Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Februari 2018 (Kamis Sore)

Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Medan

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Perjamuan Kawin Anak Domba adalah firman Allah yang benar, yang tidak bisa dihalangi/ digagalkan oleh apa pun.

Matius 22:23
22:23 Pada hari itu datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:

Tetapi ada ajaran Saduki, yaitu ajaran sesat yang mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati.

Kisah Rasul 23:8
23:8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Tidak ada malaikat atau roh = menolak kuasa kebangkitan Yesus.
Akibatnya:
  1. Memicu manusia, termasuk hamba Tuhan/ pelayan Tuhan untuk hidup seperti binatang buas, hanya mengikuti hawa nafsu/ keinginan/ naluri daging, sehingga berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Atau tidak berbuat dosa tetapi menyetujui.
    1 Korintus 15:32
    15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".

  2. Lidah buas (bersungut-sungut, gosip, fitnah, hujat).
    Bilangan 14:1-2,29
    14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.
    14:2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!
    14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

    Dari bintang menjadi binatang (disebutkan sebagai "bangkai"), sehingga masuk kebinasaan selamanya.
Matius 22:29-30
22:29 Yesus menjawab mereka: "Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
22:30 Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.

Jika kita menerima dan mengalami kuasa kebangkitan Roh Kudus, mulai sekarang kita hidup seperti malaikat di Sorga.

Wahyu 7:11-12
7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
7:12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"

Praktek hidup seperti malaikat adalah banyak tersungkur di hadapan takhta Allah untuk menyembah Tuhan, sama dengan selalu berada di bawah kaki Tuhan untuk menyembah Tuhan. Inilah tempat terendah, tapi kita akan mengalami kuasa yang tertinggi.

1 Korintus 15:25-26
15:25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
15:26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

Kuasa kebangkitan adalah untuk mengalahkan musuh-musuh, sampai mengalahkan maut.

Yohanes 11:32
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Contohnya adalah Maria yang selalu berada di bawah kaki Tuhan.
Ada 3 tingkatan tersungkur di bawah kaki Tuhan:
  1. Tersungkur di bawah kaki Tuhan untuk terus mendengar dan taat dengar-dengaran pada perkataan Yesus.
    Lukas 10:39,42
    10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
    10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."


    Perkataan Yesus adalah firman yang dibukakan rahasianya lewat ayat menerangkan ayat dalam Alkitab, atau firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua atau Kabar Mempelai.
    Hasilnya adalah:
    • Hidup dalam kesucian.
    • Tuhan menjadikan semua baik, bahkan terbaik dalam hidup kita [Lukas 10:42].
    • Tidak mengalami maut, melainkan hidup kekal selamanya. Inilah bagian terbaik yang tidak bisa diambil.
      Yohanes 8:51
      8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
    Hati-hati, saat pemberitaan firman pengajaran yang benar, maut bekerja secara terselubung lewat hati yang keras, yaitu mengantuk, bosan, bersungut, selalu mengelak (seperti Yudas, sehingga dosa bertimbun-timbun sampai pecah perutnya), sampai menolak firman (seperti Herodes).

  2. Maria tersungkur di bawah kaki Yesus untuk meminyaki kaki Yesus dengan minyak narwastu untuk penguburan.
    Yohanes 12:3-7
    12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
    12:4 Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:
    12:5 "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:6 Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.
    12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.


    Penguburan = pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang terakhir, kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
    Syaratnya:
    • Mempersembahkan minyak narwastu yang mahal.
      1 Petrus 1:18-19
      1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
      1:19 melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.


      Yaitu kehidupan yang sudah ditebus oleh darah Yesus yang mahal, darah Anak Domba.
      Lepas dari dosa = mahal di hadapan Tuhan.
      Berbuat dosa = murahan, tidak berharga di hadapan Tuhan.
      Setelah dilepaskan dari dosa, kita harus tergembala, terikat kepada Tuhan.

    • Melayani sesuai dengan karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan.

    • Mempersembahkan, bukan mencari atau meminta sesuatu yang jasmani, apalagi mencuri.
      Mulai dengan mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan. Kita bisa mempersembahkan waktu, tenaga, uang, pikiran, sampai seluruh hidup (300 dinar = upah 1 tahun).

    • Menyeka dengan rambut, artinya menanggalkan kebanggaan-kebanggaan, tidak merasa berjasa (tapi merasa berhutang kepada Tuhan).
      Kita merasa tidak layak sehingga selalu bersyukur jika bisa dipakai oleh Tuhan.
    Hasilnya:
    • Kita bisa mempersembahkan bau harum Kristus lewat Kabar Baik dan Kabar Mempelai.
    • Di mana Injil berada, di situ kita berada. Artinya kita disertai oleh Tuhan.
      Markus 14:9
      14:9 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

      Yohanes 12:26
      12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

    Dalam pelayanan, maut bekerja secara terselubung, yaitu ada dosa mencuri. Mulai dari mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus), tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan seperti Yudas.

  3. Puncak tersungkur di kaki Tuhan yaitu menyembah Tuhan, seperti malaikat di Sorga.
    Yohanes 11:31-32
    11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
    11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."


    Dalam doa penyembahan, maut bekerja terang-terangan, yaitu dalam wujud Lazarus mati 4 hari. Artinya:
    • Kebusukan dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
    • Kehancuran nikah dan buah nikah, kehancuran pelayanan.
    • Kemustahilan.
    • Kebinasaan.
    Ada 2 sikap menghadapi lembah maut:
    • Meratap = menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan.

    • Tersungkur di bawah kaki Tuhan, menyembah Tuhan dengan hancur hati, mengaku hanya debu tanah liat, tidak layak, tidak mampu, tidak berharga. Ini merupakan tangisan iman.
      Tuhan ijinkan lembah maut/ mendung tebal/ percikan darah supaya kita bisa tersungkur di bawah kaki Tuhan.

      Yohanes 11:33-35
      11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
      11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
      11:35 Maka menangislah Yesus.

      Maka Tuhan juga menangis dan berbelas kasihan atas hidup kita. Ini merupakan tangisan kasih.

      Iman + kasih = mujizat. Yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Hasilnya:
    • Kasih melekat. Kita tidak bisa terpisah dari Tuhan oleh apa pun juga.
      Roma 8:35-36
      8:35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
      8:36 Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."


    • Kasih berdaulat, tidak bisa dikalahkan oleh apa pun. Kita menjadi lebih dari pemenang.
      Roma 8:37
      8:37 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

    • Kasih mengikat, menyatukan, menyempurnakan, sampai kita layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
      Kolose 3:14
      3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.


Tuhan memberkati.