[cetak]
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Agustus 2009 (Senin Sore)

Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini dikaitkan dengan keubahan hidup/pembaharuan.

Pembaharuan/keubahan hidup ini bagaikan pohon ara yang melembut, bertunas dan berbuah. Kalau tidak berubah, maka manusia daging tidak bisa terangkat ke Surga, tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan yang sudah diambang pintu.

Matius 24: 34-35
= pembaharuan/keubahan hidup dikaitkan dengan langit dan bumi yang berlalu = pembaharuan PERHATIAN. Sementara dunia akan berlalu, kita harus ada pembaharuan. Perhatian kita jangan HANYA tertuju kepada perkara dunia yang akan berlalu, sebab jika demikian, kita akan ikut lenyap bersama dunia.

Perhatian kita yang terutama haruslah memperhatikan perkara Tuhan, perkara rohani yang tidak akan berlalu (perkara kekal), yaitu:

  1. Perkataan Tuhan sendiri (ay. 35), ayat menerangkan ayat --> firman pengajaran yang benar.
  2. Mazmur 106: 1, kemurahan Tuhan (terjemahan lama).
  3. Kerajaan Sorga (2 Petrus 1: 11).

Bagian 1 dan 2 sudah dibahas pada ibadah sebelumnya. Kemarin malam, sudah dipelajari contoh dari bangsa kafir yang diwakili oleh perempuan Kanaan.
Malam ini kita akan mempelajari bagian 3.

Jadi, PERHATIAN kita terutama untuk masuk dalam kerajaan Surga yang kekal. Kalau tidak masuk Surga, tidak ada gunanya apa yang kita dapatkan dalam dunia ini.

Kisah Rasul 14: 22
Jalan untuk masuk kerajaan Surga:

  1. bertekun dalam iman= JALAN IMAN.
    Ini menunjuk pada HALAMAN TABERNAKEL.

    Praktik bertekun dalam iman:
    1. Yohanes 3: 16= tetap percaya pada Yesus dan tidak menyangkal Tuhan= PINTU GERBANG.
    2. Matius 18: 3= bertobat= MEZBAH KORBAN BAKARAN.
    3. Yohanes 3: 5= lahir baru dari air dan Roh= BEJANA PEMBASUHAN dan PINTU KEMAH.
      Lahir dari air, itu adalah baptisan air yang menghasilkan hidup dalam kebenaran.
      Lahir dari Roh, itu adalah baptisan Roh Kudus yang menghasilkan hidup dalam urapan Roh Kudus (1 Yohanes 2: 27), tetap berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar dan tegas menolak ajaran lain.

    Kalau kita sudah hidup benar, hasilnya:
    • Mazmur 37:25= hidup kita akan diberkati sampai anak cucu dan menjadi berkat bagi orang lain.
    • 1 Yohanes 3: 7= menjadi benar seperti Yesus benar. Dan kita berhak untuk masuk dalam kerajaan Surga.

  2. 2 Petrus 1: 10-11= teguh dalam panggilan dan pilihan= JALAN TAHBISAN (ibadah dan pelayanan).
    Ini menunjuk pada RUANGAN SUCI.

    Kalau tidak mau ibadah dan pelayanan, jangan harap bisa masuk dalam kerajaan Surga, sebab ibadah ini adalah pintu kerajaan Surga.

    Kejadian 28: 17
    2 Timotius 3: 12
    Untuk bisa beribadah, kita harus mengalami sengsara, artinya kita harus rela menderita untuk bisa beribadah dan melayani Tuhan, sebab Yesus sudah rela menderita dan mati di salib untuk membuka jalan bagi kita bangsa kafir, sehingga kita bisa beribadah kepada Tuhan. Secara keturunan, yang mendapat hak untuk bisa beribadah adalah bangsa Israel saja.

    Praktik teguh dalam panggilan pilihan:
    • tidak meninggalkan jabatan pelayanan, tetapi justru mantap dalam jabatan pelayanan dan menjadi permanen dalam hidup kita. Jabatan pelayanan adalah salah satu tiket untuk masuk Surga. Semakin tidak setia, hak untuk masuk Surga juga makin dibuang. Kalau sampai lepaskan jabatan, maka tidak bisa masuk Surga.

    • melayani dalam pelayanan Kerajaan Surga, bukan sembarang melayani, tetapi pelayanan yang berkenan kepada Tuhan.

      1 Timotius 6: 3-5
      Ajaran sesat mengajarkan ibadah pelayanan yang tidak benar, yaitu mengira bahwa ibadah itu untuk mencari keuntungan jasmani yaitu kemakmuran dan hiburan. Akibatnya tidak puas rohaninya, sehingga mencari kepuasan-kepuasan didunia, sampai pada kepuasan Babel, bisa terjadi perselingkuhan dalam pelayanan. Dan ini akan menuju pada kebinasaan, tidak masuk ke Surga

    Roma 14: 17-18
    = ibadah pelayanan yang benar yang berkenan kepada Tuhan, yaitu ditandai dengan urapan Roh Kudus, ada damai dan sukacita oleh Roh Kudus. Itulah pelayanan dalam ruangan suci.

    Imamat 21: 12
    Masuk ke ruangan suci (tekun dalam 3 macam ibadah), hidup kita sedang dipanggil, dipilih dan dikhususkan oleh Tuhan. Artinya, semakin sedikit kehidupan yang melayani dalam sistem yang benar!

    Ibadah Raya= menghasilkan sukacita.
    Ibadah Pendalaman Alkitab= menghasilkan kebenaran.
    Ibadah Doa= menghasilkan damai sejahtera.

    Ibadah yang berkenan pada Tuhan, maka kita akan memuaskan Tuhan dan Tuhan juga akan memuaskan kita. Kalau ada kepuasan dari Tuhan, itu mendatangkan keuntungan besar.

    1 Timotius 6: 6
    Keuntungan besar itu jangan diukur dengan hal jasmani, tapi keuntungan besar itu adalah 2 sayap burung nazar yang besar (Wahyu 12: 14) yang menyingkirkan kita dari antikris dan kita akan dipelihara oleh Tuhan secara langsung selama 3,5 tahun. Berapapun banyak uang yang kita miliki, itu tidak mampu menyingkirkan kita dari antikris, bahkan uang itu akan dikuasai oleh antikris.

    Kalau hanya mengutamakan keuntungan yang jasmani, maka saat antikris datang, ia tidak punya sayap burung nazar dan ia tidak bisa disingkirkan ke padang gurun, justru kehilangan keuntungan yang besar.

  3. Kisah Rasul 14: 22= sengsara bersama Yesus tanpa dosa= JALAN SALIB.
    Ini menunjuk pada RUANGAN MAHA SUCI.

    2 Tesalonika 1: 3-5
    Kalau kita sudah menderita untuk ibadah, itu sudah benar. Itulah sengsara untuk masuk Surga. Kalau enak-enakan dalam ibadah, itu BERBAHAYA.
    JANGAN TAKUT! Dibalik percikan darah (salib), ada Roh Kemuliaan (Shekina Glory).

    1 Petrus 4: 12-14
    Roh Kemuliaan ini untuk memberi kekuatan plus kebahagiaan ditengah penderitaan. Daging kalau kena api, sering tidak kuat.
    Roh Kemuliaan ini juga untuk memberi kemuliaan= pembaharuan/keubahan hidup.

    ay. 15= yang harus dibaharui dalam kehidupan kita. Dari pencuri menjadi orang jujur dan dari pengacau jadi orang yang membawa damai. Keubahan ini sampai menjadi taat dengar-dengaran seperti Tuhan Yesus, itulah tabiat Ilahi.
    Taat dengar-dengaran, itulah ukuran tahbisan yang benar.

    Filipi 2: 8-11
    Karena kita taat, maka lidah kita bisa menyembah Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Surga.

    Wahyu 19: 6-7
    Kalau tidak taat, kita tidak akan bisa menyembah Tuhan.
    Penyembahan kepada Tuhan ini dimulai dari bumi ini.

Kalau bisa melihat Yesus dalam kemuliaan, hasilnya:

  • Yesaya 43: 15-17= kita mengalami kuasa penciptaan, menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada.
    Waktu di laut Kolsom, orang Israel sudah tidak ada harapan, seperti buluh yang terkulai dan sumbu yang pudar. Tapi saat Tangan Tuhan diulurkan, maka ada penciptaan jalan ditengah laut Kolsom. Artinya sekarang, Tuhan memberikan jalan keluar bagi kita dan sampai pada masa depan yang indah. Buluh yang terkulai menjadi tegak kembali dan sumbu yang pudar menjadi menyala kembali.

    Sedangkan Firaun yang hebat, TANPA SALIB, ia menjadi sumbu yang padam!

  • Yesaya 6: 5-7= kita mengalami kuasa penyucian, menyucikan sampai pada mulut kita tidak bersalah dalam perkataan (Yakobus 3: 2), sampai kita mencapai kesempurnaan, siap untuk menyambut kedatangan Tuhan diatas awan-awan yang permai.

  • Lukas 23: 42-43= mungkin saat ini kita mengalami suasana neraka oleh karena masalah dan dosa kita, tapi kalau bisa menyembah Tuhan, suasana neraka diubahkan jadi suasana Surga, sampai waktu Tuhan datang kembali, kita benar-benar masuk dalam kerajaan Surga.

Tuhan memberkati.