Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Oktober 2023 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21 dalam susunan tabernakel menunjuk sinar kemuliaan/ shekinah glory.

Ada 3 sinar/ terang dalam tabernakel:
  1. Terang mezbah korban bakaran di halaman tabernakel.
    Yohanes 3:16
    3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Wahyu 2:4
    2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.

    Ini sama dengan terang dalam korban Kristus / Anak Domba Allah di kayu salib = kasih mula-mula.

    Galatia 5:6
    5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

    Kasih mula-mula adalah iman yang bekerja oleh kasih, merupakan dasar bangunan rohani yang benar dan teguh/ kokoh.

    Jika kita bekerja/ melayani dengan kasih mula-mula/ kebenaran, maka ada harapan untuk dibangun sampai kesempurnaan.

    Wahyu 19:7-9
    19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
    19:8 Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]
    19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Sampai puncaknya, kita bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba.

    Wahyu 2:4-5
    2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
    2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.

    Jika bekerja tanpa kasih mula-mula/ kebenaran seperti jemaat Efesus, itu merupakan kejatuhan yang sangat dalam sampai kehilangan kaki dian. Ini berarti tidak ada terang, melayani dalam kegelapan dosa sampai puncak dosa, sampai kegelapan paling gelap di neraka selamanya.

    Kecuali kita mau bertobat dan hidup dalam kebenaran, maka bisa tertolong.

  1. Terang pelita emas di ruangan suci.
    Roma 12:11
    12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sesuai jabatan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir, yaitu meninggal dunia atau sampai Yesus datang kedua kali.

    Jika pelita emas menyala (Roh Kudus ada/ menerangi) maka:
    • Meja roti sajian pasti kelihatan, artinya firman pengajaran benar semakin jelas dalam pemberitaannya. Kita semakin mengerti firman dan yakin/ percaya pada firman sehingga menjadi iman di dalam hati = rem untuk tidak berbuat dosa. Kita bisa taat dengar-dengaran/ praktik firman sehingga hidup dalam kesucian.

    • Mezbah dupa emas pasti kelihatan, artinya kita gemar untuk menyembah Tuhan dalam penyembahan yang benar.
      Yohanes 4:23-24
      4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
      4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

      Doa penyembahan yang benar didorong oleh kebenaran (firman pengajaran benar) dan Roh (urapan Roh Kudus).

      Markus 7:21-23
      7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
      7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
      7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

      Firman pengajaran menyucikan hati dan pikiran kita dari 12 keinginan jahat, najis, pahit, sehingga bisa diisi 12 roti yang disusun menjadi dua susun masing-masing 6 buah = 66 buku dalam Alkitab. Kita bisa hidup suci sehingga bisa melihat Tuhan, menyembah Tuhan.

      Matius 5:8
      5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

      Roma 8:26-28
      8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
      8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
      8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

      Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan hancur hati, merasa tidak layak dan tidak mampu, menyembah dengan bahasa Roh. Kita menyembah Tuhan supaya kita selalu berada dalam rencana kehendak Tuhan. Maka semua menjadi baik dalam perjalanan hidup kita.

  1. Terang kemuliaan/ shekinah glory di ruangan maha suci.
    1 Petrus 4:12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Jika kita rela mengalami nyala api siksaan/ penderitaan/ salib bersama Yesus, maka kita akan mengalami Roh Kemuliaan.

    Kegunaan Roh Kemuliaan:
    1. Memberi kebahagiaan Surga di tengah penderitaan, sehingga kita tidak bersungut/ mengomel/ tinggalkan Tuhan tetapi selalu mengucap syukur.
    2. Mengubahkan hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari hati yang keras menjadi hati yang lembut.

    Hati yang keras merasa lebih dalam 3 hal:
    • Merasa lebih pandai dari Tuhan dan sesama.
      Roma 11:25-26
      11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
      11:26 Dengan jalan demikian seluruh Israel akan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

      Hikmat/ rahasia Tuhan yaitu Tuhan juga menyelamatkan bangsa kafir karena sebagian Israel keras hati dan menolak Yesus. Maka seluruh Israel rohani yang terdiri dari Israel asli dan kafir bisa diselamatkan.

      Namun ada yang merasa lebih pandai/ berhikmat dari Tuhan sehingga menolak keselamatan di dalam Yesus. Praktiknya adalah tidak mau percaya Yesus sebagai Juruselamat, tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain dan Tuhan, tidak mau bertobat dan lahir baru lewat baptisan air sehingga tetap hidup dalam dosa sampai binasa.

      Oleh sebab itu, kita harus lembut hati untuk menerima hikmat Tuhan yaitu bangsa kafir diselamatkan oleh Tuhan.

      Roma 10:9
      10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

      Prosesnya adalah hati percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat dan mulut mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita bertobat, mati terhadap dosa.

      Roma 6:4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Kita dikuburkan dalam baptisan air yang benar dan bangkit untuk mendapat hidup baru, hidup Surgawi, hidup dalam kebenaran, selamat dan diberkati oleh Tuhan.

      Amsal 12:26a
      12:26 Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, ...

      Kita bisa tergembala dengan benar dan baik.

      Dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal. Kita tidak bisa dijatuhkan dalam dosa, tidak bisa disesatkan oleh ajaran palsu. Kita tetap hidup benar, pegang teguh firman pengajaran benar sehingga mantap dalam penggembalaan, dalam kebenaran dan keselamatan.

      Mazmur 37:25-26
      37:25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
      37:26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

      Maka Tuhan beserta kita. Kita tidak sulit hidup di dunia. Kita diberkati sampai anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain = mantap dalam berkat Tuhan, tidak bisa diganggu-gugat.

    • Merasa lebih besar/ lebih terkemuka/ lebih hebat dari yang lain.
      Markus 10:41-45
      10:41 Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes.
      10:42 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
      10:43 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
      10:44 dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
      10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

      Bukan mau melayani tetapi mau dilayani sehingga terjadi pertengkaran, kemarahan, kebencian, sampai pembunuhan seperti antikris yang menyiksa, membunuh hamba Tuhan/ anak Tuhan.

      2 Tesalonika 2:3-4
      2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
      2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

      Markus 10:45
      10:45 Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

      Oleh sebab itu kita harus meneladani Yesus yang melayani sampai berkorban nyawa, artinya:
      • Melayani tanpa pamrih, tidak menuntut hak tetapi melakukan kewajiban dengan berkorban apapun (waktu, tenaga, keuangan, perasaan, dll). Kecuali satu yaitu firman pengajaran benar (Yesus sebagai Kepala) jangan dikorbankan.
      • Melayani dengan rendah hati dan lemah lembut.
        Rendah hati = bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, diampuni dan jangan berbuat lagi.
        Lemah lembut = bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakan.
        Maka darah Yesus membasuh segala dosa sehingga kita damai sejahtera, enak dan ringan.
      • Sabar dalam penderitaan, tidak bersungut/ mengomel saat mengalami penderitaan dalam melayani Tuhan, tetapi mengucap syukur.
        Sabar dalam menunggu waktu Tuhan, tidak mengambil jalan sendiri di luar firman tetapi tetap berada dalam kehendak Tuhan/ firman pengajaran benar sekalipun sakit bagi daging. Maka pasti selalu berhasil.
    • Merasa lebih benar dari Tuhan dan sesama = kebenaran diri sendiri.
      Ayub 1:1,3
      1:1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.
      1:3 Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur.

      Ayub 32:1-2
      32:1 Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
      32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

      Ayub hebat secara jasmani dan rohani tetapi masih memakai kebenaran diri sendiri, yaitu kebenaran di luar Alkitab, menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain dan Tuhan (firman pengajaran benar). Akibatnya adalah terpisah dari sesama, mengalami ujian habis-habisan.

      Ayub 42:5-6
      42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
      42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

      Tuhan izinkan ujian habis-habisan terjadi supaya memberi kesempatan untuk memperbaiki telinga sehingga bisa mendengar firman pengajaran benar dengan sungguh-sungguh dan taat dengar-dengaran. Mulut hanya mengaku tanah liat, tidak layak (banyak kekurangan kelemahan), tidak mampu, tidak berharga (hanya diinjak-injak), hanya bergantung pada belas kasih Tuhan. Mata hanya melihat Tuhan, menyembah Tuhan, mengulurkan tangan iman kepada Tuhan.

      Maka Tuhan mengulurkan tangan belas kasih-Nya. Hasilnya adalah:
      1. Tangan belas kasih Tuhan mampu memulihkan dua kali lipat.
        Secara jasmani, memelihara hidup kita di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
        Secara rohani, kita diampuni, dibenarkan, hidup benar dan suci.

      2. Semua menjadi baik, berhasil dan indah pada waktunya.
        Markus 7:37
        7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

      1. Tangan Tuhan membentuk tanah liat menjadi bejana kemuliaan = diangkat menjadi imam dan raja yang dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, pembangunan tubuh Kristus, untuk memuliakan Tuhan.

      2. Tangan Tuhan membentuk kita menjadi ciptaan semula = mengubahkan kita mulai dari jujur.
        Pengkhotbah 7:29
        7:29 Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

        Kita menjadi rumah doa, maka mujizat jasmani terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sampai kita diubahkan menjadi sama sempurna seperti Dia.

Tuhan memberkati.