[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Agustus 2012 (Senin Sore)

Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib, untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan sidang jemaat.

7x percikan darah di atas tabut perjanjian/7 sengsara yang dialami oleh Yesus dalam Matius 27:
  1. ay. 1-10= Yesus diserahkan kepada Pilatus dan kematian Yudas Iskariot (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2012).

  2. ay. 11-26= Yesus di hadapan Pilatus untuk menghadapi tuduhan-tuduhan sampai ketidak adilan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 15 April 2012).

  3. ay. 27-31= Yesus diolok-olok (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Mei 2012).

  4. ay. 32-50= Yesus disalibkan sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2012).

  5. ay. 51-56= mujizat-mujizat pada kematian Yesus (sudah diteragnkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Juli 2012).

  6. ay. 57-61= Yesus dikuburkan.
  7. ay. 62-66=kubur Yesus dijaga.
Malam ini kita mempelajari sengsara Yesus yang keenam: YESUS DIKUBURKAN.

Matius 27: 57-61
27:57. Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.
27:58. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.
27:59. Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,
27:60. lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.
27:61. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu.

Malam ini kita pelajari mengapa mayat Yesus harus diturunkan dan dikuburkan.
Ada 2 alasan, yaitu:
  1. Ulangan 21: 22-23
    21:22. "Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang,
    21:23. maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi
    haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."

    Alasan pertama: sebab mayat orang yang mati disalib adalah terkutuk di hadapan Tuhan, sehingga tidak boleh dibiarkan semalaman, supaya tidak menajiskan tanah perjanjian.

  2. Yohanes 19: 31
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.

    Alasan kedua: sebab mayat orang yang mati disalib adalah terkutuk, sehingga tidak boleh tinggal tergantung pada hari Sabat, sebab hari Sabat adalah hari yang dikudusikan.
Sabat= perhentian dalam Roh Kudus.
3 macam Sabat:
  1. sabat kecil= bisa kita alami setiap hari, yaitu perhentian dalam Roh Kudus, sehingga kita bisa selalu hidup dalam damai sejahtera yang tidak terpengaruh oleh apapun didunia.

  2. sabat besar= kerajaan 1000 tahun damai.= suasana Firdaus,
  3. sabat kekal= Yerusalem baru (kerajaan Surga yang kekal).
Jadi, kalau kita mau mengalami sabat kecil sampai sabat kekal, tidak boleh ada kutukan dalam hidup kita atau sesuatu yang terkutuk dalam hidup kita (seperti orang yang mati terkutuk, tidak boleh tergantung di kayu salib sebab menghadapi hari Sabat).

Kalau dalam hidup ini, kita tidak mengalami damai sejahtera, TIDAK MUNGKIN bisa masuk kerajaan 1000 tahun damai.

Wahyu 22: 3
22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

'tidak akan ada lagi laknat'= tidak ada kutukan.

3 hal yang menyebabkan kutukan:
  1. Ulangan 28: 15
    28:15. "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:

    Penyebab kutukan yang pertama: tidak taat dengar-dengaran pada suara Tuhan (Firman yang dibukakan rahasianya).

    Kalau tidak taat, pasti tidak ada perhentian dan tidak mengalami damai sejahtera.

    Ulangan 28: 22
    28:22. TUHAN akan menghajar engkau dengan batuk kering, demam, demam kepialu, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit gandum; semuanya itu akan memburu engkau sampai engkau binasa.

    Kalau tidak taat dengar-dengaran, tidak mengalami perhentian, malah mengalami demam.

    'demam'= tidak panas, tidak dingin= suam-suam rohaninya, artinya:

    • suam-suam dalam ibadah pelayanan,
    • suam-suam dalam pengajaran yang benar.

    Mertua Petrus aadalah contoh kehidupan yang sakit demam.
    'mertua Petrus'= orang yang sudah lama dalam pengajaran. Teapi kalau tidak taat, pasti akan suam-suam.

    'demam'= ada sesuatu yang tidak beres (ada infeksi).
    Artinya: kalau tidak taat, pasti ada yang tidak beres, baik dalam nikahnya, dalam keuangan ataupun dalam perkara lainnya.

    Supaya tidak masuk kutukan, KITA HARUS PEGANG FIRMAN YANG BENAR.

  2. Yeremia 48: 10
    48:10. Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!

    Penyebab kutukan yang kedua: lalai dalam pekerjaan Tuhan= tidak setia dan tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan= hamba yang jahat dan malas yang akan dicampakkan dalam kegelapan yang paling gelap.

    Matius 25: 26, 30
    25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
    25:30. Dan campakkanlah
    hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    'terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!'= lalai juga termasuk mengabaikan Firman= tidak mau mengalami pekerjaan Firman.
    Akibatnya, hidupnya menjadi tidak benar dan tidak suci.

    Jadi, tidak setia dalam ibadah pelayanan sudah merupakan kutukan. Tetapi melayani Tuhan tanpa kebenaran dan kesucian, juga merupakan kutukan.

    Yang benar adalah MELAYANI TUHAN DENGAN SETIA DAN BENAR. Dan inilah yang berkenan pada Tuhan.

  3. Maleakhi 3: 8-9
    3:8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!
    3:9.
    Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

    Penyebab kutukan yang ketiga: mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus)= tidak jujur.

    Yesus rela mati dan dikuburkan, supaya kita bis amengalami sabat.

    'perpuluhan'= pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan.

    Kejadian 28: 20-22
    28:20. Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
    28:21. sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
    28:22. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah.
    Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu."

    Perpuluhan adalah milik Tuhan. Kalau kita mengembalikan perpuluhan, berarti kita mengakui bahwa hidup kita milik Tuhan dan apa yang miliki adalah milik Tuhan. Dan Tuhanlah yang memelihara dan melindungi kita.

    Dasar perpuluhan= kejujuran.

    Maleakhi 3: 10
    3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

    = perpuluhan ini ada kaitan dengan makanan di rumah Tuhan.
    Kalau tidak ada perpuluhan, berarti tidak ada makanan rohani dalam sidang jemaat (suasana kutukan).

    Pencuri ulung adalah kalau gembala mengambil perpuluhan,tetapi tidak memberi makan pada sidang jemaat.
    Kalau jemaat mencuri perpuluhan, maka jemaat tidak bisa makan Firman (merupakan kutukan).

    Mati hidupnya rohani kita (berkat atau kutuk), bergantung pada kita bisa makan Firman pengajaran benar atau tidak.

    Sebab itu, ki taharus hati-hati, sebab dalam penggembalaan, ada suara asing yang mengganggu.
    Kalau sudah ada dalam kutukan, bisa dideteksi dari lidah yang kering (banyak membicarakan yang negatif).
Bagaimana kita bisa bebas dari kutukan?:
Galatia 3: 13-14
3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia
berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Caranya adalah Yesus harus mati terkutuk di kayu salib untuk melepaskan kita dari kutukan dosa, sehingga berkat Abraham bisa diterima oleh bangsa kafir, terutama berkat Roh Kudus.

Kalau ketidak taatan, tidak setia dan tidak jujur dibuang, berarti kutuk sudah digantung di kayu salib dan Roh Kudus dicurahkan pada kita.

Kisah Rasul 10: 44
10:44. Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
10:45. Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa
karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,

Mestinya berkat Abraham hanya untuk bangsa Israel secara jasmani.
Tetapi kalau kita bisa menerima Roh Kudus, itu adalah KEMURAHAN TUHAN yang besar bagi kita.

URAPAN DAN KEPENUHAN ROH KUDUS ADALAH BUKTI BAHWA KITA SUDAH BEBAS DARI KUTUKAN. Dan kita tinggal menanti berkat-berkat dicurahkan pada kita.

Kegunaan Roh Kudus:
  1. Roma 12: 11
    12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Kegunaan pertama: Roh Kudus membuat kita selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.

    Roh Kudus juga Roh kebenaran. Artinya: Roh Kudus membuat kita bisa hidup benar dan suci.

    Jadi, Roh Kudus membuat kita melayani Tuhan dengan setia dan benar, setia dan suci, serta setia dan baik.

    Matius 25: 21
    25:21. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Kalau menjadi hamba yang baik dan setia, setia dan benar serta setia dan suci, kita akan mengalami damai sejahtera, apapun keadaaan kita. Dan kita akan dipakai dalam perkara besar (pelayanan tubuh Kristus).

  2. Roma 8: 15
    8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Kegunaan kedua: urapan Roh Kudus bisa membuat kita berseru 'Ya Abba, Ya Bapa'= taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

    Ulangan 28: 1, 8
    28:1. "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
    28:8.
    TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

    = kalau kita taat dengar-dengaran, Tuhan akan memerintahkan berkat sampai anak cucu, bahkan kita bisa menjadi berkat bagi orang lain. Dan masih ditambah lagi, Tuhan memberikan keberhasilan sampai anak cucu.

  3. Roma 8: 26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa
    Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Kegunaan ketiga: Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan= menaikan asap berbau harum dihadapan Tuhan.

    Penyembahan= penyerahan diri sepenuh kepada Tuhan.

    Tingkatan penyerahan diri sepenuh (asap dupa berbau harum):

    • mengembalikan perpuluhan milik Tuhan, sebab ini merupakan penyerahan terkecil.

      Imamat 3: 16-17
      3:16. Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.
      3:17. Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu:
      janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."

      Dalam perjanjian lama, milik Tuhan adalah lemak.
      Dalam perjanjian baru, milik Tuhan adalah perpuluhan.
      Jadi, mempersembahkan perpuluhan adalah mempersembahkan bau yang harum di hadapan Tuhan.

    • Roma 12: 1
      12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

      = mempersembahkan tubuh kita, yaitu tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah.

      Tubuh yang hidup= tubuh yang dikuasai Roh Kudus (pelita emas)= aktif dalam pekerjaan Tuhan.
      Ini bisa kita dapatkan lewat ketekunan dalam Ibadah Raya.

      Tubuh yang kudus= tubuh yang dikuasai Firman Allah (meja roti sajian).
      Ini bisa kita dapatkan lewat ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.

      Tubuh yang berkenan pada Allah= tubuh yang dikuasai kasih Allah (mezbah dupa emas).
      Ini bisa kita dapatkan lewat ketekunan dalam Ibadah Doa.

      Jadi, mempersembahan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah bisa kita lakukan dalam kandang penggembalaan.
      Artinya: hanya kehidpan yang digembalakan, yang bisa dipersembahkan sebagai bau harum dihadapan Tuhan.

      Untuk masuk penggembalaan, daging ini harus dipaksa, sebab penggembalaan adalah pintu yang sempit.

    • Roma 8: 28
      8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

      = mempersembahkan doa penyembahan dengan keluhan yang tak terucapkan= bagaikan mengangkat 2 tangan kepada Tuhan dan Tuhan akan mengulurkan Tangan kepada kita untuk:

      1. mendatangkan kebaikan bagi kita (menjadikan semua baik dalam hidup kita).
        Apa yang sudah hancur, bisa dijadikan baik.

        Biarlah hari-hari ini, tidak ada kutukan lagi dalam hidup kita, tetapi biarlah Roh Kudus menguasai hidup kita.

      2. mengubahkan hidup kita dari manusia daging menjadi manusia rohani (daigng dibakar sampai berbau harum di hadapan Tuhan).

        Efesus 4: 22-25
        4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
        4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
        4:24. dan
        mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
        4:25. Karena itu
        buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

        = keubahan hidup dimulai dari tidak berdusta dan berkat baik (menjadi berkat bagi orang lain).

        Efesus 5: 1-2
        5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
        5:2. dan
        hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

        Keubahan kita sampai bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua dan mengasihi sesama seperti diri sendiri. Inilah bau harum di hadapan Tuhan.
        Dan saat Tuhan datang kembali, kita akan terangkat di awan-awan permai untuk bertemu dengan Yesus sampai masuk Yerusalem Baru.
Tuhan memberkati.