[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 September 2010 (Kamis Sore)

Matius 25:14-15
Jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah karena kemurahan dan keadilan Tuhan.

Saat Yesus datang kedua kali, kita harus mempertanggungjawabkan jabatan pelayanan yang sudah kita terima.
Sikap positif terhadap talenta diwakili oleh hamba yang menerima 5 dan 2 talenta.
Sikap negatif terhadap talenta diwakili oleh hamba yang menerima 1 talenta.

Matius 25:16-17,20-21
25:16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
25:17 Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
25:20 Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Sikap positif terhadap talenta (pelayanan) yaitu setia dan baik, setia dan bijaksana, setia dan berkobar-kobar, setia dan tulus ikhlas (jujur). Ini semua sudah dibahas pada ibadah sebelumnya.

Lukas 17:8
17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Yesaya 11:5
11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Sikap positif lainnya terhadap jabatan pelayanan (talenta) adalah melayani dengan memakai ikat pinggang, yang menunjuk pada SETIA dan BENAR.

Setia dan benar ini tidak bisa dipisahkan.
Benar artinya:
  • Hidup dalam kebenaran.
    Semua aspek hidupnya dalam kebenaran, sama dengan tidak berdosa.
  • Berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar, sehingga tidak disesatkan oleh ajaran palsu.

1 Yohanes 3:7
3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;

Puncaknya, sampai benar seperti Yesus benar.

Lukas 17:8
17:8 Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Melayani dengan setia dan benar (dengan berikat pinggang) sama dengan memberi makan Yesus, mengenyangkan/menyenangkan/memuaskan Tuhan. Maka Tuhan juga akan memuaskan, membahagiakan kehidupan kita dengan kebahagiaan/kepuasan sejati yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun, sehingga kita tidak akan jatuh/terjerumus pada kepuasan dunia yang membawa kepada dosa-dosa, sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Jika tidak puas, maka kehidupan itu akan banyak bersungut-sungut.

Jika melayani dengan tidak setia dan tidak benar maka tidak menyenangkan Tuhan, tidak bisa dimakan sehingga akan dimuntahkan oleh Tuhan, sama dengan dibuang kedalam kegelapan yang paling gelap.
Mulai dari seorang gembala harus setia dan benar.

Wahyu 19:11
19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

Jika kita melayani dengan setia dan benar maka Tuhan akan memakai kita dalam kegerakan kuda putih, kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Kegerakan pembangunan tubuh Kristus merupakan kelimpahan dari penggembalaan.

Wahyu 6:1-2
6:1. Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Habakuk 3:8-9,11
3:8 Terhadap sungai-sungaikah, ya TUHAN, terhadap sungai-sungaikah murka-Mu bangkit? Atau terhadap lautkah amarah-Mu sehingga Engkau mengendarai kuda dan kereta kemenangan-Mu?
3:9 Busur-Mu telah Kaubuka, telah Kauisi dengan anak panah. Sela. Engkau membelah bumi menjadi sungai-sungai;
3:11 Matahari, bulan berhenti di tempat kediamannya, karena cahaya anak-anak panah-Mu yang melayang laju, karena kilauan tombak-Mu yang berkilat.

Penunggang kuda adalah Tuhan Yesus.
Busur sama dengan alkitab dengan 66 kitab.
Anak panah sama dengan ayat-ayat dalam alkitab.

Cahaya anak panah yang dipanahkan dan melayang sama dengan pembukaan rahasia firman Allah yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain, sama dengan cahaya injil kemuliaan Kristus yaitu injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga dalam kemuliaan untuk menyucikan gereja Tuhan sampai menjadi mempelai wanitaNya.

2 Korintus 4:3-4
4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Disebut juga firman pengajaran mempelai atau kabar mempelai.
Semua pemberitaan firman harus mengarahkan gereja Tuhan untuk menjadi mempelai wanita Tuhan, harus mengarah pada kabar mempelai.
Dalam Perjanjian Lama, sama dengan gandum saudara-saudara Yusuf yang tunduk pada gandum Yusuf.

Kejadian 37:5-7
37:5. Pada suatu kali bermimpilah Yusuf, lalu mimpinya itu diceritakannya kepada saudara-saudaranya; sebab itulah mereka lebih benci lagi kepadanya.
37:6 Karena katanya kepada mereka: "Coba dengarkan mimpi yang kumimpikan ini:
37:7 Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu."

Kabar mempelai bukan hanya milik satu gereja tetapi milik semua gereja, sebab semuanya tertulis dalam Alkitab.

Jadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir sama dengan kegerakan dalam firman pengajaran/kabar mempelai untuk menyatukan, menyucikan dan menyempurnakan gereja Tuhan sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna, yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Yang bisa menyatukan adalah firman pengajaran. Seperti saudara-saudara Yusuf bisa menyatu dengan Yusuf karena Yusuf mempunyai gandum (=firman).

Ibrani 4:12-13
4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Kabar mempelai sama dengan firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan segenap kehidupan kita. Mulai dari:
  1. Hati yang merupakan tempat persembunyian dosa.
    Matius 15:19
    15:19 Karena dari hati timbul segala (1) pikiran jahat, (2) pembunuhan, (3) perzinahan, (4) percabulan, (5) pencurian, (6) sumpah palsu dan (7) hujat.

    Kalau 7 keinginan jahat dan najis ini ada di dalam hati, ini yang membuat anak Tuhan menjadi kehidupan yang jahat dan najis, sampai menjadi mempelai wanita setan.

  2. Menyucikan sendi-sendi.
    Sendi adalah hubungan dua tulang, menunjuk hubungan dengan sesama.

    1 Korintus 3:3-4
    3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
    3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

    Disucikan dari cemburu (dalam nikah), iri hati dan perselisihan.
    Jika tidak disucikan, akan berkembang menjadi amarah, kepentingan diri sendiri, dan seterusnya sampai puncaknya dosa percabulan yang menghancurkan tubuh Kristus.

    2 Korintus 12:20-21
    12:20 Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.
    12:21 Aku kuatir, bahwa apabila aku datang lagi, Allahku akan merendahkan aku di depan kamu, dan bahwa aku akan berdukacita terhadap banyak orang yang di masa yang lampau berbuat dosa dan belum lagi bertobat dari kecemaran, percabulan dan ketidaksopanan yang mereka lakukan.

  3. Penyucian mulut
    Mazmur 149:6
    149:6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,

    Mulut hanya untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama. Sampai suatu waktu tidak salah dalam perkataan. Hanya menyeru "Haleluya".

    Yakobus 3:2
    3:2 Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Wahyu 19:11,13,16
19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
19:13 Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: "Firman Allah."
19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

Penunggang kuda adalah Yesus.
Jubah sama dengan firman Allah.
Tulisan di jubah yaitu Raja segala raja, sama dengan Mempelai Pria Surga.

Wahyu 19:6-7
19:6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Jadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir/kegerakan dalam firman pengajaran mempelai akan menghasilkan jubah mempelai. Jubah mempelai diperagakan oleh Yesus di atas gunung, pakaianNya berubah menjadi putih berkilau-kilau.
Dulu jubah imam besar Harun berwarna putih berjala-jala/bermata-mata.

Keluaran 28:39a
28:39 Haruslah engkau menenun kemeja dengan ada raginya, dari lenan halus,

Putih berkilau-kilau sama dengan putih berjala-jala/bermata-mata, sama dengan pakaian dalam urapan Roh Kudus. Artinya, jika kita hidup suci oleh pekerjaan firman pengajaran, maka kita akan hidup dalam urapan Roh Kudus sehingga mata rohani kita terbuka untuk melihat:
  1. Pribadi Tuhan dalam pembukaan firman.
    Gembala bisa menerima pembukaan firman. Sidang jemaat bisa mengerti pembukaan firman. 
    Kalau bisa melihat pembukaan firman, hasilnya adalah bisa hidup suci dan damai sejahtera sehingga bisa menyembah Tuhan dan mengalami kebahagiaan Surga.

  2. Melihat diri sendiri dan sesama.
    Melihat diri sendiri sebagai debu/tanah liat yang banyak kelemahan dan kekurangan, butuh belas kasihan Tuhan, butuh dikoreksi oleh firman. Melihat diri sendiri yang tidak mampu sehingga butuh Tuhan.
    Melihat sesama yang membutuhkan.

  3. Melihat setan dengan segala siasat dan tipu dayanya yang menjatuhkan.
    Lewat dosa, ajaran palsu, dll.
    Setan menggunakan tahta, harta, wanita (keinginan daging, dosa seks), dan dusta untuk menjatuhkan kehidupan anak-anak Tuhan.

Jika kita memiliki mata rohani yang terbuka, maka mata Imam Besar yang berbelas kasihan akan tertuju kepada kita. Hasilnya:
  1. Yesus tampil sebagai Imam Besar yang setia dan berbelas kasihan.
    Ibrani 2:17-18
    2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    • Untuk mendamaikan, mengampuni dosa-dosa kita. Setelah diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
    • Untuk menyelesaikan segala masalah kita tepat pada waktunya, sampai yang mustahil sekali pun.

  2. Yesus tampil sebagai Imam Besar yang setia dan menggenapi janji.
    1 Tesalonika 5:23-24
    5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
    5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

    • Untuk memelihara hidup kita (tubuh, jiwa, roh) ditengah dunia yang sulit. 
    • Untuk menyucikan tubuh, jiwa, roh kita sampai sempurna seperti Tuhan, menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai.

2 Timotius 2:13
2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Tuhan memberi kesempatan kepada orang yang tidak setia untuk kembali setia dan benar.

Zakharia 8:3
8:3 Beginilah firman TUHAN: Aku akan kembali ke Sion dan akan diam di tengah-tengah Yerusalem. Yerusalem akan disebut Kota Setia, dan gunung TUHAN semesta alam akan disebut Gunung Kudus.

Tuhan menuntun kita kembali ke Kota Setia yaitu Yerusalem Baru.

Tuhan memberkati.