Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 September 2012 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Matius 27menunjuk pada 7 percikan darah diatas tabut perjanjian= sengsara/kematian Yesus.

Matius 28= menunjuk pada Shekina Glory(sinar kemuliaan atau kuasa kebangkitan Tuhan).
Jadi, dibalik sengsara dan kematian Yesus, ada sinar kemuliaan.

Pengalaman kematian/sengsara bersama Yesus, bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan langkah pertamayang akan diikuti dengan kebangkitan dan kemuliaan bersama Yesus.
Kalau kematiannya benar, pasti akan mengalami kebangkitan dan kemuliaan.

Jika kita mengikut Yesus untuk mendapat perkara jasmani(perkara yang tidak kekal), mungkin memang mendapatkan, tetapi imannya belum teruji.
Jika satu waktu menghadapi pencobaan, pasti akan kecewa, gugur dari iman dan tinggalkan Yesus, sehingga binasa untuk selamanya.

Tetapi, jika pengikutan kita kepada Yesus dimulai dengan pengalaman salib dan kita tetap setia, maka imankita akan bertambah menjadipengharapansampai menjadikasih(3 perkara yang kekal).

1 Korintus 13: 13
13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapandan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

Iman, pengharapan dan kasih adalah 3 perkara kekal yang harus kita kejar, sebab inilah yang membawa kita pada kehidupan kekal.

Malam ini, kita pelajari praktik sehari-hari pengalaman kematian, kebangkitan dan kemuliaan bersama Yesus:
  1. pengalaman kematianbersama Yesus.
    1 Petrus 2: 21-24
    2:21. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderitauntuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22. Ia tidak berbuat dosa, dan
    tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah
    mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

    Praktik pengalaman kematian bersama Yesus:

    • mati terhadap dosa/bertobat dalam kondisi dan situasi apapun.
      ay. 22= bertobat dimulai dengan tidak berdusta.

      Yeremia 9: 5-6
      9:5. Yang seorang menipu yang lain, dan tidak seorangpun berkata benar; mereka sudah membiasakan lidahnya untuk berkata dusta; mereka melakukan kesalahan dan malas untuk bertobat.
      9:6. Penindasan ditimbuni penindasan,
      tipu ditimbuni tipu! Mereka enggan mengenal TUHAN.

      Kalau mempertahankan dusta,berarti kehidupan itu malas bertobat sampai satu waktu tidak bisa bertobat dan jadi sama dengan setan.

  1. pengalaman kebangkitanbersama Yesus.
    1 Petrus 2: 24-25
    2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
    2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah
    kembali kepada gembaladan pemelihara jiwamu

    Praktik pengalaman kebangkitan bersama Yesus:

    • 'hidup untuk kebenaran'= hidup dalam kebenaran.
    • Kolose 3: 1-2
      3:1. Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
      3:2.
      Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.

      = menggutamakan atau menyulungkan ibadah pelayanan kepada Tuhanlebih dari semua perkara di bumi= setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan dan memperjuangkan ibadah pelayanan lebih dari apapun.

      Banyak kali, kita menyulungkan perkara dibumidan mengabaikan ibadah pelayanan. Akibatnya, justru semuanya sia-sia, bahkan anak sulung mati (kehilangan segala-galanya).
      'anak sulung'= suatu yagn dibanggakan, diutamakan, keberhasilan, dsb.

      Keluaran 4: 22-23
      4:22. Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
      4:23. sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau
      menolakmembiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung."


    • 1 Petrus 2: 25
      2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembaladan pemelihara jiwamu

      = tergembala.
      Kita harus tergembala pada pengajaran yang benar. Jangan asal tergembala!

      Kalau tergembala dengan benar, kita seperti carang melekat pada Pokok anggur yang benar.

      Sudah tergembala dalam pengajaran benar, kita juga harus tekun dalam kandang penggembalaan(ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok).

      Kalau tergembala dengan benar, hasilnya:

      1. 1 Petrus 2: 24
        2:24. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

        = kita mengalami kuasa bilur Yesus.
        Bilur Yesus sanggup menyembuhkan penyakit kita secara jasmani maupun rohani (kepedihan, kepahitan hati, dsb).

        Dengan demikian, jasmani rohani kita sehat, begitu juga nikah rumah tangga kita juga sehat.

      2. 1 Petrus 2: 25
        2:25. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

        = kita mengalami pemeliharaan tubuh, jiwa dan roh.

        3 macam ibadah= ibadah pada Allah Tritunggal. Dan lewat tergembala, tubuh, jiwa dan roh kita bersekutu dengan Allah Tritunggal.

        Bahkan, pemeliharaan Tuhan sampai 'takkan kekuranganaku'.
        Artinya: Tuhan memelihara tubuhkita secara berkelimpahan (sampai mengucap syukur).

        Tuhan juga memelihara jiwadengan memberikan ketenangan dan damai sejahtera, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

        Sampai puncaknya nanti, pemeliharaan tubuh, jiwa dan roh mencapi kesempurnaan.

  2. pengalaman kemuliaanbersama Yesus.

    Praktik pengalaman kemuliaan bersama Yesus: mengalami pembaharuan(keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus).

    Proses pembaharuan:

    • masuk baptisan air(kolam pembasuhan).
      Roma 6: 2, 4
      6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
      6:4. Dengan demikian kita telah
      dikuburkan bersama-sama dengan Diaoleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      'mati bagi dosa'= bertobat. Dan akalau sudah bertobat, jangan mengulangi dosa lagi.

      Baptisan air= orang yang bertobat, dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit dalam hidup yang baru(jenis kehidupan surgawi).

      1 Petrus 3: 20-22
      3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
      baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baikkepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,
      3:22. yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia
      naik ke sorgasesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya

      Hidup baru= mengalami pembaharuan hati, sehingga kita memiliki hati nurani yang baik, yaitu HATI YANG TAAT DENGAR-DENGARAN.

      Hati yang taat dengar-dengaran adalah landasan yang kuatuntuk menerima berkatdari Tuhan, baik berkat jasmani maupun berkat rohani.
      Selain menerima berkat, hati yang taat juga merupakan landasan yang kuat untuk menaikan kita sampai ke sebelah kanan Allah Bapa(ay. 22).

    • lewat doa penyembahan(mezbah dupa emas).

      Keluaran 30: 1-10= mengenai mezbah pembakaran ukupan

      Keluaran 30: 17-21= mengenai bejana pembasuhan.

      Jadi, mezbah dupa emas dan kolam pembasuhan ditulis dalam 1 pasal, sebab keduanya memiliki proses yang sama, yaitu proses penghancuran daging, sehingga terjadi pembaharuan.

      Markus 9: 2
      9:2. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupadi depan mata mereka,

      Dalam doa penyembahan, kita mengalami pembaharuan wajah(hati), yang bercahaya bagaikan matahari terik.

      'matahari'= ketulusan, kasih tanpa pamrih.
      Artinya: dalam penyembahan, kita mengalami pembaharuan hati menjadi HATI YANG TULUS.

      Roma 12: 2
      12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

      Jika kita mengalami pembaharuan hati (menjadi hati yang TAAT lewat baptisan dan hati yang TULUS lewat penyembahan), kita bisa membedakan manakah kehendak Allah dan mana yang bukan(bisa membedakan pengajaran benar dengan pengajaran palsu).
      Kalau bisa membedakan, kita pasti memilih pengajaran benar dan berpegang teguh pada pengajaran benar.

      Kalau sudah bisa membedakan pengajaran, kita juga bisa membedakan tahbisan yang benar dan tahbisan yang salah.
      Kain dan Habel sama-sama beribadah, tetapi hanya Habel yang diterima Tuhan. Sebab itu kita harus peka.
      Kalau tidak sesuai kehendak Tuhan, hanya akan diusir oleh Tuhan.

      Sesudah itu, kita bisa membedakan segala sesuatu yang benar dan tidak benar, sehingga kita selalu berbuat yang benar, tidak mau berbuat dosa sampai satu waktu sempurna seperti Dia.

      Jadi, hati yang taat dan tulus bisa menerima Firman sekeras apapun.

      Matius 15: 24-28
      15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
      15:25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "
      Tuhan, tolonglah aku.
      15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan
      melemparkannya kepada anjing."
      15:27. Kata perempuan itu: "
      Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remahyang jatuh dari meja tuannya."
      15:28. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

      ay. 26= Firman yang keras dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun.

      ay. 27= wanita ini bisa menerima Firman yang keras.

      Kita bangsa kafir yang paling membutuhkan Firman yang keras, sebab tanpa Firman, bangsa kafir hanya seperti anjing.

      'anjing'= perkataannyanajis.

      Selain itu, karakterbangsa kafir adalah kebenaran sendiri, sehingga nikah dan buah nikahnya hancur.

      Jika mau makan Firman yang keras, disitulah terjadi pembaharuan (ay. 27).

      'Tuhan, tolonglah aku'= artinya: wanita ini menganggap dirinya yang salah sehingga anaknya kerasukan setan.

      'Tuhan, tolonglah aku'= pembaharuan karakter, dimana tidak menyalahkan orang lain (wanita ini tidak mengatakan 'Tuhan tolonglah anakku', sekalipun anaknya yang kerasukan setan), tetapi menyalahkan diri sendiri (mengaku dosa pada Tuhan dan sesama dan tidak berbuat dosa lagi).

      'anjing itu makan remah-remah'= pembaharuan lidah, sehingga menghasilkan perkataan yang baik dan benar. Sampai satu waktu menjadi perkataan yang sempurna.

      Yakobus 3: 2
      3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Perkataan yang baik dan benar akan memuncak sampai hanya berseru 'Haleluya'.

Kalau ada Shekina Glory, hasilnya:
Tuhan memberkati.