Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juli 2015 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:7
3:7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Ada 3 penampilan pribadi Yesus bagi jemaat di Filadelfia:
  1. Yesus tampil sebagai Yang Benar untuk membenarkan (memanggil).
  2. Yesus tampil sebagai Yang Kudus untuk menyucikan (memilih).
  3. Yesus tampil sebagai Yang memegang kunci Daud.
Kunci Daud secara jasmani adalah kunci kerajaan Israel yang dipegang oleh raja Daud, dan diberikan kepada orang yang layak/ berhak menerimanya yaitu raja Salomo.
Kunci Daud secara rohani adalah kunci kerajaan Surga yang dipegang oleh Yesus, dan diberikan kepada orang yang layak/ berhak untuk menerimanya. Siapa orang yang layak untuk menerima kunci:
  1. Orang yang bertekun dalam iman dan rela menderita [Kisah Rasul 14:22].
  2. Orang yang taat dengar-dengaran [Matius 7:21].
  3. Anak kecil secara rohani.

Markus 10:15

10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."

Anak kecil secara rohani adalah kehidupan yang mengalami kelahiran baru.

1 Korintus 15:50

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

Kelahiran secara jasmani menghasilkan manusia darah daging yang tidak layak untuk masuk kerajaan Surga. Oleh sebab itu kita harus mengalami kelahiran baru untuk menjadi anak kecil/ bayi secara rohani, sama dengan Anak Allah, yang berhak untuk masuk kerajaan Surga.

Yohanes 3:3-5

3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
3:5 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Kelahiran kembali lewat air dan roh tidak bisa diterima dengan akal/ logika manusia, tetapi harus diterima dengan iman. Iman lebih tinggi dari pengetahuan. Jika iman bisa menerima, maka akal/ logika pasti bisa menerima.

Proses untuk menjadi bayi/ anak kecil rohani adalah mengalami baptisan air dan baptisan Roh Kudus.

Roma 6:2, 4

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Syarat masuk baptisan air yang benar adalahmati terhadap dosa, bertobat.
Pelaksanaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa (bertobat), harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan bangkit (keluar dari air) bersama Yesus untuk menerima hidup baru, hidup Surgawi.

Ada 2 kesalahan dalam baptisan air:
  1. Belum mati (bertobat) tapi sudah dikuburkan. Akibatnya adalah justru menjadi pemberontak.
  2. Sudah mati (bertobat) tapi tidak mau dikubur (dibaptis). Akibatnya adalah bertambah busuk.
Baptisan Roh Kudus juga menghasilkan hidup baru.

Jadi, baptisan air dan baptisan Roh Kudus menghasilkan hidup baru, kita menjadi seperti bayi/ anak kecil secara rohani, menjadi anak Allah.

Matius 3:15-17

3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

1 Petrus 2:1-2

2:1 Karena itu buanglah segala (1)kejahatan, segala (2)tipu muslihat dan segala macam (3)kemunafikan, (4)kedengkian dan (5)fitnah.
2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

Tanda-tanda bayi/ anak kecil secara rohani:
  1. Membuang 5 dosa utama.
    1. Kejahatan.
      1 Timotius 6:10
      6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

      Akar segala kejahatan adalah cinta akan uang, sehingga tidak bisa mengasihi Tuhan dan sesama. Akibatnya adalah kikir dan serakah. Kikir adalah tidak bisa memberi/ memperhatikan sesama. Serakah adalah memburu uang, mencari uang dengan cara tidak halal. Akibatnya adalah tidak bahagia.

    2. Tipu muslihat, dusta.
    3. Kemunafikan, pura-pura.
    4. Kedengkian, kebencian tanpa alasan.
      Tiga dosa ini adalah tunas dosa.

    5. Fitnah, menyalahkan yang benar, membenarkan yang salah, sampai menghujat.
      Fitnah adalah buah dosa.
    1 Yohanes 3:9
    3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

    Sampai suatu waktu kita tidak dapat berbuat dosa lagi, benar seperti Yesus benar.

  2. Selalu rindu air susu yang murni dan rohani.
    1 Petrus 2:2
    2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

    Ini menunjuk firman penggembalaan yang murni dan rohani, yang dipercayakan kepada seorang gembala.

    Matius 4:4

    4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

    Firman yang murni adalah:
    1. Firman yang tertulis dalam Alkitab.

    2. Firman yang keluar dari mulut Allah, merupakan perkataan Yesus.
      Yohanes 15:3

      15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.


      Yaitu firman yang dibukakan rahasianya, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab; firman yang diilhamkan oleh Tuhan.

    3. Firman yang dipraktikkan.

    Firman yang tertulis dalam Alkitab menghasilkan kuasa kemenangan atas pencobaan.
    Firman yang dibukakan rahasianya, menghasilkan kuasa untuk menyucikan.

    Firman yang rohani artinya dalam urapan Roh Kudus. Maka firman bisa dimengerti, menjadi iman dan menjadi praktik dalam kehidupan kita.
    Jika tanpa urapan Roh Kudus, firman hanya menjadi pengetahuan yang diseminarkan/ didiskusikan/ diperdebatkan kebenarannya. Sehingga firman tidak menjadi iman, hanya menjadi kebanggaan.

    Contohnya: Hawa.
    Kejadian 2:16
    2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

    Kejadian 3:2

    3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

    Hawa menghilangkan kata "bebas". Artinya pemberitaan firman tanpa urapan Roh Kudus, waktunya dibatasi, isinya dibatasi, sehingga sidang jemaat tetap terikat pada dosa, dll.

    Kejadian 2:17

    2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

    Kejadian 3:3

    3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

    Hawa menambah kata "raba". Artinya pemberitaan firman ditambah lawakan, pengetahuan, dongeng, ilustrasi, dll untuk meraba emosi sidang jemaat sehingga hatinya tidak pernah diraba/ dijamah oleh Tuhan. Akibatnya adalah hidupnya tidak pernah berubah.

    Kegunaan firman pengajaran yang murni dan rohani:
    1. Membuat kita tenang dan kenyang.
      Apa pun masalah yang kita hadapi, jika kita bisa menikmati firman penggembalaan, maka hidup kita bisa tenang, enak dan ringan. Hidup kita terpelihara oleh Tuhan.

    2. Mengalami pertumbuhan rohani.
      1 Petrus 2:2
      2:2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

      Artinya:
      • Menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik.
        Kisah Rasul 20:28, 32, 35
        20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
        20:32 Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
        20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

        Sampai bisa lebih bahagia memberi dari pada menerima. Sampai bisa memberi seluruh hidup kepada Tuhan.

      • Menjadi imam dan raja yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan.
        1 Petrus 2:5
        2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

        Syaratnya adalah kesucian.
        Pelayanan yang berkenan kepada Tuhan adalah seperti ibu Musa disuruh menyusui bayi Musa. Tandanya:
        1. Tidak ada ketakutan, kekuatiran tentang perkara jasmani. Tidak ada ketakutan untuk berkorban apa pun.
        2. Tidak menuntut hak/ upah secara jasmani. 
        3. Bersukacita, berbahagia, tidak terpaksa.
        4. Penuh dengan tanggung jawab dan kasih sayang.
  3. Menangis, menyembah dengan hancur hati.
    Matius 21:15-16
    21:15 Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" hati mereka sangat jengkel,
    21:16 lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

    Kita mengaku tidak layak, tidak berdaya, tidak berharga, hanya bergantung pada tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan.

    Keluaran 2:6

    2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

    Bayi Musa dalam keadaan tidak berdaya, tidak ada yang memperhatikan dan mempedulikan, menghadapi masalah yang mustahil, sampai menghadapi maut.

    Mazmur 23:6

    23:6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

    Musa menangis, menyembah dengan hancur hati, sehingga menarik tangan belas kasih Tuhan untuk diulurkan. Hasilnya:
    1. Tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan mampu untuk menolong, membuka pintu-pintu yang sudah mustahil. Membuka pintu masa depan yang berhasil dan indah, anak budak bisa menjadi anak raja.

    2. Tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Seperti Musa dipakai untuk membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju Kanaan.

    3. Tangan kemurahan dan kebaikan Tuhan mampu untuk mengangkat kita dari lembah kekelaman, sampai mengangkat kita ke Surga. Seperti Musa diangkat dari air.
      Ulangan 34:6
      34:6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.

      Yudas 1:9

      1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

      Kita disucikan dan diubahkan, sampai jika Yesus datang kedua kali, yang mati akan dibangkitkan dan yang hidup akan diubahkan, menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna untuk layak menyambut kedatanganNya kedua kali dan masuk kerajaan Surga.

Tuhan memberkati.