[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Oktober 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12 dalam susunan Tabernakel terkena pada shekinah glory (sinar kemuliaan).
Dalam Wahyu 12, ada dua tanda di langit yang berkaitan dengan kedatangan Yesus kedua kali:
  1. Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Yang pertama: 'tanda besar di langit' adalah kegenapan dari semua tanda tentang kedatangan Yesus, yaitu tampilnya gereja Tuhan yang sempurna (menjadi terang dunia dalam sinar kemuliaan seperti Yesus). Itulah mempelai wanita Sorga yang siap untuk disingkirkan ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, dan siap untuk diangkat ke awan-awan yang permai untuk bertemu dengan Yesus yang datang kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, Firdaus, sesudah itu masuk Yerusalem baru selamanya.

  2. Wahyu 12:3
    12:3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

    Yang kedua: 'tanda yang lain di langit' adalah kegenapan dari semua pekerjaan setan untuk menghalangi pekerjaan Tuhan, supaya gereja Tuhan ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali dan binasa selamanya.

Dalam Markus 13 (khotbah tentang akhir zaman) Yesus mengajarkan tentang tanda-tanda kedatangan-Nya kedua kali mulai sekarang sampai nanti digenapkan dalam Wahyu 12:
  1. Bait Allah akan diruntuhkan.
    Markus 13:1-2
    13:1. Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: "Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!"
    13:2. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan."

    Jangan bangga dengan Bait Allah secara jasmani, dan jangan kecewa kalau tidak memiliki perkara jasmani yang banyak.

  2. Penyesatan lewat ajaran sesat. Ini adalah zaman pra aniaya antikris. Bangsa-bangsa di dunia akan menghadapi peperangan, kelaparan, dan aniaya bagi gereja Tuhan.
    Markus 13:3-12
    13:3. Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya sendirian kepada-Nya:13:4. "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya."
    13:5. Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya
    jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
    13:6. Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
    13:7. Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
    13:8. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
    13:9. Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.
    13:10. Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
    13:11. Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.
    13:12. Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

  3. Tampilnya antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun (Markus 13:14-25).

  4. Kedatangan Yesus kedua kali.
    Markus 13:26-31
    13:26. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    13:27. Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
    13:28. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
    13:29. Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
    13:30. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.
    13:31. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

Markus 13 didahului oleh Markus 12: 41-44 tentang persembahan seorang janda miskin di Bait Allah.
Jadi, sebelum terjadinya tanda-tanda dahsyat di bumi, kita harus memperhatikan tentang ibadah pelayanan (Bait Allah). Ibadah pelayanan ini sering dikecilkan oleh manusia di dunia ini termasuk pelayan Tuhan, seperti janda yang memberi persembahan dalam jumlah yang kecil.
Tetapi ibadah pelayanan memiliki peranan besar untuk mempersiapkan kita untuk menghadapi tanda-tanda besar di bumi sampai kedatangan Yesus kedua kali.

Ibrani 10:25-27
10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
10:26. Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka.

Sikap mengecilkan ibadah pelayanan:
  1. Menjauhkan diri dari pertemuan ibadah seperti dibiasakan orang, yaitu:
    1. Tidak setia dalam ibadah pelayanan, dan dianggap tidak bersalah.
    2. Meninggalkan ibadah pelayanan = sengaja tidak mau beribadah melayani Tuhan. Ini adalah dosa sengaja yang tidak ada pengampunan lagi.

  2. Beribadah melayani Tuhan tetapi dalam tahbisan yang tidak benar, tanpa firman pengajaran yang benar, atau tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar, sehingga tidak mengalami penyucian, hanya menonjolkan perkara-perkara jasmani, dan tetap mempertahankan dosa-dosa. Ini sama seperti Bait Allah yang rusak.

Jadi, sikap mengecilkan ibadah pelayanan sama dengan merusak dan memecah-belah pembangunan tubuh Kristus, sehingga tidak bisa sempurna seperti Yesus.
Akibatnya adalah menerima hukuman Allah di dunia, kiamat, sampai hukuman api dan belerang/ neraka selamanya.

Banyak nasihat kepada kita untuk bekerja keras, belajar keras, tetapi nasihat yang tertinggi dan terbaik adalah saling menasihati tentang ibadah pelayanan kepada Tuhan, karena di dalamnya ada janji untuk hidup sekarang sampai hidup kekal selamanya.

Praktik ibadah pelayanan dalam tahbisan yang tidak benar/ tanpa firman pengajaran yang benar, seperti rumah Allah yang roboh:
  1. Ibadah pelayanan sistem Taurat.
    Markus 12:38-40
    12:38. Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
    12:39. yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
    12:40. yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

    Ibadah sistem Taurat hanya menonjolkan perkara-perkara jasmani, tetapi tanpa firman pengajaran yang benar.
    Kalau ibadah hanya menonjolkan perkara jasmani, pasti hancur seperti rumah Allah yang roboh.

    Praktik ibadah sistem Taurat:
    • Suka memakai jubah panjang (pakaian imamat/ pakaian pelayanan), artinya kehidupan yang beribadah melayani Tuhan tetapi tanpa tujuan rohani. Melayani hanya sebagai kebiasaan atau ikut-ikutan dengan maksud menutupi kebusukan. Kelihatan hidup rohani di depan orang, dan mendapatkan nilai tambah dari orang lain.

      Jangan menyalahgunakan pakaian imamat. Seharusnya pakaian imamat untuk menutupi ketelanjangan, artinya mengalami penyucian.

      Yesaya 6:1

      6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

      Yesus juga memakai jubah panjang, tetapi tujuannya untuk perkara rohani, supaya ada hubungan antara takhta Sorga dan gereja Tuhan, supaya gereja Tuhan mengalami suasana takhta Sorga. Kalau ada takhta Sorga, Tuhan bisa melakukan apa saja.

      Jadi, kalau kita memakai pakaian imamat juga harus ada tujuan rohani, yaitu membawa suasana takhta Sorga di dalam ibadah pelayanan, bahkan ke mana pun kita pergi.

    • Suka berjalan-jalan, artinya tidak tergembala. Kadang kakinya yang beredar, tetapi kadang hatinya yang beredar.
      Akibatnya letih lesu, beban berat, terlantar, dan tidak ada yang tanggung-jawab atas keselamatan hidupnya.
      Orang yang tidak tergembala sama seperti rumah tanpa tiang, pasti roboh.

    • Suka menerima penghormatan di pasar, artinya hanya mencari ibadah pelayanan yang suasananya seperti pasar, murahan, tanpa tahbisan, tidak sesuai firman pengajaran yang benar, segala sesuatu diperbolehkan terutama boleh kawin-cerai, ramai (kesukaan daging), dan akhirnya ibadah seenaknya saja, tidak hormat pada Tuhan.

    • Suka duduk di tempat yang terdepan dalam rumah ibadat dan tempat perjamuan, artinya suka mencari perhatian, suka menonjol.
      Yang benar adalah kita duduk di mana pun harus ada tujuan rohani, yaitu untuk lebih sungguh-sungguh dalam ibadah pelayanan terutama saat mendengar firman Tuhan.

    • Suka menelan rumah janda-janda, artinya suka memperdaya orang-orang yang lemah, suka menyakiti dan menyusahkan orang lain terutama orang yang sudah susah.
      Yang benar adalah kita harus berbuat baik, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Akibatnya menerima hukuman, karena sudah merusak Bait Allah.

    Markus 12:40

    12:40. yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

  2. Ibadah pelayanan seperti janda miskin.
    Markus 12:41-44
    12:41. Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
    12:42. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
    12:43. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
    12:44. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."

    Di rumah ibadah ada peti persembahan. Ini sudah terjadi dalam zaman raja-raja di perjanjian lama.

    2 Raja-raja 12:2,5,9,12

    12:2. Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.
    12:5. baiklah para imam sendiri menerimanya, masing-masing dari kenalannya, dan memakainya untuk
    memperbaiki yang rusak pada rumah itu, di mana saja terdapat kerusakan."
    12:9. Kemudian
    imam Yoyada mengambil sebuah peti, membuat lobang pada tutupnya dan menaruhnya di samping mezbah, di sebelah kanan apabila orang masuk ke rumah TUHAN. Para imam penjaga pintu menaruh ke dalamnya segala uang yang dibawa orang ke dalam rumah TUHAN.
    12:12. kepada tukang-tukang tembok dan kepada tukang-tukang pemahat batu; mereka memakainya juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk
    memperbaiki rumah TUHAN dan bagi segala pengeluaran untuk memperbaiki rumah itu.

    Raja Yoas menerima firman pengajaran yang benar. Oleh dorongan firman pengajaran yang benar, raja Yoas dan imam Yoyada membuat peti persembahan dalam rumah Allah untuk memperbaiki rumah Allah yang rusak secara jasmani.

    Markus 12:41
    12:41. Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

    Di dalam perjanjian baru, lewat firman pengajaran Yesus berinisiatif memperbaiki Bait Allah yang rusak secara rohani, yaitu:
    • Memperbaiki ibadah pelayanan kita supaya berkenan kepada Tuhan, dan mengarah pada pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita Sorga yang siap ditampilkan dalam Wahyu 12:1.

      Ibadah pelayanan seringkali salah, sehingga merusak Bait Allah/ pembangunan tubuh Kristus, seperti ibadah pelayanan sistem Taurat di atas.

      Siapa yang boleh membangun rumah Allah yang rohani? Imam-imam dan raja-raja/ batu hidup.

      1 Petrus 2:5

      2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    • Memperbaiki kehidupan imam dan raja yang seringkali seperti janda tua dan miskin secara rohani.
      Artinya:
      1. Penuh kelemahan terutama kelemahan iman seperti rumah yang roboh, tidak teguh menghadapi angin dan gelombang, yaitu:
        1. Angin ajaran sesat yang membuat bimbang akan firman pengajaran yang benar sampai meninggalkan firman pengajaran yang benar.

        2. Angin pencobaan di segala bidang sehingga berharap pada yang lain, memakai cara sendiri di luar firman untuk menyelesaikan pencobaan, putus asa, sampai meninggalkan Tuhan.

        3. Tidak teguh menghadapi dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sehingga berbuat dosa.

      2. Kulitnya penuh dengan kerut, artinya cacat cela, tidak bisa sempurna.

      3. Mempertahankan hidup lama, tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiat daging karena menolak salib dan firman pengajaran yang benar sekalipun ia beribadah.
        Akibatnya dicap antikris dengan 666. Hidupnya seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun, menderita, tidak bahagia.

        2 Timotius 3:1-5
        3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
        3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
        3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
        3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
        3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

        Jangan mempertahankan daging! Ini yang membuat kita menderita.

      4. Janda artinya putus hubungan dengan suami.
        Secara rohani artinya putus hubungan dengan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, Imam Besar, Gembala Agung, sama dengan tidak bisa menyembah Dia.
        Akibatnya terjadi ketidakpuasan secara jasmani, dan kekeringan rohani, sehingga mencari kepuasan-kepuasan di dunia atau kepuasan dunia dibawa masuk dalam gereja Tuhan, dan akhirnya jatuh dalam dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Ini sama dengan membangun Babel untuk dibinasakan selamanya.

    Lewat firman pengajaran malam ini, Tuhan mau memperbaiki ibadah pelayanan dan kehidupan imam dan raja. Jangan sampai kita masuk dalam tanda-tanda yang dahsyat sampai penghukuman. Jangan menjadi rumah Allah dan pribadi yang rusak.

Markus 12:38
12:38. Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,

Lewat firman pengajaran yang benar, Yesus mau memperbaiki atau membangun ibadah pelayanan dan kehidupan yang rusak menjadi tubuh Kristus yang sempurna/ mempelai wanita Sorga yang siap untuk disngkirkan saat antikris berkuasa, dan diangkat saat Yesus datang kembali.

Proses Yesus memperbaiki dan membangun ibadah pelayanan dan kehidupan kita:
  1. Yesus mau merapikan ibadah pelayanan dan kehidupan imam-imam dan raja-raja. Ini sama dengan membangun dasar yang benar.
    Efesus 2:19-22
    2:19. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
    2:20. yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
    2:21. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
    2:22. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

    Dasar yang benar adalah:
    • 'dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi' = perjanjian baru dan perjanjian lama = Alkitab/ firman pengajaran yang benar, yang menyucikan kita sehingga kita bisa hidup benar dan suci.

    • Kristus Yesus sebagai batu penjuru = korban Kristus di kayu salib, sehingga Yesus bisa mencurahkan Roh Kudus kepada kita.
      1 Petrus 2: 6
      2:6. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."
      2:7. Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan."

      Roh Kudus ini yang membuat kita setia. Di atas korban Kristus, kita selalu diurapi Roh Kudus, sehingga kita bisa menjadi imam dan raja yang setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, apapun yang harus dikorbankan.

    Kalau dasar dibangun, kita akan menjadi pelayan Tuhan yang setia dan benar, seperti memakai ikat pinggang.
    Yesaya 11:5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Lukas 17:7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Memakai ikat pinggang juga berarti selalu siap sedia, dan kita sedang memberi makan minum Yesus, memuaskan Dia, dan hidup kita berkenan kepada-Nya.
    Hasilnya adalah sekalipun kita kecil tak berdaya, Tuhan mampu memelihara kehidupan jasmani kita, dan memberikan kebahagiaan Sorga.

  2. Membangun di atas dasar. Artinya menyucikan kita sampai menjadi tubuh Kristus yang sempurna.
    Kisah Rasul 20:28
    20:28. Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    20:32. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa
    membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
    20:33. Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
    20:35. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan:
    Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

    Di mana tempat membangun di atas dasar? Dalam kandang penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (ruangan suci).
    Apa yang harus disucikan? Mulai dari hati disucikan dari keinginan jahat dan najis, dan kepahitan.
    Keinginan jahat = keinginan akan uang, akar kejahatan.
    Ini yang harus disucikan, sehingga kita lebih bahagia memberi dari pada menerima, seperti janda miskin yang memberi dua peser.

    Lebih bahagia memberi daripada menerima dimulai dengan mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan. Kalau mencuri, kita akan merusak Bait Allah.
    Kemudian kita memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

    Di sini pelajaran bagi kita. Kita bisa memberi bukan karena kaya atau miskin, tetapi bergantung hati kita terikat oleh keinginan akan uang atau tidak. Kalau disucikan dari keinginan akan uang, kita pasti bisa memberi bahkan suka memberi, sampai nanti kita bisa memberikan seluruh hidup kepada Tuhan.
    • Mulai dari menyerahkan segala kekuatiran.
      Mazmur 37:5-7
      37:5. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
      37:6. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
      37:7. Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.

      1 Petrus 5:7
      5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Kita percaya sepenuh kepada Tuhan. Ini sama dengan menempatkan Yesus sebagai Kepala, Gembala, dan Imam Besar. Kita tidak ada kekuatiran, tetapi damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan sekalipun masalah belum selesai.

    • Menyerahkan hidup kepada Tuhan. Kita banyak berdiam diri di bawah kaki Tuhan, mengecilkan diri dan merendahkan diri, yaitu mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita secara jasmani dan rohani. Kita hanya berserah sepenuh pada Tuhan, bergantung pada belas kasih-Nya.

    Iman ditambah belas kasih akan menghasilkan mujizat. Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita. Tuhan bertindak atas hidup kita.

    Hasilnya:
    • Tuhan melindungi dan memelihara kita dari kesulitan dunia, sampai masa antikris berkuasa di dunia, bahkan sampai kehancuran yang melanda dunia.

    • Tangan belas kasih Tuhan menyelesaikan semua masalah yang sudah mustahil bagi kita, memberi masa depan yang berhasil dan indah.

    • Tangan belas kasih Tuhan memunculkan kita sebagai terang.
      Mazmur 37:6
      37:6. Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.

      Kita disucikan dan diubahkan sampai sama terang dengan Yesus di dalam Wahyu 12:1. Kita siap disingkrikan dan diangkat ke awan-awan yang permai.

Kegoncangan memang akan terjadi sampai munculnya antikris. Tetapi mari memperhatikan ibadah pelayanan kepada Tuhan dan kehidupan kita sebagai imam dan raja. Ibadah sistem Taurat dan kehidupan seperti janda miskin harus dirombak sampai bisa menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan. Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, biar Dia mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita. Mujizat pasti terjadi.



Tuhan memberkati.