[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 April 2020 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:6
11:6. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

Ini adalah kuasa dari dua saksi:
  1. Kuasa untuk menutup langit, supaya jangan turun hujan = kuasa dari Elia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Malang, 26 April 2020).
  2. Kuasa untuk mengubah air menjadi darah = kuasa dari Musa.

ad. 1. Kuasa dari Elia.
Tidak turun hujan sama dengan terjadi kekeringan.

1 Raja-raja 17:7
17:7. Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.

Yakobus 5:17
5:17. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.

Kalau dua ayat ini digabungkan, kekeringan sudah pernah terjadi selama tiga setengah tahun pada zaman janda Sarfat (bangsa kafir) dan raja Ahab (raja Israel).

1 Raja-raja 18:20-22
18:20. Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel.
18:21. Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah katapun.
18:22. Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.

Kekeringan terjadi karena kesalahan raja Ahab dan orang Israel yang bercabang hati/ bimbang terhadap Tuhan dan Baal, dan akhirnya memilih menyembah Baal.
Kesalahan berikutnya adalah tetap menyembah Baal untuk menghadapi kekeringan.
Akibatnya adalah tidak tertolong.

Zakharia 10:1-2
10:1. Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.
10:2. Sebab apa yang dikatakan oleh terafim adalah jahat, dan yang dilihat oleh juru-juru tenung adalah dusta, dan mimpi-mimpi yang disebutkan mereka adalah hampa, serta hiburan yang diberikan mereka adalah kesia-siaan. Oleh sebab itu bangsa itu berkeliaran seperti kawanan domba dan menderita sengsara sebab tidak ada gembala.

Kekeringan juga terjadi pada zaman Zakharia.
Ayat 1= nasihat.
Ayat 2= tegoran.
Keadaan bangsa Israel saat itu adalah tetap menyembah berhala yaitu terafim.

Praktik menyembah terafim:
  1. Berbuat dosa, tetap mempertahankan dosa, enjoy dalam dosa, yaitu dosa kejahatan (cinta akan uang) yang membuat kikir dan serakah.
    Kikir = tidak bisa memberi.
    Serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    Kalau ada dosa kejahatan, pasti ada dosa kenajisan yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

  2. Percaya kepada ramalan-ramalan yang adalah dusta.

  3. Mimpi yang sia-sia termasuk penglihatan-penglihatan yang tidak sesuai dengan firman Allah.
    Salah satu arti dari terafim adalah idola. Sekarang idola dalam gereja Tuhan adalah penglihatan yang tidak sesuai dengan firman Tuhan.

  4. Hiburan duniawi. Ini juga sekarang menjadi idola dalam gereja Tuhan, bukan mencari firman pengajaran yang benar.

Akibatnya adalah tidak tergembala, sama dengan berkeliaran, sampai bertemu singa (ajaran palsu), sehingga mati rohaninya sampai binasa.

Inilah kesalahan pada zaman Zakharia.

Kekeringan pada zaman nabi Elia dan nabi Zakharia menubuatkan kekeringan dobel secara jasmani dan rohani yang terjadi di akhir zaman, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Ini yang membawa pada kehancuran, kelaparan, dan kebinasaan selamanya.

Zakharia 10:1
10:1. Mintalah hujan dari pada TUHAN pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan Diberikannya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang.

Jalan keluar dari Tuhan untuk menghadapi kekeringan dobel di akhir zaman adalah kita harus merindukan dan meminta hujan awal dan hujan akhir kepada Tuhan, bukan meminta berkat-berkat jasmani.
Kita meminta hujan awal dan hujan akhir, supaya kita tidak hancur dan binasa bersama dunia tetapi justru menjadi sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sampai masuk kerajaan Sorga selamanya, kita hidup kekal bersama Yesus selamanya.

Jadi setiap menghadapi kekeringan jasmani, kerinduan kita yang nomor satu adalah hujan awal dan hujan akhir. Kita tetap berusaha, tetapi minta hujan awal dan hujan akhir dari Tuhan.

Syarat untuk menerima hujan awal dan hujan akhir:
  1. Menyediakan tanah yang baik, yaitu hati yang lembut.
    Ibrani 6:7-8
    6:7. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;
    6:8. tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

    Ulangan 32:2
    32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

    Di sini, hujan menunjuk pada firman pengajaran yang benar.
    Pemberitaan firman pengajaran yang benar bertahap:
    • Seperti embun, jarang terlihat, orang yang tidur rohaninya malah sulit untuk melihat embun.
      Tidur rohani = mengenakkan daging.

    • Hujan rintik-rintik, mulai dapat dilihat dan dirasakan terutama oleh orang-orang dalam pencobaan sampai kesedihan karena ditinggal orang yang dikasihi.

    • Dirus hujan, menunjuk kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan dalam firman pengajaran untuk menghadapi situasi akhir zaman yaitu kekeringan dobel sampai zaman antikris berkuasa. Mau tidak mau harus menerima firman pengajaran.

    Sehebat apa pun manusia termasuk hamba Tuhan/ pelayan Tuhan, tanpa firman pengajaran yang benar pasti masuk dalam kekeringan jasmani dan rohani, sampai hancur binasa.

    Di dalam Ibrani 6, ada dua macam tanah:
    • Tanah hati yang keras dan berbatu-batu, sehingga tidak bisa menyerap air hujan firman pengajaran yang benar.
      Ibrani 6:8
      6:8. tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

      Akibatnya adalah tumbuh semak duri, artinya kebenaran sendiri.
      Kalau menolak firman pengajaran yang benar, pasti ada kebenaran sendiri.
      Kebenaran sendiri adalah:
      1. Kebenaran yang tidak sesuai dengan Alkitab.
      2. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain yang benar dan Tuhan/ firman pengajaran.

      Di mana ada kebenaran sendiri, di situ ada kepahitan hati, iri, benci, dendam.
      Akibatnya adalah masuk dalam suasana kutukan/ kekeringan, sama dengan letih lesu, susah payah, beban berat, sampai kebinasaan di neraka selamanya.

    • Tanah hati yang baik/ lembut, yaitu bisa menyerap, menikmati air hujan firman pengajaran yang benar, bisa mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
      Ibrani 6:7
      6:7. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;

      Hasilnya adalah kita mengalami penyucian hati, pikiran, perbuatan, dan perkataan. Kita bisa saling mengasihi, sampai mengasihi orang yang memusuhi kita.
      1 Petrus 1:22
      1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Orang suci hanya berbuat baik, tidak ada kemunafikan apalagi berbuat jahat. Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi kebaikan.

      Tanah hati yang baik adalah dasar dari hujan awal dan hujan akhir.
      Kalau sudah suci dan saling mengasihi sampai mengasihi orang yang memusuhi kita, berarti kita sudah memiliki dasar untuk menerima berkat Tuhan baik secara jasmani maupun rohani, sampai berkat rumah tangga mulai dari permulaan nikah sampai perjalanan nikah.

      Ibrani 6:7
      6:7. Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;

      Kalau suami berbuat jahat, lalu istri juga berbuat jahat, rumah tangga itu akan hancur, tidak ada hujan berkat.

  2. Harus tergembala dengan benar dan baik.
    Yoel 2:22-23,28-29
    2:22. Jangan takut, hai binatang-binatang di padang, sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.
    2:23. Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu.
    2:28. "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.
    2:29. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu.

    Syarat tergembala dengan benar dan baik:
    • Selalu berada di kandang penggembalaan, yaitu ruangan suci, artinya ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (ibadah umum, ibadah pendalaman alkitab, dan ibadah doa).

    • Hanya mendengar dan dengar-dengaran pada suara gembala, itulah firman penggembalaan yang benar/ firman pengajaran yang benar, yang diulang-ulang.
      Terhadap suara asing yang tidak senada dengan alkitab, tidak sesuai dengan nasihat gembala yang benar, sikap kita jangan mendengar tetapi lari.
    • Mengikuti jejak Gembala, yaitu jejak kematian, kebangkitan, dan kemuliaan.
      Oleh sebab itu, gembala manusia yang baik harus banyak berkorban, karena Yesus Gembala yang baik memerikan teladan sampai berkorban nyawa.
    Di dalam kandang kita mengalami hujan firman pengajaran yang benar, Roh Kudus, dan kasih Allah.

    Mengapa Tuhan memberikan di dalam penggembalaan? Karena Ia memberikan karunia khusus kepada seorang gembala, yaitu karunia membedakan roh, sehingga seorang gembala bisa dengan tegas:
    • Membedakan firman pengajaran yang benar dan tidak benar.
      Oleh sebab itu, semua jabatan harus digembalakan.
      Hasilnya adalah Tuhan mencurahkan firman pengajaran yang benar dalam penggembalaan, sehingga seorang gembala bisa memberi makan sidang jemaat dengan makanan yang benar. Dan sidang jemaat kuat untuk menghadapi keadaan akhir zaman bahkan bertumbuh kerohaniannya sampai kesempurnaan.

      Ukuran utama gembala yang baik di dunia adalah memberi makan sidang jemaat dengan makanan yang benar.

    • Membedakan roh yang benar dan tidak benar, sehingga Tuhan mencurahkan Roh Kudus. Sehingga sidang jemaat mengalami urapan Roh Kudus, kepenuhan Roh Kudus, meluap-luap dalam Roh Kudus, sampai permanen dalam hidup kita.
      Yoel 2:28
      2:28. "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

      Kegunaan Roh Kudus:
      1. Roh Kudus mematikan perbuatan daging/ dosa. Kita tidak berbuat dosa tetapi aktif untuk perkara rohani, yaitu ibadah pelayanan kepada Tuhan, sampai menyembah Dia.
        Roma 8:13
        8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

      2. Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar, setia menyala-nyala, dan setia berapi-api dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir, sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
        Roma 12:11
        12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Kalau digabung, dalam penggembalaan kita bisa tampil menjadi hamba Tuhan /pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar-kobar. Ini sama dengan pelayan Tuhan bagaikan nyala api.

    Ibrani 1:7
    1:7. Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Pelayan bagaikan nyala api artinya tahan terhadap api:
    • Tahan terhadap api penncobaan, sehingga tidak kecewa dan putus asa.
    • Tahan terhadap api hawa nafsu, sehingga bisa selalu mengikuti kehendak Tuhan.
    • Tahan terhadap api dosa, sehingga tidak berbuat dosa,
    • Tahan terhadap api siksaan.
    Ini yang bisa bertahan sampai Tuhan datang.

    Wahyu 1:14
    1:14. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api.

    Mata Tuhan bagaikan nyala api.
    Jadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar-kobar adalah biji mata Tuhan sendiri, yaitu kehidupan yang paling dikasihi Tuhan. Oleh karena itu, di dalam penggembalaan ada hujan kasih Allah.

    Menjadi biji mata Tuhan, dikasihi Tuhan, artinya:
    • Tuhan mencurahkan hujan kasih-Nya sehingga kita bisa mengasihi Dia lebih dari semua. Kita bisa dekat bahkan menyatu dengan Dia. Kita tidak terpisah dari Tuhan, apa pun yang kita hadapi.

    • Tuhan melindungi kita dari celaka marabahaya, bencana alam, sampai antikris berkuasa di bumi.
      Zakharia 2:7-8
      2:7. Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!
      2:8. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya--:

      Kita juga dilindungi dari Babel. Kita selalu dijamah oleh Tuhan dan kita menjamah Tuhan, sehingga kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menempatkan Yesus sebagai Kepala.

      Mari kita melayani mulai dari dalam nikah dengan suci dan setia, kemudian dalam penggembalaan. Tuhan Yesus yang bertanggung jawab atas setiap langkah hidup kita. Dia rela mati menjadi tengkorak untuk bertanggung-jawab atas hidup kita.

  1. Harus hidup dalam sistem Kanaan.
    Ulangan 11:11-14
    11:11. Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
    11:12. suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.
    11:13. Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
    11:14. maka Ia akan memberikan hujan untuk tanahmu pada masanya, hujan awal dan hujan akhir, sehingga engkau dapat mengumpulkan gandummu, anggurmu dan minyakmu,
    11:15. dan Dia akan memberi rumput di padangmu untuk hewanmu, sehingga engkau dapat makan dan menjadi kenyang.

    Sistem Mesir adalah tanah rata, hanya mengandalkan kekuatan sendiri.
    Sistem Kanaan adalah sistem lembah (kematian) dan gunung (kebangkitan). Ini sama dengan sistem salib/ percikan darah, yaitu sengsara daging tanpa dosa, sengsara daging karena Yesus.
    Contoh: sengsara karena kebenaran, sengsara karena ibadah pelayanan kepada Tuhan, penyakit, tidak salah tetapi disalahkan, dan sebagainya.
    Kalau menderita penyakit karena dosa, kita harus minta ampun. Tetapi kalau menderita penyakit tanpa dosa, berarti percikan darah.

    Percikan darah adalah kasih karunia Tuhan, tidak semua bisa mengalami.
    1 Petrus 2:19
    2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Mengapa Tuhan izinkan kita mengalami percikan darah? Supaya ada Roh kemuliaan/ shekinah glory.
    1 Petrus 4:12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kalau ada Roh kemuliaan, akan terjadi keubahan hidup, mujizat terbesar, yaitu kita menjadi hamba Tuhan yang taat dan setia.
    Ulangan 11:13
    11:13. Jika kamu dengan sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,

    'mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu' = taat.
    'beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu' = setia.
    Taat dan setia sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan. Ini yang menarik kasih setia Tuhan. Mata-Nya mengawasi, artinya Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk mencurahkan hujan anugerah kepada kita semua.

    Ulangan 11:12
    11:12. suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

    Hasilnya:
    • Tangan belas kasih Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi. Kita tidak pernah mengalami kekeringan, tetapi selalu berkelimpahan, sampai mengucap syukur.

    • Tangan belas kasih Tuhan sanggup untuk menolong dan menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      Lukas 7:13-15
      7:13. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
      7:14. Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
      7:15. Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

      Yang mati jadi bangkit, yang mustahil jadi tidak mustahil, yang sakit jadi sembuh. Masalah nikah dan buah nikah dipulihkan, sehingga bisa menjadi satu dan bahagia kembali.

      Tuhan juga menolong secara rohani.
      Lukas 22:61-62
      22:61. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
      22:62. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

      Ketika Petrus tidak taat dan setia lagi, Yesus sudah tidak memandang ia lagi. Tetapi begitu ada kokok ayam, Yesus melihat lagi pada Petrus. Itulah pandangan belas kasih Tuhan kepada Petrus.
      Sekarang bagi kita, kalau kita mau mengaku dosa dan meninggalkan dosa, kemudian mengalami percikan darah, tengan belas kasih-Nya mampu mengangkat kita untuk hidup benar dan suci. Yang gagal menjadi berhasil dan indah pada waktunya.

      Apa pun keadaan kita, selama masih ada hati lembut, penggembalaan, dan percikan darah, masih ada belas kasih Tuhan.

    • Kalau Yesus datang kembali, kita akan diubahkan jadi sempurna seperti Dia. Kasih karunia Tuhan mengangkat kita ke awan-awan. Kita bertemu Dia selamanya.

Apapun keadaan sekarang, Allah tetap peduli, yang penting ada hati lembut, tergembala, dan percikan darah.



Tuhan memberkati.