[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 April 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13) (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015)

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Ada 3 macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. Yang Benar,
  2. Yang Kudus,
  3. Yang memegang kunci Daud.

Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat, bagi sidang jemaat Filadelfia; sekarang bagi kita:

  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu-pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga, sampai pintu sorga terbuka (sudah diterangkan diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 April 2015).


  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: memberikan kemenangan atas jemaah iblis (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surbaya, 19 April 2015).


  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari hari pencobaan yang akan menimpa atas seluruh dunia.

AD.2 MEMBERIKAN KEMENANGAN ATAS JEMAAH IBLIS
Wahyu 3: 9
3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

Jemaah iblis adalah:
'menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta'.
Artinya: hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN--orang Yahudi adalah gambaran dari orang Kristen--tetapi pendusta. Kita harus berhati-hati!

1 Yohanes 2: 21-23
2:21. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang
menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
2:23. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.


Pendusta
adalah hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN yang menyangkal TUHAN.

Ada 3 macam penyangkalan kepada TUHAN:

  1. Markus 14: 67-68
    14:67. dan ketika perempuan itu melihat Petrus sedang berdiang, ia menatap mukanya dan berkata: "Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu."
    14:68. Tetapi
    ia menyangkalnya dan berkata: "Aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang engkau maksud." Lalu ia pergi ke serambi muka (dan berkokoklah ayam).

    Penyangkalan yang pertama: menyangkal TUHAN lewat perkataan.
    Artinya:


    • tidak mau mengakui nama Yesus,
    • berdusta/berkata yang tidak benar; Petrus mengenal Yesus, tetapi mengatakan: tidak mengenal Yesus.
      Saat kita berdusta/berkata tidak benar, tentang apa saja, maka saat itu kita sudah menyangkal TUHAN, sebab TUHAN adalah kebenaran; 1 Yohanes 2: 21: 'bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.'

      Berdusta = menyangkal TUHAN = menyangkal kebenaran.


  2. Titus 1: 16
    1:16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

    Penyangkalan yang kedua: menyangkal TUHAN lewat perbuatan.
    Artinya:


    • Arti yang pertama: 'keji' = melakukan perbuatan-perbuatan yang jahat dan najis.

      "Sementara kita menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN, tetapi kita melakukan perbuatan jahat dan najis, maka kita sudah menyangkal TUHAN dengan perbuatan."


    • Arti yang kedua: durhaka.
      Ibrani 10: 25-27
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      10:26. Sebab jika kita
      sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang
      durhaka.

      'sengaja berbuat dosa' = sengaja tidak beribadah melayani TUHAN.
      Durhaka yaitu:


      1. Tidak setia, bahkan meninggalkan ibadah pelayanan:


        1. Sering kali, tidak beribadah menjadi dosa kebiasaan, artinya tidak merasa berdosa/menyesal jika tidak bisa beribadah.

          "Sering kali kami hamba TUHAN. Seharusnya tugas gembala adalah memberi makan domba-domba, tetapi malah merasa hebat kalau tidak berkhotbah, lalu menyuruh orang lain yang berkhotbah. Ini merupakan dosa kebiasaan."


        2. Kemudian, menjadi dosa sengaja, artinya sengaja tidak mau beribadah sekalipun ada kesempatan/waktu dan lain-lain.

          "Kami yang sudah menjadi hamba TUHAN full-timer, seharusnya ada waktu, ada kesempatan, tetapi tidak mau beribadah melayani TUHAN. Itu namanya sengaja berbuat dosa."


      2. Yudas 1: 11
        1:11. Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

        Korah beribadah melayani TUHAN, tetapi bersungut-sungut. Ini berbahaya.

        Pengertian durhaka yang kedua, yaitu beribadah melayani, tetapi bersungut-sungut karena menuntut hak menyangkut perkara daging; yaitu makan-minum, hak kedudukan, ucapan terima kasih dan lain-lain.

        Bersungut-sungut = tidak ada kepuasan dan tidak ada ucapan syukur.


      3. 1 Samuel 15: 23
        15:23. Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."

        Pengertian durhaka yang ketiga, yaitu tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar/menolak firman pengajaran benar, seperti Saul.


      4. Matius 10: 21
        10:21. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

        Pengertian durhaka yang keempat, yaitu durhaka dalam nikah ruma tangga, yaitu:


        1. Suami tidak mengasihi isteri, bahkan berlaku kasar dan membenci isteri; sama dengan membunuh isteri.
        2. Isteri tidak tunduk pada suami.
        3. Anak-anak tidak taat pada orang tua.


        Inilah menyangkal TUHAN lewat perbuatan. Sementara kita menyandang status sebagai hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN, tetapi nikahnya kacau karena menyangkal TUHAN lewat perbuatan.


    • Titus 1: 16
      1:16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

      Pengertian ketiga menyangkal TUHAN lewat perbuatan: 'tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik'= melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak baik; merugikan orang lain--baik dalam nikah rumah tangga, penggembalaan, di kantor dan di manapun--bahkan membalas kebaikan dengan kejahatan; ini merupakan hukumnya setan.

      Jika membalas kebaikan dengan kebaikan, itu sama dengan hukum manusia.
      Jika membalas kejahatan dengan kebaikan, itu sama dengan hukum TUHAN.
      Jika membalas kejahatan dengan kejahatan, sama dengan hukum rimba.


    Jadi, hati-hati! Menyangkal Yesus dengan perkataan seperti Petrus. Ketika ditanya, Petrus menjawab, 'aku tidak kenal Dia'. Juga menyangkal dengan perbuatan.

    "Sering kali waktu kita di warung, mau berdoa makan sudah tidak jadi, karena dilihat orang. Ini sudah termasuk penyangkalan-penyangkalan.
    Berdusta/berkata tidak benar, juga termasuk menyangkal TUHAN. Kalau kita tahu sesuatu yang benar, tetapi berkata yang berbeda, itu termasuk menyangkal TUHAN.
    "


  3. Kisah Para Rasul 26: 11
    26:11. Dalam rumah-rumah ibadat aku sering menyiksa mereka dan memaksanya untuk menyangkal imannya dan dalam amarah yang meluap-luap aku mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing."

    Penyangkalan yang ketiga: menyangkal iman kepada TUHAN.
    Artinya:


    • 1 Timotius 4: 1
      4:1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan

      'di waktu-waktu kemudian' = akhir zaman.

      Pengertian menyangkal iman kepada TUHAN yang pertama: meninggalkan firman pengajaran benar yang sudah diterima dan beralih mengikuti ajaran-ajaran palsu/ajaran setan-setan.

      "Ini yang akan terjadi. Justru yang dulunya mengatakan, 'Pengajaran ini dahsyat', sekarang betul-betul menghina. Kita harus berhati-hati!"

      Mengapa terjadi demikian?:
      Tadi dikatakan, 'tetapi Roh dengan tegas'. Artinya, bisa terjadi demikian, sebab awalnya tidak tegas untuk menolak ajaran lain, tetapi memberi kesempatan untuk mendengar ajaran-ajaran lain karena pengaruh daging. Mungkin karena sungkan, melihat orang, takut, dan lain-lain.

      Tidak tegas = tidak menggunakan Roh Kudus.
      Daging selalu tidak tegas/selalu bimbang, tetapi Roh Kudus selalu tegas.

      Kalau awalnya tidak tegas, maka pada akhirnya akan melepaskan pengajaran benar dan beralih mengikuti ajaran yang lain.

      "Saya punya pengalaman. Keluarga saya sendiri, karena dia sungkan pada bosnya. Dia diajak untuk ikut mendengar ajaran lain. Lalu dia lapor pada saya,'Wah, begitu ya? Orang tertawa-tawa, saya tidak suka.' Saya bilang, 'sudah, jangan!' Tapi dia bilang, 'Tidak apa-apa, hanya karena sungkan pada bos'. Lama-lama dia menyerang saya, betul-betul tidak mau. Tetapi untung TUHAN tolong, masih diberi kesempatan untuk mendengar satu kali lagi.
      Tetapi guru dan gembala saya (Om Pong) berkata, 'Orang semacam ini sulit untuk kembali, kalau bukan karena kemurahan TUHAN'. Bersyukur, waktu itu dia ikut ibadah kunjungan di Papua dan mendengar satu kali, akhirnya dia bisa kembali, dia mengaku semua pada saya. Sudah berulang kali saya katakan, coba periksa mulai kitab Kejadian sampai Wahyu.
      "

      Contoh:
      Hawa, sudah sekian lama mendengar suara TUHAN dan bersuasana firdaus. Mendadak mendengar suara ular, langsung mengambil yang tidak benar.
      Kalau mendengar dua ajaran, pasti mengambil yang tidak benar dan membuang yang benar.

      "Jadi bukan sombong, 'Oh, dia tidak mau dengar'. Bukan. Tetapi justru karena saya takut pada TUHAN."

      Kalau awalnya salah, akhirnya pasti membuang yang benar.

      Supaya tidak menyangkal TUHAN, biarlah malam ini kita menggunakan Roh Kudus/diurapi Roh Kudus, sehingga kita bisa tegas untuk menolak ajaran yang tidak benar dan dengan tegas untuk berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar, sehingga kita tidak akan pernah menyangkal TUHAN sampai kedatangan TUHAN kedua kali.
      Menyangkal TUHAN = murtad.


    • Pengertian menyangkal iman kepada TUHAN yang kedua: tidak percaya sampai meninggalkan Yesus; beralih agama.

Inilah 3 macam penyangkalan kepada TUHAN, sama dengan pendusta, yaitu menyangkal dengan perkataan, perbuatan dan menyangkal imannya.

Yudas 1: 4
1:4. Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Orang pendusta--orang yang menyangkal Yesus--adalah penyelundup/penyusup di tengah-tengah kita. Artinya:

  1. orang yang tidak tergembala.
    Penyusup/penyelundup, tidak akan tinggal di situ, satu waktu dia akan keluar.


  2. Menyalah gunakan kasih karunia, untuk melampiaskan/memuaskan hawa nafsu daging.
    Orang yang tidak tergembala bagaikan binatang buas dan kambing yang egois.

    Sering kali, sesudah makan rumput, kambing mengeruhkan air dengan kakinya, sehingga domba-domba lain tidak bisa makan.
    Jadi, orang yang tidak tergembala; egois; mementingkan diri sendiri selalu mengeruhkan firman pengajaran benar dengan perkataan, perbuatan dan nikah yang tidak baik dan tidak benar.

    "Orang lain yang melihat akan berkata, 'Ah, ternyata sama saja sekalipun dia bilang pengajaran. Perkataan dan perbuatannya sama saja.' Inilah orang egois; dia sendiri makan, tetapi hidupnya tidak berubah."

Jadi, orang yang menyangkal TUHAN--penyusup dan kambing--sudah ditentukan untuk dihukum/dibinasakan selama-lamanya ('...orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum...').
Tadi, istilah menyalahgunakan kasih karunia, artinya sementara kita sudah mendapat kasih karunia--ditebus dan diselamatkan oleh TUHAN, sudah digembalakan--tetapi tidak mau digembalakan; hanya mengumbar hawa nafsu daging.

Supaya kita tidak menyangkal Yesus dan binasa selamanya--tidak menjadi pendusta dan tidak menjadi kambing--, maka kita HARUS hidup di dalam kasih karunia TUHAN. Jangan menyalahgunakan kasih karunia TUHAN!

Praktik hidup di dalam kasih karunia TUHAN:

  1. Kejadian 6: 8
    6:8. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan.

    Kita belajar dari Nuh.

    Praktik hidup dalam kasih karunia TUHAN yang pertama: 'Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan', yaitu Nuh masuk ke dalam bahtera Nuh, sesuai dengan kehendak/perintah TUHAN.

    Ada banyak bahtera lain, tetapi Nuh masuk ke dalam bahtera yang sesuai kehendak TUHAN; yang diperintahkan TUHAN untuk dibuat oleh Nuh.

    Artinya kepada kita: 1 Petrus 3: 20-21
    3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu
    baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    "Jadi, sebenarnya TUHAN tidak langsung menghukum dengan air bah. Tetapi TUHAN masih menunggu dengan sabar (''Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya); memberi kesempatan supaya orang-orang yang lain bisa masuk ke dalam bahtera Nuh dan selamat, tetapi tidak ada yang mau. Hanya delapan orang yang selamat. Ini panjang sabar TUHAN yang seringkali tidak diperhatikan, sehingga akhirnya binasa."

    Kalau dulu, Nuh masuk ke dalam bahtera yang sesuai kehendak TUHAN, sekarang artinya kepada kita yaitu harus masuk dalam baptisan air yang benar, yang sesuai dengan kehendak TUHAN. Ini ditunggu oleh TUHAN. Hanya orang yang mendapat kasih karunia TUHAN,yang bisa masuk dalam baptisan air yang benar; dan ini hanya SEDIKIT!

    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa/bertobat, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, kemudian bangkit/keluar dari air bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru; mengalami pembaharuan dari hati nurani yang cenderung jahat (Kejadian 6: 5), menjadi hati nurani yang baik/taat dengar-dengaran.
    Hati yang taat = hati yang sederhana.

    "Kalau hati tidak taat/tidak sederhana, maka tidak pernah tenang, selalu dipikir terus. 'Wah, ini tidak bisa, ini begini. Kalau ini begini nanti begitu; kalau nanti begitu akan begini'. Begitu seterusnya. Tetapi kalau hati sederhana, begitu baca ayat, 'Oh ya betul.'"

    Praktik hati nurani yang baik:


    • Kejadian 6: 9
      6:9. Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.

      Praktik pertama hati nurani yang baik: 'seorang yang benar' = hidup dalam kebenaran. Tidak boleh ada yang tidak benar.

      "Nuh bukan disebut orang kaya atau orang hebat, tetapi disebut orang benar. Ini kasih karunia. Kalau kaya belum tentu kasih karunia. Orang kaya yang di luar Yesus banyak sekali dan mereka sangat kaya. Tetapi kalau benar, itu kasih karunia. Coba cari di dunia; di kantor, cari yang sungguh-sungguh benar, akan sulit sekali."

      Kalau semua bisa hidup benar, itu merupakan kasih karunia.


    • Praktik kedua hati nurani yang baik: 'tidak bercela' = jujur.
      'tidak bercela di antara orang sezamannya' = hanya sedikit, hanya Nuh dan keluarganya yang mendapat kasih karunia.


    • Praktik ketiga hati nurani yang baik: 'hidup bergaul dengan Allah' = tergembala dengan benar dan baik, yaitu bergaul dengan Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus; berada di kandang penggembalaan.

      Bahtera Nuh juga menunjuk pada Tabernakel (Kejadian 6: 14), sebab pembuatannya sama dengan Tabernakel, yaitu sesuai dengan kehendak/perintah TUHAN.; sama-sama TUHAN katakan, 'hendaklah...'

      Kejadian 6: 14, 16
      6:14. Buatlah bagimu sebuah bahtera dari kayu gofir; bahtera itu harus kaubuat berpetak-petak dan harus kaututup dengan pakal dari luar dan dari dalam.
      6:16. Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

      (terjemahan lama)

      6:14. Perbuatlah akan dirimu sebuah bahtera dengan kayu gofir; hendaklah engkau memperbuatkan dia berbilik-bilik dan gala-galakanlah luar dalamnya.
      6:16. Maka
      hendaklah kauperbuatkan tingkap pada bahtera itu, sehasta dari atas hendaklah kauhabiskan dia, dan pintu bahtera itupun hendaklah kaukenakan pada sebelah iringannya, dan hendaklah kauperbuatkan bahtera itu dengan tingkap yang di bawah dan yang kedua dan yang ketiga.

      'hendaklah' = kehendak/perintah TUHAN.

      Bahtera Nuh bertingkat bawah, tengah dan atas; Tabernakel memiliki halaman, ruangan suci dan ruangan maha suci.
      Bahtera Nuh menunjuk pada Tabernakel. Nuh hidup bergaul dengan Allah, yaitu bisa masuk dalam sistem Tabernakel/sistem kerajaan Sorga/sistem penggembalaan.

      "Yesus datang ke dunia, lahir di kandang. Itu menunjuk penggembalaan, semua sistem Sorga, yaitu penggembalaan."

      Penggembalaan atau ruangan suci, di dalamnya ada 3 macam alat, menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


      1. Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya = bergaul dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
      2. Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci = bergaul dengan Allah Anak di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      3. Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan = bergaul dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Jadi, inilah yang disebut hidup bergaul dengan Allah yaitu tergembala; masuk dalam sistem Tabernakel.

      "Jadi, penggembalaan adalah sistem kerajaan Sorga. Bukan sistem manusia. Kalau sistem dari manusia, saya tidak akan mau. Cukup satu kali ibadah saja, hari Minggu. Hari Senin bisa buka di mana, Selasa buka di mana. Tetapi ini sistem kerajaan Sorga. Ini harus diikuti."

      Dalam penggembalaan, kita bergaul dengan Allah Tritunggal. Memang pahit/sakit bagi daging untuk bisa masuk dalam pintu penggembalaan--masuk dalam pintu sempit--, tetapi manis bagi jiwa dan roh kita. Ada pemeliharaan dan perlindungan TUHAN bagi kita.

      Pahit/sakit bagi daging, sebab sepulang dari kerja atau dari kuliah harus masuk dalam penggembalaan.


    Seperti Nuh, begitu dia masuk dalam bahtera dan pintu bahtera di tutup lalu air bah datang, maka dia selamat.

    Hasil jika kita sudah hidup benar, jujur dan tergembala dengan benar dan baik:


    • TUHAN melindungi dan memelihara kehidupan jasmani kita secara ajaib, di tengah kesulitan bahkan kemustahilan di dunia.

      "Orang pandai dan orang kaya, semuanya binasa karena air bah. Tidak ada yang hidup. Hanya oleh kasih karunia TUHAN Nuh/kita bisa hidup, karena masuk dalam bahtera."

      TUHAN melindungi kita dari celaka marabahaya di dunia, sampai dilindungi dari penghukuman TUHAN yang akan datang atas dunia, bahkan neraka.

      TUHAN sanggup menolong untuk menyelesaikan segala masalah kita yang mustahil, bagaikan air bah.


    • TUHAN sanggup memelihara dan melindungi kehidupan rohani kita untuk menghadapi:


      1. dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sehingga kita bisa tetap hidup benar dan suci.
        Dosa dan puncaknya dosa seperti air bah. Kalau air bah datang, jangan ditahan! Apapun akan hancur. Jangankan menabrak, ada lubang sedikit saja air sudah masuk. Tetapi kalau tidak ada lubang, maka akan hancur, karena air bah memaksa masuk.

        "Begitu sifat air bah atau dosa-dosa sampai puncaknya dosa. Awalnya, halus/sistem rayuan, hanya mencari lubang kecil, air bisa masuk. Tetapi kalau tidak bisa, maka akan menghancurkan/sistem paksaan. Makanya, kaum muda jangan coba-coba!."


      2. angin-angin pengajaran palsu, sehingga kita bisa tetap berpegang teguh pada firman pengajaran benar; yang sudah menjadi pengalaman hidup kita.

        Pengajaran palsu juga merayu. 'Ah, tidak apa-apa, sama saja kok'. Kalau tidak bisa, akan memaksa juga.


    Jadi, sistem penggembalaan adalah sistem untuk menyelesaikan masalah dan menghapus air mata kita. Di luar penggembalaan justru menambah masalah, hanya ada kehancuran, seperti air bah.

    Jangan menyalahgunakan kasih karunia TUHAN, supaya jangan menyangkal TUHAN/menjadi penyelundup! Jangan menjadi kambing! Tetapi kita hidup di dalam kasih karunia TUHAN, sama seperti Nuh. Kita masuk baptisan air yang benar, kemudian hidup benar, sampai BERADA DALAM SISTEM PENGGEMBALAAN. Maka ada jaminan kepastian dari TUHAN.


  2. Lukas 1: 30
    1:30. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

    Kita belajar dari Maria.

    Praktik hidup dalam kasih karunia TUHAN yang kedua: seperti Maria, yaitu mengandung bayi Yesus sebelum menikah, sekalipun sakit bagi daging.

    Bayi Yesus adalah logos/ firman pengajaran benar, yang lahir menjadi manusia.
    Yohanes 1: 1, 14
    1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:14.
    Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Bagi kita sekarang, artinya kita harus RELA MENGANDUNG FIRMAN PENGAJARAN BENAR, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, sekalipun sakit bagi daging.

    "Kalau penginjilan sudah. Saya sudah mendapat kasih karunia untuk mengandung firman penginjilan. Dulu kami bukan keturunan orang Kristen, bukan keturunan hamba TUHAN. Sering mencari keselamatan di kuburan-kuburan, minum air kembang. Tapi oleh kasih karunia, bisa mengandung/menerima injil keselamatan dan saya sekeluarga diselamatkan.
    Sekarang, harus ditingkatkan untuk mengandung firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    "

    Istilah 'mengandung', artinya:


    • mendengar dengan sungguh-sungguh,
    • mengerti firman,
    • percaya-yakin pada firman,
    • sampai mempraktikkan firman pengajaran benar; sekalipun sakit bagi daging.


    Hasilnya, kita mengalami penyucian hati oleh pedang firman (Matius 15: 19; Markus 7:21-23).

    "Memang sakit bagi daging. Baru mendengar saja sudah sakit bagi daging, sudah satu jam mendengar tapi masih belum selesai. Sudah capek dari kuliah, dari kantor. Seperti Maria dulu, mengandung bayi Yesus sebelum bersuami, sangatlah berat bagi daging, tetapi kita disucikan oleh TUHAN."

    Matius 15: 19
    15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    = hati disucikan dari 7 keinginan jahat dan najis:


    • pikiran jahat = prasangka buruk,
    • pembunuhan = kebencian,
    • perzinahan,
    • percabulan,
    • pencurian,
    • sumpah palsu = dusta,
    • hujat = menghujat TUHAN, menghujat pengajaran benar; yang salah dijadikan benar, yang benar dijadikan salah.

      Jangan ikut-ikut!
      Menghujat dimulai dari menghujat TUHAN/menghujat firman pengajaran benar; juga menghujat orang-orang kudus = menyalahkan orang benar/orang suci.


    Kalau hati disucikan oleh pedang firman dari 7 keinginan jahat dan najis, maka akan menjadi hati yang taat dengar-dengaran, seperti Maria.

    Lukas 1: 38
    1:38. Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

    Yang membuat kita tidak taat adalah hati yang kotor. Tetapi kalau hati sudah disucikan oleh pedang firman, maka hati bisa taat dengar-dengaran, seperti Maria yang hatinya sederhana, bisa menerima kehendak TUHAN: 'jadilah padaku menurut perkataanmu itu'.

    Ulangan 28: 1-2, 4-8
    28:1. "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara Tuhan, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka Tuhan, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
    28:2.
    Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara Tuhan, Allahmu:
    28:4.
    Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
    28:5.
    Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
    28:6. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
    28:7. Tuhan akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.
    28:8.
    Tuhan akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu.

    Jika hati taat dengar-dengaran, maka hasilnya


    • kita dipindahkan dari suasana kutukan kepada suasana berkat/suasana firdaus. Jadi, sungguh-sungguh berbahagia kalau kita mengandung firman.

      Suasana firdaus = suasana kebahagiaan yang tidak bisa dipengaruhi oleh situasi dan kondisi apapun juga.

      "Saya bertanya, Maria saat mengandung bayi Yesus, kira-kira bahagia atau tidak? Bahagia, sebab Yesus bisa mengadakan mujizat dan lain-lain. Mungkin para ibu-ibu berangan-angan, 'Seandainya anakku seperti Yesus, pasti luar biasa senangnya'.Tetapi Tuhan mengatakan, lebih berbahagia orang yang mengandung firman Tuhan."

      Lukas 11: 27-28
      11:27. Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."
      11:28. Tetapi Ia berkata: "
      Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."
      "Memang masih banyak orang yang menolak. Tetapi kita sabar saja. Inilah perpanjangan sabar TUHAN. Sama seperti Nuh, saat mengajak yang lain supaya naik ke bahtera, tetapi tidak ada yang mau. Kalau panjang sabar TUHAN sudah habis, maka mereka binasa. Sekarang juga, jika mengajak orang untuk mengandung firman pengajaran yang benar, tetapi mereka masih mau yang lain, doakan dan saksikan. Tugas kita hanya berdoa dan bersaksi."


    • Ulangan 28: 7
      28:7. Tuhan akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.

      Hasil kedua: jika kita mengandung pedang firman, maka TUHAN memberi kemenangan kepada kita, ada penyelesaian/jalan keluar dari segala masalah.
      'tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu' = ada jalan terbuka bagi kita, sampai jalan kesempurnaan.

      "Jadi, semua yang kita lakukan hanya berdasarkan pembukaan firman pengajaran benar. Mau mengadakan kebaktian, mau modal apa saya? Hanya modal firman. Kalau ada firman dibukakan, maka TUHAN pasti buka jalan. Saya tidak pusing. Kalau dulu, takut begini-begitu, tetapi sekarang terserah TUHAN. Asalkan saya ada pembukaan firman, pasti ada pembukaan jalan. Itu saja. Kita tidak usah bingung. Kaum muda juga, tidak usah bingung. Tetap kuliah yang baik, tetapi mari, mengandung firman pengajaran supaya kita disucikan dan taat dengar-dengaran. Pasti ada jalan keluar dari segala masalah.
      Kemarin baru membicarakan soal kamar hotel, 50 kamar sudah beres. Orang-orang yang datang lebih dahulu disuruh mengalah, beres. Saya tidak pusing. Isteri saya bersaksi pada manager hotelnya, 'Kalau kami, selalu mengalami miracle/mujizat. Kami tidak menarik uang darimana-mana, semua dari TUHAN'. Mereka semua bingung. Kesaksian kemarin, 'Berapa honor pemain musik dan lain-lain?': 'Tidak ada'. Semua bingung. Semua dari TUHAN.
      "


  3. 1 Petrus 2: 19
    2:19. Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.

    Praktik hidup dalam kasih karunia TUHAN yang ketiga: RELA MENGALAMI SALIB/sengsara daging karena Yesus; dalam bentuk melayani TUHAN, sengsara karena pengajaran benar, berpuasa, tidak salah tetapi disalahkan/dicaci-maki.

    Mengapa TUHAN izinkan kita mengalami salib/percikan darah?: supaya ada Roh kemuliaan/shekinah glory di dalam kehidupan kita.

    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14.
    Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    'Berbahagialah kamu, jika kamu dinista': kita bisa berbahagia sekalipun dalam penderitaan karena Roh kemuliaan membuat kita kuat dan teguh hati.

    Efesus 3: 16
    3:16. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

    Jika kita kuat dan teguh hati, maka kita tidak akan pernah menyangkal Yesus dalam perkataan, perbuatan, dan tidak menyangkal iman, tetapi justru bersaksi di manapun, kapanpun dan dalam situasi kondisi apapun. Ini kekuatan dari Roh kemuliaan.

    Yohanes 15: 25-27
    15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
    15:26. Jikalau
    Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27. Tetapi kamu juga
    harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

    'Penghibur'= Roh Kudus/Roh kemuliaan.

    Tadi, kita hidup dalam kasih karunia TUHAN, yaitu:


    • Masuk bahtera Nuh; kita tergembala, hasilnya kita dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN.
    • Mengandung bayi Yesus; mengndung firman pengajaran benar seperti Maria, sekalipun sakit bagi daging.
      Maka di situ ada kebahagiaan, kita dipindahkan dari suasana kutukan kepada suasana firdaus, ada kemenangan dan jalan terbuka bagi kita dari segala masalah.


    • Memikul salib bersama Yesus.

      "Kalau saya mengajar Lempinel, saya mengatakan, 'Kamu tidak akan mati kalau cuma tidak tidur 1-2 hari'. Tidak akan mati kalau cuma tidak makan karena Yesus. TUHAN yang bertanggung jawab atas kehidupan kita. Justru Roh Kemuliaan ada pada kita."


    Jangan ragu-ragu! Kalau itu sengsara bersama TUHAN, maka kita akan kuat dan teguh hati; kita tidak menyangkal TUHAN, tetapi bersaksi di manapun, kapanpun dan situasi apapun.
    Kita bersaksi tentang:


    • Injil keselamatan/Yesus sebagai Juruselamat kepada orang-orang yang belum percaya Yesus.
    • kabar mempelai/firman pengajaran benar kepada orang-orang yang sudah selamat.


    Roh kemuliaan bukan hanya membantu kita bersaksi, tetapi juga mendorong kita untuk bisa menyembah TUHAN; ini puncaknya, yaitu penyembahan yang disertai percikan darah.

    Kalau tidak kuat dan teguh hati, maka kita akan kecewa. Kita malas untuk berdoa, tidak mau berpuasa, dan lain-lain. Tetapi kalau kuat dan teguh hati, maka kita bisa bersaksi dan Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah TUHAN, dalam situasi dan kondisi apapun. Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego mengatakan, 'jika TUHAN tidak menolong kami, kami tetap menyembah TUHAN dan tidak mau menyembah patung.'

    Roma 8: 26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa
    Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Jika kita kuat dan teguh hati, kita bisa tetap menyembah TUHAN di manapun, kapanpun, situasi kondisi apapun; sampai berdoa dengan keluhan yang tidak terucapkan = menyembah TUHAN dengan hancur hati, karena menghadapi persoalan dan kemustahilan; juga menyembah TUHAN dengan bahasa Roh, sesuai dorongan Roh Kudus.

    Ini sama dengan kita mengulurkan tangan kepada TUHAN, dan TUHAN juga mengulurkan tangan untuk turut bekerja mendatangkan kebaikan, bukan keburukan;


    • menjadikan semua berhasil, baik dan indah pada waktunya.
    • TUHAN menjadikan semua selesai pada waktunya,
    • semua menjadi enak dan ringan,
    • sampai semua menjadi sempurna jika Yesus datang kedua kali. Kita diubahkan sampai sempurna seperti Dia dan kita terangkat bersama Dia.


    Apapun yang terjadi, tetap kuat dan teguh hati seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Kita tetap bersaksi dan menyembah TUHAN, sampai TUHAN betul-betul turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan; kita bekerjasama dengan TUHAN.

Mari, hari-hari ini kita hidup dalam kasih karunia TUHAN, yaitu:

  1. Nuh masuk bahtera.
  2. Maria mengandung bayi Yesus.
  3. Kita memikul salib bersama TUHAN = kuat dan teguh hati.

Jangan mundur setapak pun! Jangan ragu! Jangan kecewa! Tetapi kita tetap bersaksi dan menyembah TUHAN, serahkan kepada TUHAN. Maka Dia akan turut bekerja untuk menjadikan semua baik, berhasil dan indah pada waktunya; menjadikan semua selesai pada waktunya; menjadikan semua enak dan ringan; menjadikan semua sempurna pada waktunya.

TUHAN memberkati.