[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Mei 2010 (Kamis Sore)

Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Gereja Tuhan (gadis-gadis) harus selalu berjaga-jaga/siap sedia supaya dapat menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.

Yang harus dijaga adalah PELITA HARUS TETAP MENYALA.

Dua syarat supaya pelita tetap menyala:
  1. [Matius 25:5-7] Harus menerima Kabar Mempelai = cahaya Injil kemuliaan Tuhan.
  2. Memiliki minyak persediaan dalam buli-buli.
    Matius 25:2-4
    25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
    25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
    25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

ad. 2. Memiliki minyak persediaan.
Gereja Tuhan bagaikan 10 gadis yang terbagi menjadi 2 bagian:
  1. Memiliki minyak persediaan = 5 gadis bijaksana/berhikmat.
  2. Tidak memiliki minyak persediaan = 5 gadis bodoh, yang akan ketinggalan pada saat kedatangan Yesus kedua kali dan berarti kebinasaan.
Akan terjadi pemisahan sampai pemisahan di tempat tidur/suami-istri, yang satu terangkat, yang satu tertinggal. Oleh sebab itu kita harus waspada.

5 GADIS BIJAKSANA
Gereja Tuhan = 5 gadis bijaksana/berhikmat, yaitu memiliki minyak persediaan (Roh Kudus yang meluap-luap), sehingga pelitanya tetap menyala dan dapat menyongsong kedatangan Yesus kedua kali.

Praktek sehari-hari 5 gadis bijaksana:
  1. Mendengar dan melakukan firman yang merupakan perkataan Yesus = taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.

    Matius 7:24-25
    7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
    7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

    Perkataan Yesus = firman yang dibukakan rahasianya/diwahyukan, yaitu ayat menerangkan ayat.

    Kehidupan yang taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar = kehidupan yang membangun rumah di atas dasar batu karang = kehidupan yang tahan uji. Inilah praktek kehidupan yang pelitanya menyala.

    Tahan uji menghadapi 3 macam ujian:
    • Hujan lebat --> setan di udara dengan roh durhaka/roh jahat dan roh najis.
      Efesus 2:1-2
      2:1. Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
      2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.

      Jika mentaati setan, maka tidak mungkin taat pada firman. Tetapi jika taat pada firman, tidak mungkin taat pada setan. Tinggal kita memilih mau menjadi gadis bijaksana atau bodoh.

      Roh jahat dan roh najis merupakan sumber dari dosa yang kecil-kecil sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.

      Tahan uji = tidak berbuat dosa = hidup benar.

    • Angin kencang --> nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsu yang menyesatkan, ajaran-ajaran yang berbeda dengan yang sudah kita terima.

      Efesus 4:14
      4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

      Ajaran palsu ini menyesatkan manusia sehingga kehilangan arah ke Sorga.

      2 Petrus 2:1
      2:1. Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

      Ajaran palsu ini juga membinasakan sampai di neraka.

      Tahan uji = tegas untuk menolak ajaran palsu/ajaran yang lain dari yang sudah kita terima.
      Tegas menolak = tidak memberi kesempatan sekalipun untuk mendengar ajaran yang lain. Sebab Hawa hanya sekali mendengar setan dan kemudian jatuh.

      Tahan uji = tegas berpegang pada firman pengajaran yang benar.

      Markus 6:30
      6:30. Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.

      Saat Yesus mengutus murid-murid, yang dipertanggungjawabkan sesudahnya bukan kuantitasnya, tetapi apa yang sudah diajarkan. Kalau ajarannya benar, maka pasti tahbisannya benar, sebab ajaran itu adalah komando.

    • Banjir --> antikris dengan kekuatan Mamon (ikatan akan uang, penyembahan berhala), yaitu kikir dan serakah.
      Kikir = tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan/untuk sesama yang membutuhkan.
      Serakah = merampas hak Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus), merampas hak orang lain.

      Tahan uji = suka memberi, sampai lebih berbahagia memberi daripada menerima.
      Memberi adalah untuk Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus) dan untuk sesama yang membutuhkan.
      Kalau sudah lebih berbahagia memberi daripada menerima, maka akan sampai puncaknya bisa menyerahkan diri sepenuh kepada Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga.

      Efesus 5:25
      5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya

    Jangan berhenti hanya sampai membangun dasar, harus dilanjutkan!

  2. Mendirikan rumah dan menegakkan ketujuh tiang.
    Amsal 9:1
    9:1. Hikmat telah mendirikan rumahnya, menegakkan ketujuh tiangnya,

    Yakobus 3:16-17
    3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.
    3:17 Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.

    Tiang/tabiat ilahi:
    • Murni = suci sampai di dalam hati.
    • Pendamai = saling mengaku dan saling mengampuni, tidak boleh ada kepahitan.
    • Peramah.
    • Penurut.
    • Penuh belas kasihan dan perbuatan baik, dermawan.

    • Tidak memihak, adil.
      Keluaran 32:26-27
      32:26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
      32:27 Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."

      Orang yang memihak Tuhan = mengikat pedang pada pinggang = berpegang pada firman pengajaran yang benar, tidak peduli itu saudara/teman/tetangga. Jangan bersekutu dengan ajaran-ajaran yang lain!

    • Tidak munafik = tulus dan setia.
      Matius 24:45,48,51
      24:45 "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya?
      24:48 Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
      24:51 dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

      Kalau tulus dan setia = sudah menghiasi firman pengajaran.
      Titus 2:10
      2:10 jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.

      Mazmur 11:7
      11:7 Sebab TUHAN adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya.

      Orang yang tulus dan setia akan bisa memandang wajah Tuhan.

  3. Membangun atap.
    Amsal 31:30
    31:30 Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.

    Amsal 9:10
    9:10 Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.

    Mempelai wanita yang bijaksana adalah takut akan Tuhan.

    Amsal 8:13
    8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Takut akan Tuhan adalah mengalami penebusan oleh darah Yesus sehingga lepas dari dosa bahkan membenci dosa, sampai membenci dusta = jujur.
    Jujur adalah 'ya katakan ya, tidak katakan tidak'. Selebihnya dari itu adalah dari si jahat.
    Jujur dimulai dari jujur kepada Tuhan, jujur dalam pengajaran. Lanjut jujur dalam segala hal.

    Kidung Agung 8:9
    8:9 Bila ia tembok, akan kami dirikan atap perak di atasnya; bila ia pintu, akan kami palangi dia dengan palang kayu aras.

    Menghargai penebusan, lepas dari dosa, membenci dosa, jujur = mendirikan atap perak.

    Wahyu 14:3-5
    14:3 Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.
    14:4 Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
    14:5 Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

Sumber hikmat:
  • Korban Kristus --> Perjamuan Suci.
    1 Korintus 1:22-24
    1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
    1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
    1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

  • Kabar Mempelai.
    Kolose 1:27-28
    1:27 Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
    1:28 Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

Dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, kita bukan sedang disiksa, tetapi Tuhan sedang memberikan hikmat kebijaksanaan dari Sorga.

Kegunaan hikmat:
  • Melindungi dan memelihara kita di tengah dunia yang sudah sulit, sampai memelihara dan melindungi kita di zaman antikris.
    Wahyu 13:18
    13:18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

    Di zaman antikris berkuasa di bumi, hikmat dan anugerah Tuhan akan memberikan dua sayap burung nazar yang besar, untuk menyingkirkan kita ke padang belantara jauh dari mata ular.

  • Memberikan masa depan yang indah, bahagia, sampai masa depan yang kekal.
    Amsal 24:14
    24:14 Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.

  • Mujizat secara jasmani (yang mustahil menjadi tidak mustahil) dan secara rohani, keubahan hidup sedikit demu sedikit sampai menjadi sama mulia seperti Tuhan.
    1 Korintus 2:7-9
    2:7 Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.
    2:8 Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia.
    2:9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."


Tuhan memberkati.