[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Agustus 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11: 15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang terakhir.

Sangkakala ketujuh menampilkan tiga hal:
  1. Ayat 15-17 = pribadi Yesus yang datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menegakkan kerajaan Sorga di bumi, itulah kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru selamanya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2020 sampai Ibadah Raya Malang, 02 Agustus 2020).

  2. Ayat 18 = murka Allah atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Agustus 2020).

  3. Ayat 19 = tabut perjanjian, gereja yang sempurna, mempelai wanita Sorga.

ad. 2.
Wahyu 11:18
11:18. dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orang-orang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi."

Sangkakala ketujuh menampilkan pribadi Yesus sebagai hakim yang adil untuk menyatakan keadilannya, yaitu:
  • Menghukum dunia beserta dengan orang-orang yang layak dihukum lewat tiga kali tujuh penghukuman, kiamat, sampai neraka selamanya.
  • Memberi upah kepada orang-orang yang layak menerimanya.

Siapa yang layak untuk menerima upah dari Tuhan?
  1. 'hamba-hamba-Mu' = hamba Allah (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Agustus 2020 sampai Ibadah Doa Malang, 13 Agustus 2020).

  2. 'nabi-nabi' = kehidupan yang mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2020).

  3. 'orang-orang kudus' = menjadi orang kudus.

ad. 3.
Pengertian dari orang-orang kudus:
  1. Bangsa kafir yang berdosa, yang dipanggil oleh Tuhan dan dijadikan orang-orang kudus. sama dengan menerima panggilan dan pilihan Tuhan.
    Roma 1:6-7
    1:6. Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.
    1:7. Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Allah, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.

    Roma adalah bangsa kafir.

    Kisah Rasul 19:1-6

    19:1. Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
    19:2. Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
    19:3. Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
    19:4. Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
    19:5. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
    19:6. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.

    Prosesnya:
    • Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat. Kalau bimbang, berarti gugur dari iman.

    • Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan, mati terhadap dosa-dosa.
      Iman adalah rem supaya kita tidak berbuat dosa.

    • Baptisan air yang benar, seperti Yesus dibaptis.
      Roma 6:4
      6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Baptiran air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, mati terhadap dosa, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit keluar dari dalam air bersama Yesus, sehingga mendapatkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran. Semua aspek hidup harus benar.

      Tadinya bangsa kafir tidak ada kaitan dengan Sorga, tetapi setelah baptisan air, maka langit terbuka, dan kita menerima hidup baru.

    • Baptisan Roh Kudus.
      Matius 3:16
      3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

      Salah satu tanda kepenuhan Roh Kudus adalah berbahasa roh seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus.
      Tetapi ada juga yang mengalami urapan Roh Kudus sekalipun belum dipenuhi.

      Kepenuhan atau urapan Roh Kudus mendorong kita untuk tekun dalam Ibadah Raya (pelita emas). Kita bersekutu dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-karunia-Nya.

    Kegunaan Roh Kudus:
    • Menyucikan bangsa kafir dari tabiat anjing dan babi.
      Anjing menjilat muntah = perkataan sia-sia yang diulang-ulang. Kita disucikan oleh Roh Kudus menjadi perkataan benar, suci, dan baik.
      Babi dimandikan kembali lagi ke kubangan = perbuatan dosa sampai puncaknya dosa yang diulang-ulang. Disucikan sehingga menjadi perbuatan benar, suci, dan baik, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Roma 15:16
      15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

      'bangsa-bangsa bukan Yahudi' = bangsa kafir.
      Tadinya bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi yang tidak bisa dipersembahkan kepada Tuhan.
      Oleh karena itu kita harus tekun dalam ibadah raya. Kalau tidak, Roh Kudus akan pergi.

      Setelah kita dipanggil oleh Tuhan, hidup benar, dan diurapi Roh Kudus, jangan kembali lagi menjadi anjing dan babi. Harus tetap tekun dalam ibadah raya, supaya Roh Kudus terus ditingkatkan sampai kita mengalami penyucian.

      Jika kita terlepas dari tabiat anjing dan babi, kita akan menjadi dombanya Tuhan yang digembalakan, bukan liar. Kita bisa taat dengar-dengaran pada suara gembala, sehingga kita bisa hidup dalam kesucian/ hidup dalam terang, tidak ada yang disembunyikan, bagaikan pelita yang menyala.

      Inilah yang disebut dengan orang-orang kudus.

    • Memberikan karunia-karunia Roh Kudus kepada orang kudus.
      Karunia Roh Kudus adalah kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan dari Tuhan.

      Efesus 4:11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Ayat 11 = lima jabatan pokok, bisa dijabarkan jadi pemain musik, tim doa dan sebagainya.
      Yesus Anak Allah memberikan jabatan pelayanan sehingga bangsa kafir yang mempunyai karunia dan jabatan diangkat menjadi imam dan raja/ pelayan Tuhan yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Tidak ada kegelapan dan kebusukan lagi, tetapi kita berbau harum mulai dari nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan. Kita membawa bau harum Kristus di mana-mana dan pelita tetap menyala.

  1. Imam/ pelayan Tuhan dari bangsa kafir yang mempunyai iman dan ketabahan dalam menghadapi kegoncangan apapun sampai zaman antikris.
    Wahyu 13:10
    13:10. Barangsiapa ditentukan untuk ditawan, ia akan ditawan; barangsiapa ditentukan untuk dibunuh dengan pedang, ia harus dibunuh dengan pedang. Yang penting di sini ialah ketabahan dan iman orang-orang kudus.

    Mempunyai iman berarti ada kaitan dengan firman Allah. Dalam Tabernakel ditunjukkan dengan alat meja roti sajian, artinya ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.

    Proses dari bangsa kafir untuk memiliki iman dan ketabatahan:
    • Kita harus memiliki iman yang benar.
      Roma 10:17
      10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Iman yang benar berasal dari mendengar firman Kristus/ firman yang diurapi Roh Kudus/ firman Allah yang dibukakan rahasianya oleh Roh Kudus, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab (firman pengajaran yang benar).

      Jangan mau mendengar yang tidak benar! Jangan mengantuk saat mendengar firman! Perhatikan apa yang didengar dan cara mendengar! Yang didengar harus benar, dan kita harus mendengar dengan sungguh-sungguh.

      Bukti memiliki iman yang benar:
      1. Tegas untuk membedakan antara firman pengajaran yang benar dan ajaran asing termasuk suara daging.
      2. Tegas membedakan segala sesuatu yang benar dan tidak benar.

      Kalau sudah tegas, kita akan merasa asing terhadap ajaran yang tidak benar termasuk suara daging. Kita lari dari sesuatu yang tidak benar.
      Kalau tidak tegas, kita akan menghujat ajaran yang benar.

      Hosea 8:12,1

      8:12. Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku, itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing.
      8:1. Tiuplah sangkakala! Serangan laksana rajawali atas rumah TUHAN! Oleh karena mereka telah melangkahi perjanjian-Ku dan telah mendurhaka terhadap pengajaran-Ku.

      Waspada! Jika iman tidak benar, yaitu iman karena melihat perkara jasmani, kita tidak akan tegas untuk membedakan firman pengajaran yang benar dan tidak benar, dan segala sesuatu yang benar dan tidak benar, sehingga merugikan tubuh Kristus.

      Permulaan tersesat adalah menganggap semua ajaran sama.
      Akibatnya adalah tertipu dan merasa asing terhadap pengajaran yang benar, tidak bergairah bahkan mencemooh, menghujat, sampai menolak pengajaran yang benar, menjadi sama dengan antikris. Ia terasing dari tubuh Kristus karena imannya yang salah.

    • Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.
      Lewat ibadah pendalaman Alkitab, kita mendengar firman pengajaran yang benar, yang diperdalam dan diulang-ulang, dan ditambah perjamuan suci.

      Apa gunanya?
      1. Untuk memberi kepastian, sama dengan meneguhkan iman kita, sehingga kita tidak diombang-ambingkan oleh angin pencobaan, ajaran palsu dan suara daging.
        Filipi 3:1b-2
        3-1b. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu.
        3:2. Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu,

        Iman yang teguh artinya selalu memandang Tuhan/ firman pengajaran yang benar sekalipun harus bertentangan dengan banyak orang, dan memandang korban Kristus. Inilah kekuatan kita.

      2. Memberi kesempatan untuk praktik firman, sehingga firman dan perjamuan suci mendarah daging dalam kehidupan kita. Kita tahan uji menghadapi angin gelombang apa pun juga sampai zaman antikris. Kita tidak pernah kecewa dan putus asa.

        1 Petrus 1:6-7
        1:6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
        1:7. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

        Tahan uji atau tabah sama dengan bahagia dan mengucap syukur saat menghadapi pencobaan, tidak ada kesusahan, berarti air mata dihapuskan, sampai nanti tidak ada setetes pun air mata.

  2. Pelayan Tuhan yang banyak berdoa dan menyembah Tuhan dalam kesucian. Kita menaikkan dupa harum sampai di takhta Tuhan.
    Wahyu 8:1-4
    8:1. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.
    8:2. Lalu aku melihat ketujuh malaikat, yang berdiri di hadapan Allah, dan kepada mereka diberikan tujuh sangkakala.
    8:3. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
    8:4. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

    'mezbah dengan sebuah pedupaan emas' = Mezbah dupa emas = ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.

    Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan, hawa nafsu, dan tabiatnya, sehingga kita mengalami pembaharuan dari manusia daging yang hina menjadi manusia rohani yang berharga seperti Yesus.

    Tanda manusia baru adalah tenang/ damai sejahtera di tengah angin dan gelombang apa pun juga ('sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya').

    Wahyu 8:5

    8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

    Ini adalah suasana takhta/ suasana pertemuan antara Mempelai Pria Sorga dengan mempelai wanita Sorga, atau mempelai wanita sorga menempatkan Mempelai Pria Sorga sebagai kepala yang bertanggung jawab atas hidup kita sampai mati di bukit Tengkorak.

    Suasana ketenangan/ suasana takhta Sorga bisa kita temukan dalam kandang penggembalaan/ ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Kita menempatkan Yesus sebagai Kepala, Gembala, dan Mempelai Pria Sorga.

    Bukti hidup dalam ketenangan/ damai:
    • Berdamai/ menyelesaikan dosa lewat saling mengaku dan mengampuni, sehingga darah Yesus membasuh dosa-dosa kita, dan jangan berbuat dosa lagi. Kita hidup benar dan suci. Kita tidak tertuduh dan menuduh.

      Selama ada dosa, tidak akan bisa tenang.
      Menghadapi apa pun, kita harus tenang dulu, yaitu berdamai lebih dulu.

    • Tidak ada kekuatiran/ ketakutan, tetapi memiliki keberanian percaya kepada Tuhan.

    • Menjadi sama seperti anak yang disapih, yaitu selalu berusaha untuk dekat pada Tuhan.
      Mazmur 131:1-3
      131:1. Nyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak tinggi hati, dan tidak memandang dengan sombong; aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.
      131:2. Sesungguhnya, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku; seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya, ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.
      131:3. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel, dari sekarang sampai selama-lamanya!

      Anak disapih artinya sekonyong-konyong kehilangan sumber hidupnya. Saat itu, mari berusaha mendekat pada Tuhan. Kita tidak bergantung pada dunia lagi. Inilah suasana takhta Sorga.

    Yesaya 6:1
    6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

    Suasana takhta Sorga adalah Tuhan duduk di takhta. Kita merasakan hadirat Tuhan lewat kuasa ujung jubah-Nya.
    Hasilnya:
    • Bangsa kafir bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua, tidak mau terpisah dari Dia sekalipun kita hanya tanah liat, domba sembelihan, dan anak yang disapih.
      Zakharia 8:23
      8:23. Beginilah firman TUHAN semesta alam: "Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!"

      Hari-hari ini buktikan bahwa kita mengasihi Tuhan lebih dari semua.
      Kita juga mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kalau berbuat jahat pada sesama, itu berarti kita sudah terpisah dari Tuhan dan maut datang.

    • Kuasa ujung jubah memenuhi Bait Suci, artinya kita mengalami kuasa perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib, mulai sekarang sampai masa antikris berkuasa di dunia.
      Yesaya 6:1
      6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

      Pada saat antikris berkuasa, kita disingkirkan ke padang gurun dan dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman dan perjamuan suci.

    • Kuasa pertolongan dari Tuhan untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil, kehancuran nikah dan buah nikah, perpecahan dalam penggembalaan, dan sebagainya.
      Matius 9:20
      9:20. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.

    • Kuasa Tuhan untuk menjadikan semua indah pada waktunya.
      Keluaran 28:33
      28:33. Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,

      Tidak ada lagi kehancuran, kebusukan, dan kegagalan.
      Kita terang dan harum pada waktunya, bahagia sampai tidak ada setetes pun air mata, dan terakhir semua indah pada waktuNya. Sampai kalau Tuhan datang kembali, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia. Kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali.


Tuhan memberkati.