[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juli 2009 (Kamis Sore)

Matius 24:32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL (nubuat ke-6)
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
  1. Zaman Allah Bapa = menampilkan pohon ara di taman Eden.
  2. Zaman Allah Anak = menampilkan pohon ara di pinggir jalan.
  3. Zaman Allah Roh Kudus = menampilkan nubuat tentang pohon ara.
AD. 3. NUBUAT TENTANG POHON ARA
Ini menunjuk pada Israel, sudah ada tanda-tanda untuk berbuah, rantingnya sudah melembut, yang menunjuk pada 2 hal:
  1. Israel yang sudah merdeka pada 1947 (secara jasmani).
  2. Israel yang masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir (secara rohani) = lawatan Tuhan yang terakhir bagi Israel untuk menyelamatkan sebagian besar Israel.
    Kalau lawatan ini ditolak, maka akan binasa untuk selamanya.
Kegerakan hujan akhir adalah kegerakan dalam firman pengajaran. Kegerakan dalam Taurat dan dalam firman penginjilan sudah mereka tolak. Kegerakan terakhir dalam Injil Kemuliaan Kristus, firman pengajaran yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja, sebagai Mempelai Pria Sorga, inilah yang akan melembutkan Israel.

Kapan terjadinya lawatan terakhir ini?
Kejadian 45:6-7, pada saat terjadi kelaparan, Tuhan memakai Yusuf untuk menyelamatkan sebagian besar Israel.
Jadi, kegerakan Roh Kudus hujan akhir terjadi saat kelaparan rohani melanda gereja Tuhan.

Wahyu 3:15-17, keadaan gereja Tuhan akan banyak seperti sidang jemaat Laodikia yang lapar rohani, sehingga suam-suam, pingsan.
Tanda gereja Tuhan yang pingsan adalah hanya puas atau menggembar-gemborkan perkara-perkara jasmani, tetapi tidak mengutamakan firman pengajaran.
Akibatnya adalah diludahkan oleh Tuhan, artinya tidak memuaskan Tuhan, bahkan menjijikkan di hadapan Tuhan.

Setelah 2 tahun kelaparan (masih ada 5 tahun kelaparan), Yusuf tampil dipakai Tuhan untuk mengumpulkan gandum (firman Tuhan).
Ini ada kesamaan dengan kitab Wahyu, yang juga memakan waktu 7 tahun.
Dalam Wahyu 2-3 adalah 2 tahun.
Sesudah itu, Wahyu 6-19 adalah 5 tahun.

Wahyu 2-3 --> penyucian bangsa Kafir (keledai).
Wahyu 6-19 --> terjadi 2 macam kegerakan, yaitu:
  1. Wahyu 6:1-2, kegerakan kuda putih = kegerakan dalam firman pengajaran yang benar, kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Habakuk 3:8-9,11.
    Busur --> Alkitab.
    Anak panah --> ayat-ayat Alkitab
    Anak panah yang dipanahkan --> firman yang dibukakan rahasianya, ayat menerangkan ayat, itulah firman pengajaran yang benar.
    Cahaya anak panah = cahaya Injil Kemuliaan Kristus (2 Korintus 4:3-4).

  2. Kegerakan penghukuman Allah (3x7 hukuman).
    7 materai = penghukuman Allah Roh Kudus.
    7 sangkakala = penghukuman Anak Allah.
    7 malapetaka/cawan/bokor = penghukuman Allah Bapa.

    Supaya tidak masuk kegerakan penghukuman Allah Tritunggal, maka kita harus masuk kegerakan kuda putih, kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Tetapi dari 7 tahun dalam Kitab Wahyu ini, juga dibagi 2 bagian, masing-masing 3.5 tahun.
Wahyu 2-3, Wahyu 6-12 --> 3.5 tahun pertama.
Wahyu 12-19 --> 3.5 tahun kedua (antikris).

Dalam 3.5 tahun pertama, kegerakan kuda putih adalah 2 tahun pertama (Wahyu 2-3), sisanya 1.5 tahun (Wahyu 6-12) itulah waktunya mencapai Israel, waktu yang benar-benar singkat seperti kilat yang memancar.

Kalau dulu, saat terjadi kelaparan Yusuf yang dipakai menyelamatkan Israel.
Sekarang, saat terjadi kelaparan di dunia ini, Tuhan memakai bangsa Kafir (keledai) dalam kegerakan hujan akhir, untuk menyelamatkan sebagian besar Israel, sehingga Israel dan Kafir menjadi satu (Wahyu 12:1).

Wahyu 12:14.
Setelah Israel dan Kafir menjadi satu Mempelai Wanita yang tak bercacat cela, mereka akan diberi sayap burung nazar, untuk disingkirkan ke padang belantara selama 3.5 tahun, jauh dari antikris (yang berkuasa pada 3.5 tahun kedua). Sesudah itu baru Wahyu 19, siap diangkat ke awan-awan yang permai untuk bertemu Tuhan selama-lamanya.

Markus 11:1-2, syarat keledai dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir:
Harus tertambat pada pokok anggur yang benar, pada firman pengajaran yang benar (Kejadian 49:11).
Dalam perjodohan, dalam penggembalaan, jangan sembarang menambatkan hati. Harus menambatkan hati karena firman pengajaran yang benar!
Penggembalaan adalah tempat transit kita di dunia menuju Yerusalem Baru.

Dalam penggembalaan ini, kita mengalami penyucian secara intensif, terus-menerus (Kejadian 49:11), sampai penyucian terakhir di Wahyu 2-3, untuk dipakai masuk dalam kegerakan di Wahyu 6, sampai tampil menjadi Mempelai Wanita Tuhan di Wahyu 12:1.

Apa yang harus disucikan?
  1. Kejadian 16:12, perbuatan-perbuatan daging.
    Galatia 4:28-30, perbuatan daging adalah:
    • Mencampuradukkan yang rohani dengan yang duniawi. Seringkali sekarang ibadah dibuat sistem dunia supaya menarik banyak orang, supaya menarik keuntungan jasmani.
    • Menganiaya, membenci, memfitnah, dll, sampai benar-benar membunuh seperti antikris.

  2. Markus 11:9, perkataan jangan lagi ada dusta, melainkan bersaksi dan menyembah Tuhan.

  3. Markus 11:3, tabiat bangsa Kafir, yaitu:
    • Kepentingan diri sendiri (Filipi 2:21,4).
      Pelayanan kita hari-hari ini jangan untuk kepentingan diri sendiri, tetapi untuk kepentingan Yesus dan sesama.
      Abraham diminta mempersembahkan Ishak yang merupakan anak satu-satunya, hasilnya adalh Yehova Jireh, Allah yang menyediakan segala sesuatu.

      Tuhan tidak akan pernah menipu kalau kita mau mengutamakan kepentingan Tuhan dan sesama. Tuhan yang akan menyediakan segala sesuatu untuk kepentingan kita.

    • Egois (Yakobus 3:14-16).
      Kalau ada egois, pasti akan rusuh, cemar, kacau. Dan pasti akan menimbulkan perbuatan-perbuatan jahat, sampai menyangkal Tuhan.

    • Kekuatiran (Markus 11:7-8).
      Tabiat Kafir itu selalu kuatir apa yang dimakan dan dipakai, ini harus disucikan. Seringkali kuatir akan hidup sehari-hari dan kuatir akan masa depan. Kalau bangsa Kafir tetap kuatir = menolak untuk ditunggangi Tuhan, dan pasti akan ditunggangi Bileam, mengarah pada upah yang jasmani dan kutukan, berakhir pada kebinasaan (2 Petrus 2:15-16).

      Kalau sudah disucikan dari kekuatiran, maka kita akan bisa lebih bahagia memberi daripada menerima, ini yang akan dipakai dalam kegerakan hujan akhir. Dia akan bisa memberi perkara yang jasmani (waktu, tenaga, uang, pikiran, dll), sampai bisa mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan = mau ditunggangi Tuhan. Maka Tuhan juga akan mempercayakan diriNya pada kita, Tuhan akan bertanggung jawab atas hidup kita.

      Kalau Tuhan belum menolong kita, Tuhan mau mengajar kita untuk bisa percaya pada Tuhan.

      Yohanes 7:5-6, saat Tuhan belum menolong, Tuhan sedang menunggu penyerahan diri kita sepenuh kepada Tuhan.

      Praktek menyerahkan diri sepenuh kepada Tuhan:
      1. Roma 4:19-21, tidak ada kebimbangan sedikitpun sekalipun mata melihat kemustahilan, tetapi tetap yakin bahwa Tuhan sanggup menyatakan janjiNya.

      2. Yakobus 5:10-11, sabar dan tekun dalam penderitaan (jangan mengomel dan bersungut), sabar dalam menanti waktunya Tuhan, tekun dalam 3 macam ibadah, tekun dalam berdoa dan berpuasa, maka tangan Tuhan yang penyayang dan penuh belas kasihan akan diulurkan untuk menolong kita, bahkan Ayub dipulihkan 2 kali lipat.

      3. Daniel 3:16-18,25, menyembah Tuhan, sekalipun Tuhan tidak menolong, maka hasilnya adalah Tuhan beserta dengan kita, dan kemuliaan Tuhan sanggup menolong dan mengubahkan kita, sampai sama mulia dengan Dia, ditunggangi oleh Tuhan, di mana Tuhan berada di situ kita berada.
Tuhan memberkati.