Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Oktober 2010 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 25:31
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

Yesus tampil sebagai Raja segala raja yang bersemayam di takhta kemuliaan.
Untuk mencapai takhta kemuliaan maka Yesus harus melewati jalan kematian, kebangkitan dan kemuliaan.

1 Petrus 2:21
2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Yesus memanggil kita supaya kita mengikuti jalanNya sehingga kita juga mencapai tahta kemuliaan Tuhan.

Jalan menuju tahta kemuliaan adalah:
  1. Jalan kematian.
    Filipi 2:7-8
    2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Jalan kematian dari Yesus yaitu:
    • Yesus harus menjadi manusia yang tidak berdosa dan harus mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.
    • Yesus harus menjadi hamba yang setia dan taat sampai mati di kayu salib.
    1 Petrus 2:24
    2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Bagi kita, jalan kematian adalah mati terhadap dosa.

    1 Yohanes 1:7,9
    1:7 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Proses mati terhadap dosa yaitu mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya (terang). Maka darah Yesus aktif untuk:
    1. Mengampuni segala dosa kita, menutupi dosa-dosa sehingga tidak kelihatan lagi. Seperti tidak pernah berbuat dosa.
    2. Mencabut akar-akar dosa sehingga kita tidak berbuat dosa lagi. Terlepas dari dosa, membenci dosa, sama dengan mati terhadap dosa.
    Terutama mati terhadap 8 dosa yang langsung membawa ke neraka.

    Wahyu 21:8
    21:8 Tetapi orang-orang (1)penakut, orang-orang yang (2)tidak percaya, orang-orang (3)keji, orang-orang (4)pembunuh, orang-orang (5)sundal, (6)tukang-tukang sihir, (7)penyembah-penyembah berhala dan semua (8)pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

    Kalau kita mati terhadap 8 dosa ini, maka kita akan hidup kekal. Namun jika hidup dalam 8 dosa ini, maka akan mengalami kematian kekal. Berbuat dosa sama dengan menghina korban Kristus.

    Hanya orang yang menghargai korban Kristus yang bisa mati terhadap dosa.

  2. Jalan kebangkitan.
    Roma 4:25
    4:25 yaitu Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

    Jalan kebangkitan Yesus yaitu Yesus bangkit untuk membenarkan kita.

    1 Petrus 2:24
    2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Bagi kita, jalan kebangkitan artinya:
    1. Hidup untuk kebenaran.
      Perbuatannya benar, perkataannya benar, nikahnya benar, sampai seluruh hidupnya benar.
      Penampilan juga harus benar.

      Imamat 21:10
      21:10. Imam yang terbesar di antara saudara-saudaranya, yang sudah diurapi dengan menuangkan minyak urapan di atas kepalanya dan yang ditahbiskan dengan mengenakan kepadanya segala pakaian kudus, janganlah membiarkan rambutnya terurai dan janganlah ia mencabik pakaiannya.

      Laki-laki harus rapi rambutnya, jangan panjang seperti perempuan. Pakaian jangan memperlihatkan daging. Laki-laki jangan memakai pakaian perempuan dan perempuan jangan memakai pakaian laki-laki.

      Ulangan 22:5
      22:5. "Seorang perempuan janganlah memakai pakaian laki-laki dan seorang laki-laki janganlah mengenakan pakaian perempuan, sebab setiap orang yang melakukan hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.

      Kalau belum hidup benar, berarti belum bangkit.

    2. Mencari perkara Surga lebih dari perkara dunia.
      Kolose 3:1-2
      3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
      3:2 Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

      Ini sama dengan menjadi hamba yang setia dalam ibadah dan pelayanan.

      Matius 6:31-34
      6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
      6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
      6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
      6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

      Hasilnya:
      • Tuhan mampu memberikan semua kebutuhan hidup kita sehari-hari sampai masa depan kita, semua menjadi urusan Tuhan.
      • Kita hidup dalam ketenangan, kedamaian. Tidak ada kekuatiran.

  3. Jalan kemuliaan.
    Filipi 2:9
    2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

    Jalan kemuliaan bagi Yesus yaitu Yesus diangkat ke Surga dalam tubuh kemuliaan, menjadi Raja diatas segala raja, yang bersemayam diatas tahta kemuliaan.

    Bagi kita, jalan kemuliaan yaitu kita mengalami keubahan hidup/pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani/manusia mulia seperti Yesus.

    Proses pembaharuan/keubahan hidup (menurut tabernakel):
    1. Baptisan air (kolam pembasuhan di halaman).
      Roma 6:2, 4
      6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Pelaksanaan baptisan air yang benar yaitu setelah mati terhadap dosa, kita dikuburkan bersama Yesus dalam baptisan air dan kita bangkit dalam hidup yang baru.

      1 Petrus 3:20-21
      3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      Hidup baru yaitu memiliki hati nurani yang baik.

      Hasilnya: Tuhan menjadikan semuanya baik. Hati nurani yang baik merupakan landasan yang kuat untuk Tuhan menjadikan semuanya baik meski ditengah air bah. Tuhan sanggup menjadikan apa yang sudah hancur menjadi baik asalkan hati nurani kita baik.

    2. Doa penyembahan (mezbah dupa emas di ruangan suci).
      Matius 17:1-2
      17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
      17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

      Lewat doa penyembahan, kita mengalami perobekan daging/pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani. Pembaharuan hati/wajah menjadi bercahaya seperti matahari, hati yang lembut, hati yang penuh kasih Allahsehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu, mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai bisa mengasihi musuh.

      Bukti mengasihi Tuhan adalah taat pada firman.

      Matius 5:43-45
      5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
      5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
      5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

      Kasih matahari ditengah mendung akan menghasilkan pelangi kemuliaan Tuhan yang menjadikan semua indah pada waktunya.

    3. Percikan darah (ruangan maha suci).
      Percikan darah/sengsara tanpa dosa merupakan pembaharuan yang terakhir, pembaharuan Yerusalem Baru.

      Wahyu 21:5, 9-11
      21:5 Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
      21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
      21:10 Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.
      21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

      Yaspis artinya kerinduan. Hati seperti permata Yaspis yaitu hati yang rindu dan berkobar-kobar untuk beribadah melayani Tuhan.Hati yang rindu untuk menjadi mempelai wanita Tuhan, sekalipun sekarang masih banyak kelemahan dan dosa. Jangan tinggal dalam kelemahan dan dosa. Jangan kecewa/putus asa menghadapi kelemahan dan dosa. Biarlah kita bertahan, memiliki kerinduan untuk menjadi sempurna seperti Tuhan.

      Jernih seperti kristal sama dengan jujur.

      Jujur dalam hal pengajaran (dalam hal Tuhan).
      Titus 2:7
      2:7 dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,

      Jujur dalam hal nikah. Jujur dalam keuangan.
      Ibrani 13:4-5
      13:4 Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur,sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
      13:5 Janganlah kamu menjadi hamba uangdan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

      Jika jujur dalam 3 hal ini maka bisa diharapkan jujur dalam segala hal.

      Maka Tuhan tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita. Tuhan selalu memperhatikan kita, bergumul bersama kita, Tuhan selalu beserta kita.

      Hasilnya:
      1. Tuhan mampu memelihara dan melindungi kehidupan kita sekalipun kita tidak berdaya.
        Kejadian 28:15, 20-22
        28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
        28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
        28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
        28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

        Perpuluhan merupakan pengakuan bahwa kita diberkati oleh Tuhan, bahwa Tuhan beserta kita.

        Jika mencuri perpuluhan, itu sama dengan meninggalkan Tuhan, dan Tuhan akan meninggalkan dia.

      2. Tuhan mampu menolong kita dari segala masalah/pencobaan sampai yang mustahil sekali pun.
        Ibrani 13:5b-6
        13:5b ...Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
        13:6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"

        Tuhan mampu menolong/mengangkat kita dari kejatuhan-kejatuhan dalam dosa, memulihkan hidup kita, asalkan kita jujur.

      3. Tuhan mampu menyelesaikan semuanya.
        1 Tawarikh 28:20
        28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

        Tuhan mampu memakai kita dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus dan Tuhan mampu menyelesaikan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja segala raja, Mempelai Laki-laki Surga.

Tuhan memberkati.