[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Agustus 2018 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15-17
7:15 Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
7:16 Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

Aktivitas Tuhan di takhta Sorga:
  1. Membentangkan kemah/ menaungi kita dengan sayapNya.
  2. Menggembalakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan.

ad. 2. Menggembalaakan dan menuntun kita ke mata air kehidupan.
Yohanes 10:3-4
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Sikap kita adalah mengikuti tuntunan tangan Tuhan lewat suara Gembala/ firman penggembalaan. Firman penggembalaan adalah firman pengajaran yang benar yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur, dan terus-menerus.

Yohanes 10:5
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."

Sikap kita terhadap suara asing adalah harus lari.
Suara asing adalah suara yang tidak senada dengan firman pengajaran yang benar.
Suara asing membelokkan arah pengikutan kita sehingga tidak ke Sorga tetapi ke neraka.

Matius 8:18-20
8:18 Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Firman penggembalaan/ suara Gembala sanggup meningkatkan pengikutan kita kepada Tuhan.
  1. Pengikutan anak kepada Bapa, tetapi ada anak yang hilang.
  2. Pengikutan domba terhadap Gembala, tetapi ada domba yang hilang.
  3. Pengikutan murid terhadap Guru, tetapi ada murid yang hilang.
  4. Pengikutan tubuh terhadap Kepala. Kita mengikut Yesus ke mana saja Ia pergi.
    Ini sama dengan pengikutan mempelai, yang tidak boleh terpisahkan sedikit pun.

Pengikutan mempelai adalah kegerakan Roh Kudus hujan akhir/ kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Prakteknya adalah masuk persekutuan tubuh Kristus, mulai dari nikah.

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus adalah bagaikan bertolak ke seberang, untuk menuju pelabuhan damai sejahtera.

Matius 14:22
14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

Yesus memerintahkan supaya murid-murid bertolak ke seberang.
Jika tidak mau masuk pembangunan tubuh Kristus, itu sama dengan menolak perintah Tuhan, dan pasti berbuat dosa.

Murid-murid menunjuk pada kehidupan Kristen yang sudah selamat dan mau menerima firman pengajaran/ firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Jadi, kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam firman pengajaran yang benar.
Jika kita mau menjadi murid, yaitu mendengar dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, maka kita akan disucikan dan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan. Sehingga kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

Matius 14:23
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Banyak yang pulang artinya banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.
Banyak kehidupan yang sudah menerima firman penginjilan, sehingga percaya Yesus, selamat, dan diberkati Tuhan. Tetapi mereka tidak mau menerima firman pengajaran yang benar, tidak mau disucikan, tidak mau menyeberang ke pelabuhan Yerusalem Baru.
Akibatnya adalah pulang, artinya:
  1. Kembali pada hidup lama/ tabiat yang lama, bagaikan di pantai, sehingga menghadapi antikris.
    Wahyu 12:13,17
    12:13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
    12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Wahyu 13:1
    13:1 Dan ia tinggal berdiri di pantai laut.

    Kehidupan yang tertinggal pada jaman antikris menghadapi dua kemungkinan. Jika tetap menyembah Yesus, maka akan dipancung kepalanya, tetapi akan dibangkitkan saat Tuhan datang kedua kali. Tetapi jika menyembah antikris, maka akan menjadi sama dengan antikris, masuk pembangunan tubuh Babel.

    Contoh kehidupan yang kembali pada tabiat lama adalah orang Farisi. Orang Farisi mempertahankan adat-istiadat yang tidak sesuai dengan firman.
    Matius 15:1-3
    15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
    15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
    15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?

    Raja Herodes sebenarnya senang mendengar firman pengajaran yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis. Tetapi saat dosanya ditunjuk, Herodes menolak firman.
    Raja Salomo memegang pedang firman sejak masa mudanya, hidupnya berhasil. Tetapi pada masa tua, Salomo banyak mendengar suara asing dari istrinya

  2. Tidak mau berkorban, tidak mau salib, tidak mau sengsara daging untuk pembangunan tubuh Kristus.
    Ingat, bahwa di balik salib ada kemuliaan mulai di dunia ini sampai kemuliaan kekal selamanya.

    Semua memang harus dikorbankan untuk menyeberang, hanya firman pengajaran yang benar yang tidak boleh dikorbankan.

Ciri/ tanda persekutuan tubuh Kristus yang benar:
  1. Harus ada pokok anggur yang benar/ firman pengajaran yang benar/ pribadi Yesus.
    Di mana ada firman pengajaran yang benar, maka di situ ada Roh Kudus. Jika firman dipraktekkan, maka ada kasih.
    Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus akan menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita, dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini sama dengan menumbuhkan dua sayap burung nasar yang besar, untuk menyingkirkan kita ke padang gurun yang jauh dari mata antikris selama 3.5 tahun, lanjut mengangkat kita awan-awan yang permai saat kedatangan Tuhan kedua kali.

    Firman yang dipraktekkan akan menjadi kasih. Kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua. Kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri.
    Kasih itu kekal, maka pelayanan akan kekal, nikah akan kekal, persekutuan akan kekal.

  2. Hati.
    Efesus 4:2
    4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

    Rendah hati artinya bisa mengaku dosa.
    Lemah lembut artinya bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakan, juga bisa menerima sesama dalam kekurangan dan kelebihan.
    Sabar artinya kemampuan untuk sengsara/ menderita demi menolong orang lain.

    Kalau sudah rendah hati, lemah lembut, dan sabar, maka akan bisa saling membantu dan saling menyatu.

  3. Bekerja sesuai jabatan/ karunia masing-masing, tetapi bisa bekerja sama.
    1 Korintus 12:11,7
    12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
    12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.


    Kita bekerja harus sesuai dengan jabatan dan karunia masing-masing, tetapi harus bisa bekerja sama.

Matius 14:24
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

Ada dua halangan dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar:
  1. Angin sakal.
    Efesus 4:14
    4:14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

    Angin sakal adalah angin pengajaran palsu/ sesat yang menentang persekutuan tubuh Kristus yang benar.

    Wahyu 17:3-5
    17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
    17:4 Dan perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
    17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."


    Sehingga didukung oleh antikris lewat kemakmuran dan hiburan jasmani, tetapi tanpa penyucian.

    1 Korintus 3:3-4
    3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
    3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?

    Ini ditandai dengan:
    • Iri hati, tidak menghargai berkat dan kemurahan Tuhan.

    • Perselisihan. Jika perselisihan karena dosa, maka harus berdamai. Jika perselisihan karena pengajaran, maka harus kembali ke Alkitab.

    • Bekerja melayani tetapi tidak sesuai dengan jabatan pelayanan, sehingga menghasilkan tahbisan yang salah, penyembahan yang salah.
      2 Tawarikh 26:16-19
      26:16 Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
      26:17 Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;
      26:18 mereka berdiri di depan raja Uzia dan berkata kepadanya: "Hai, Uzia, engkau tidak berhak membakar ukupan kepada TUHAN, hanyalah imam-imam keturunan Harun yang telah dikuduskan yang berhak membakar ukupan! Keluarlah dari tempat kudus ini, karena engkau telah berubah setia! Engkau tidak akan memperoleh kehormatan dari TUHAN Allah karena hal ini."
      26:19 Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.

  2. Gelombang, yaitu:
    • Gelombang dosa kejahatan dan kenajisan.
      Dosa kejahatan adalah keinginan akan uang yang mengakibatkan kikir dan serakah.
      Dosa kenajisan adalah percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami-istri sah, juga antara laki-laki dan laki-laki, perempuan dan perempuan.
    • Gelombang masalah yang mustahil.
    • Hati yang bimbang.
      Matius 14:29-32
      14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.


Bagaimana cara Tuhan menolong?
Matius 14:23
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Yesus harus mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke Sorga. Yesus sebagai Imam Besar berdoa syafaat untuk kita. Dia mengulurkan dua tangan penuh kasih setia dan belas kasih untuk menolong kita tepat pada waktuNya.

Ibrani 2:17-18
2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

Tuhan ijinkan Petrus mulai tenggelam supaya bisa mengulurkan tangan dan berseru kepada Tuhan.

Matius 14:30
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"

Mazmur 107:28-30
107:28 Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,
107:29 dibuat-Nyalah badai itu diam, sehingga gelombang-gelombangnya tenang.
107:30 Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

Tangan Tuhan akan menuntun kita sampai kita terangkat ke awan-awan yang permai, sampai ke pelabuhan damai Yerusalem Baru.



Tuhan memberkati.