[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Mei 2017 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 6 dalam susunan tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah.

Bilangan 17:5-8

17:5 Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi."
17:6 Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu.
17:7 Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan TUHAN dalam kemah hukum Allah.
17:8 Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.

Ibrani 9:4

9:4 Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

Tongkat adalah sebatang kayu kecil dan mati. Kayu menunjuk manusia daging. Sehebat apa pun manusia daging, tanpa Roh Kudus, hanya kecil, rapuh, tidak berdaya, kering rohani, mati rohani sampai binasa. Tanda manusia daging:
  1. Selalu bersungut-sungut, kecewa, putus asa, sampai tinggalkan Tuhan jika menghadapi masalah. Gampang bangga jika berhasil/ sukses.
  2. Enjoy/ senang hidup dalam dosa, tidak mau lepas dari dosa sampai puncaknya dosa.

Ada 12 tongkat dari 12 suku Israel, tetapi hanya tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah. Harun dari suku Lewi, menunjuk imam.
Jadi seorang imam harus selalu diurapi Roh Kudus sehingga kuat dan hidup secara rohani, untuk mencapai hidup kekal. Tandanya:
  1. Selalu mengucap syukur kepada Tuhan, tidak bersungut/ kecewa/ putus asa menghadapi apa pun.
  2. Selalu hidup benar dan suci.

Aktifitas Roh Kudus dalam kehidupan kita:
  1. Di padang gurun dunia, daerah terhilang, di luar tabernakel.
    Roh Kudus menuntun kita dari padang gurun untuk masuk halaman tabernakel lewat pintu gerbang yaitu lewat percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat.

    Keluaran 27:13

    27:13 Lebar pelataran itu, yaitu bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta,

    Pintu gerbang terletak pada lebar tabernakel yang ukurannya 50 hasta. Angka 50 = pentakosta/ Roh Kudus. Jadi hanya lewat pertolongan Roh Kudus maka manusia daging bisa percaya kepada Yesus yang mati di kayu salib, sekalipun tidak melihat, sehingga diselamatkan dan diberkati.
    Jika tanpa Roh Kudus, manusia daging tidak bisa percaya Yesus, menolak Yesus, sekalipun sudah melihat. Contoh: salah satu penjahat yang disalib di sebelah Yesus.
     
  2. Di halaman kerajaan Surga, daerah urapan Roh Kudus, daerah kebenaran.
    Urapan Roh Kudus membawa kita pada 2 alat di halaman tabernakel:
    1. Mezbah korban bakaran = bertobat.
    2. Kolam pembasuhan = baptisan air, lahir baru.

    Yohanes 16:7-8
    16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
    16:8 Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

    Roh Kudus menyadarkan kita akan dosa sehingga bisa menyesal dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi, sama dengan bertobat.

    Kisah Rasul 8:35-39

    8:35 Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
    8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
    8:37 (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")
    8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
    8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

    Pemberitaan firman yang benar dan urapan Roh Kudus mendorong kita untuk masuk baptisan air yang benar.
    Baptisan air yang benar = melakukan kehendak Tuhan, sesuai kehendak Tuhan (Alkitab). Seperti Yesus dibaptis, kita dibaptis. Orang yang mati terhadap dosa (bertobat) harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan keluar dari dalam air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru, hidup dalam kebenaran.

    Yohanes 16:13

    16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

    Semua aspek hidup kita harus benar. Hasilnya adalah selamat dan diberkati oleh Tuhan.

  3. Pintu kemah = kepenuhan Roh Kudus.
    Kisah Rasul 2:4
    2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

    Tanda kepenuhan Roh Kudus:
    1. Berbahasa Roh seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus.
    2. Bisa berseru "ya Abba, ya Bapa".
      Roma 8:15
      8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

      Artinya jujur. Jika 'ya' katakan 'ya', jika 'tidak' katakan 'tidak'. Mulai dengan jujur dalam pengajaran sampai jujur dalam segala hal. Taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
      Jujur dan taat sama dengan menjadi rumah doa, menaikkan dupa yang harum di hadapan Tuhan. Kita mengalami kebahagiaan Surga.

  4. Pelita emas.
    Artinya:
    1. Roh Kudus menolong kita untuk bersaksi tentang 2 hal:
      • Bersaksi tentang Kabar Baik/ firman penginjilan kepada orang-orang berdosa supaya percaya kepada Yesus sehingga diselamatkan dan diberkati oleh Tuhan. Praktiknya adalah hidup benar.
        Jika bersaksi tanpa hidup benar, maka akan menjadi batu sandungan, sampai kehilangan keselamatan.
      • Bersaksi tentang Kabar Mempelai, firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk menyucikan dan menyempurnakan orang-orang yang sudah selamat. Praktiknya adalah hidup suci.
        Jika bersaksi tanpa hidup suci, seperti Petrus menggunakan pedang dengan emosi untuk memotong telinga Malkhus, menjadi batu sandungan, memecah-belah tubuh Kristus.

      Pelita emas dibentuk dengan tempaan. Artinya, jika kita mau menjadi saksi Tuhan, diperlukan banyak pengorbanan. Semua harus dikorbankan (waktu, tenaga, pikiran, uang, dll) kecuali firman pengajaran benar (pribadi Yesus) jangan dikorbankan.

      Yohanes 15:25 - 16:2

      15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
      15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."
      16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
      16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.

      Pada akhir jaman, kita menghadapi kebencian tanpa alasan, kesulitan, aniaya, sampai pembunuhan. Roh Kudus memberikan penghiburan, kekuatan baru sehingga kita bisa bersaksi saat menghadapi apa pun juga. Jika tidak bersaksi, akan menjadi pendakwa, sampai menyangkal Tuhan.

    2. Roh Kudus menolong kita untuk bertekun dalam ruangan suci (kandang penggembalaan). Kita bisa tergembala dengan benar dan baik, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:
      • Pelita emas, ketekunan dalam kebaktian umum, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-karunia Roh Kudus. Kebaktian persekutuan merupakan tempat persemaian yang subur bagi karunia-karunia Roh Kudus. Jika kita tekun, karunia makin ditambahkan, sampai karunia permanen menjadi mahkota 12 bintang.
      • Meja roti sajian, ketekunan dalam kebaktian Pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan korban Kristus. Kita mengalami penebusan dan kelepasan dari dosa, sampai penebusan yang sempurna menjadi bulan di bawah kaki.
      • Mezbah dupa emas, ketekunan dalam kebaktian doa penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasih. Jika kita tekun, kasih akan makin bertambah sampai kasih sempurna menjadi selubung matahari.

      Dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar, sehingga kita mengalami perhatian Tuhan yang besar lewat penyucian secara intensif (terus-menerus) sehingga tongkat bisa bertunas (mulai percaya Yesus, bertobat, lahir baru, tergembala, hidup suci) dan berbunga (diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus).

      Efesus 4:11-12, 7, 15

      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
      4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
      4:15 tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

      Kita diperlengkapi dengan 9 jabatan pelayanan dari Anak Allah, 9 karunia Roh Kudus dan 9 perbuatan kasih Allah Bapa. Sehingga kita dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan, dan didorong oleh kasih Allah, tanpa pamrih, sehingga hidup kita menjadi indah sampai hidup kekal. 

      Galatia 5:22-23

      5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      Sampai diperlengkapi dengan 9 buah Roh:
      • kasih, sukacita, damai sejahtera = gambar Allah Bapa
      • kesabaran, kemurahan, kebaikan = gambar Anak Allah
      • kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri = gambar Allah Roh Kudus.
      Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal, kembali pada ciptaan semula.

      Wahyu 12:1

      12:1  Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

      Biarlah kita memperjuangkan 4x9 sampai sempurna, menjadi mempelai wanita Tuhan.

Hati-hati, dalam etape terakhir perjalanan ke Kanaan, Israel menghadapi Ai (=reruntuhan), kota kecil, sehingga 36 orang mati.
Yosua 7:4-5
7:4 Maka berangkatlah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu ke sana; tetapi mereka melarikan diri di depan orang-orang Ai.
7:5 Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

Sekarang artinya, dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, banyak yang runtuh karena perkara kecil (uang, pergaulan, dosa, dll) sehingga kehilangan 4x9, tawar hati, kecewa/ putus asa, sampai tinggalkan Tuhan.

Wahyu 12:14

12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Jika kita bisa mempertahankan 4x9, maka Tuhan akan mengaruniakan dua sayap burung nasar yang besar (dua tangan anugerah Tuhan yang besar). Kegunaannya:
  1. Menaungi, melingkupi kita yang tidak berdaya.
    Matius 23:37
    23:37 "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

    Tangan anugerah Tuhan sanggup memelihara kehidupan kita secara jasmani di tengah kesulitan dunia. Tuhan sanggup menyediakan kebutuhan kita, dari yang tidak ada menjadi ada. Juga memelihara secara rohani, memberi kehangatan dan kebahagiaan Surga di tengah penderitaan.

  2. Mendukung kita.
    Keluaran 19:4
    19:4 Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.

    Tangan Tuhan sanggup meneduhkan badai angin dan gelombang, pencobaan di segala bidang, masalah yang mustahil, dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran palsu. Kita bisa bertahan, tetap hidup benar dan suci. Damai sejahtera, semua enak dan ringan. Semua masalah yang mustahil, akan diselesaikan oleh Tuhan.

  3. Menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Kita dipelihara secara langsung lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.

  4. Mengangkat kita ke awan-awan yang permai.
    Artinya mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, yaitu kuat dan teguh hati. Kita tetap berpegang teguh pada firman pengajaran benar, tetap hidup benar dan suci, tetap setia dalam ibadah pelayanan, tetap percaya berharap Tuhan, tetap menyembah Tuhan. Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Hidup kita diangkat menjadi berhasil dan indah. Sampai sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.



Tuhan memberkati.