[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Oktober 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12 dalam susunan Tabernakel terkena pada shekinah glory (sinar kemuliaan).

Wahyu 12:1

12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Ini adalah gereja Tuhan dalam terang kemuliaan yang sudah sama terang dengan Yesus, sama dengan gereja Tuhan yang sempurna/ mempelai wanita Sorga.
'tanda besar di langit' adalah kegenapan dari semua tanda tentang kedatangan Yesus kedua kali ke dunia, yaitu tampilnya gereja Tuhan yang sempurna, yang siap untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, dan siap untuk diangkat ke awan-awan yang permai dan bertemu dengan Yesus yang datang kedua kali sebagai Mempelai Pria. Kita masuk nikah rohani, Firdaus, sesudah itu masuk Yerusalem baru.

Wahyu 12:3
12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

'tanda yang lain di langit' adalah kegenapan dari semua pekerjaan setan di dunia untuk membinasakan gereja Tuhan, yaitu tampilnya antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

Apa yang akan terjadi pada gereja Tuhan di akhir zaman dalam Wahyu 12:1,3 sudah pernah terjadi saat bangsa Israel berkembang dengan pesat di tanah Mesir dan hendak keluar dari tanah Mesir. Saat itu Firaun berusaha untuk menghalangi umat Israel keluar dari Mesir dan membinasakan mereka.
Sekarang ini merupakan nubuat bagi gereja Tuhan akhir zaman.

Keluaran 1 terbagi menjadi dua:
  1. Keluaran 1: 1-7
    1:1. Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:
    1:2. Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda;
    1:3. Isakhar, Zebulon dan Benyamin;
    1:4. Dan serta Naftali, Gad dan Asyer.
    1:5. Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.
    1:6. Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia.
    1:7. Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.

    Ini adalah rencana Allah yaitu perkembangan dahsyat dari umat Israel.
    Sekarang menubuatkan tentang perkembangan gereja Tuhan yang dahsyat secara jasmani dan rohani. Ini sama dengan rencana pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/ mempelai wanita Sorga untuk terangkat ke awan-awan yang permai dan bertemu dengan Yesus.

  2. Keluaran 1:8-22
    1:8. Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf.
    1:9. Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: "Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita.
    1:10. Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan--jika terjadi peperangan--jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini."
    1:11. Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses.
    1:12. Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu.
    1:13. Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,
    1:14. dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.
    1:15. Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya:
    1:16. "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup."
    1:17. Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.
    1:18. Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?"
    1:19. Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: "Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin."
    1:20. Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.
    1:21. Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga.
    1:22. Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup."

    Ini adalah rencana setan untuk menghalangi bangsa Israel keluar dari Mesir dan membinasakannya.
    Sekarang pekerjaan setan untuk membinasakan gereja Tuhan.

Di dalam Keluaran 1:8-22 ada tiga cara setan untuk membinasakan Israel/ gereja Tuhan:
  1. Kecerdikan.
    Keluaran 1:10
    1:10. Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan--jika terjadi peperangan--jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini."

  2. Kekejaman.
    Keluaran 1:13
    1:13. Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja,

  3. Pembunuhan.
    Keluaran 1:16-22
    1:16. "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup."
    1:17. Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup.
    1:18. Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?"
    1:19. Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: "Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin."
    1:20. Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda.
    1:21. Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga.
    1:22. Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: "Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup."


ad. 1.
Keluaran 1:10
1:10. Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan--jika terjadi peperangan--jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini."

Keluaran 1:10 [terjemahan lama]
1:10. Marilah kita berlaku kepadanya dengan akal, supaya jangan makin bertambah-tambah banyaknya dan jangan pula, apabila kita masuk perang, mereka itu sefakat dengan musuh kita dan melawan akan kita, lalu keluar dari negeri ini.

'bertindak dengan bijaksana' = kebijaksanaan setan.
Kejadian 3:1
3:1. Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

Ular, gambaran dari setan adalah binatang yang paling cerdik, banyak menggunakan akal tetapi tidak tulus seperti merpati.
Di sini ular berhadapan dengan perempuan. Ini sama seperti Firaun berhadapan dengan Israel.
Ini menubuatkan Wahyu 12:1-3, di mana setan tampil dalam bentuk sebenarnya yaitu naga untuk menghadapi perempuan/ gereja Tuhan yang mengandung dan hendak melahirkan, seperti Firaun menghadang Israel dari Mesir.

Wahyu 12:2
12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

Di perjanjian baru, kecerdikan ular dimasukkan pada Yusuf untuk menghadang Maria yang mengandung Yesus sebagai Juruselamat.

Matius 1:18-19

1:18. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Ini sama dengan menghancurkan rencana Allah sekalipun masuk akal. Tetapi masih ada pembukaan rahasia firman.

Matius 1:20-21

1:20. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Mimpi= pembukaan firman. Tuhan datang kepada Yusuf lewat pembukaan firman untuk meluruskan jalan yang sudah dibelokkan oleh setan, sehingga Yusuf tetap berada dalam kehendak Allah.

Setan menggunakan kecerdikan untuk menjatuhkan manusia lewat pencobaan. Di sini pencobaannya dalam nikah.
Sekalipun secara logika benar, tetapi kalau tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, jangan dilakukan. Karena setan bermaksud membuat kita keluar dari rencana Allah.

Di dalam Matius 4:1-11, setan juga mencobai Yesus, Mempelai Pria Sorga, untuk menjatuhkan Dia dan menggagalkan rencana Allah bagi gereja Tuhan terutama bangsa kafir.
Kalau Yesus dicobai, kita sebagai tubuh-Nya juga akan mengalami pencobaan.

Tiga kali Yesus dicobai oleh Setan:
  1. Pencobaan batu menjadi roti.
    Matius 4:1
    4:1. Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
    4:2. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.
    4:3. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti."
    4:4. Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

    Rencana Allah bagi bangsa kafir adalah rencana keselamatan, yaitu batu (bangsa kafir) harus menjadi roti secara rohani (keturunan Abraham).

    Batu menjadi roti menunjuk pada krisis ekonomi. Ini adalah akal setan untuk mengganggu anak-anak Tuhan. Setan merusak dunia ini, sehingga menjadi bagaikan padang gurun yang penuh dengan batu-batu.

    Yesaya 14:12,17

    14:12. "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!
    14:17. yang telah membuat dunia seperti padang gurun, dan menghancurkan kota-kotanya, yang tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah?

    Matius 3:7-9
    3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
    3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

    Proses bangsa kafir menjadi keturunan Abraham:
    • Percaya Yesus dan bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan, mati terhadap dosa mulai dari lima dosa utama.
      1 Petrus 2:1
      2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan(1), segala tipu muslihat(2) dan segala macam kemunafikan(3), kedengkian(4) dan fitnah(5).

      1. Kejahatan = akar dosa yaitu akar kejahatan termasuk kenajisan.
      2. Tipu muslihat, kemunafikan, dan kedengkian = tunas dosa.
      3. Fitnah sampai menghujat Tuhan/ firman pengajaran yang benar = buahnya dosa, yaitu maut dan kebinasaan selamanya.

    • Baptisan air.
      1 Petrus 2:2-3
      2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
      2:3. jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit, keluar dari dalam air, bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi.
      Tanda hidup baru adalah:
      1. Mengalami baptisan Roh Kudus, sehingga hidup dalam kebenaran (tidak berbuat dosa seperti bayi), bukan manusia daging lagi dan tidak dikuasai daging lagi.

      2. 'selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani' = hidupnya hanya bergantung pada firman penggembalaan/ firman pengajaran yang benar.
        Seorang gembala adalah ibu untuk memelihara, tetapi juga adalah bapak untuk mendidik dengan keras.

      Ini yang disebut dengan hidup dari iman, dan bangsa kafir sudah menjadi keturunan Abraham yang diselamatkan.
      Galatia 3:7
      3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

      Kita berada dalam rencana Tuhan yaitu batu (bangsa kafir) sudah menjadi keturunan Abraham.

    Setan merusak dunia ini menjadi padang gurun, sehingga hanya ada batu.
    Artinya manusia hidup di dunia ini seperti harus merubah batu menjadi roti, sama dengan kesulitan mencari nafkah/ krisis ekonomi.
    Setan mencobai manusia termasuk pelayan Tuhan mengenai makanan, sampai nanti antikris menguasai ekonomi dunia, sehingga manusia tidak bisa hidup dari dunia ini dan dipaksa oleh setan untuk menyembah antikris. Manusia menjadi sama dengan antikris dan dibinasakan. Ini berarti keluar dari rencana Tuhan.

    Sekarang, menyembah antikris bentuknya adalah bekerja dengan tidak halal. Yang penting dapat makan tetapi tidak selamat.

    Tuhan izinkan krisis ekonomi terjadi pada pelayan Tuhan bukan untuk berbuat dosa tetapi sebagai ujian iman. Ini supaya kita mengerti dan mengaku bahwa kita hidup hanya bergantung pada firman pengajaran yang benar, sehingga kita mendapat iman bagaikan emas murni.

    Ulangan 8:3

    8:3. Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN.

    Bukti memiliki iman bagaikan emas murni adalah kita bisa berkata: 'Lebih baik tidak ........ daripada tidak selamat.'

    Ulangan 32:46-47
    32:46. berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini.
    32:47. Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."

    Firman pengajaran yang benar adalah hidup kita, artinya firman sanggup memelihara hidup kita di dunia secara berkelimpahan sampai masuk kerajaan Sorga selamanya.
  1. Pencobaan mengenai Bait Allah/ ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Matius 4:5-7
    4:5. Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,
    4:6. lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
    4:7. Yesus berkata kepadanya: "Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"

    Rencana Allah adalah Yesus harus turun ke bumi bahkan ke bagian bumi yang paling bawah (mati di kayu salib) untuk melepaskan bangsa kafir dari tawanan dosa dan mengangkatnya menjadi imam dan raja (seorang yang beribadah melayani Tuhan).

    Wahyu 1:5-6
    1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
    1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

    Kalau bangsa kafir bisa beribadah melayani Tuhan, itu adalah seharga dengan darah Yesus yang tidak bisa dibeli dan ditukar dengan apa pun di dunia.

    Matius 4:6
    4:6. lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."

    Setan tidak mendorong Yesus tetapi menyuruh Dia.
    Setan memberi batu sandungan supaya bangsa kafir meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan, tidak lagi menjadi imam dan raja.
    Batu sandungan bisa berupa halangan, tantangan, rintangan, pekerjaan, studi, kekuatiran, dosa-dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Kalau ada kekuatiran, bangsa kafir tidak akan bisa benar dan setia.

    Meninggalkan ibadah pelayanan sama dengan telanjang, dipermalukan, busuk, dan binasa selamanya seperti Yudas Iskariot.
    1 Petrus 2:5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    Imam dan raja sama dengan batu hidup/ batu indah untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (mempelai wanita Sorga).
    Kalau bangsa kafir sudah menjadi imam dan raja, kita akan mendapat masa depan yang berhasil dan indah. Oleh karena itu, setan meletakkan batu sandungan, supaya bangsa kafir kembali menjadi batu keras yang ada di lumpur dosa sampai tenggelam di lautan api dan belerang. Hidupnya benar-benar gagal total.

    Oleh sebab itu bangsa kafir harus memenuhi syarat tahbisan yang benar, yaitu kesucian.

    Keluaran 29:1

    29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Bagaimana kita bisa hidup suci? Kita harus tinggal di ruangan suci.

    Imamat 21:12

    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Ruangan suci = kandang penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
    • Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
    • Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita tidak bisa disandung dan dijatuhkan oleh setan tritunggal lewat batu sandungan.
    Kalau Tuhan izinkan ada batu sandungan, itu adalah ujian kesucian dan kesetiaan supaya kita makin teguh dalam panggilan dan pilihan Tuhan. Kita semakin setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan. Kalau tambah malas, periksa kesucian, mungkin ada batu sandungan yang mengenai kita.

    Mazmur 17:8
    17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Imam yang suci dan setia berkobar-kobar adalah biji mata Tuhan. Kita dikhususkan oleh Tuhan (mengalami urapan Roh Kudus), sehingga sebutir pasir pun tidak boleh mengganggu kita.
    Artinya kita tidak pernah kering, dan satu masalah pun tidak bisa mengganggu kita.
    Apa buktinya? Kita mengalami damai sejahtera, dan semua masalah yang mustahil selesai.

    Roma 16:20
    16:20. Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

    Sekalipun menghadapi masalah yang mustahil, jaga kesucian, kesetiaan, dan hati damai. Biar Allah, sumber damai sejahtera yang bekerja.

  2. Pencobaan mengenai penyembahan.
    Matius 4:8-10
    4:8. Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya,
    4:9. dan berkata kepada-Nya: "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku."
    4:10. Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
    4:11. Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

    Rencana Allah adalah Yesus akan segera datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga yang disembah oleh semuanya, dan mengangkat kita menjadi raja-raja di dalam kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai kerajaan Sorga selamanya.

    Setan mau mengangkat Yesus menjadi raja dunia asalkan mau menyembah setan.

    Yohanes 6:15

    6:15. Karena Yesus tahu, bahwa mereka hendak datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk menjadikan Dia raja, Ia menyingkir pula ke gunung, seorang diri.

    Menyembah setan artinya pelayan Tuhan yang beribadah melayani dan menyembah Tuhan hanya untuk mencari perkara jasmani di dunia.

    Ini adalah ujian kesabaran.
    Untuk mencapai kemuliaan kita harus melewati ujian kesabaran:
    • Sabar dalam pencobaan dan aniaya, seperti Yesus sabar sampai mati di kayu salib.
    • Sabar menunggu waktu Tuhan. Yesus juga sabar menunggu Bapa untuk Dia datang kembali kedua kali.

    Praktik sabar adalah banyak naik gunung ('Ia menyingkir pula ke gunung'), artinya banyak menyembah Tuhan.

    2 Petrus 1:16-17

    1:16. Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
    1:17. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

    Di atas gunung penyembahan, kita bisa mengalami suasana kemuliaan Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
    Di atas gunung kita mendapatkan:
    • Mujizat keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Wahyu 21:9-11
      21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
      21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
      21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.


      Yang harus diubahkan adalah jujur/ tulus dan percaya (jernih seperti kristal). Kita menjadi batu permata di Yerusalem baru.
      Tadinya kita hanya batu keras, tetapi bisa jadi batu hidup bahkan batu permata di Yerusalem baru.

    • Mujizat jasmani, yaitu kemurahan dan belas kasih Tuhan untuk menyelesaikan semua masalah. Hadapi dengan jujur dan percaya.
      Pencobaan apapun, itu adalah ujian dari Tuhan untuk mengangkat kita.

      Keluaran 20:25
      20:25. Tetapi jika engkau membuat bagi-Ku mezbah dari batu, maka jangan engkau mendirikannya dari batu pahat, sebab apabila engkau mengerjakannya dengan beliung, maka engkau melanggar kekudusannya.

      Datang pada Tuhan tidak perlu dibagus-baguskan (dipahat) atau dijelek-jelekkan, tetapi datang apa adanya. Apa kelemahan dan kekurangan kita, bawa kepada Dia. Tuhan akan menolong kita semuanya.


Tuhan memberkati.