[cetak]
Ibadah Persekutuan Ambon IV, 14 November 2013 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Yohanes 10:10b
10:10b. Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Mengapa Yesus harus datang untuk memberi hidup dalam kelimpahan?
Sebab setan sudah merusak bumi ini secara jasmani (menjadi padang pasir yang sulit menabur dan menuai) dan mengurung manusia secara rohani dalam dosa-dosa, sehigga tidak ada kehidupan jasmani dan rohani, tetapi hanya ada kehancuran sampai kebinasaan.
Itu sebabnya, Yesus harus datang kedalam dunia untuk memberikan hidup dalam kelimpahan.

Bagaimana Yesus bisa memberikan hidup dalam kelimpahan?
Dalam injil Yohanes 10, ada 3 kali penampilan Yesus untuk memberikan hidup dalam kelimpahan:

  1. Yohanes 10: 9
    10:9. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

    Yang pertama: Yesus sebagai pintu (sudah diterangkan pada ibadah persekutuan sebelumnya).


  2. Yohanes 10: 11
    10:11. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;

    Yang kedua: Yesus sebagai Gmbala yang baik (sudah diterangkan pada ibadah persekutuan sebelumnya).


  3. Yohanes 10: 33, 36
    10:33. Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
    10:36. masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata:
    Aku Anak Allah?

    Yang ketiga: Yesus sebagai Anak Allah.

Siang ini kita masih membahas yang ketiga: YESUS SEBAGAI ANAK ALLAH.
Anak Allah adalah manusia yang sama dengan Allah.

1 Yohanes 4: 8-9
4:8. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia,
supaya kita hidup oleh-Nya.

= Allah adalah kasih. Jadi Anak Allah juga adalah kasih. Yesus sebagai Anak Allah datang untuk membawa kasih Allah ke dalam dunia dan memberikan hidup dalam kelimpahan.
Hidup dalam kelimpahan= hidup yang dipelihara Tuhan sampai selalu mengucap syukur pada Tuhan, hidup dalam kebangunan rohani (berkobar-kobar dan mengutamakan perkara rohani lebih dari perkara jasmani) sampai hidup kekal.

Jadi, kita bisa menerima hidup dalam segala kelimpahan lewat kasih Allah.

Matius 24: 12
24:12. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.

Sementara Yesus membawa kasih Allah, kenyataan yang ada adalah kasih menjadi dingin di akhir jaman= anak Tuhan dan hamba Tuhan tidak punya kasih (krisis kasih), sehingga menjadi durhaka dan menuju kebinasaan.

Sebenarnya, ada 3 macam musim dingin (krisis rohani), yaitu (diterangkan mulai Ibadah Persekutuan Ambon III, 13 November 2013):

  1. musim dingin iman= krisis iman= krisis Firman Allah,
  2. musim dingin pengharapan= krisis pengharapan= krisis Roh Kudus,
  3. musim dingin kasih= krisis kasih. Dan ini yang terbesar.

Siang ini, kita bahas krisis yang ketiga.
KRISIS KASIH
Krisis kasih ini menimbulkan kedurhakaan (Matiius 24: 12).
Praktik kedurhakaan:

  1. berbuat dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan minum dan kawin mengawinkan).
    Dosa makan minum dimulai dengan mabuk, merokok dan narkoba.
    Dosa kawin mengawinkan= dosa sex dengan berbagai ragamnya dan penyimpangan sex sampai pada nikah yang salah (kawin campur, kawin cerai dan kawin mengawinkan)= kedurhakaan dalam nikah (perbuatan dosa secara pribadi yang membuat nikah hancur).

    Dunia akhir jaman kembali pada jaman Nuh dan jaman Lot yang hanya menuju hukuman Allah (kebinasaan).
    Pada jaman Nuh, hanya 8 orang yang selamat dari 1 dunia.
    Pada jaman Lot, hanya 3 orang yang selamat dari 1 negeri.
    Dan diakhir jaman, berapa yang selamat? Dalam 1 rumah tangga kita, berapa yang selamat?
    Ini pertanyaan di akhir jaman. Jangan sampai masuk jaman Nuh dan Lot.


  2. kedurhakaan dalam ibadah dan pelayanan, yaitu


    • Ibrani 10: 25-27
      10:25. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.
      0:26. Sebab jika kita
      sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.
      10:27. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang
      durhaka.

      Yang pertama: tidak setia dalam ibadah pelayanan, bahkan tinggalkan ibadah pelayanan.
      Dosa tidak beribadah, sering tidak disadari dan malah meningkat menjadi


      1. ay. 25= dosa kebiasaan, tidak menyesal lagi atau merasa berdosa saat tidak beribadah.
      2. ay. 26= sengaja tidak beribadah melayani sekalipun ada waktu.
        Kalau sudah sengaja, ini merupakan kedurhakaan dan akan dihukum.

    • Bilangan 16: 8-11
      16:8. Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
      16:9. Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
      16:10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu
      menuntut pangkat imam lagi?
      16:11. Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu
      bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"

      Yudas 1: 11
      1:11. Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah.

      'bersepakat melawan TUHAN'= durhaka.
      Yang kedua: beribadah melayani, tetapi tidak benar (banyak membuka mulut untuk bersungut-sungut, gosip, menghasut dan sebagainya seperti Korah dan kawan-kawan).
      Ini yang harus kita waspadai.

      Bilangan 16: 31-32
      16:31. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
      16:32. dan
      bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.

      Kalau banyak membuka mulut, akibatnya: bumi juga membuka mulut untuk menelan dan membinasakan.
      Sebab itu, dalam ibadah pelayanan, JANGAN BANYAK MEMBUKA MULUT!

3 kali bumi membuka mulut dan menelan (dipelajari lewat pengajaran Tabernakel):

  1. Keluaran 15: 12
    15:12. Engkau mengulurkan tangan kanan-Mu; bumipun menelan mereka.

    Bumi membuka mulutnya dan menelan yang pertama: saat Israel masuk ke laut Kolsom.
    Bumi membuka mulutnya untuk menelan Firaun dan pasukannya untuk dibinasakan selama-lamanya.
    Dipihak lain, Israel berjalan di tanah kering dan selamat.
    Ini menunjuk pada BAPTISAN AIR (kolam pembasuhan yang ada di halaman Tabernakel).

    Jadi, BAPTISAN AIR MENENTUKAN KITA NAIK ATAU TURUN seperti Korah (selamat atau tidak), sebab bpatisan air ini merupakan landasan.

    Efesus 4: 5
    4:5. satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,

    Hanya ada 1 baptisan air yang benar dalam 1 tubuh Kristus.
    Baptisan air yang benar adalah baptisan yang sesuai dengan kehendak Tuhan (menurut Alkitab), yaitu seperti Yesus dibaptis.

    Roma 6: 2, 4
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4. Dengan demikian kita telah
    dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Syarat baptisan air yang benar: percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat (pintu gerbang) dan bertobat (mati terhadap dosa dan kembali pada Tuhan= mezbah korban bakaran).
    Pelaksanaan baptisan air yang benar: orang yang sudah mati bagi dosa (bertobat), harus dikuburkan bersama Yesus didalam air dan keluar dari air (bangkit dari air) bersama Yesus untuk mendapat hidup baru (langit baru= hidup Surgawi= hidup dalam kelimpahan)= hidup dalam urapan Roh Kudus (piintu kemah), seperti saat Yesus dibaptis dan keluar dari air, langit terbuka dan Roh Kudus berupa burung merpati turun atasNya.

    Roma 14: 17
    14:17. Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

    Praktik hidup Surgawi:


    • hidup dalam kebenaran. Kalau hidup benar, berarti selamat. Kalau tidak benar, berarti tidak selamat.
      Sebab itu, kita harus belajar hidup benar, mulai dari KTP, pribadi, pengajaran, tahbisan, penyembahan dan sebagainya.
      Pengajaran adalah Kepala (Yesus). Kalau pengajarannya beda, pasti suara penyembahannya juga berbeda.


    • damai sejahtera, tidak ada permusuhan, iri, dendam dan lain-lain.
      Kalau soal dosa, kita datang untuk berdamai.
      Kalau soal pengajaran, kembali pada Alkitab.

      Kita harus memelihara damai sejahtera, sebab hanya darah Yesus yang bisa memberikan damai sejahtera.


    • sukacita oleh Roh Kudus (bukan sukacita sembarangan seperti di dunia).
      Tandanya: tertib dan teratur sekalipun kita bergembira.
      Saat bait Allah dibawa ke bait Alah Salomo, Salomo berdiri (tertib dan teratur) dan awan kemuliaan turun, sedangkan saat Daud mengangkat tabut dengan menari-nari, tidak ada awan kemuliaan.


  2. Bilangan 16: 31-32, 10
    16:31. Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka,
    16:32. dan
    bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka.
    16:10. dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu
    menuntut pangkat imam lagi?

    Bumi membuka mulutnya dan menelan yang kedua: peristiwa Korah dan komplotannya.
    Bumi membuka mulut untuk menelan Korah dan kawan-kawannya, sebab Korah beribadah melayani, tetapi menuntut hak.
    Ini yang harus kita waspadai, sebab Korah ini kehidupan yang beribadah melayani, tetapi selalu menuntut hak (hak makan minum, pujian, dan sebagainya).
    Akibatnya: tidak pernah puas (bersungut-sungut= selalu membuka mulut).

    Yang benar, kita harus menjadi dolos (hamba Tuhan), yaitu:


    • hamba yang hanya punya kewajiban, tanpa hak.
      Lukas 17: 7-8
      17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
      17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu:
      Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

      Yesus punya hak di Surga, tetapi Ia tinggalkan semua.

      Hamba Tuhan yang tidak menuntut hak= seperti ibu Musa.
      Ibu Musa hanya menyusui Musa selama 3 bulan, setelah itu Musa dibuang ke sungai Nil.
      Tiba-tiba Musa diambil putri Firaun dan putri Firaun mencari inang penyusu sampai ke ibu Musa. Saat itu, pasti ibu Musa mau melakukannya sekalipun tidak dibayar atau kalau perlu ia yang membayar berapapun untuk bisa menyusui Musa.


    • Filipi 2: 8-10
      2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
      2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
      2:10. supaya dalam nama Yesus
      bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

      = hamba yang taat dengar-dengaran.
      Kalau Yesus taat sampai mati di kayu salib, kita taat sampai daging tidak bersuara.
      Seringkali, untuk mau taat yang benar, daging kita masih terlalu bersuara.

      Karena taat, Yesus ditinggikan.
      INILAH YANG MENENTUKAN KITA DITINGGIKAN ATAU TIDAK, YAITU KETAATAN KITA.
      Kalau taat, kita akan ditinggikan dan menang, tidak bisa dikalahkan oleh siapapun bahkan oleh setan tritunggal sekalipun.
      YANG PENTING ADALAH KETAATAN KITA PADA FIRMAN.


    • Lukas 17: 8
      17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

      = hamba yang selalu berikat pinggang.
      Pada orang Israel, kalau sudah pakai ikat pinggang, ia siap sedia melayani.
      Bagi kita sekarang, artinya:


      1. selalu siap sedia untuk melayani baik atau tidak baik waktunya.
      2. Yesaya 11: 5
        11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

        = melayani dengan setia dan benar.
        Kesetiaan dan kebenaran tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Setia harus benar, dan benar juga harus setia.
        Kalau hanya setia saja atau hanya benar saja, tidak ada gunanya.

      Lukas 17: 8
      17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

      Kalau kita melayani dengan ikat pinggang (selalu siap sedia, setia dan benar), kita seperti memberi makan minum Yesus (memuaskan hati Yesus).
      Hasilnya: Yesus juga akan memuaskan kita.

      Jadi, dalam ibadah, jangan cari kepuasan lebih dahulu, tetapi memuaskan Tuhan lebih dahulu.
      Secara jasmani= Tuhan memelihara kita dalam kelimpahan ('engkau boleh makan minum').
      Urusan kita hanyalah siap sedia, setia dan benar dalam melayani Tuhan. Yang lainnya adalah urusan Tuhan.
      Kita sering salah, dimana kita mengurus yang lainnya.

      Secara rohani= Tuhan memuaskan kita sehingga kita selalu mengucap syukur pada Tuhan dan inipun merupakan hidup dalam kelimpahan.


    Supaya kita mempunyai hati sebagai hamba yang benar (dolos), kita harus TERGEMBALA.
    Penggembalaan membentuk hati kita menjadi hati seorang hamba yang benar.
    Contoh: Musa.
    Musa belajar di Mesir 40 tahun, sehingga menjadi orang pandai dan berkuasa.
    Tetapi melayani 2 orang, ia tidak bisa dan malah menjadi pembunuh. Kalau hanya otak, tidak akan bisa melayani.

    Oleh sebab itu, Musa harus diusir ke Midian. Disanalah ia menggembalakan kambing domba sampai melihat semak duri yang menyala tapi tidak terbakar.
    Keluaran 3: 1-3
    3:1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
    3:2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah:
    semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3:3. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa
    penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"

    'biasa menggembalakan kambing domba'= tekun dalam penggembalaan.
    'semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api'= penglihatan hebat= kandang penggembalaan (ruangan suci Tabernakel dengan 3 macam alat):

    Kisah Rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka
    bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


    • pelita emas= ketekunan dalam persekutuan= ketekunan dalam Ibadah Raya dan Ibadah Persekutuan= persekutuan dengan Allah Roh Kudus dengan karunia-karunia.
      Roh Kudus= api.

    • meja roti sajian= ketekunan dalam pengajaran rasul-rasul dan pemecahan roti= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci= persekutuan dengna Anak Allah dalam Firman pengajaran dan korban Kristus.
      Firman Allah= api.

      Keluaran 25: 29
      25:29. Haruslah engkau membuat pinggannya, cawannya, kendinya dan pialanya, yang dipakai untuk persembahan curahan; haruslah engkau membuat semuanya itu dari emas murni.

      'persembahan curahan'= anggur (darah Yesus).

    • mezbah dupa emas= ketekunan dalam doa= ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan= persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
      Kasih Allah= seperti api.


    Inilah yang dilihat oleh Musa mengenai nyala api.
    Kalau semak duri, saat masih diam, akan terlihat baik-baik semua. Tetapi saat ada angin, barulah saling menusuk satu dengan lainnya.
    Semak duri dikelilingi api= kita masuk penggembalaan dengan dikelilingi api Roh Kudus, Firman dan kasih Allah.
    Kalau kita bisa tergembala, itulah penglihatan yang hebat.
    Jadi, penglihatan hebat bukanlah soal sakit jadi sembuh atau orang mati dibangkitkan, tetapi soal penggembalaan, sebab tidak mudah untuk masuk penggembalaan.

    Lewat api Roh Kudus, Firman dan kasih Allah, hati manusia yang seperti duri bisa dibentuk menjadi hati seorang hamba (taat sampai daging tidak bersuara dan setia benar).
    Kalau hati kita sudah dibentuk menjadi hati seorang hamba dan disucikan, semak duri dengan nyala api akan digenapkan menjadi perempuan dengan matahari, bulan dan bintang.

    Bumi membuka mulutnya yang pertama dan kedua sudah terjadi.
    Tetapi yang ketiga, belum terjadi dan akan terjadi. Sebab itu kita harus percaya dan waspada.

  1. Wahyu 12: 15-17
    12:15. Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
    12:16. Tetapi
    bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang
    menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

    Bumi membuka mulutnya dan menelan yang ketiga: bumi membuka mulut dan menelan kemarahan antikris, sehingga dibumi terjadi siksaan yang dasyat sampai pemancungan kepala.
    Siapa sasarannya? Hamba Tuhan/anak Tuhan yang punya kesaksian Yesus (pelita emas) dan Firman Allah (meja roti sajian), tetapi tidak punya mezbah dupa (tidak menyembah Tuhan atau penyembahannya tidak mencapai ukurannya sampai daging tidak bersuara).
    Kalau bertahan, akan mati, tetapi akan dibangkitkan saat Tuhan datang.
    Tetapi banyak yang tidak tahan dan dibinasakan bersama antikris.

    Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    (terjemahan lama)
    12:14. Maka
    dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

    Jalan keluarnya: kita harus mendapat anugerah kasih karunia Tuhan yaitu 2 sayap burung nazar yang bear supaya kita disingkirkan ke padang gurun yang lain, jauh dari mata antikris. Kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci.
    Ibadah Pendalaman Alkitab adalah latihan menyingkir ke padang gurun.
    Kita boleh bekerja dan beraktivitas selama di bumi, tetapi jangan terikat oleh itu semua, melainkan mendahulukan Tuhan lebih dari semua supaya kita semakin dekat dengan Tuhan dan menuju ke penyingkiran.

    Darimana kita mendapatkan sayap burung nazar yang besar?:


    • dari penyucian. Semakin disucikan, sayap semakin besar,
    • lewat ujian/PERCIKAN DARAH (ruangan maha suci Tabernakel).
      Ulangan 32: 11-12
      32:11. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
      32:12. demikianlah
      TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.

      Percikan darah= sengsara daging karena Yesus tanpa dosa.
      Sarang burung nazar ada di gunung yang tinggi. Dia bertelur disana sampai menetas. Kemudian ia mencari makan untuk anaknya. Yang memberi makan pasti induknya sendiri. Kalau bukan induknya, justru anaknya yang dimakan.
      Inilah tugas dari gembala sidang yaitu memberi makan pada sidang jemaat yang di dalam.

      Satu waktu, setelah agak besar, bukan diberi makan, tetapi sarangnya ditendang supaya jatuh. Kalau tidak kuat, anaknya akan diangkat kembali dan dikasih makan lagi. Setelah itu ditendang lagi. Begitu seterusnya sampai anak burung tersebut bisa terbang.
      Dalam ujian yang kita alami, Tuhan tidak akan membiarkan kita jatuh.
      Inilah percikan darah, yaitu supaya KITA HANYA BERHARAP PADA TUHAN, sekalipun mungkin Tuhan tidak menolong kita.
      Inilah sayap yang sudah besar, tidak lagi berharap orang lain, tetapi hanya berharap pada kasih karunia Tuhan.

Kegunaan sayap:

  1. Mazmur 17: 8
    17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Kegunaan pertama: menaungi kita seperti biji mataNya sendiri=


    • anugerah Tuhan sanggup memelihara kita secara jasmani sekalipun kita tidak berdaya dan memelihara secara rohani (biji mata tidak boleh kering= tidak kering rohani).
      Mohon pagi ini, semua boleh terjadi, tetapi jangan sampai kering rohani.


    • anugerah Tuhan melindungi kita, sehingga 1 butir pasirpun tidak boleh masuk (kita dibawa melintasi badai padang pasir, semua masalah selesai, sehingga kita tenang).
      'pasir'= pencobaan-pencobaan.


  2. Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Kegunaan kedua: anugerah Tuhan menyingkirkan ktia ke padang gurun yang lain. Kita dipelihara langsung oleh Tuhan.


  3. Yesaya 40: 29
    40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
    40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
    40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
    mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

    Kegunaan ketiga: anguerah Tuhan memberikan kekuatan extra, sehingga kita kuat teguh hati untuk menanti kedatangan Yesus kedua kali.
    Kita tidak letih lesu berbeban berat, tersandung, tetapi tetap setia berkobar sampai Ia datang kembali.

    Tetapi, sekalipun saat ini ada sayap yang terkulai (sudah letih lesu melayani Tuhan, jatuh bangun dalam dosa, tidak bisa lepas dari masalah, penyakit dan sebagainya), masih ada makanan burung nazar, itulah perjamuan suci.
    Perjamuan suci= sumber kasih karunia Tuhan yang memberi kekuatan extra kepada kita.

    TETAP KUAT TEGUH HATI APAPUN YANG KTIA ALAMI (tetap setia berkobar-kobar).
    1 Tawarikh 28: 20
    28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

    Kalau kuat teguh hati, Tuhan akan menyertai dan mempedulikan kita. Tuhan juga mengerti keadaan kita dan bergumul untuk kita sampai semuanya selesai, baik secara jasmani maupun rohani. Kita diubahkan sampai diangkat bersama Dia di awan-awan yang permai.

Tuhan memberkati.