[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Oktober 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan(1), dan pelangi ada di atas kepalanya(2) dan mukanya sama seperti matahari(3), dan kakinya bagaikan tiang api(4).
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka
(5). Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi(6),
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum
(7). Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Ayat 1-3= tujuh kali percikan darah yang dialami oleh Yesus menghasilkan tujuh sinar kemuliaan--penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan--(diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019):

  1. Berselubungkan awan. Artinya: pribadi yang diurapi oleh Roh Kudus sepenuhnya. (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2019).


  2. Pelangi ada di atas kepalanya. Ini menunjuk pada Roh kemuliaan (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 15 September 2019).


  3. Mukanya sama seperti matahari, supaya kita juga bersinar bagaikan matahari (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 September 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 September 2019).


  4. Kakinya bagaikan tiang api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 September 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 06 Oktober 2019).


  5. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ini menunjuk pada pembukaan rahasia firman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 18 Oktober 2019).


  6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 20 Oktober 2019).
  7. Ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum.

AD. 6: IA MENGINJAKKAN KAKI KANANNYA DI ATAS LAUT DAN KAKI KIRINYA DI ATAS BUMI
Ini menunjuk pada kewibawaan dan kuasa Tuhan untuk mengalahkan musuh-musuh, yaitu:

  1. 'kaki kanannya di atas laut', artinya mengalahkan binatang buas yang keluar dari dalam laut, itulah antikris (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 20 Oktober 2019).
  2. 'kaki kirinya di atas bumi', artinya mengalahkan binatang buas yang ada di bumi, itulah nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsu--tentang penyesatan.
    Wahyu 13: 11
    13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

AD. 2
Mulai dari taman Eden Hawa sudah disesatkan sehingga diusir dari taman Eden ke dunia, dan sekarang setan menggunakan cara yang sama untuk menyesatkan gereja Tuhan, supaya gereja Tuhan tidak kembali ke taman Eden.

2 Korintus 11: 2-4
11:2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
11:3. Tetapi aku takut, kalau-kalau
pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
11:4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau
Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

'kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus' => kesetiaan pada Yesus di sini bicara soal pengajaran (ayat 4).
Hawa disesatkan dari kesetiaan yang sejati kepada Yesus--kesetiaan kepada pengajaran yang benar.
Selama Adam dan Hawa mengikuti suara Tuhan mereka tinggal di Firdaus; dalam kebahagiaan. Tetapi ular menyesatkan pikiran Hawa, sehingga ia tidak setia lagi dalam firman pengajaran yang benar--kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus--; bimbang terhadap pengajaran yang benar karena diombang-ambingkan ajaran sesat: yang dilarang Tuhan justru diperbolehkan. Sekarang, ini banyak dilakukan oleh hamba Tuhan. Kita harus hati-hati.

Akibatnya: Hawa melepaskan pengajaran yang benar dan beralih pada ajaran palsu, sehingga ia diusir dari Firdaus--hidup dalam kutukan; letih lesu, beban berat, dan susah payah. Kalau dibiarkan, akan binasa selamanya.
Itulah penyesatan, seharusnya manusia tinggal di Firdaus tetapi dibuang ke dunia.

'aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki'= masa pertunangan--menunjuk pada akhir zaman--; satu langkah lagi masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai untuk kembali ke Firdaus sampai masuk Yerusalem baru selamanya.
Tetapi di akhir zaman setan tetap mau menyesatkan gereja Tuhan termasuk orang-orang pilihan, supaya tidak bisa kembali ke Firdaus tetapi binasa selamanya.

Matius 24: 4-5, 11, 24
24:4. Jawab Yesus kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan(1) kamu!
24:5. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan(2) banyak orang.
24:11. Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan(3) banyak orang.
24:24. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga(4).

Perikop: khotbah tentang akhir zaman.
Empat kali disebutkan 'penyesatan', sampai 'menyesatkan orang-orang pilihan juga', supaya tidak bisa kembali ke Firdaus tetapi binasa selamanya.
Di akhir zaman, ajaran sesat juga membuat kita kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus/pengajaran yang benar dan beralih pada ajaran palsu, untuk dibinasakan selamanya.

Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

'tengah malam'= masa paling gelap.
Setan tahu bahwa satu-satunya pemberitaan firman yang dibutuhkan pada akhir zaman--masa pertunangan--adalah kabar mempelai; firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Sekarang banyak gereja Tuhan disesatkan sehingga menolak kabar mempelai.

Kegunaan kabar mempelai:

  1. Menembusi kegelapan malam.
    Kegelapan malam artinya:


    1. Kesulitan di dunia sampai antikris berkuasa di bumi.
      Bagi kita dunia akan semakin sulit, karena itu kegelapan harus dilawan dengan terang, itulah kabar mempelai--cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus.


    2. Dosa-dosa yang memuncak pada dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Ini hanya bisa dihadapi dengan kabar mempelai, tidak bisa dengan lainnya.


  2. Mempersiapkan kita untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba.
  3. Membangunkan sepuluh gadis yang tertidur (Matius 25: 6 merupakan cerita tentang sepuluh anak dara).
    Artinya: membangunkan gereja hujan akhir untuk masuk kebangunan rohani; sama dengan masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan--Yesus adalah Mempelai Pria Sorga--, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru.

Ada penginjilan, baik, untuk menyambut kedatangan Yesus pertama kali: percaya Yesus, bertobat, selamat, dan diberkati. Tetapi untuk kembali ke Firdaus, kita harus menerima kabar mempelai, supaya kita bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Jangan disesatkan!
Karena itu setan menyesatkan orang-orang pilihan--orang-orang dalam kabar mempelai--karena perkara-perkara dunia. Kita harus hati-hati!

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna disebut dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kegerakan kuda putih; kegerakan dalam kabar mempelai.
Dulu, kegerakan hujan awal adalah kegerakan dalam firman penginjilan untuk menambah kuantitas.
Contoh: jari ada lima, kalau hanya empat, berarti cacat.

Tetapi kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan dalam kabar mempelai untuk menyucikan gereja Tuhan sampai sempurna seperti Yesus--meningkatkan kualitas.
Contoh: jari sudah lengkap jumlahnya, tetapi kalau cacat--kualitasnya hanya setengah--berarti tidak sempurna.

Inilah kegunaan kabar mempelai yaitu membawa kita menembusi dunia akhir zaman: kesulitan dan kenajisan sampai puncaknya dosa, dan setelah itu membawa kita ke awan-awan lewat pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan, kembali ke Firdaus, dan masuk Yerusalem baru.

Kabar mempelai sama dengan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
Ibrani 4: 12-13
4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Tadi, kabar mempelai menyucikan kita sampai pada kesempurnaan.
Apa yang disucikan oleh kabar mempelai?

  1. Mulai dari hati dan pikiran--sumber kehidupan rohani manusia yang menentukan semuanya. Kalau rohani baik, yang jasmani juga akan baik.
    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    Pikiran jahat= termasuk prasangka buruk.
    Pembunuhan= kebencian.
    Pencurian= kejahatan.
    Sumpah palsu= termasuk dusta.
    Hujat= menghujat Tuhan dan orang-orang suci; menghujat pengajaran yang benar--yang benar dibilang salah, yang salah dibilang benar.

    Hati manusia berisi tujuh dosa kejahatan, kenajisan, dan kepahitan yang membuat pelita padam--mata gelap--sehingga perbuatannya membabi buta, dan membawa pada kebinasaan.

    Kalau kabar mempelai menyucikan kita dari dosa-dosa, hati kita akan diisi urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya, sehingga kita menjadi orang yang takut akan Tuhan.
    Yesaya 11: 1-3
    11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
    11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
    11:3. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.

    Salah satu ciri Roh TUHAN adalah tertib dan teratur.


  2. Kalau hati takut akan Tuhan kita akan mengalami penyucian perbuatan. Kita takut berbuat dosa, sehingga kita hidup dalam kebenaran dan kesucian--menghasilkan perbuatan benar, suci, dan baik; berkenan pada Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.


  3. Mazmur 149: 6-9
    149:6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
    149:7. untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,
    149:8. untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi,
    149:9. untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

    Yang ketiga: penyucian perkataan dari perkataan sia-sia: dusta, gosip, dan hujat, sehingga menghasilkan perkataan benar, suci, dan baik--berkenan pada Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain--, sampai tidak salah dalam perkataan--sempurna; hanya memuji, bersaksi, dan menyembah Tuhan sampai bersorak sorai: Haleluya, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai ('pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka').

    Yakobus 3: 2
    3:2. Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Inilah kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam firman pengajaran yang benar/kabar mempelai, yaitu menyucikan hati, perbuatan, dan perkataan sidang jemaat sampai sempurna.
Karena itu setan mau menyesatkan kita, tetapi Tuhan punya kewibawaan dan kuasa untuk mengalahkan penyesatan oleh nabi palsu.

Kita juga, jangan sampai beralih dari pengajaran yang benar! Tetap pegang firman di tangan! Kita masuk dalam kegerakan penyucian sampai sempurna seperti Yesus.

Kalau tidak mau disucikan kita akan menghadapi pedang penghukuman, dan ketinggalan saat Yesus datang kembali, sampai kebinasaan selama-lamanya.
Mazmur 149: 7-9
149:7. untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,
149:8. untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi,
149:9. untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

Lebih baik terima pedang firman untuk memotong dosa!
Wahyu 19: 11-12, 16, 6-7
19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.
19:12. Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri.
19:16. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "
Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

Ini merupakan akhir dari kegerakan kuda putih.
'Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan' = Yesus.
Ayat 6-7= sidang jemaat.

Pada akhir dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kegerakan penyucian--akan ditampilkan dua hal:

  1. Ayat 6-7= gereja Tuhan yang sempurna--tidak salah dalam perkataan, tetapi hanya berseru: Haleluya.
  2. Ayat 12= Tuhan Yesus Kristus sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, yang segera datang kembali.

Malam ini kita mempelajari penampilan Tuhan Yesus Kristus sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga .

YESUS ADALAH IMAM BESAR DAN GEMBALA AGUNG YANG SETIA DAN YANG BENAR
.
Yesaya 11: 5
11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

Setia dan benar adalah salah satu senjata, tetapi juga merupakan perhiasan mempelai.
Kita sebagai IMAM-IMAM juga harus berikat pinggang KESETIAAN DAN KEBENARAN, baik saat kita diberkati maupun dalam penderitaan.
'benar'= sesuai dengan pengajaran yang benar; tidak berbuat dosa. Kalau tidak sesuai dengan pengajaran yang benar, akan ditolak oleh Tuhan, sekalipun pelayanannya hebat. Hati-hati dengan mujizat-mujizat jasmani yang tidak ada kaitan dengan penyucian/kerohanian, karena hal itu merupakan pekerjaan dari nabi palsu.

Lukas 17: 8
17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Melayani dengan berikat pinggang--melayani dengan setia dan benar--sama dengan memberi makan minum Yesus, Imam Besar; memuaskan hati-Nya.
Hasilnya:

  • Kita juga dipuaskan dengan kepuasan sorga, sehingga selalu mengucap syukur.
    Tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia yang membuat kita jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa--mungkin tidak berbuat tetapi mata memandang, untuk apa kita menerjunkan diri dalam dosa. Kita tidak akan menerjunkan diri dalam dosa jika ada kepuasan sorga.


  • Urusan makan minum kita adalah urusan Tuhan.
  • Semua akan ditambahkan oleh Tuhan, tidak pernah minus--'Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.'. Kita dipelihara secara berkelimpahan sampai mengucap syukur.

Urusan kita hari-hari ini adalah setia dan benar. lihat Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, yang segera datang kembali.

YESUS ADALAH RAJA DI ATAS SEGALA RAJA
Raja artinya berkemenangan.

Mazmur 20: 7, 10
20:7. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
20:10. Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

'TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya'= raja adalah salah satu jabatan yang diurapi. Kita sebagai raja-raja jangan sampai kehilangan urapan seperti Saul.
Yesus adalah Raja, dan kita RAJA-RAJA, berarti kita juga harus menang atas musuh.

Bagaimana Yesus bisa menang atas musuh-musuh? Karena Ia taat sampai mati di kayu salib, sehingga Ia mendapatkan nama di atas segala nama; Raja di atas segala raja--Ia menang atas setan tritunggal
Filipi 2: 8-10
2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit(setan) dan yang ada di atas bumi(nabi palsu) dan yang ada di bawah bumi(antikris),

Setan tritunggal adalah sumber kegoncangan darat, laut, dan udara.
Oleh sebab itu kita harus menang atas musuh-musuh bersama Yesus lewat KETAATAN sampai daging tidak bersuara lagi, dan kita akan menerima kuasa dari Raja segala raja untuk mengalahkan setan tritunggal.

Tadi kita harus menjadi imam-imam yang setia dan benar, sekarang kita menjadi raja yang taat.
Jadi kita harus menjadi hamba/pelayan Tuhan--imam dan raja--yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita dengan setia, benar, dan taat dengar-dengaran--kita memiliki jubah indah, dan hidup kita menjadi indah.

Hasilnya: kita akan selalu berkemenangan atas musuh-musuh; kita tidak pernah tersandung dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

YESUS SEBAGAI MEMPELAI PRIA SORGA YANG SIAP SEDIA UNTUK SEGERA DATANG KEMBALI
Kita juga harus siap sedia untuk menjadi MEMPELAI WANITA SORGA.

Apa kesiapan kita untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali? Kita harus memiliki pakaian mempelai yang putih berkilau-kilauan.
Wahyu 19: 6-8
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

Pakaian putih berkilau-kilauan adalah hasil dari jubah indah dicelup dalam darah Yesus.
Kalau jubah dicelup dalam darah Yesus, jubah tidak akan bisa direbut setan--tidak ditelanjangi oleh setan--, dan satu waktu akan menjadi pakaian putih berkilau-kilauan.
Dicelup dalam darah sama mengalami percikan darah.

Inilah persiapan kita, yaitu kita siap sedia untuk mengalami percikan darah--salib.; sengsara daging karena Yesus; sengsara daging tanpa dosa.
Jubah harus dicelup darah, kalau tidak, akan dilepas oleh setan.

Jadi, siap sedia menyambut kedatangan Yesus sama dengan siap sedia mengalami percikan darah.
Karena itu jangan hitung-hitung kalau mau melayani!

1 Petrus 2: 19
2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

Tidak semua bisa mengalami percikan darah tetapi hanya orang yang mendapat kasih karunia Tuhan.

Pakaian putih berkilau-kilauan adalah keubahan hidup dari dalam hati.
2 Korintus 4: 16-18
4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
4:17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

'penderitaan ringan'= percikan darah.
Percikan darah membuat kita mengalami pembaharuan hidup dari manusia daging yang hina menjadi manusia rohani yang mulia seperti Yesus, dimulai dari hati menjadi KUAT TEGUH HATI--'tidak tawar hati'. Ini yang kita butuhkan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Mari, tetap pegang teguh pengajaran yang benar. jangan disesatkan, supaya kita masuk dalam kegerakan kuda putih; kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kegerakan penyucian sampai sempurna, tidak salah dalam perkataan.

Akhir dari kegerakan kuda putih akan menampilkan kita sebagai gereja sempurna dan Yesus dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa, yang segera datang kembali:

  1. Dia sebagai Imam Besar, kita menjadi imam-imam yang setia dan benar.
  2. Dia sebagai Raja, kita menjadi raja yang taat.
  3. Dia sebagai Mempelai Pria Sorga kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap sedia dengan pakaian putih berkilau-kilauan.

Tadi, pakaian putih berkilau-kilauan kita dapatkan dari jubah dicelup dalam darah.
Percikan darah adalah kasih karunia, dan di baliknya kita akan mengalami mujizat terutama mujizat keubahan hidup yaitu kuat teguh hati.

Kuat teguh hati artinya:

  • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan/pengajaran yang benar.
  • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran apapun yang kita hadapi.
  • Tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir.
  • Ayat 18: 'kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan'= pandangan hanya tertuju pada perkara rohani; lebih mengutamakan perkara rohani dari pada perkara jasmani; rela mengorbankan perkara jasmani untuk mendapatkan perkara rohani. Kita akan mengalami mujizat. Jangan seperti Esau, ia mengorbankan yang rohani, sehingga ia hanya mencucurkan air mata.


  • Tetap percaya dan berharap Tuhan; hanya menyembah Tuhan apapun yang terjadi--ditolong atau tidak kita tetap menyembah Tuhan seperti Sadrakh, Mesakh, dan Abednego; sama dengan kita mengasihi Tuhan dari semua.

Daniel 3: 16-18, 24-25
3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan
yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

Banyak kali kita datang kepada Tuhan karena kebutuhan. Boleh, tetapi satu waktu harus meningkat, yaitu kita datang kepada Dia karena kita mengasihi Dia.
Kalau datang kepada Dia hanya karena kebutuhan, saat pergumulan dijawab kita akan berpuasa lagi, tetapi kalau tidak dikabulkan kita tidak mau lagi berpuasa.

Sadrakh, Mesakh, dan Abednego adalah contoh kehidupan yang kuat teguh hati, dan mujizat terjadi.
'yang keempat itu rupanya seperti anak dewa'= Yesus dalam kemuliaan beserta kita saat kita mengalami percikan darah. Yang penting jangan berbuat dosa tetapi tetap taat, setia, dan menyembah Tuhan! Cepat atau lambat Tuhan akan beserta kita.

Hasilnya:

  1. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dikeluarkan dari dalam api= Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kita yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris--api dipanaskan tujuh kali menunjuk pada pencobaan sempurna di zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Banyak kesulitan kita, tetapi ingat, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dimasukkan di dalam api tetap bisa hidup, yang penting ada kuat teguh hati dan Tuhan beserta.


  2. Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
  3. Daniel 3: 28
    3:28. Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.

    Saat menghadapi percikan darah adalah saat kita latihan untuk tetap memandang Yesus; hanya mengasihi Dia lebih dari semua. Kita tidak akan mengorbankan pengajaran, tahbisan, dan penyembahan yang benar.

    Hasil ketiga: dipakai menjadi saksi Tuhan kepada orang yang tadinya melawan Tuhan.

    Yang bahaya adalah orang pilihan yang tadinya menerima Tuhan lalu melawan pengajaran yang benar. Ia tidak akan pernah bisa kembali kecuali menerima kemurahan Tuhan yang besar.
    Jangan-jangan kemurahan Tuhan yang besar ini terjadi saat dia harus mengalami aniaya antikris sampai dipancung.
    Tetapi kalau orang melawan Tuhan karena memang tidak mengerti, satu waktu dia bisa menerima.

    "Ada seorang yang marah sekali karena setiap pemberitaan firman dari gereja pengajaran selalu berkata: Penginjilan tidak penting! Dia tidak mau mendengar lagi. Tetapi dia mau diajak temannya datang dalam ibadah, lalu saya sampaikan: Penginjilan dan pengajaran harus kerja sama. Pulang, dia bersalaman dengan saya, dan dia mau menerima--yang tadinya melawan bisa menerima."

    Mari jadi saksi tentang kabar baik di dalam nikah, supaya percaya Yesus dan diselamatkan. Setelah itu kita bersaksi kabar mempelai kepada orang-orang yang sudah selamat.


  4. Daniel 3: 30
    3:30. Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

    Hasil keempat: Tuhan sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya.

    Memang banyak pencobaan dan percikan darah yang kita hadapi, tetapi itu adalah tanda mujizat dan pengangkatan yang akan kita alami; keindahan, keberhasilan akan kita alami, yang penting kita tetap bertahan.

Semua sudah ditanggung Tuhan di kayu salib--perjamuan suci adalah kekuatan bagi kita. Kuat teguh hati saat menghadapi percikan darah! Tunggu waktu Tuhan! Jangan ambil jalan sendiri! Tetap taat, setia, dan menyembah Tuhan sekalipun tidak ditolong, karena kita mengasihi Dia lebih dari semua.

Mungkin tidak ada yang mau tahu, Tuhan yang tahu. Kalau suami, isteri, kakak, adik baik, jangan bergantung pada mereka, kita akan kecewa. Tetap bergantung pada Tuhan apapun yang kita hadapi. Kasihi Dia lebih dari semua!

Tuhan memberkati.