Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 September 2010 (Senin Sore)

Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP KITA TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang positif (diwakili hamba yang menerima 5 dan 2 talenta) dan negatif (diwakili hamba yang menerima 1 talenta).
Sikap ini harus kita pertanggung jawabkan kepada Tuhan.

Sikap yang negatif adalah: JAHAT DAN MALAS.
Yang bersikap negatif ini, ia tidak bekerja dan akibatnya hanya akan dicampakan di dalam kegelapan yang paling gelap sampai hukuman kekal selama-lamanya.

ay. 16-30 ini juga merupakan sikap Tuhan terhadap talenta, sebab setelah Tuhan memberikan talenta, Tuhan juga ada kerinduan terhadap talenta ini.

SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA
Matius 25: 19
25:19. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu
mengadakan perhitungandengan mereka.

ay. 19= sikap Tuhan terhadap talenta, yaitu Tuhan hanya menghendaki PERKEMBANGAN DARI TALENTA(ay. 19= 'mengadakan perhitungan')
Matius 25ini terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah. Ini juga merupakan suatu perkembangan.

Kalau tongkat tetap tongkat, suatu waktu akan rapuh dan hancur.

Waktu Tuhan naik ke Surga, Tuhan memberikan 5 talenta, 2 talenta dan 1 talenta.
Kalau dijumlah= 8 talenta.
Angka 8 ini mengingatkan kita pada 8 orang yang selamat di bahtera Nuh.

1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,


Jadi, 8 talenta identik dengan 8 orang yang sudah diselamatkan. Artinya, pelayan Tuhan adalah orang-orang yang sudah diselamatkan.
8 orang ini semuanya adalah suami istri. Ini menunjuk pada KESELAMATAN MEMPELAI.

Talenta yang sudah diberikan, juga terjadi perkembangan, yaitu: Jadi,  perkembangan talenta adalah 5+2= 7 talenta.
Angka 7 menunjuk pada kesempurnaan (KESEMPURNAAN MEMPELAI).

Jadi, Tuhan menghendaki supaya kita yang sudah menerima KESELAMATAN MEMPELAI, bisa berkembang sampai KESEMPURNAAN MEMPELAI.

Salah satu contohnya kita pelajari dari kisah Lot.

Kejadian 19: 16-17
19:16. Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
19:17. Sesudah kedua orang itu
menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

ay. 17= 'menuntun mereka sampai ke luar'= sudah selamat, karena dituntun keluar dari Sodom. Tapi ini masih belum cukup. Lot harus lari ke pegunungan, supaya ia tidak mati lenyap.

APA ITU PEGUNUNGAN?
Wahyu 21: 9-10
21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah
gunung yang besar lagi tinggidan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Pegunungan ini adalah gunung yang besar dan tinggi, dimana ada kota Yerusalem Baru. Ini sama dengan mempelai wanita (kesempurnaan mempelai).

Jadi, Lot yang sudah selamat, tetap harus meningkat sampai mencapai kesempurnaan. Begitu juga dengan kita. Kita harus meningkatkan keselamatan kita untuk naik ke gunung dimana ada Yerusalem Baru supaya kita tidak mati lenyap.
Kalau hanya berhenti sampai selamat, kita masih berada di kaki gunung dan kita tidak akan selamat!

PROSES MENDAKI GUNUNG YERUSALEM BARU/proses meningkat dari keselamatan mempelai kepada kesempurnaan mempelai:
  1. mendaki gunung Joljuta.
    Artinya: menghargai korban Kristus.

    Praktiknya: merendahkan diriuntuk mengaku dosa-dosa kita oleh dorongan Firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus.
    Dan mengaku dosa ini pada Tuhan dan sesama.

    1 Yohanes 1: 7, 9
    1:7. Tetapi jika kita hidup di dalam terangsama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    1:9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan
    mengampuni segala dosakita dan menyucikan kitadari segala kejahatan.

    ay. 7= 'hidup dalam terang'= jujur. Dan kalau sama-sama terang, barulah kita bisa bersekutu satu sama lain. Kalau satu terang dan satu gelap, tidak akan bisa bersekutu, sebab terang dan gelap tidak bisa menyatu.

    Kalau kita mengaku dosa kita dengan sejujur-jujurnya, darah Yesus aktif melakukan 2 hal:
    • Darah Yesus mengampuni dosa kita= menutupi segala dosa kita, sehingga kita seperti tidak pernah berbuat dosa. Dan setanpun tidak bisa menuduh kita lagi.

    • Darah Yesus menyucikan kitadari segala dosa. Artinya:
      1. mencabut akar-akar dosa(dosa yang sudah kita lakukan), sehingga kita tidak berbuat dosa lagi, bahkan kita telepas dan membenci dosa itu.

      2. menyucikan kita dari segala jerat dosa(dosa yang menghadang di depan kita untuk menjatuhkan kita).
        Kita harus berhati-hati, sebab setan bisa meletakan jerat dosa di depan kita, sehingga dosa yang dulunya sudah diakui, bisa dilakukan kembali.
    Jadi, mendaki gunung Joljuta adalah menyelesaikan beban dosa dan jerat dosa oleh kekuatan Darah Yesus.

    Kalau dosa dipertahankan, Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa sebab Tuhan menyembunyikan Diri dari kita dan kitapun juga tidak bisa berbuat apa-apa, hanya menunggu kebinasaan.

    Tapi kalau kita mendaki gunung Joljuta, Tuhan bisa mengulurkan Tangan pada kita untuk menyelesaikan segala masalah kita tepat pada waktunya.

    Yesaya 59: 1-2
    59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
    59:2. tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang
    membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

    Karena itu, kalau kita menghadapi masalah, kita harus memeriksa diri untuk mengakui dosa-dosa kita.

  2. mendaki gunung yang kudus(gunung penyembahan).
    Mazmur 43: 3-4
    43:3. Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mudatang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudusdan ke tempat kediaman-Mu!
    43:4. Maka
    aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

    (terjemahan lama)
    43:3. Suruhkanlah terang-Mu dan kebenaran-Mu, supaya keduanya itu memimpin aku dan membawa akan daku ke bukit kesucian-Mu dan ke dalam tempat kediaman-Mu;

    ay. 3= 'terang'= urim= Roh Kudus.
    ay. 3= 'kebenaran'= tumim= Firman.
    ay. 4= 'pergi ke mezbah Allah'= menyembah Allah.
    Jadi, lewat Firman pengajaran yang benar dan Roh Kudus, kita bisa menyembah Tuhan dalam penyembahan benar(praktik mendaki gunung yang kudus).

    Penyembahan ini sama dengan membakar dupa. Artinya, proses PEMBAKARAN DAGING DENGAN SEGALA HAWA NAFSUNYA, sehingga menghasilkan manusia rohani, itulah asap yang berbau harum di hadapan Tuhan.

    Penyembahan adalah puncak dari ibadah tahbisan kita.

    Yakobus 4: 13-15
    4:13. Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung",
    4:14. sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu?
    Hidupmu itu sama seperti uapyang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
    4:15. Sebenarnya kamu harus berkata: "
    Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu."

    ay. 14= kehidupan yang seperti uap yang akan lenyap binasa, itulah manusia daging yang mengandalkan sesuatu lebih dari Tuhan sampai melupakan Tuhan.

    ay. 15= kehidupan yang seperti asap, itulah manusia rohani yang tidak memiliki kehendak sendiri, tapi melakukan kehendak Tuhan (taat dengar-dengaran). Dan ini sudah dicontohkan oleh Tuhan saat Ia berada di taman Getsemane.

    Manusia rohaniini membakar segala dagingnya sampai tidak mengandalkan segala sesuatu dari diri sendiri sekalipun ada, tapi hanya berharap dan berserah sepenuh pada Tuhan.

    Seringkali, kita justru merasa ada, padahal gak ada apa-apanya. Ini bukan kehidupan yang menjadi asap berbau harum.
    Justru yang benar adalah kita merasa tidak ada, sekalipun kita memilikinya.

    Manusia rohani juga merasa tidak mampu dan tidak layak, hanya bergantung pada kemurahan Tuhan.

    Kejadian 8: 20-22
    8:20. Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
    8:21. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "
    Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
    8:22. Selama bumi masih ada, takkan
    berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

    Hasil kalau kita naik ke gunung yang kudusuntuk membakar daging kita yaitu:
    • Tangan Kasih Tuhan diulurkan untuk mengganti kutuk menjadi berkat, artinya Tuhan memelihara hidup kita sehari-hari dan ada jaminan untuk masa depan yang indah, bahkan Tuhan menghapus air mata kita dan memberi kebahagiaan surga pada kita.

    • ay. 22= Tuhan memakai kehidupan kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir(kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna= 'menabur dan menuai').

  3. mendaki gunung Yerusalem baru.
    Wahyu 21: 9-10
    21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
    21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.


    Gunung Yerusalem baru= kesempurnaan mempelai.
    Jadi, untuk masuk Yerusalem baru, kita harus menjadi mempelai wanita Tuhan.

    Praktik mendaki gunung Yerusalem Baruadalah oleh pekerjaan Firman pengajaran yang benar dan urapan Roh Kudus, kita mengalami penyucian dan pembaharuan terus menerussampai menjadi sama mulia dengan Yesus.

    Wahyu 21: 11
    21:11. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    Pembaharuan dimulai dari:
    • tampil sebagai permata yaspis.
      'yaspis'= kerinduan yang menyala-nyala untuk ibadah melayani Tuhan dan untuk menjadi mempelai wanita Tuhan, sekalipun banyak kelemahan dan kekurangan kita sampai hari ini.

      Sekalipun banyak kekurangan dan kelemahan kita, kalau ada kerinduan yang menyala-nyala, Tuhan masih bisa tolong.
      Kerinduan ini juga berarti rindu untuk lepas dari dosa-dosa, bukan pasrah atau diam saja dan tetap dalam kelemahan.

    • tampil jernih seperti kristal= jujur.
      Ini jalan keluar kalau masih ada kegagalan/kelemahan dalam hidup kita, yaitu jujur mengaku pada Tuhan apa keadaan kita. Dan doa orang jujur akan dijawab oleh Tuhan. Bahkan Tuhan akan mengangkat kehidupan kita.

      Amsal 15: 8
      15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.
    Selama masih ada kerinduan dan kejujuran, kita akan mengalami mujizat jasmani dan rohani. Dan saat Tuhan datang kembali, kita akan diubahkan untuk mengalami KESEMPPURNAAN MEMPELAIsampai kita benar-benar masuk dalam gunung Yerusalem baru, kita bersama Tuhan untuk selama-lamanya.
Tuhan memberkati.