[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Juli 2011 (Senin Sore)

Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku."
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
26:28. Sebab
inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

ay. 26-29= MAKAN PERJAMUAN SUCI.
Pada ayat sebelumnya (ay. 17-25), merupakan perjamuan paskah.
Ayat 26-29= peralihan dari perjamuan paskah ke perjamuan suci.
Jadi, perjamuan paskah yang terakhir= perjamuan suci yang pertama kali.

Kita sudah pelajari peraturan makan perjamuan paskah yang sama dengan peraturan makan perjamuan suci, yaitu:
  1. dagingnya harus dipanggang dengan api (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juli 2011).
    Ini menunjuk pada api Roh Kudus.

  2. harus dimakan dengan roti tidak beragi (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juli 2011).
    'roti'= Firman Allah.
    'tidak beragi'= murni.
    'roti tidak beragi'= Firman Allah yang murni/benar yang tidak enak bagi daging.

  3. dagingnya tidak booleh mentah (dijelaskan pada Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2011).
    Daging mentah= api hawa nafsu daging yang membakar dan membinasakan.

  4. tidak boleh direbus dengan air (dijelaskan pada Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2011).
    'air'= kesegaran dunia yang menenggelamkan dan membinasakan.

  5. daging dipanggang dengan api (dijelaskan pada Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2011).
    'Api'= penyucian.
    Jadi, makan perjamuan harus dengan penyucian.
    Yang disucikan disini adalah kepala, betis dan isi perut= penyucian seluruh hidup kita.

  6. daging harus dimakan, artinya: Firman sudah harus mendarah daging (dijelaskan pada Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2011).
Keluaran 12: 11
12:11. Dan beginilah kamu memakannya:
pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi TUHAN.

Malam ini kita pelajari peraturan berikutnya, yaitu:
  1. 'pinggangmu berikat'= pinggang berikat/berikat pinggang.
    Efesus 6: 14
    6:14. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan,

    Pinggang berikat= berikat pinggang kebenaran.

    Yohanes 17: 17
    17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Kebenaran adalah sesuatu yang menyucikan.
    Kebenaran= Firman Tuhan.
    Jadi, kebenaran adalah Firman yang menyucikan kita.
    Karena itu, untuk makan perjamuan suci, kita harus BERIKAT PINGGANG KEBENARAN.

    Berikat pinggang kebenaran= mengikat pedang pada pinggang.
    Artinya: berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan mendengar serta dengar-dengaran pada pengajaran yang benar.

    Keluaran 32: 26-28
    32:26. maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
    32:27. Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel:
    Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
    32:28. Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu
    tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

    Menyandang pedang di pinggang= MEMIHAK TUHAN, tidak memihak manusia.
    Kalau kita memihak Tuhan, Tuhan juga ada di pihak kita. Dan kehidupan kita akan mengalami penyucian sampai angka '3000'.

    Dalam Tabernakel, angka 3000 adalah ruangan suci (20 x 10 x 10 hasta) ditambah ruangan maha suci (10 x 10 x 10 hasta).
    Jadi, masuk angka 3000, artinya: kita SUCI DAN SEMPURNA.

    Pada saat itu, Israel menyembah berhala. Sebenarnya, Israel adalah dombaNya Tuhan. Tetapi saat itu, Tuhan katakan mereka seperti kuda lepas kandang.

    Keluaran 32: 25
    32:25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

    Kehidupan yang seperti kuda, itulah yang harus disucikan.
    'kuda'= artinya:
    • kekuatan daging. Artinya: anak Tuhan yang mengandalkan kekuatan daging dan kekuatan dunia seperti kekayaan, kepandaian dsb.
      Akibatnya, kehidupan tersebut tidak mengandalkan Tuhan.

      Yesaya 31: 1
      31:1. Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.

      Yeremia 17: 5
      17:5. Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

    • hawa nafsu daging yang liar= memicu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
    • keinginan daging yang membuat keras hati dan tidak taat dengar-dengaran.
      Ini merupakan berhala di akhir jaman (seperti Israel yang tegar tengkuk).

      Keluaran 32: 9
      32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

    • perasaan daging.
      Keluaran 32: 27
      32:27. Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."

      = kalau memakai perasaan, bani Lewi tidak bisa melakukan perintah Musa.

      Kalau perasaan, kekuatan, hawa nafsu, dan keinginan daging disucikan, kita bisa suci dan tergembala (masuk angka '2000'), seperti carang melekat pada Pokok Anggur yang benar= tergembala pada SATU pengajaran yang benar. Dan mau tidak mau, carang itu akan berbuah manis (kita mengalami hujan berkat dari Tuhan).
    • perkataan daging.
      Jangan sampai kita mengeluarkan perkataan yang sia-sia, apalagi perkataan tersebut ditujukan kepada Musa (orang yang dipakai Tuhan).

      Keluaran 32: 23
      32:23. Mereka berkata kepadaku: Buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir--kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.

      = perkataan sia-sia dari bangsa Israel, padahal Musa sedang bergumul.
      'Buatlah untuk kami allah'= menghina Tuhan dan pengajaran yang benar.

      Kalau lidah disucikan, maka kita mencapai angka '3000' (sempurna).

      Yakobus 3: 2
      3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

      Kalau angka 2000 belum tercapai, tidak mungkin bisa mencapai angka 3000.
      Karena itu, kita harus berada di kandang.
  1. 'kasut pada kakimu'= penghargaan yang sungguh-sungguh.

    Efesus 6: 15
    6:15. kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera;

    Kasut= kerelaan hati untuk berkorban.
    Jadi, makan perjamuan suci harus disertai dengan KERELAAN HATI UNTUK BERKORBAN BAGI TUHAN.

    Kalau kita ada kerelaan untuk berkorban, kita akan dipakai Tuhan untuk memberitakan injil damai sejahtera, artinya:
    • bersaksi tentang injil keselamatan bagi orang-orang yang belum percaya Yesus, supaya mereka bisa didamaikan dengan Tuhan.
    • bersaksi tentang injil kemuliaan kepada orang-orang yang sudah selamat supaya bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Jadi, kita harus rela berkorban apa saja untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sesuai dengan jabatan pelayanan kita masing-masing.
    Hanya SATU YANG TIDAK BOLEH DIKORBANKAN, yaitu Firman pengajaran yang benar, sebab Firman ini merupakan Pribadi Yesus yang tidak boleh dikorbankan untuk kedua kalinya.

    Ulangan 29: 5
    29:5. Empat puluh tahun lamanya Aku memimpin kamu berjalan melalui padang gurun; pakaianmu tidak menjadi rusak di tubuhmu, dan kasutmu tidak menjadi rusak di kakimu.

    '40'= 40 tahun Yobel= 2000 tahun jaman gereja.
    Kalau ada kerelaan hati untuk berkorban, maka kasut tidak rusak. Artinya: kita tetap SETIA BERKOBAR-KOBAR melayani Tuhan sampai garis akhir (sampai meinggal dunia atau sampai Tuhan datang kembali).

  2. 'tongkat di tanganmu'= berpegang pada salib.
    'tongkat'= salib.
    Jangan membuang tongkat. Kalau tongkat dibuang, akan jadi ular.

    Salib harus menjadi pengalaman hidup kita.
    Jadi, makan perjamuan suci HARUS DENGAN PENGALAMAN SALIB.

    Pengalaman salib= sengsara daging tanpa dosa.

    2 Korintus 4: 16-17
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab
    penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Tuhan ijinkan kita mengalami pengalaman salib, supaya kita mengalami keubahan hidup/PEMBAHARUAN. Dari buli-buli tanah liat, kita diubahkan menjadi buli-buli emas seperti Yesus.
Jadi, lewat perjamuan suci, kita mengalami penyucian, bisa setia berkobar-kobar, sampai pembaharuan.
Pembaharuan yang dikaitkan dengan salib adalah tidak tawar hati (kuat dan teguh hati).

Dalam perjalanan Israel menuju Kanaan (perjalanan terakhir), Tuhan pesankan "kuat dan teguh hati".
Sekarang, dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dibutuhkan kuat dan teguh hati.

Dari 12 pengintai yang dikirim Musa, 10 orang tawar hati, sekalipun mereka mengakui bahwa Firman Tuhan benar, tetapi suara dagingnya membuat mereka tawar hati.

Bilangan 13: 27-28
13:27. Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
13:28.
Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

ay. 28= suara daging.
Tawar hati= membesarkan masalah daripada Firman pengajaran yang benar. Dan umat Israel bersungut-sungut saat itu.

Bilangan 14: 34, 29
14:34. Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:
14:29. Di padang gurun ini
bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

= akibat bersungut-sungut, Israel dihukum oleh Tuhan, bahkan sampai semuanya jadi bangkai. Hanya 2 orang yang masuk ke Kanaan.
Yusak dan Kaleb adalah contoh kehidupan yang kuat dan teguh hati. Dan mereka dipakai Tuhan untuk masuk ke Kanaan (kegerakan hujan akhir).

Ulangan 1: 26-31, 33
1:26. Tetapi kamu tidak mau berjalan ke sana, kamu menentang titah TUHAN, Allahmu.
1:27. Kamu menggerutu di dalam kemahmu serta berkata:
Karena TUHAN membenci kita, maka Ia membawa kita keluar dari tanah Mesir untuk menyerahkan kita ke dalam tangan orang Amori, supaya dimusnahkan.
1:28. Ke manakah pula kita maju?
Saudara-saudara kita telah membuat hati kita tawar dengan mengatakan: Orang-orang itu lebih besar dan lebih tinggi dari pada kita, kota-kota di sana besar dan kubu-kubunya sampai ke langit, lagipula kami melihat orang-orang Enak di sana.
1:29. Ketika itu
aku berkata kepadamu: Janganlah gemetar, janganlah takut kepada mereka;
1:30. TUHAN, Allahmu, yang berjalan di depanmu,
Dialah yang akan berperang untukmu sama seperti yang dilakukan-Nya bagimu di Mesir, di depan matamu,
1:31. dan di padang gurun, di mana engkau melihat bahwa TUHAN, Allahmu,
mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya, sepanjang jalan yang kamu tempuh, sampai kamu tiba di tempat ini.
1:33. yang berjalan di depanmu di perjalanan
untuk mencari tempat bagimu, di mana kamu dapat berkemah: dengan api pada waktu malam dan dengan awan pada waktu siang, untuk memperlihatkan kepadamu jalan yang harus kamu tempuh."

ay. 29= Musa sudah mengingatkan umat Israel supaya kuat dan teguh hati.
BIARLAH HARI-HARI INI, KITA KUAT DAN TEGUH HATI (taat pada Firman pengajaran yang benar= kita mengulurkan tangan kepada Tuhan). Dan Tuhan mengulurkan Tangan anugerahNya kepada kita. Hasilnya:
  • 'Dialah yang akan berperang untukmu'= Tangan kemurahan Tuhan diulurkan untuk mengalahkan musuh-musuh, sampai masalah yang mustahil.

  • 'untuk mencari tempat bagimu, di mana kamu dapat berkemah'= Tangan kemurahan Tuhan diulurkan untuk mencari tempat perhentian. Artinya: membuat kita damai sejahtera ditengah kegoncangan dunia, sehingga semua menjadi enak dan ringan, sekalipun kita berjalan di padang gurun.

    Mencari tempat perhentian juga berarti Tuhan menata masa depan kita yang indah dan bahagia.

  • 'mendukung engkau, seperti seseorang mendukung anaknya'= Tangan kemurahan Tuhan menggendong kita bagaikan bayi-bayi yang tidak berdaya untuk memelihara kita ditengah kesulitan dan kemustahilan dunia.

    Tangan kemurahan Tuhan juga membersihkan kotoran-kotoran bayi= menyucikan dan memandikan bayi= membaharui kita sampai tidak bercacat cela. Kita jadi sama mulia dengan Tuhan dan terangkat bersama dengan Dia (menjadi mempelai yang mulia).
Tuhan memberkati.