[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 November 2010 (Kamis Sore)

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali, Yesus tampil sebagai Raja segala raja dan Gembala Agung untuk memisahkan domba dari kambing. Sesudah masuk penggembalaan yang benar, kita masih harus berjuang sebab masih ada pemisahan domba dari kambing. Posisi domba adalah di sebelah kanan, sedangkan posisi kambing adalah di sebelah kiri.

Apa yang menjadi dasar pemisahan ini?
Pengkhotbah 10:2
10:2 Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

Posisi domba adalah di kanan, ini menunjuk pada kehidupan yang memiliki hikmat Sorgawi. Dalam Matius 25:34, kehidupan domba akan boleh masuk dalam Kerajaan Sorga yang kekal, kandang penggembalaan terakhir.

Posisi kambing adalah di kiri, ini menunjuk pada kehidupan yang bodoh, tidak memiliki hikmat Sorga. Kehidupan kambing akan masuk dalam api yang kekal.
Matius 25:41
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

Hari-hari ini kita harus berjuang supaya berada di posisi domba di sebelah kanan, memiliki hikmat Sorgawi.

Nilai hikmat Sorgawi.
Amsal 8:10-11
8:10 Terimalah didikanku, lebih dari pada perak, dan pengetahuan lebih dari pada emas pilihan.
8:11 Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.

Ayub 28:12-16
28:12 Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi?
28:13 Jalan ke sana tidak diketahui manusia, dan tidak didapati di negeri orang hidup.
28:14. Kata samudera raya: Ia tidak terdapat di dalamku, dan kata laut: Ia tidak ada padaku.
28:15 Untuk gantinya tidak dapat diberikan emas murni, dan harganya tidak dapat ditimbang dengan perak.
28:16 Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir, ataupun dengan permata krisopras yang mahal atau dengan permata lazurit;

Dari dua kesaksian ini, kita bisa menyimpulkan bahwa nilai hikmat Sorgawi ini lebih dari apapun di dunia, tidak bisa disamai oleh apapun di dunia.

Dari mana kita mendapatkan hikmat Sorgawi?
  1. Kristus yang disalibkan, korban Kristus.
    1 Korintus 1:23-24
    1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
    1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
    1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

    Korban Kristus adalah hikmat dan kuasa Allah untuk menyelamatkan orang berdosa. Kepandaian dan kekayaan manusia tidak akan bisa menyelesaikan dosa, rohaniawan pun tidak bisa menyelesaikan dosa. Hanya korban Kristus yang bisa menyelesaikan dosa.

    Efesus 1:13
    1:13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Kita bisa menerima hikmat Sorga/korban Kristus lewat injil keselamatan/firman penginjilan/kabar baik.
    Injil keselamatan adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali di dunia untuk mati di kayu salib dan untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Bukti sudah menerima hikmat Sorga adalah:
    • percaya kepada Yesus --> pintu gerbang
    • bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan --> medzbah korban bakaran
    • lahir baru dari baptisan air dan baptisan roh Kudus --> bejana pembasuhan dan pintu kemah

      Lahir baru akan menghasilkan hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran.
      Hidup dalam kebenaran = keselamatan.
      Tidak benar = tidak selamat = tidak punya hikmat = kambing di sebelah kiri.

      Kalau tidak benar, sekalipun tergembala, maka pasti akan terpisah. Yudas tergembala tetapi tidak benar, dan akhirnya terpisah. 

    2 Korintus 5:18-19
    5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
    5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

    Hidup dalam kebenaran = diperdamaikan oleh darah Yesus, sehingga dipercaya untuk ikut melayani pelayanan pendamaian bagi orang-orang berdosa, ikut membawa kabar baik bagi orang-orang berdosa.

  2. Kristus dalam kemuliaan.
    Kolose 1:27-28
    1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
    1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

    Kristus dalam kemuliaan adalah hikmat Sorga untuk menyempurnakan kita menjadi sama mulia dengan Tuhan. Sesudah hidup benar, kita masih harus ditingkatkan sampai sempurna sama mulia seperti Tuhan, sehingga layak mewarisi Kerajaan Sorga.

    2 Korintus 4:3-4
    4:3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Kita dapat menerima hikmat Sorga/Kristus dalam kemuliaan lewat cahaya injil kemuliaan Kristus/firman pengajaran yang benar/kabar Mempelai.
    Kabar Mempelai ini bukan milik satu gereja atau satu organisasi, sebab kabar Mempelai adalah pembukaan rahasia firman lewat ayat menerangkan ayat.

    Kabar Mempelai adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, sebagai Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan dan menyempurnakan sidang jemaat menjadi mempelai wanitaNya.

    Bukti menerima hikmat dari Sorga adalah hidup dalam kesucian.
    Syarat untuk hidup dalam kesucian adalah kita harus seperti carang yang melekat pada pokok anggur yang benar, tergembala pada firman pengajaran yang benar.
    Hikmat ini adalah untuk bangsa Kafir (bangsa lain, Kolose 1:27). Bangsa Kafir adalah bagaikan keledai. Keledai harus tertambat pada pokok anggur yang benar, baik keledai muda maupun induk keledai. Jangan sampai keledai muda tertambat pada keledai tua, atau sebaliknya.

    Carang yang melekat pada pokok anggur yang benar akan mengalami penyucian secara intensif.
    Yohanes 15:2
    15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.

    Kehidupan yang tergembala pada firman pengajaran yang benar akan mendapat kesempatan untuk disucikan secara intensif sampai menghasilkan buah-buah roh. Kalau sudah ada buah roh = hidup suci.

    Galatia 5:22
    5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Kehidupan yang suci pasti memiliki kasih. Kasih bukan hanya berarti memberi, tetapi juga dalam bentuk teguran.
    Kalau suci, pasti ada sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.
    Harus ada kesucian terlebih dahulu!

    Penguasaan diri artinya tenang dan taat dengar-dengaran.
    Yakub tidak memiliki potensi tetapi tenang dan taat, hasilnya dia mendapatkan segala-galanya. Sebaliknya Esau memiliki potensi tetapi tidak memiliki pengusaan diri, tidak tenang dan tidak taat, akibatnya adalah kehilangan segala-galanya.

    Kehidupan yang suci sampai tenang dan taat akan dipercaya pelayanan untuk membawa kabar Mempelai = pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Posisi pelayan yang dipercaya untuk membawa kabar baik dan kabar mempelai:
  1. Seperti bintang-bintang yang bercahaya.
    Daniel 12:3
    12:3 Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.

    Wahyu 12:3-4
    12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Yesaya 9:14
    9:14 Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.

    Bintang-bintang ini diancam untuk diseret oleh ajaran palsu dan dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan (di ekor naga terdapat alat reproduksi).

    Filipi 2:15-16
    2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
    2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

    Jalan keluar supaya tidak diseret ekor naga adalah berpegang teguh pada SATU firman pengajaran yang benar, yang sudah menjadi pengalaman hidup.
    Berpegang teguh ini juga artinya taat dengar-dengaran.

  2. Di tangan kanan Tuhan.
    Wahyu 1:16
    1:16 Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

    Posisi bintang ini adalah di kanan.

    Mazmur 118:15-16
    118:15 Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
    118:16 tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Tangan kanan Tuhan akan memberi kemenangan atas dosa-dosa, atas masalah-masalah sampai yang mustahil. Cepat atau lambat tangan kanan Tuhan akan bekerja dan memberikan kemenangan, kita tinggal menunggu waktu. Tangan kanan Tuhan juga akan meninggikan, memberi masa depan yang indah.

    Roma 10:15
    10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

    Di tangan kanan Tuhan, perjalanan hidup kita akan menjadi indah pada waktuNya.

  3. Menjadi tentara Sorga.
    Mazmur 68:12
    68:12 Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:

    Tugas tentara adalah berjuang:
    • Berjuang jangan sampai menjadi tulang kering.
      Yehezkiel 37:2,10
      37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.
      37:10 Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan-Nya kepadaku. Dan nafas hidup itu masuk di dalam mereka, sehingga mereka hidup kembali. Mereka menjejakkan kakinya, suatu tentara yang sangat besar.

      Jangan sampai tentara besar menjadi tulang kering. Sebaliknya tulang kering harus menjadi tentara besar.

      Amsal 17:22
      17:22. Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

      Amsal 14:30
      14:30. Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

    • Berjuang melayani pembangunan tubuh Kristus sampai menjadi tubuh Kristus yang sempurna, mempelai wanita.
      Kidung Agung 6:10
      6:10 "Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?"

      Wahyu 12:1
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

      Wahyu 12:14

      12:14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Kepada mempelai wanita Tuhan ini akan dikaruniakan dua sayap burung nasar yang besar, untuk disingkirkan ke padang belantara yang jauh dari mata antikris selama 3.5 tahun. Sesudah itu, dua sayap burung nasar ini akan mengangkat kita ke awan-awan yang permai, masuk Pesta Nikah Anak Domba. Sesudah itu masuk Firdaus, sesudah ini masuk tahta Sorga di Yerusalem Baru.

      Wahyu 19:9
      19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

      Menjadi mempelai Tuhan itulah yang terindah dalam hidup kita, duduk di sebelah kanan tahta Allah.

      Wahyu 3:21
      3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.


Tuhan memberkati.