[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Agustus 2009 (Kamis Sore)

Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
  1. Zaman Allah Bapa = menampilkan pohon ara di taman Eden.
  2. Zaman Allah Anak = menampilkan pohon ara di pinggir jalan.
  3. Zaman Allah Roh Kudus = menampilkan nubuat tentang pohon ara.
AD. 3. NUBUAT TENTANG POHON ARA
Pohon ara yang rantingnya sudah melembut dan mulai bertunas, tanda musim panas / musim berbuah sudah dekat. Ini adalah tanda kedatangan Tuhan sudah di ambang pintu.
Dari ranting yang keras bisa melembut, bertunas, berbuah --> keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani sampai sama seperti Yesus.

Jadi, kita harus mengalami keubahan hidup untuk bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.

Keubahan hidup = pohon ara yang berbuah, artinya keubahan hidup adalah menghasilkan buah-buah yang rohani. Kedatangan Yesus kedua kali sudah di ambang pintu, artinya sudah saatnya bagi kita harus menghasilkan buah-buah rohani.

Ada 3 macam buah-buah rohani, yaitu:
  1. Matius 3:8, buah pertobatan.
    Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.

    Wahyu 21:8 --> dosa-dosa yang harus dihentikan:
    • penakut, takut untuk berkorban untuk Tuhan, takut untuk ibadah,
    • bimbang, tidak percaya,
    • keji / jahat, pengertian yang lebih mendalam dari 'keji' adalah tidak mau tergembala (Kejadian 46:34),
    • pembunuh = kebencian,
    • persundalan / kenajisan dalam bentuk apapun juga,
    • sihir, termasuk dukun, ramalan,
    • penyembahan berhala,
    • pendusta.
    Delapan dosa ini akan membawa anak Tuhan masuk dalam lautan api dan belerang.

    Proses bertobat adalah mengaku dosa pada Tuhan dan sesama, dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi = dosa sudah dibereskan oleh darah Yesus.

    Hasil bertobat:
    1. Matius 3:7-9, keselamatan = lepas dari hukuman Tuhan sampai lepas dari neraka.
      Status manusia tidak akan menjamin keselamatan. Orang Farisi dan Saduki yang adalah keturunan Abraham, anak-anak Tuhan, tetapi mereka tidak bertobat sehingga binasa. Sebaliknya bangsa Kafir yang hanya batu keras dan hanya untuk ditenggelamkan, tetapi jika mau bertobat, maka akan mendapatkan keselamatan.

    2. Ibrani 4:16, tangan belas kasih Imam Besar diulurkan untuk menolong kita pada waktunya = menyelesaikan segala masalah pada waktunya = membereskan segala masalah.
      Kalau masih ada dosa, seperti Adam dan Hawa, kita akan terpisah dari Tuhan, dan tangan murka Allah yang menjangkau. Tetapi jika dosa dibereskan, maka ada keberanian percaya untuk datang kepada Tuhan, dan tangan Imam Besar akan diulurkan.
      Kalau tangan Tuhan diulurkan dan kita menunggu waktunya Tuhan, itu berarti kita tinggal tenang, sebab Tuhan yang berperang ganti kita.

  2. Efesus 5:8-10, buah terang.
    1. Buah kebenaran = sesuai kebenaran firman, sesuai dengan firman pengajaran yang benar.
      Jangan sampai sengaja berbuat dosa yang tidak benar, atau menggunakan kebenaran diri sendiri. Yang tidak benar harus kita buah, jangan dipertahankan hari-hari ini.

    2. Buah keadilan = tidak memihak pada siapapun juga, hanya memihak Tuhan, hanya memihak firman pengajaran yang benar; tidak sewenang-wenang.

    3. Buah kebaikan = perbuatan baik yaitu:
      • Perbuatan yang menjadi berkat bagi orang lain.

      • Perbuatan memberi kepada sesama yang membutuhkan.
        Dasarnya adalah buah pertobatan dulu, baru kemudian bisa menghasilkan buah kebenaran, buah keadilan, dan buah kebaikan.

        Ibrani 13:16, Galatia 6:9-10.

        Jangan kita jemu-jemu berbuat baik, jika Tuhan membuka kesempatan untuk melakukan perbuatan baik. Sebab suatu waktu tidak akan ada lagi kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama. Jika selalu menolak kesempatan dari Tuhan, maka suatu waktu tidak bisa lagi berbuat baik, akibatnya hanya bisa berbuat jahat.Perbuatan baik itu berkenan kepada Tuhan, dan selalu diingat oleh Tuhan. Kalau tidak mau berbuat baik, Tuhan juga akan melupakan kita.

      • Ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Hasil perbuatan baik adalah tangan Imam Besar diulurkan untuk menjadikan semua baik dalam hidup kita.

  3. Galatia 5:22-23, buah Roh.
    Sembilan buah Roh ini dibagi menjadi 3 kelompok:
    1. Kasih, sukacita, damai sejahtera --> tabiat Allah Bapa, gambar Allah Bapa.
    2. Kesabaran, kemurahan, kebaikan --> tabiat Anak Allah, gambar Anak Allah.
      Sabar adalah sabar dalam penderitaan, sabar dalam menunggu waktunya Tuhan.
    3. Kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri --> tabiat Allah Roh Kudus, gambar Allah Roh Kudus.

    Sembilan buah Roh = tabiat Allah Tritunggal = gambar/wajah Allah Tritunggal, yang pernah ditunjukkan oleh Tuhan Yesus di atas gunung penyembahan (Matius 17:2), wajah yang berseri-seri.

    Mazmur 34:6, kalau ada wajah berseri, wajah bercahaya karena ada tabiat Yesus dalam hidup kita, maka hasilnya adalah:
    • Tuhan membela kita, tidak akan pernah dipermalukan, bahkan dipermuliakan, diangkat bersama Tuhan pada waktunya.
    • Amsal 15:13, tidak ada lagi kepedihan hati, kepahitan hati, beban berat; tetapi diganti dengan hati yang gembira, kebahagiaan. 
    • Kebahagiaan Sorga, tidak ada lagi air mata.
      Tangan Imam Besar akan diulurkan untuk menghapus segala air mata kita, menjadikan semua indah dan bahagia pada waktunya. Sampai puncaknya adalah saat Yesus datang kembali kedua kali, kita masuk kebahagiaan yang tiada tara untuk selama-lamanya, tidak ada setetespun air mata (Wahyu 19:9).

    Malam ini, Perjamuan Suci adalah kesempatan dari Tuhan yang sudah mati di kayu salib dengan wajah yang sangat buruk, untuk menjadikan wajah kita berseri (Yesaya 52:13-15).
Tuhan memberkati.