, sehingga darah Yesus sanggup untuk menebus segala dosa kita, melepaskan segala dosa kita = menghapus gambar antikris di dalam kita. Sehingga kita dibenarkan oleh darah Yesus, hidup dalam kebenaran, kita diselamatkan.
    Roma 3:23-25
    3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
    3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
    3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.


    Kita bisa diselamatkan jika kita menerima Injil keselamatan/ Kabar Baik/ Firman Penginjilan yang memberitakan tentang Jumat Agung/ kematian Yesus di kayu salib untuk menebus dosa kita, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.

  2. Yesus mati di kayu salib bagaikan Anak Domba disembelih untuk membukakan rahasia firman Allah, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab = firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang bisa menyembelih/ menyucikan kita dari dosa-dosa = cahaya Injil kemuliaan Kristus/ Kabar Mempelai.

    Wahyu 5:4-9
    5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
    5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
    5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
    5:7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
    5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
    5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Contoh: Saulus menjadi Paulus.

    Kisah rasul 9:1-4
    9:1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
    9:2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
    9:3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
    9:4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"

    Saulus adalah gambaran hamba Tuhan/ pelayan Tuhan, tetapi tanpa gambar Allah Tritunggal, memiliki gambar binatang buas/ antikris sehingga dia berkobar-kobar dalam iri hati, kebencian, sehingga menyiksa dan membunuh hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang lain. Ini sama dengan menganiaya Yesus, memecah-belah dan menghancurkan tubuh Kristus.

    Tetapi bersyukur kepada Tuhan, Saulus masih menerima cahaya dari langit, itulah cahaya Injil Kemuliaan Kristus/ Kabar Mempelai, sehingga mengalami penyucian oleh pedang firman dalam hidupnya, dan kembali pada gambar Allah Tritunggal.

    Kisah Rasul 9:8-9
    9:8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.
    9:9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum.

    Prakteknya adalah:
    • Tidak bisa melihat selama tiga hari = tidak lagi menggunakan pandangan sendiri, pikiran sendiri, perasaan sendiri, dan tidak memakai kehendak sendiri tetapi kehendak Tuhan, sehingga dituntun/ taat dengar-dengaran.

    • Tidak makan, tidak minum tiga hari = tidak lagi mengandalkan kekuatan sendiri, sehingga bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan, maka Tuhan yang bekerja dan semua akan berhasil dan indah.

    • Saulus dipakai dan dipilih menjadi Rasul Paulus, rasul untuk bangsa Israel dan bangsa kafir, dipakai dalam kesatuan tubuh Kristus yang sempurna, dan kembali pada gambar Allah Tritunggal.
      Kisah Rasul 9:15
      9:15 Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.

      2 Timotius 4:6-8
      4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
      4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
      4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

      Rasul Paulus dipakai sampai garis akhir, sampai meninggal dunia, sampai Yesus datang kembali kedua kali.
  3. Yesus mati di kayu salib untuk menggembalakan domba-domba-Nya dengan benar dan baik. Oleh sebab itu kita juga harus tergembala dengan benar dan baik.
    Yohanes 10:11
    10:11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

    Syaratnya adalah harus selalu berada dalam kandang penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    • Meja Roti Sajian, menunjuk ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab & Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
      Dalam ketekunan dalam kebaktian Pendalaman Alkitab, maka firman Allah semakin diperdalam/ diulang-ulang untuk meneguhkan iman saat menghadapi pencobaan-pencobaan, saat menghadapi ajaran-ajaran palsu, supaya kita tidak bimbang terhadap firman pengajaran benar, tidak bimbang terhadap kuasa Tuhan.

      Filipi 3:1-2
      3:1 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. (3-1b) Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
      3:2 Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,

      Maleakhi 3:1-2
      3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
      3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.

      Kita mengalami penyucian lahir batin sehingga memiliki iman yang suci, sampai iman yang sempurna (buli-buli emas) lewat ujian iman. Itulah gambar Anak Allah.

    • Pelita Emas, menunjuk ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia Roh Kudus.
      Pelita emas kalau ditekuni akan meningkat menjadi tongkat Harun yang bertunas (tidak berbuat dosa lagi), berbunga (diperlengkapi dengan jabatan pelayanan), dan berbuah (kesetiaan sampai garis akhir). Inilah gambar Allah Roh Kudus.

    • Mezbah Dupa Emas, menunjuk ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam Kasih-Nya.
      Kalau ditekuni menjadi dua loh batu, kasih yang sempurna. Kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh (membalas kejahatan dengan kebaikan). Inilah gambar Allah Bapa.
    Dalam penggembalaan, kita kembali kepada gambar Allah Tritunggal.
    Contoh: Petrus.
    Petrus tidak ada kasih, menyangkal Tuhan dan mengorbankan sesama. Tetapi di akhir [Yohanes 21:18-19], Simon mengasihi Tuhan sampai rela mati untuk Tuhan, rela berkorban apa saja untuk Tuhan. Itulah gambar Allah Tritunggal.

    Yohanes 21:18-19
    21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

  4. Yesus mati di kayu salib dengan wajah buruk sampai seburuk setan, untuk mengembalikan dengan sempurna gambar Allah Tritunggal dalam setiap kehidupan hamba Tuhan/ pelayan Tuhan.
    Yesaya 52:13-15
    52:13 Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
    52:14 Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia — begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi —
    52:15 demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

    Wajah muram dalam kesedihan, dalam kemarahan, dalam kebencian. Wajah pucat dalam ketakutan, kekuatiran. Sampai wajah buruk seperti anjing babi, sampai seperti setan.

    Siapa pun kita, apa pun keadaan jasmani rohani kita yang terpancar di wajah, mari kita pandang wajah Yesus. Wajah Yesus menjadi buruk untuk memancarkan sinar matahari, gambar Allah Tritunggal kepada kita. Gambar yang buruk Dia tanggung di kayu salib dan gambar Allah Tritunggal kembali kepada kita secara sempurna 100%. Kita menjadi sama mulia seperti Dia untuk siap menyambut kedatanganNya kedua kali di awan-awan permai. Mujizat rohani terjadi maka mujizat jasmani juga terjadi. Tuhan menolong kita semua. Semua menjadi baik.

Tuhan memberkati.