Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Desember 2022 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 18 secara keseluruhan menunjuk buli-buli emas berisi manna, yaitu iman yang sempurna = kehidupan yang sempurna.
Ada dua macam kehidupan di dunia:
  1. Buli-buli tanah liat (kehidupan kita) yang diisi dengan firman, Roh Kudus, dan kasih Allah, sehingga pasti menjadi buli-buli emas berisi manna, yaitu kehidupan yang memiliki iman yang sempurna. Kehidupan yang sempurna bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali kelak di awan-awan permai.
  2. Buli-buli tanah liat tidak mau diisi dengan firman pengajaran yang benar, sehingga pasti diisi roh jahat, roh najis, dan kebencian. Kehidupan tanpa iman pasti menjadi sempurna dalam kejahatan dan kenajisan (gereja palsu), yang siap untuk dibinasakan selamanya.
Dalam Wahyu 18:9-20 ada 3 kelompok manusia yang akan terseret dan binasa bersama Babel:
  1. Ayat 9-10: Kelompok raja-raja di bumi, yait: mereka yang hanya mau kedudukan secara jasmani di bumi, tetapi menolak kedudukan aktif secara rohani.
  2. Ayat 11-16: Kelompok pedagang, yaitu mereka yang hanya berdagang perkara jasmani, tetapi tidak berdagang secara rohani. Mereka tidak memperkembangkan mina (jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus) yang telah dipercayakan Tuhan.
  3. Ayat 17-20: Kelompok pelaut/ pelayar/ nahkoda.
Ad. 3. Kelompok Pelaut/ Pelayar/ Nahkoda.
Wahyu 18:17-20
18:17 Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jauh,
18:18 dan berseru, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya, katanya: "Kota manakah yang sama dengan kota besar ini?"
18:19 Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: "Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa.
18:20 Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu."

Pelaut/ pelayar/ nahkoda adalah orang yang pekerjaannya di laut.
Pengertian secara rohani adalah:
Wahyu 17:1,15
17:1 Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:15 Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

Akibatnya adalah kehidupan yang hanya mencari perkara jasmani akan menjadi seperti air laut yang diduduki/ dikuasai oleh Babel. Mereka dipaksa untuk menerima sifat dan tabiat Babel, dan kelak akan dibinasakan dalam satu jam saja bersama Babel.

Amsal 7:10-11
7:10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik;
7:11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah,

Sifat Babel adalah:
  1. Kakinya tidak dapat tenang di rumah.
    Rumah menunjuk rumah tangga. Kehidupan yang kakinya tidak dapat tenang di rumah itu suka keluar rumah, bahkan lari keluar dari rumah, tidak betah tinggal di rumah. Mereka selalu bertengkar, sehingga tidak ada ketenangan dalam rumah tangga.

    Rumah juga menunjuk rumah penggembalaan (rumah Tuhan). Kaki tidak dapat tenang di rumah juga berarti kehidupan yang tidak tergembala, tidak setia dalam penggembalaan, suka beredar-edar. Mereka tidak bisa tenang saat mendengar firman, bercanda, mengantuk, dsb. Di luar penggembalaan, kita pasti bertemu singa. Kalau tinggal dalam penggembalaan, kita pasti bertemu Tuhan (Gembala Agung).

    Rumah juga menunjuk pribadi kita. Tidak tenang secara pribadi = ada iri hati, kebencian, dendam, ketakutan, kebimbangan, dsb. Di mana ada ketidaktenangan, di situ pasti ada Babel, semua menjadi berat. Namun sebaliknya, di dalam Tuhan semua pasti menjadi enak dan ringan.

  2. Berpakaian sundal (najis).
    Kalau kita tidak tenang, roh najis pasti datang. Sebaliknya, dalam penggembalaan, kita dibaringkan di padang rumput hijau, sehingga jiwa kita pasti mengalami ketenangan (Mazmur 23).

  3. Hatinya licik, tidak tulus, munafik, luar dan dalam tidak sama. Tanpa ketulusan hati, manusia pasti menjadi seperti ular. Mereka suka menipu orang lain.

  4. Cerewet dan tidak mau diatur. Waspada, jika Babel masuk, maka akibatnya istri tidak mau diatur, istri justru akan mengatur dan menjadi kepala atas suami.

  5. Liat seperti tanah liat = keras kepala, keras hati, tidak mau dinasihati apalagi ditegur. Mereka suka memberontak.
Jika hamba Tuhan diduduki/ dikuasai Babel dan menerima tabiat Babel, maka mereka menjadi sama seperti gereja palsu (mempelai wanita setan) yang akan dibakar dalam satu jam dan binasa selamanya di neraka.

Oleh sebab itu, kita harus berdoa satu jam, berdoa puasa, berdoa semalam suntuk untuk melawan segala hawa nafsu dan tabiat daging, sehingga kita bisa menolak tabiat Babel. Kita bisa menerima sifat tabiat Yesus, sampai menjadi sempurna seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita Sorga yang sempurna dan siap sedia menyambut kedatangan Yesus kedua kali kelak.

Amsal 30:18-19
30:18 Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti:
30:19 jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis.

Kita menerima 4 sifat dan tabiat Yesus, yaitu:
  1. Jalan ular di atas cadas.
    Yohanes 3:14-15
    3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
    3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

    Ular di atas cadas menunjuk pada Yesus sebagai anak manusia yang sengsara untuk menanggung segala dosa, kutukan dosa, hukuman dosa, sehingga Ia rela mati di kayu salib seperti ular yang ditinggikan. Gambaran sebagai ular menunjuk keadaan manusia yang terkutuk. Yesus mau menyelamatkan manusia berdosa, terutama manusia yang seperti cadas, yaitu manusia yang keras hati, sombong, angkuh, dan tinggi hati.

    Praktek manusia yang seperti cadas:
    • Hawa diperdaya oleh ular lewat ajaran palsu. Hawa sudah tahu bahwa suara ular berbeda dengan ajaran Tuhan yang benar, tetapi Hawa angkuh dan tetap mau mendengar. Akibatnya adalah Hawa jatuh dalam dosa dan telanjang. Hawa melanggar firman pengajaran yang benar, yang keluar dari mulut Tuhan sendiri.

      Lebih lagi, ketika telanjang, Hawa menyemat daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangannya = Hawa memakai kebenaran diri sendiri. Daun ara mudah kering, rapuh, dan robek, itulah kebenaran diri sendiri. Mereka mudah menyalahkan firman Tuhan dan orang lain. Kebenaran diri sendiri tidak akan menyelesaikan masalah. Hawa justru diusir ke dunia dan dikutuk.

      Waspada, banyak nikah dan rumah tangga yang ditelanjangi oleh setan. Mereka berbuat dosa lalu menutupinya dengan kebenaran diri sendiri, menyalahkan Tuhan dan orang lain yang benar. Mereka hancur lebur dan binasa karena kesombongan.

      Bilangan 21:4-6
      21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
      21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
      21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

    • Orang Israel sombong dan muak terhadap manna, yaitu firman penggembalaan. Firman penggembalaan adalah firman pengajaran benar yang disampaikan berulang-ulang dan berkesinambungan oleh seorang gembala, sebagai makanan rohani bagi sidang jemaat. Jika manusia menolak firman, mereka akan mati rohani sampai binasa selamanya.
    Jika kita menerima tabiat Yesus, sebagai manusia yang sengsara, maka prakteknya:
    • Kita harus merendahkan diri untuk bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama.
    • Kita harus tergembala dengan benar dan baik.
    Tugas dalam penggembalaan:
    (1) Gembala menyediakan makanan rohani yaitu firman pengajaran benar, yang disampaikan secara berulang-ulang dan berkesinambungan.
    (2) Sidang jemaat harus makan firman penggembalaan, mendengar dan taat dengar-dengaran. Dengan demikian, firman akan menjadi rem untuk kita tidak berbuat dosa.

    1 Petrus 5:5-6
    5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Posisi kehidupan yang tergembala adalah berada di bawah tangan Tuhan yang kuat, dan kita pasti akan ditinggikanNya tepat pada waktunya. Jangan kecil hati kalau saat ini kita masih direndahkan ataupun dicaci maki oleh orang lain.

  2. Jalan kapal di tengah laut.
    Kapal di tengah laut menunjuk sifat tabiat Yesus sebagai hamba adalah membawa berkat jasmani, rohani, dan juga berkat rumah tangga (berkat keselamatan dan kesempurnaan) bagi kita semua. Sebagai hamba, Ia taat dan setia sampai mati di kayu salib.

    Filipi 2:8-10
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
    2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

    Kita sebagai hamba Tuhan juga harus taat dan setia sampai daging tidak bersuara lagi. Contoh: Abraham taat tanpa tawar-menawar, sampai daging tidak bersuara.
    Hasilnya adalah:
    • Kita menerima kuasa nama Yesus untuk mengalahkan setan tritunggal yang menghalangi/ memblokir hamba Tuhan sehingga tidak bisa menerima berkat Tuhan. Kalau setan dikalahkan, kita bisa menerima berkat firman, Roh Kudus, kasih Allah, juga berkat jasmani untuk sehari-hari, bahkan berkat keselamatan dan kesempurnaan dari Sorga.

    • Yesus taat sampai mati di kayu salib untuk membebaskan kita dari tawanan maut, sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Selanjutnya, Ia juga memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Kita bisa menjadi imam dan raja, yaitu kedudukan kita dalam Kerajaan Sorga. Kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita harus tetap taat dan setia mengerjakan tahbisan pelayanan yang Tuhan percayakan pada kita sampai garis akhir. Jangan berhenti di tengah jalan.

      Efesus 4:8-12
      4:8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
      4:9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
      4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    • Kalau kita taat dan setia, kita ada dalam tangan Tuhan yang kuat. Kita menerima jaminan kepastian untuk hidup kita sekarang di dunia, sampai hidup kekal di Sorga. Kita tidak bisa direbut atau dihancurkan oleh apapun/ siapapun, asal kita taat dan tetap ada di tangan Tuhan.

      Yohanes 10:27-28
      10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
  3. Jalan rajawali di udara.
    Rajawali di udara menunjuk pada Yesus sebagai Raja segala raja, Raja yang Agung, yang memberi kekuatan bagi kita.

    Yesaya 40:30-31
    40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
    40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

    Yesus memberi kekuatan bagi kita sehingga kita bisa kuat dan teguh hati untuk menghadapi pencobaan ataupun masalah yang mustahil. Kita tidak kecewa ataupun putus asa. Kita tetap percaya dan berharap Tuhan. Kita berserah dan berseru pada Tuhan, sampai Ia menolong kita. Saat menghadapi ajaran palsu, kita bisa tetap berpegang pada ajaran benar. Saat menghadapi dosa sampai puncak dosa, kita bisa tetap hidup benar dan suci.

    Mazmur 27:14
    27:14 Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!

    Kita tetap kuat dan teguh hati menanti kedatangan Yesus kedua kali. Kita tetap setia dan berkobar untuk beribadah dan melayani Tuhan. Hasilnya adalah:
    • Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    • Tuhan akan menjadikan semua baik pada waktunya, yang hancur menjadi baik, yang gagal menjadi berhasil, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    1 Tawarikh 19:13
    19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

  4. Jalan seorang laki-laki dan seorang gadis.
    Seorang laki-laki menunjuk pada Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, sedangkan kita (gadis, gereja Tuhan) menerima tabiat Yesus untuk menjadi mempelai wanita Sorga.

    Efesus 5:25-27
    5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Yesus, sebagai suami yang mengasihi istriNya, rela mati di kayu salib untuk menyucikan dan mengubahkan kita semua. Kita bisa memiliki hati yang diisi kasih Allah (kasih yang sempurna), sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kita hanya berbuat baik kepada sesama, bahkan kita bisa membalas kejahatan dengan kebaikan (mengasihi musuh).

    Zefanya 3:16-18
    3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
    3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
    3:18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

    Hasilnya adalah kasih sempurna sanggup membarui kita, mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Tanda manusia rohani:
    • Mulut kita tidak banyak bicara, tetapi banyak berdiam diri, banyak mengoreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Jika ada kesalahan, kita harus segera mengaku dosa pada Tuhan dan sesama.
    • Kita banyak menangis pada Tuhan seperti bayi yang berseru dan berserah kepada Tuhan. Apapun yang terjadi, kita hanya menangis kepada Tuhan. Tuhan yang akan menggendong dan memperhatikan kita. Tuhan bergumul bersama kita. Kita banyak menyembah Tuhan untuk bisa menerima sifat dan tabiat Yesus.
    Kidung Agung 8:5-6
    8:5 Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? -- Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
    8:6 -- Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

    Hasilnya adalah:
    • Tuhan yang akan memelihara kita.
      Yesaya 49:14-16
      49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
      49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
      49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

    • Tuhan melindungi kita ("tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku").
      Mazmur 122:7
      122:7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"

      Tangan belas kasih Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kita di tengah kesulitan dunia. Tuhan menanggung segala letih lesu dan beban berat kita. Kita merasa enak dan ringan. Kita mengalami suasana Firdaus.

    • Tangan Tuhan memberi kemenangan bagi kita atas semua musuh. Semua masalah yang mustahil akan diselesaikan oleh Tuhan: masalah ekonomi, penyakit, masa depan, dosa, bahkan puncak dosa. Tuhan memberi kemenangan juga berarti Tuhan memberi kebahagiaan Sorga.

      Zefanya 3:17
      3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

      Jika Yesus datang kedua kali, kita bisa diubah menjadi sempurna seperti Tuhan. Kita bisa melintasi tembok Yerusalem baru dan hidup kekal selamanya.

Tuhan memberkati.