[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 September 2018 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:17
7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Aktivitas Tuhan di takhta Sorga:
  1. Membentangkan kemah = memberikan naungan.
  2. Menggembalakan dan menuntun ke mata air kehidupan.
  3. Menghapus air mata.

ad. 3. Menghapus air mata.
Air mata adalah suatu pergumulan mulai di dunia sampai di takhta Sorga.

Ada 3 macam air mata (pergumulan) yang akan dihapus oleh Tuhan:
  1. Mencucurkan air mata/ berjuang/ bergumul untuk mendapatkan pembukaan rahasia firman Allah (wahyu dari Tuhan), ayat menerangkan ayat dalam Alkitab.
    Wahyu 5:4-5
    5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
    5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

    Mengapa kita harus bergumul untuk mendapatkan pembukaan rahasia firman?
    • Sebab di mana ada pembukaan rahasia firman Allah, di situ ada pembukaan pintu-pintu di dunia sampai pintu Sorga terbuka. Ada penyelesaian dari segala masalah-masalah di dunia.

    • Jika tidak ada wahyu/ pembukaan firman, gembala dan sidang jemaat menjadi liar, telanjang, hanya mengikuti hawa nafsu/ keinginan daging, berbuat dosa sampai puncaknya dosa, sehingga dibinasakan selamanya.
      Amsal 29:18
      29:18 Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum.

    Oleh sebab itu, kita harus mengubahkan tangisan kita untuk bisa menerima pembukaan rahasia firman. Kita bisa mendengar firman dengan sungguh-sungguh, sebagai suatu kebutuhan. Kita bisa mengerti, percaya/ yakin, sampai berpegang teguh dan praktek firman. Ini sama dengan menyandang pedang di pinggang.

    Keluaran 32:25-28
    32:25 Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--
    32:26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
    32:27 Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
    32:28 Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

    Suasana akhir jaman akan kembali seperti pada jaman Sodom-Gomora, seperti bangsa Israel di kaki Gunung Sinai yang menyembah lembu emas, yaitu:
    • Ikatan kekayaan dunia yang membuat kikir dan serakah.

    • Ikatan dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
      Keluaran 32:6
      32:6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

    • Dosa tidak taat. Contoh: istri Lot.

    Jika mau menyandang pedang, maka kita mendapat angka 3000 = Ruangan Suci (20x10x10) + Ruangan Maha Suci (10x10x10).
    Artinya kita mengalami penyucian intensif mulai dari hati dan pikiran, penyucian tubuh jiwa roh.
    Sampai disucikan dari dusta, sampai sempurna (Ruangan Maha Suci).

    Keluaran 32:4
    32:4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"

    Jika kita mengalami penyucian seluruh hidup, maka kita mengalami dua hal:
    • Tidak sulit masuk Ruangan Suci = bisa tergembala dengan benar dan baik, bertekun dalam 3 macam ibadah pokok.
      Kita bagaikan ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar.

      Hasilnya:
      • Tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal (dosa-dosa, ajaran palsu). Kita merasakan damai sejahtera, semua enak dan ringan.
        Jika melekat pada pokok anggur, maka cepat atau lambat pasti akan berbuah manis, yaitu mengalami kebahagiaan Sorga.

      • "Bapa-Ku lah pengusahanya".
        Kita ranting hanya menempel, yang berusaha adalah pokok. Tuhan yang bergumul/ berusaha untuk memelihara hidup kita secara berkelimpahan, sampai mengucap syukur, sampai sempurna seperti Yesus.

    • Kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus = jubah maha indah.
      Efesus 4:11-12
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Semakin dipakai, maka hidup kita semakin indah.

      Tetapi jubah masih harus dicelup darah, artinya sengsara daging karena ibadah pelayanan kepada Tuhan. Jubah harus dicelup darah supaya tidak direbut oleh setan seperti Yudas Iskariot. Tetapi menjadi jubah putih berkilau-kilau, sama dengan jubah mempelai.

  2. Mencucurkan air mata dalam ibadah pelayanan/ tahbisan.
    Kisah Rasul 20:17-25
    20:17 Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.
    20:18 Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: "Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:
    20:19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
    20:20 Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;
    20:21 aku senantiasa bersaksi kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani, supaya mereka bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus.
    20:22 Tetapi sekarang sebagai tawanan Roh aku pergi ke Yerusalem dan aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas diriku di situ
    20:23 selain dari pada yang dinyatakan Roh Kudus dari kota ke kota kepadaku, bahwa penjara dan sengsara menunggu aku.
    20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
    20:25 Dan sekarang aku tahu, bahwa kamu tidak akan melihat mukaku lagi, kamu sekalian yang telah kukunjungi untuk memberitakan Kerajaan Allah.

    Kita bergumul/ berjuang untuk bisa beribadah melayani Tuhan dengan tahbisan yang benar (berkenan kepada Tuhan) sampai garis akhir. Ini sama dengan menjadi tawanan Roh Kudus.

    Prakteknya:
    • Rendah hati, yaitu selalu mengaku kekurangan dan kelemahan kita secara rohani (mengaku tidak layak) dan secara jasmani (mengaku tidak mampu). Kita bisa menganggap yang lain lebih utama dari diri kita sendiri sehingga tidak ada iri hati, benci, fitnah, dll.

    • Mencucurkan air mata, artinya melayani dengan kesungguhan hati, rela berkorban, sampai hancur hati, menyerah sepenuh kepada Tuhan. Maka Tuhan yang turun tangan dan berperang ganti kita.

    • Tidak lalai = setia dan tanggung-jawab, berkobar-kobar sampai garis akhir.
      Ada kekuatan ekstra dari Roh Kudus sehingga kita bisa melayani sampai garis akhir.

      2 Timotius 1:6-7
      1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
      1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

      Kita tidak pernah pensiun. Kita melayani dengan ketertiban. Kita melayani dengan kasih sehingga kekal.

      Hasilnya:
      • Kita mengalami kebahagiaan Sorga.
        Matius 25:21
        25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

      • Kita mendapat mahkota mempelai.
        2 Timotius 4:7-8
        4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
        4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

  3. Mencucurkan air mata menghadapi percikan darah/ ujian iman/ salib, sengsara daging karena Yesus.
    Yohanes 11:4-5,32-35
    11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
    11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
    11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
    11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
    11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
    11:35 Maka menangislah Yesus.

    Mengapa Tuhan ijinkan kita mengalami percikan darah? Supaya kita mengalami kemuliaan, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    [Yohanes 11:32] Mencucurkan air mata = tersungkur = bergumul untuk menghadapi percikan darah.
    Tersungkur artinya mengoreksi diri oleh ketajaman pedang firman. Jika ada dosa, maka kita harus mengaku, supaya pukulan/ hajaran karena dosa berubah menjadi percikan darah/ sengsara tanpa dosa. Jika tidak ada dosa, kita harus berdiam diri. Maka Tuhan yang akan membela.

    [Yohanes 11:35] Tuhan juga menangis = Tuhan memperhatikan, mempedulikan, mengerti, dan bergumul untuk kita supaya terjadi kemuliaan, yaitu keubahan hidup, mujizat rohani.

    Yohanes 11:39-40
    11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
    11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

    Keubahan hidup dimulai dengan jujur dan taat.

    Maka mujizat jasmani juga terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang jatuh dalam dosa akan diangkat dan dipulihkan, yang gagal menjadi berhasil.

    Musa jujur dan taat saat menghadapi Laut Kolsom. Musa hanya mengulurkan tangan. Maka Laut Kolsom terbelah. Semua masalah yang mustahil akan diselesaikan. Kita bisa masuk Kanaan, yaitu kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Markus 7:27-30
    7:27 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    7:28 Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."
    7:29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."
    7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

    Seorang ibu menghadapi penyakit, kehancuran nikah dan buah nikah, penderitaan, air mata. Sikap kita adalah jujur dan taat. Maka segala penyakit akan disembuhkan, nikah dan buah nikah akan dipulihkan.



Tuhan memberkati.