[cetak]
Ibadah Paskah Surabaya, 21 April 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian, kiranya kuasa Paskah bisa kita rasakan saat ini.

Wahyu 9: 1-12 merupakan peniupan sangkakala yang kelima; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas manusia di bumi yaitu sengatan kalajengking lima bulan lamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019).
Wahyu 9: 7-12 bicara tentang belalang dan kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019).

Dua hal tentang belalang:

  1. RUPA BELALANG yang seperti kuda yang dipersiapkan untuk peperangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 17 Maret 2019).
    Wahyu 9: 7
    9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,


  2. EKOR BELALANG, yang sama dengan sengat kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 07 April 2019).
    Wahyu 9: 10
    9:10. Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

AD. 2
Apa itu sengat kalajengking? Sengat maut, itulah dosa-dosa.
1 Korintus 15: 55-56
15:55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56.
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Jadi, belalang--roh jahat dan najis--adalah pemicu dosa yang membuat manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan berbuat dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.

Keadaan belalang atau dosa:

  1. Wahyu 9: 7
    9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

    Yang pertama: 'di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas'= dosa tampil sangat indah/menggoda, dan seperti sesuatu yang sangat berharga--mahkota emas tentu sangat indah dan berharga.

    Itu sebabnya dosa tetap laku sekalipun dijual mahal--dosa tidak dianggap menjijikkan tetapi berharga--; semakin najis semakin mahal dan laku, bahkan dipertahankan. Itulah dosa.


  2. Yang kedua: 'muka mereka sama seperti muka manusia'= dosa tidak memandang muka; siapapun dan apapun keadaan dan status sosialnya diserang oleh dosa, bahkan sehat, sakit, atau (maaf) cacat juga diserang. Berapa banyak yang menjadi korban.


  3. Wahyu 9: 8
    9:8. dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,

    Yang ketiga: 'rambut mereka sama seperti rambut perempuan'= dosa adalah sama seperti rambut perempuan yang banyak jumlahnya, artinya: banyak jenisnya dosa dan bertahan--tidak mudah untuk diselesaikan bahkan tidak bisa diselesaikan--bahkan mengikat--wanita suka mengikat rambut.


  4. Yang keempat: 'gigi mereka sama seperti gigi singa'= dosa adalah sama seperti gigi singa yang menceraiberaikan tubuh kristus supaya tidak menjadi tubuh sempurna.


  5. Wahyu 9: 9
    9:9. dan dada mereka sama seperti baju zirah, dan bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda, yang sedang lari ke medan peperangan.

    Yang kelima: 'dada mereka sama seperti baju zirah'= dosa memiliki kekebalan, artinya: tidak tahu malu, malah bangga. Keluarganya sudah malu, tetapi dia tidak tahu malu.


  6. Yang keenam: 'bunyi sayap mereka bagaikan bunyi kereta-kereta yang ditarik banyak kuda'= dosa memiliki kekuatan dan kecepatan untuk menyerang dan menguasai manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan, supaya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan.
    Hati-hati, Tuhan tolong kita semua. Sekarang, dosa ini banyak menghantam gereja Tuhan.

    "Saya pernah mendengar seorang bercerita di tahanan narkoba, yang terbanyak justru orang kristen."


  7. Wahyu 9: 10
    9:10. Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

    Yang ketujuh: 'ekornya mempunyai sengat maut untuk menyakiti'= ekor artinya akhir atau akibat dari perbuatan dosa.

    Tadi disebutkan: rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda, di sinilah akhirnya (ekornya).
    Kalau sudah dikuasai oleh dosa, akhirnya akan berbuat dosa dan puncaknya dosa, setelah itu tinggal menerima sengat maut--siksaan kalajengking selama lima bulan, sampai binasa selamanya.

Inilah pekerjaan dosa yang menggiring mulai dari kepala sampai ke ekor; hamba Tuhan digiring mulai dari pikirannya, hatinya, sampai ke ekornya. Mungkin kelihatannya enak kalau berbuat dosa, tetapi pada akhirnya--ekornya--ia akan mengalami penderitaan, disiksa sehingga hidup itu seperti disengat kalajengking--menderita--sampai ditelan maut--binasa di neraka--selamanya.
Ingat, ada ekornya dosa! Kaum muda, jangan coba-coba!

Segala yang hebat di dunia: kepandaian, kekayaan, dan kedudukan tidak bisa mengalahkan dosa/maut, malah ditelan maut. Dan semua manusia di dunia termasuk rohaniawan: pendeta, rasul, nabi, guru tidak bisa mengalahkan dosa/maut, malah ditelan oleh maut dan binasa.
Karena itu kita memperingati Paskah, Yesus satu-satunya yang bisa menang atas maut. Yesus harus turun dari sorga ke dunia menjadi satu-satunya manusia yang tidak berdosa. Ia harus mati di kayu salib, tetapi Ia bangkit untuk mengalahkan maut dan membebaskan kita dari maut sehingga kita tidak mengalami sengat maut--penderitaan oleh dosa--dan kebinasaan oleh dosa, tetapi ada janji hidup kekal.

Ibrani 2: 14-15
2:14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
2:15. dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Memperingati Paskah, kita juga harus mengalami kuasa kebangkitan untuk menang atas maut/dosa.

1 Korintus 15: 57-58
15:57. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
15:58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Ayat 57= Yesus menang, dan kita juga harus menang atas maut.
Ayat 58= tiga bukti kita mengalami kuasa kebangkitan dan menang atas maut:

  1. Bukti pertama menang atas maut: 'berdirilah teguh, jangan goyah'= kuat; menang; berdiri dengan teguh dalam iman= bersikap seperti laki-laki.
    1 Korintus 16: 13
    16:13. Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!

    Praktiknya:


    • Tetap hidup dalam kebenaran; tidak berbuat dosa apapun resikonya--iman adalah kebenaran.
      Contoh: Yusuf tidak mau digoda sampai dipaksa oleh isteri Potifar sekalipun ia dipenjarakan.


    • 2 Tesalonika 2: 15
      2:15. Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

      Yang kedua: tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Kalau taat kita tidak akan berbuat dosa, tetapi kalau tidak taat, akan berbuat dosa.

      'baik secara lisan, maupun secara tertulis'= dulu firman disampaikan secara lisan dan tertulis. Pemberitaan firman bisa dilakukan lewat apapun karena di dalamnya ada urapan Roh Kudus. Kemudian dalam bentuk fotokopi, kaset, radio, dan sekarang internet. Kuasa firman dalam urapan Roh Kudus tidak bisa dibatasi oleh apapun, yang penting kita sungguh-sungguh sampai praktik firman.


    Hasilnya:


    • Matius 7: 24-25
      7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
      7:25. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

      Hasil pertama: kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--pembangunan rumah rohani, mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh sempurna.
      Kalau benar dan taat kita bisa melayani mulai dari dalam nikah--bukan dilihat dari kaya miskinnya.


    • Hasil kedua: kita menjadi kehidupan yang tahan uji menghadapi setan tritunggal:


      1. Hujan= setan dengan roh najis.
      2. Angin= nabi palsu dengan ajaran palsu termasuk dusta.
      3. Banjir= antikris dengan kekuatan Mamon.


      Kita tidak rubuh, tetapi tetap dipakai Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan sampai tubuh Kristus sempurna.


    • Yohanes 8: 51
      8:51. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."

      Hasil ketiga: tidak mengalami maut selamanya= tidak binasa tetapi mendapatkan hidup kekal selamanya--pintu sorga terbuka bagi kita, berarti pintu-pintu di dunia juga terbuka bagi kita.

      Matius 7: 21
      7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

      Tidak usah takut kalau benar dan taat pada firman! Tuhan yang akan membukakan pintu. Seperti pada bahtera Nuh, ia hidup benar, dan Tuhan yang membuka dan menutup pintu bahtera, sedangkan yang lain menggunakan kekuatan sendiri. Pintu sorga terbuka, berarti pintu di dunia juga terbuka oleh karena kebenaran dan ketaatan pada firman pengajaran yang benar.

      Kaum muda, lebih dulu berdiri dengan teguh dalam iman! Serahkan pada Tuhan, biar tangan-Nya yang membukakan pintu. Tetap belajar dan bekerja, tetapi kalau tangan Tuhan tidak membukakan pintu, nasibnya hanya seperti pada zaman Nuh, yaitu tinggal tunggu tenggelam, tidak mampu menghadapi air bah--stan, antikris, dan nabi palsu; maut dan kuasa maut. Harus mengandalkan kuasa Tuhan lewat berdiri dengan teguh dalam iman--hidup benar, ditambah pegang teguh pengajaran benar dan taat dengar-dengaran. Itu saja. Tuhan tidak pernah menipu kita.


  2. 1 Korintus 15: 58
    15:58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

    Bukti kedua menang atas maut: 'giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan!'= aktif dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita.

    Maut tidak menghalangi kita sekolah dan bekerja di dunia, karena nantinya akan dikuasai oleh maut. Tetapi untuk bekerja di ladang Tuhan untuk dapat upah hidup kekal, barulah maut menghalangi. Berat sekali.

    "Sekarang ini sangat terasa bagi kita, terutama di Malang. Sekolah-sekolah mengadakan kegiatan pada hari minggu, begitu juga di kampus untuk penerimaan mahasiswa baru dilakukan pada hari minggu selama setengah tahun. Bayangkan. Memang dibuat demikian; maut bekerja. Dulu saya heran, tetapi sekarang sudah umum, bahkan sekolah yang di dalam kita juga ikut mengadakan kegiatan hari sabtu dan minggu. Di sinilah maut bekerja. Karena itu selama ada kesempatan gunakan untuk giat selalu dalam pekerjaan Tuhan."

    Sebenarnya yang berhak dan layak menjadi iman dan raja--hamba/pelayan Tuhan yang dipakai dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan--adalah bangsa Israel asli, umat pilihan Tuhan, sedangkan bangsa kafir tidak boleh melayani.
    Keluaran 19: 6
    19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

    Tetapi bersyukur karena terbuka kesempatan lewat kematian dan kebangkitan Yesus.
    1 Petrus 2: 9-10
    2:9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    'bukan umat Allah'= bangsa kafir.
    Lewat jalur keturunan bangsa kafir tidak bisa menjadi imam. Tetapi Tuhan membuka kesempatan lewat jalur belas kasih dan kemurahan Tuhan yang seharga kurban-Nya di kayu salib.
    Kalau kita bisa beribadah melayani, semuanya karena darah Yesus. Kalau Dia tidak mati, kita tidak akan bisa beribadah melayani; tidak boleh sama sekali (dalam kitab Kisah Rasul).

    Jadi bangsa kafir bisa menjadi imam dan raja hanya karena kemurahan dan kebaikan Tuhan.

    Setelah menjadi imam, masih ada ketentuan. Dulu imam tidak boleh keluar dari ruangan suci, sekarang dalam arti rohani.
    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Perikop: kudusnya para imam.

    Dulu, imam tidak boleh keluar dari ruangan suci supaya tetap hidup suci dan dalam urapan Roh Kudus; tidak kering dan mati rohani.

    Sekarang, ruangan suci menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--kandang penggembalaan--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya--kita diberi minum, supaya tidak kering di padang gurun dunia.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--kita diberi makan, supaya tidak lapar dan pingsan. Kalau sudah pingsan--suam-suam dalam perkara rohani--, akan mati--berbuat dosa bahkan enjoy dalam dosa. Bahaya!


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya--kita bernapas dengan kasih Allah sampai hidup kekal, bukan hidup di dunia, karena kasih itu kekal.


    Seorang imam harus berada di dalam kandang penggembalaan!
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah dan dijatuhkan oleh setan tritunggal; kita tetap dalam kesucian bahkan bertambah-tambah dalam kesucian, tidak melanggar kesucian--bertumbuh ke arah kedewasaan rohani--, dan kita juga bertambah-tambah dalam urapan.

    Kesucian dan urapan inilah yang membedakan pelayanan kerajaan sorga dan dunia. Kalau keahlian, mungkin kita kalah dengan dunia. Tetapi yang membedakan adalah kesucian dan urapan. Itulah pelayanan sorga yang ditandai dengan kekekalan, sedangkan yang di dunia kebinasaan.

    Karena itu untuk dipakai Tuhan bukan dilihat dari kehebatannya tetapi kesucian dan urapannya, itu yang bisa dirasakan oleh sidang jemaat dan menarik hadirat Tuhan di tengah sidang sidang jemaat.
    Bertahan dalam ruangan suci supaya disucikan dan diurapi!

    Tanda pelayanan dalam kemurahan Tuhan:


    • 2 Korintus 4: 1
      4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

      Tanda pertama: tidak tawar hati; tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi hanya mengucap syukur kepada Tuhan karena kita seharusnya tidak layak tetapi boleh melayani; juga tidak bangga dengan sesuatu di dunia tetapi tetap mengucap syukur. Kalau bangga, berarti merampas kemuliaan Tuhan, benar-benar kita akan dipermalukan.

      Yang sudah malas, ingat darah Yesus! Kesucian dan urapan adalah kekuatan kita; semakin tua semakin dipakai Tuhan. Itu bedanya dengan dunia. Di dalam dunia ada pensiun, tetapi di dalam Tuhan tidak ada pensiun.


    • 2 Korintus 6: 3
      6:3. Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela.

      Tanda kedua: tidak menjadi sandungan bagi orang lain, supaya pelayanan tidak dicela; kita menjadi berkat bagi orang lain untuk memuliakan dan mengagungkan Tuhan.

      Kita melayani bukan untuk mencari berkat, tetapi menjadi berkat dan teladan untuk memuliakan nama Tuhan, dan kita akan dipermuliakan Tuhan.
      Kalau menjadi sandungan kita akan memalukan dan memilukan Tuhan sehingga kita dipermalukan; hidup menjadi pilu sampai binasa--batu sandungan hanya dibuang ke dalam laut.
      Hati-hati dalam melayani!

      1 Timotius 4: 12
      4:12. Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu(1), dalam tingkah lakumu(2), dalam kasihmu(3), dalam kesetiaanmu(4) dan dalam kesucianmu(5).

      Menjadi berkat sama dengan menjadi teladan dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Ini adalah lima teladan utama yang berasal dari lima luka utama Yesus di atas kayu salib--semuanya berasal dari kemurahan Tuhan/kurban Kristus; kita tidak tawar hati, kemudian menjadi berkat dan teladan, semuanya karena kurban Kristus.

      Kalau sudah menjadi teladan--meninggikan salib--kita akan diberkati dari salib, tidak pernah minus, tetapi semua ditambahkan dari salib dan kita ditinggikan pada waktunya.


    • Kolose 4: 17
      4:17. Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.

      Tanda ketiga: 'kaujalankan sepenuhnya'= tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

      Jangan berhenti di tengah jalan! Kenapa harus 'sepenuhnya'? Karena untuk masuk sorga kita harus memiliki hak penuh--maut tidak berkuasa lagi. Jangan melayani setengah-setengah!

      2 Petrus 1: 10-11
      1:10. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung.
      1:11. Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.


    Inilah bukti menang atas maut. Dosa menyerang kita dari kepala sampai ekor--sampai pada akhirnya. Dahulu Yudas termasuk rasul, tetapi akhirnya ia hilang karena kena ekor. Jangan pikir berbuat dosa itu tidak ada akhirnya! Kalau sudah kena ekor, baru terasa. Sekarang mungkin dia menghina orang.
    Karena itu raja Daud berkata: Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; karena dia sedang menunggu, mungkin masih sampai di kepala atau dada, tetapi kalau sudah kena sengat ekor, dia sudah tidak bisa lagi menghadapinya dengan kekayaan atau kepandaiannya. Hidupnya akan tersiksa sampai binasa.

    Mari, biar kuasa Paskah--Yesus menang atas maut--, kita juga menang atas maut.
    Buktinya: berdiri teguh: hidup benar, pegang teguh pengajaran dan taat dengar-dengaran. Kita melayani pembangunan tubuh kristus mulai dari dalam nikah. Hasilnya: pintu akan dibukakan bagi kita.
    Kemudian: giat selalu dalam pekerjaan Tuhan sampai kita menerima hak penuh untuk masuk sorga--maut tidak berkuasa lagi.


  3. 1 Korintus 15: 58
    15:58. Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

    Bukti ketiga menang atas maut: 'jerih payahmu tidak sia-sia'= ibadah pelayanan kita sampai di takhta sorga.

    Di dalam dunia, semua jerih payah karena apapun akan menjadi sia-sia dan hanya sampai di liang kubur. Kita harus kerja, kuliah, tetapi ingat, semua itu sia-sia dan sampai di liang kubur.
    Hanya satu jerih payah di dunia yang tidak sia-sia yaitu ibadah pelayanan kepada Tuhan; ini yang membawa kita sampai ke takhta sorga.

    Wahyu 22: 3
    22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

    Berusaha sungguh-sungguh! Seringkali ibadah pelayanan yang diremehkan, padahal janjinya dobel: untuk hidup sekarang sampai hidup kekal selamanya. Mengapa kita tinggalkan?
    Bekerja keras, sekolah yang keras, tetapi tambah dengan ibadah pelayanan yang sungguh-sungguh. Itu yang benar! Tidak akan sia-sia, malah membawa kita sampai ke takhta sorga.

    Markus 10: 28-30
    10:28. Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"
    10:29. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
    10:30. orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

    Dalam ibadah ada janji dobel: upah seratus kali lipat dan upah hidup kekal.
    Syarat menerima upah secara dobel:


    • 'menerima kembali seratus kali lipat'= harus memiliki angka 100.
      100= 10 x 10= gemar mendengar firman (sepuluh pertama)--ini tujuan ibadah--dan taat dengar-dengaran pada firman (sepuluh kedua).
      Setelah mendengar firman, baru kita tahu apa yang harus dilayani dan diperbuat, setelah itu baru melakukan firman.

      Kalau tidak mendengar firman, mau lakukan apa? Banyak kali tidak dengar firman tetapi melayani padahal tidak tahu apa yang dilayani, sehingga akhirnya melayani diri sendiri bahkan melayani setan. Harus dengar firman dulu, supaya bisa melayani Tuhan!


    • 'disertai berbagai penganiayaan'= nilai tambah seorang hamba/pelayan Tuhan adalah harus ada sengsara.
      Ester seorang yang taat sehingga ia terpilih, tetapi belum cukup, satu waktu ia harus mengalami sengsara saat bangsa Yahudi akan dibunuh. Ia harus menghadap raja, tetapi kalau raja tidak mengulurkan tongkat, ia harus mati--sengsara. Ia berpuasa lalu menghadap raja. Inilah nilai tambahnya Ester sehingga dia yang terpilih menjadi ratu.

      Kalau kita berani memikul salib, inilah kelebihan kita dari pada yang lain.
      Mengapa harus sengsara bersama Yesus? Supaya terjadi keubahan hidup--salib membaharui kita--dari manusia daging menjadi manusia rohani.

      Ciri manusia baru: tidak ada dusta; jujur.


    Taat--angka 100--, penting, tetapi salib--kejujuran--juga penting, supaya kita menjadi orang jujur.

    Kalau jujur dan taat, Roh Kudus akan mengurapi kita dan Ia menolong kita untuk berkata: Ya Abba, ya Bapa!
    Roma 8: 15
    8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Roma 8: 26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Roh Kudus menolong kita untuk menaikkan doa dengan keluhan yang tak terucapkan--doa penyembahan dengan hancur hati--yaitu hanya menyerahkan segala kekurangan dan kelemahan secara jasmani dan rohani. Berserah dan berseru kepada Dia! Dia akan mengulurkan tangan untuk turut bekerja; Dia berperang ganti kita.

    Usaha kita hanya satu hasta--satu detak jantung--, selanjutnya kita bergantung pada Tuhan!
    Karena itu jangan sombong. Kita lemah dan dalam kekurangan, biar Dia turut bekerja, berperang ganti kita untuk menjadikan semua baik pada waktunya--'Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia'.
    Tangan Roh Kudus adalah kuasa kebangkitan yang diulurkan bagi kita sekarang.

    Yang hancur jadi baik, gagal jadi berhasil dan indah, yang jatuh akan dipulihkan, yang mustahil jadi tidak mustahil.
    Sampai kalau Yesus datang kembali kita dibuahkan jadi sempurna seperti Dia, kita hanya bersorak sorai: Haleluya. Sekarang kita berkeluh kesah kepada Tuhan, tetapi nanti kemenangan terakhir kita bersorak sorai bersama Dia di awan-awan yang permai.

Serahkan semua dalam kekurangan dan kelemahan, bukan kehebatan! Ada tangan Roh Kudus; kuasa kebangkitan.
Yang hancur jadi baik, yang jatuh diangkat dan dipulihkan, yang gagal dan mustahil selesai semuanya, sampai kita sempurna--maut tidak berkuasa--, kita terangkat bersama Dia selamanya.

Terutama menghadapi sengat maut--dosa-dosa--, jangan sampai ke ekor; jangan sampai pada akhir dosa. Selesaikan sekarang kelemahan dalam dosa-dosa, ada tangan Roh Kudus. Kelemahan secara jasmani dan lain-lain, serahkan kepada Tuhan. Jangan putus asa! Ada kuasa Paskah/kuasa Roh Kudus/kuasa kebangkitan dalam uluran tangan Tuhan, dan kita menang atas maut.

Serahkan mulai dari dosa-dosa, kemustahilan, dan kehancuran!
Yang sudah berhasil tetap mengucap syukur, supaya tetap dipegang oleh Tuhan. Jangan sampai dikuasai maut! Tuhan yang berperang ganti kita, supaya kita bebas dari maut.

Jangan ragu, Dia sudah menyerahkan semua bagi kita lewat perjamuan suci, supaya kita menjadi baik semuanya. Yang kita serahkan kepada Tuhan adalah kekurangan, kemustahilan, kehancuran, kelemahan, dan semua yang tidak baik, termasuk ikatan dosa, biar Dia yang berperang ganti; bekerjasama dengan kita untuk mendatangkan semua yang baik.
Kita bebas dari maut, kita bahagia semuanya, kita berdiri teguh dan setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Perjamuan suci adalah uluran tangan Roh Kudus/kuasa Paskah/kuasa kebangkitan yang mampu melakukan apa saja bagi kita; semua menjadi baik, selesai, berhasil, sampai sempurna seperti Yesus. Jangan ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali.

Tuhan memberkati.