[cetak]
Ibadah Persekutuan IV Tana Toraja, 13 Februari 2014 (Kamis Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

1 Petrus 2: 9
2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

Tema: "Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani"

"imamat yang rajani"= imam-imam dan raja-raja.

PENGERTIAN IMAM DAN RAJA
Imam adalah

  1. Seorang yang suci (bukan pandai, bodoh, kaya, miskin). Ini merupakan keadian dari Tuhan.
  2. Seorang yang memangku jabatan pelayanan dari Tuhan.

    Ada lima jabatan pokok yaitu rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru, tetapi bila dijabarkan masih ada jabatan lainnya seperti jabatan pemain musik, penyanyi, pemimpin pujian, pembersih gereja, penerima tamu, tim doa dll.

    Jabatan pelayanan merupakan tempat kita didalam tubuh Kristus dan tempat kita di surga. Di dunia, kita memiliki jabatan sebagai suami, istri, anak, gembala, guru, pegawai negeri dll, tetapi kita juga harus memiliki jabatan di surga.


  3. Seorang yang berdiri diantara sidang jemaat dan Tuhan untuk ikut pelayanan pendamaian.

    Jadi imam/hamba Tuhan/pelayan Tuhan bukanlah tukang adu domba. Seringkali kita sebagai imam masih suka bergosip, mengadu antar jemaat, mengadu jemaat dengan gembala, atau mengadu antar gembala.

    Oleh sebab itu seorang imam harus memiliki hati yang damai sejahtera, tidak boleh ada iri, dendam, dan pahit hati. Jika ada iri dan dendam akan memecah belah. Jika imam-imam ikut pelayanan pendamaian, maka masalah besar akan menjadi kecil dan masalah kecil menjadi tidak ada.


  4. Seorang yang beribadah dan melayani Tuhan (hamba Tuhan dan pelayan Tuhan).

Mazmur 20: 7, 10
(20-7) Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
(20-10) Ya TUHAN,
berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Raja bukanlah seorang yang kaya dll. Contoh: Yesus adalah Raja segala raja, tetapi saat datang di dunia, Yesus miskin, bahkan tidak memiliki kuburan.

Raja adalah seorang yang diurapi Roh Kudus dan selalu berkemenangan atas dosa, halangan, rintangan, godaan, bahkan menang atas maut.

Menang atas maut artinya sekalipun diizinkan Tuhan meninggal dunia, tetapi akan dibangkitkan dan tetap menjadi imam.

Wahyu 20: 6
20:6 Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

Wahyu 22: 5
22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

Mengapa disebut imam dan raja?
Sebab Tuhan menghendaki seorang imam/pelayan Tuhan/hamba Tuhan yang selalu menang atas dosa, atas maut, sehingga:

  1. Bisa melayani Tuhan sampai garis akhir (sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan Yesus datang kembali ke dua kali).
  2. Bisa melayani Tuhan sampai di kerajaan 1000 tahun damai/firdaus yang akan datang (Wahyu 20: 6).
  3. Bahkan bisa melayani Tuhan sampai di tahta surga/Yerusalem baru untuk selama-lamanya (Wahyu 22: 5).

Jika kita menjadi imam dan raja (melayani dengan urapan Roh Kudus dan selalu menang), maka doa kita dijawab oleh Tuhan dan semua masalah selesai.

Tugas imam adalah

  1. 1 Petrus 2: 9
    2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

    Tugas pertama: bersaksi terutama tentang keubahan hidup dari gelap menjadi terang (dari dosa menjadi benar dan suci)= menyinarkan terang Tuhan yang ajaib.

    Kita harus bersaksi tentang perbuatan besar (dari gelap menjadi terang) terlebih dahulu, sebab ini hanya bisa dilakukan oleh Tuhan (setan tidak bisa). Kalau menyaksikan sakit menjadi sembuh, ini bisa dilakukan oleh setan (dukun-dukun).

    Jadi setiap kali seorang imam melayani dalam kotbah, main musik, menyanyi, terima tamu dll, harus disertai terang keubahan hidup, supaya sidang jemaat yang dalam kegelapan akan disinari oleh terang-Nya yang ajaib dan berpindah dari gelap menjadi terang.


  2. 1 Petrus 2: 5
    2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    Tugas kedua: untuk mempersembahkan persembahan rohani yang berkenan kepada Tuhan.

    Contoh
    : kalau kita mempersembahkan uang, berkhtobah, menyanyi, main musik, dan sebagainya, harus merupakan persembahan yang rohani (ada tanda-tanda/nilai yang rohani).
    Sekalipun uang dan alat-alat musik ini bersifat jasmani/duniawi, tetapi nilainya harus rohani.

    Setiap ibadah pelayanan harus memiliki nilai yang rohani, antara lain:


    • Melayani dalam kesucian (bukan kekayaan, kepandaian).
    • Melayani dalam urapan Roh Kudus artinya


      1. Melayani sesuai jabatan.
      2. Melayani dengan tertib dan teratur (tidak urakan).
      3. Melayani dengan setia dan taat.


    • Melayani dengan tanda darah/tanda salib (didorong oleh kasih) artinya ada pengorbanan-pengorbanan, tidak mencari keuntungan, tetapi malah sengsara daging tanpa dosa.

      Jika melayani dengan tanda darah, setan tidak bisa menjamah.


    Jika imam-imam mempersembahkan persembahan yang rohani, maka rumah Tuhan menjadi rumah doa. Rumah Tuhan menjadi rumah doa artinya setiap orang yang hadir beribadah akan merasakan hadirat Tuhan dan doanya dijawab oleh Tuhan (persoalannya dijawab oleh Tuhan).

    WASPADA! banyak ibadah pelayanan (termasuk KKR) yang berkedok rohani, tetapi sesungguhnya bernilai jasmani. Ibadah seperti ini tidak akan berkenan kepada Tuhan, tetapi malah dicambuk oleh Tuhan, sebab rumah Allah menjadi sarang penyamun (pasar).

    Rumah Allah menjadi sarang penyamun (pasar) artinya


    • Ibadahnya murahan seperti pasar (beribadah melayani tanpa kesucian, tanpa kesetiaan, dan tanpa jabatan).
    • Tanpa pengobanan/tanpa salib, tetapi malah mencari keuntungan yang jasmani (pasar adalah tempat mencari untung). Contoh: beribadah yang mau enak-enak bagi daging, tidak mau mendengarkan firman, firmannya tidak boleh lama, tidak boleh keras, dan tidak boleh menunjuk dosa.


    • Bersuasana suka cita daging (pasar adalah tempat yang ramai) = tanpa urapan Roh Kudus.


    Jika Tuhan masih mencambuk, ini merupakan kemurahan Tuhan, tetapi kalau tidak mau berubah, akan dibiarkan oleh Tuhan, dianggap sebagai anak haram dan tinggal menunggu hukuman dari Tuhan.


  3. 1 Petrus 2: 5a
    2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus

    Tugas ketiga: melayani pembangunan rumah rohani= melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (kegerakan Roh Kudus hujan akhir).

    Yesus berkata "rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan membangunnya kembali" yang dimaksudkan ini adalah pembangunan rumah yang rohani = pembangunan tubuh Kristus (Tuhan beralih dari yang jasmani kepada yang rohani).

    Pembangunan gereja dimana-mana memang boleh (kita tolong dandoakan), tetapi didalamnya harus ada pembangunan rumah rohani.

    Kegerakan Roh Kudus ada dua yaitu


    • Kegerakan Roh Kudus hujan awal= firman penginjilan diberitakan dari Yerusalem (dari loteng Yerusalem Roh Kudus dicurahkan) ke Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi.

      Kegerakan Roh Kudus hujan awal= kabar baik= kegerakan penginjilan yang membawa orang berdosa untuk percaya Yesus dan diselamatkan. Setelah itu harus dilanjutkan kepada kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

      Firman penginjilan (injil keselamatan) membawa orang berdosa untuk percaya Yesus dan diselamatkan.


    • Kegerakan Roh Kudus hujan akhir (kabar mempelai) adalah kegerakan dalam firman pengajaran untuk membawa orang selamat menjadi tubuh Kristus yang suci, sempurna, dan tidak bercacat cela seperti Dia

      Jadi dari kabar baik harus ditingkatkan menjadi kabar mempelai.

      Kepala = suami (Yesus sebagai kepala = Mempelai Pria surga).
      Tubuh = istri (kita sebagai tubuh = mempelai wanita surga). Tubuh Kristus yang sempurna adalah mempelai wanita surga.

      Firman pengajaran/kabar mempelai mempersiapkan orang yang sudah selamat untuk menjadi mempelai wanita surga (oleh sebab itu disebut kabar mempelai).


    Praktek pembangunan tubuh Kristus yang sempurna adalah persekutuan mulai dari:


    • Yang terkecil adalah nikah. Nikah harus menjadi satu.
    • Penggembalaan (gereja masing-masing) harus menjadi satu.
    • Antar penggembalaan (antar gereja). Yang menjadi Gembala dalan persekutuan antar penggembalaan adalah Yesus.
    • Sampai persekutuan tubuh internasional yaitu Israel dengan Bangsa Kafir menjadi satu tubuh yang sempurna= menjadi mempelai wanita surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali diawan-awan permai.

      Wahyu 19: 9
      19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

      Kemudian masuk perjamuan kawin Anak Domba= nikah yang rohani= nikah yang sempurna antara Kristus sebagai Mempelai Pria dengan jemaat yang sempurna sebagai mempelai wanita surga.

      Alkitab dibuka dengan Kitab Kejadian yang memuat nikah jasmani antara Adam dan Hawa. Ini merupakan nikah yang mulia dan ditempatkan oleh Tuhan di Taman Eden. Namun Adam dan Hawan berbuat dosa, sehingga nikahnya menjadi hancur/telanjang dan diusir ke dunia.

      Setelah diusir ke dunia, manusia bukannya bertobat, tetapi malah berbuat dosa sampai puncaknya dosa:


      1. Dosa makan minum = mabuk, merokok, narkoba.
      2. Dosa kawin mengawinkan = dosa seks dengan berbagai ragamnya, nikah yang hancur (kawin campur, kawin cerai seperti zaman Nuh).
        Bahkan sampai terkutuk dan menuju kebinasaan.


      Kita harus bersyukur sebab Alkitab ditutup dengan Kitab Wahyu yang memuat nikah yang rohani (perjamuan kawin Anak Domba). Ini berarti Tuhan sedang memperbaiki/merestorasi nikah-nikah di dunia yang sudah hancur, sehingga menjadi nikah yang sempurna.

      Bagi kaum muda permulaan nikah harus dijaga, yang sudah menikah, perjalanan nikah harus dijaga, sampai akhir nikah nanti menjadi nikah yang sempurna.

      Setelah kita bertemu dengan Yesus diawan-awan permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, setelah itu masuk Firdaus (kerajaan 1000 tahun damai) dalam Wahyu 20. Tempatnya nikah yang benar dan suci adalah di Firdaus.

      Sesudah itu dalam Wahyu 21-22 (langit baru, bumi baru), kita berada di Yerusalem baru (kerajaan surga)= kita duduk bersanding dengan Tuhan Yesus di tahta Yerusalem baru selama-lamanya.

Kita harus berhati-hati sebab ada persekutuan yang benar dan persekutuan yang tidak benar!

Persekutuan tubuh Kristus yang benar diibaratkan seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

Carang-carang= kita (suami, istri, anak-anak). Carang-carang ini harus bersekutu.
Pokok anggur yang benar = Yesus ("Akulah pokok anggur yang benar").

Carang melekat pada pokok anggur yang benar artinya persekutuan yang benar harus berdasarkan pengajaran yang benar (pribadi Yesus).

Demikian juga ada pengajaran yang benar dan pengajaran yang sesat ! Dalam Matius 24 Yesus mengatakan "awas banyak penyesat"sampai diulang 4 kali.

Pengajaran yang benar adalah

  • Tertulis dalam Alkitab, bukan tertulis dibuku-buku lain.
    Saat Yesus menghadapi pencobaan tiga kali, Yesus menjawab "ada tertulis" dan Yesus menang atas pencobaan. Jika gembala menyampaikan firman yang tertulis di Alkitab, maka ada kuasa kemenangan atas pencobaan dan jemaat berbahagia.

    Jika gembala menyampaikan filsafat atau ilmu-ilmu pengetahuan, maka akan dikalahkan oleh setan. Tidak ada ilmu pengetahuan di dunia ini yang bisa mengalahkan setan. Jika menggunakan Alkitab, setan tidak bisa mengalahkan, sebab Alkitab (firman Tuhan) sudah ada sebelum dunia ini ada.


  • Firman yang diucapkan/dikatakan oleh Yesus.
    Yohanes 15: 3
    15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Firman yang dikatakan oleh Yesus= firman yang dibukakan rahasianya, wahyu/ilham dari Tuhan lewat seoang hamba Tuhan yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.

    Ayat merupakan perkataan Yesus. Ayat diterangkan dengan ayat merupakan perkataan Yesus. Jadi semua firman adalah perkataan Yesus. Jika ayat diterangkan dengan ayat, maka ada kuasa penyucian ("kamu memang sudah bersih").

    Jika ayat diterangkan dengan lawakan, pengetahuan, itu bukan perkataan Yesus. Akibatnya: jemaat bisa senang sementara (dagingnya yang senang), saat pulang menjadi susah lagi dan tidak suci.


  • Disampaikan dengan murni, tanpa mencari keuntungan jasmani sedikitpun (tanpa pamrih).
    2 Korintus 2: 17
    2:17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.

    Jika seorang gembala/seorang pembicara menyampaikan firman dengan murni (tidak mencari 1 rupiahpun), maka jemaat mendapatkan keuntungan besar.

    Keuntungan yang besar adalah mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar.


  • Berani mengungkapkan nikah yang benar supaya jemaat bisa masuk ke perjamuan kawin Anak Domba.


  • Pengajaran yang benar harus dipraktekkan.
    Dalam firman pengajaran yang benar kita mendapatkan segala-galanya yaitu


    • Mendapatkan kemenangan.
    • Mendapatkan penyucian.
    • Mendapatkan keuntungan yang besar.
    • Sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba Allah.

Jadi, kalau carang melekat pada Pokok anggur yang benar (pengajaran yang benar), maka kita akan berbuah manis. Jika carang melekat pada Pokok, yang bekerja adalah pokoknya bukan carangnya.

Persekutuan yang tidak benar.:
Yesay 30: 1-3
30:1. Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah,
30:2 yang berangkat ke Mesir dengan tidak meminta keputusan-Ku, untuk berlindung pada Firaun dan untuk berteduh di bawah naungan Mesir.
30:3 Tetapi perlindungan Firaun akan memalukan kamu, dan perteduhan di bawah naungan Mesir akan menodai kamu

"yang memasuki suatu persekutuan, yang bukan oleh dorongan Roh-Ku" = menikah sembarangan, ke gereja sembarangan, bersekutu sembarangan yang bukan karena dorongan oleh Roh Kudus.
"sehingga dosa mereka bertambah-tambah"= dosa itu bagaikan buah yang pahit. Pada awalnya pelayanan kita manis, tetapi karena persekutuan yang tidak benar, lama-lama manisnya akan hilang dan menjadi pahit (menjadi kering).
"yang berangkat ke Mesir"= mengandalkan Mesir. Mesir itu gambaran dunia.
'dengan tidak meminta keputusan-Ku"= tidak meminta keputusan firman pengajaran yang benar.
"Firaun"= gambaran setan.

Persekutuan yang tidak benar yaitu mengandalkan Mesir. Yang diandalkan bukan pengajaran yang benar lagi, tetapi mengandalkan sesuatu dari dunia yaitu kekayaan, kedudukan, kepandaian, figur manusia, atau artis-artis tanpa pengajaran yang benar.

Hati-hati! Kalau kita mengundang pembicara atau artis dalam ibadah persekutuan! Apakah kita sudah tahu bagaimana pengajarannya, nikahnya, hidupnya, pelayanannya?
Jika pelayanan pembicara ditempatnya sendiri kering, saat melayani dalam ibadah persekutuan akan menjadi kering dan banyak yang gugur.


Persekutuan carang dengan carang tanpa Pokok (tanpa pengajaran yang benar) akan terjadi di tempat sampah, sehingga bertambah kotor dan dosa-dosa bertambah (sekalipun mungkin kelihatan bertambah akrab atau hubungannya tambah erat).

Matius 14: 22
14:22. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.

Disini ada dua kelompok
/dua gerakan yaitu murid-murid (yang menerima pengajaran) diperintahkan menyeberang dan ada yang pulang (yang tidak menerima pengajaran).

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna bagaikan menyeberangi lautan dunia untuk menuju pelabuhan damai sejahtera/pelabuhan suka cita yaitu perjamuan kawin Anak Domba, setelah itu masuk kerajaan 1000 tahun damai dan masuk Yerusalem Baru.

"murid-murid"= orang Kristen atau orang yang sudah selamat (oleh penginjilan) dan menerima pengajaran (ada peningkatan).

Yesus memerintahkan murid-murid-Nya menyeberang= kegerakan pembangunan tubuh Kristus dipimpin/dikomandoi oleh murid-murid (firman pengajaran yang benar = diperintahkan oleh Yesus sendiri).

Dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus, mau berapa orang pun yang dilayani, harus dilayani (sekalipun hanya satu orang, jika membutuhkan, harus dilayani) dan jangan mencari keuntungan.
Contoh: Yesus menyeberang untuk melayani satu orang yang tidak waras. Demikian juga bagi sidang jemaat, jika ada tetangga yang membutuhkan, harus dilayani, mungkin dengan didoakan dll.
Hasilnya: Tuhan tidak akan pernah menipu kita, Tuhan akan tolong para imam-imam/pelayan Tuhan.

Jadi kalau mau menikah dll harus merupakan kegerakan firman, sebab jika tanpa pokok akan menjadi percuma (mungkin bisa menikah, bisa KKR tapi nanti akan berada disampah dan tambah berdosa).

Matius 14: 23
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

Banyak orang yang pulang= banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih= banyak yang selamat tetapi sedikit yang menjadi sempurna.

Contoh: Israel banyak yang keluar dari Mesir (sudah selamat) yaitu 603.550 orang laki-laki yang berusia 20 tahun keatas, tetapi yang sampai di Kanaan hanya 2 orang.

Jadi banyak yang dipanggil, tetapi tidak mau menyeberang dan pulang lagi (pulang ke kehidupan yang lama).
Artinya banyak orang Kristen yang sudah selamat dan sudah diberkati oleh firman penginjilan, tetapi menolak firman pengajaran yang benar, sehingga tidak aktif dalam pembangunan tubuh Kristus.

Murid-murid yang disuruh menyeberang ini hanya sedikit dan lebih banyak yang pulang. Jika pulang kembali kepada hidup yang lama, akibatnya: kehilangan keselamatan sampai binasa.

Contoh: Yudas menolak pengajaran. Yudas beberapa kali diingatkan oleh Yesus lewat firman pengajaran yang keras, supaya Yudas bertobat, tetapi ditolak oleh Yudas. Sampai terakhir kali Yesus berkata "siapa yang mencelupkan roti bersama Aku, dia lah itu". Ini merupakan firman yang menunjuk langsung dan firman yang keras, tetapi Yudas menjawab "bukan aku ya Tuhan".

Jika membangun tubuh Kristus, kita menempatkan Yesus sebagai kepala. Jika tidak mau membangun tubuh Kristus, kita akan menjual Yesus (kepala akan diperjual belikan seperti Yudas).

Matius 26: 23-25
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Ayat 23 = firman yang menunjuk langsung dan firman yang keras.
Ini seperti peristiwa Daud berzinah dengan Betsyeba dan Natan menegor Daud secara langsung ("Daud, engkaulah itu"). Untunglah Daud meminta ampun kepada Tuhan. Jadi jika kita menerima firman yang keras, kita akan bahagia.

Jika kita menolak firman yang keras, kita akan seperti Yudas. Yudas mungkin kelihatan melayani, kelihatan rohani dan paling dipercaya, tetapi sebenarnya dia sedang pulang kembali ke hidupan yang lama sampai binasa.

Akibat jika menolak pengajaran adalah "Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan" = tidak bisa lahir baru (tidak bisa berubah), kehilangan keselamatan dan binasa selamanya.

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus= menyeberangi lautan artinya

  1. Membutuhkan pengorbanan-pengorbanan.
    Contoh: kita datang KKR sudah berkorban waktu dll.
    Semuanya harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus yaitu waktu, tenaga, pikiran, perasaan sungkan/gengsi. Kecuali satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu pengajaran yang benar (pribadi Yesus jangan dijual).
    Jika kaum muda ingin menikah. semuanya harus dikorbankan (waktu, tenaga, pikiran, termasuk perasaan sungkan/gengsi), kecuali satu yang tidak boleh dikorbankan (Yesus tidak boleh dikorbankan). Jadi menikah harus dalam satu pengajaran.

    Jika kita menikah tanpa pokok, kita akan kering dan hancur. Jika tanpa pokok, lebih baik tidak menikah (jika tanpa Yesus, lebih baik tidak menyeberang).

    Jika tidak ada pengajaran yang benar, jangan menjadi hamba Tuhan. Jika hamba Tuhan mengajarkan ajaran sesat, banyak jemaat yang masuk neraka.


  2. Menghadapi halangan-halangan/ tantangan-tantangan yaitu


    • Matius 14: 24
      14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.

      Tantangan yang pertama: angin sakal.
      Angin sakal ini menghantam dari depan.

      Dalam Efesus 4: 14 angin adalah pengajaran palsu.
      Angin sakal adalah angin yang langsung menentang kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang benar (menghantam suruhan Tuhan), bahkan mengadakan tandingan yaitu mengadakan kegerakan palsu.

      Tanda-tanda adanya angin sakal adalah


      1. Kegerakan yang didukung oleh mamon (roh jual beli/antikris)= uang diutamakan, tetapi tanpa pengajaran dan tanpa penyucian.

        Wahyu 17: 3-5
        17:3 Dalam roh aku dibawanya ke padang gurun. Dan aku melihat seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu, yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Binatang itu mempunyai tujuh kepala dan sepuluh tanduk.
        17:4 Dan
        perempuan itu memakai kain ungu dan kain kirmizi yang dihiasi dengan emas, permata dan mutiara, dan di tangannya ada suatu cawan emas penuh dengan segala kekejian dan kenajisan percabulannya.
        17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "
        Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."

        Produknya/hasilnya adalah perempuan dengan permata, emas, kain ungu itulah babel/gereja palsu/mempelai wanita setan yang akan dibinasakan. Jadi gereja palsu/mempelai wanita setan/babel didukung oleh kekayaan/mamon.
        Gereja yang benar didukung oleh dua sayap burung nasar yang besar. Jadi yang diutamakan adalah firman pengajaran dan Roh Kudus.


      2. Kegerakan yang didasarkan pada iri hati (dendam, sakit hati) dan perselisihan.

        1 Korintus 3: 3-4
        3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
        3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?


        Dalam 2 Korintus, iri hati dan perselisihan akan menimbulkan fitnah dan gosip yang tidak baik.

        Mengapa terjadi iri hati dan perselisihan? Karena ada kebenaran diri sendiri. Kebenaran sendiri adalah


        • Kita sudah berdosa, tidak mau mengaku, malah salahkan orang lain (menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain).

          Jika kita sudah berbuat dosa, kita harus datang untuk minta ampun. Yang tidak berdosa juga harus mengampuni.


        • Menyalahkan Tuhan/menyalahkan pengajaran yang benar.
          Jika terjadi perselisihan dalam pengajaran harus bersama-sama membaca Alkitab.

          Perselisihan dan iri hati inilah yang akan merusak tubuh Kristus.


        • Mencampur adukan pengajaran, bahkan mencampur adukan agama.

          Dalam 2 Timotius 3: 1-5, orang yang beribadah tetapi tidak sungguh-sungguh, salah satunya adalah "tidak memperdulikan agama".


        • Bekerja tidak sesuai dengan jabatan pelayanan.

          Contohnya adalah penyanyi yang dipakai Tuhan menyanyi rohani, tetapi akhirnya membuat gereja sendiri, padahal Tuhan tidak mengangkat sebagai Gembala.

          2 Tawarikh 26: 16-17, 19
          26:16. Setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati sehingga ia melakukan hal yang merusak. Ia berubah setia kepada TUHAN, Allahnya, dan memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan.
          26:17 Tetapi imam Azarya mengikutinya dari belakang bersama-sama delapan puluh imam TUHAN, orang-orang yang tegas;
          26:19
          Tetapi Uzia, dengan bokor ukupan di tangannya untuk dibakar menjadi marah. Sementara amarahnya meluap terhadap para imam, timbullah penyakit kusta pada dahinya di hadapan para imam di rumah TUHAN, dekat mezbah pembakaran ukupan.

          Raja Uzia ini sudah diberkati, tetapi malah melakukan hal yang merusak yaitu membakar ukupan di mezbah pembakaran ukupan (melayani tidak sesuai jabatan yang Tuhan berikan). Saat Raja Uzia ditegor, malah marah. Akibatnya: timbul penyakit kusta.

          Kusta ini merupakan kebenaran sendiri (saat ditegor oleh firman menjadi marah). Kusta juga menunjuk pada kenajisan.


    • Tantangan yang kedua: gelombang.
      Gelombang menujuk:


      1. Dosa kejahatan dan kenajisan.
        Dosa kejahatan adalah cinta/terikat akan uang, sehingga menjadi:


        • Kikir= tidak bisa memberi.
        • Serakah= mencuri/merampas terutama milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.


        Dosa kenajisan adalah dosa makan minum dan kawin mengawinkan.


    • Pencobaan/masalah di segala bidang, sampai dengan masalah yang mustahil.


    Angin dan gelombang ini ditiupkan oleh setan untuk menenggelamkan kita supaya kita gugur dari iman dan hilang keselamatan (pulang/berhenti).

Angin dan gelombang juga melanda rasul-rasul yang hebat
, untuk itu kita harus hati-hati dan jangan sombong!

Angin gelombang ini melanda Salomo (perjanjian lama), melanda Yudas dan Petrus (perjanjian baru).

Angin gelombang melanda Yudas
.
Yudas terkena angin pengajaran palsu dan gelombang dosa kejahatan yaitu cinta akan uang (Yudas mencuri milik Tuhan). Akibatnya: Yudas tenggelam dan binasa untuk selamanya.

Markus 14: 10
14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.
14:11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Ayat 10= Yudas terkena angin ajaran palsu. Yudas pergi ke imam-imam kepala (imam-imam kepala ini menentang ajaran Yesus, pengajarannya berbeda dengan Yesus).

Dalam 1 Timotius 6: 10 keinginan uang inilah yang menenggelamkan.

Angin gelombang melanda Petrus.
Matius 14: 29-31
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

Petrus ini rasul yang senior dan hebat, tetapi terkena tiupan angin pengajaran lain, sehingga menjadi bimbang.

Petrus mendengar ajaran lain sehingga bimbang terhadap pengajaran yang benar. Sebaliknya orang yang baru mendengar pengajaran yang benar satu kali saja (lewat majalah, internet dll), bisa menerima pengajaran yang benar.

Jika bimbang terhadap pengajaran yang benar, akan bimbang terhadap kuasa Tuhan (mulai berharap kepada yang lain).

Akibatnya: Petrus mulai/hampir tenggelam.


Tenggelam artinya

  • Tidak tenang/tidak damai, stres, kacau, takut.
  • Merosot, terutama merosot kerohaniannya:


    • Tidak ada kebenaran lagi, tidak bisa membedakan mana yang benar atau tidak benar. Seperti saat Yesus datang disebut hantu dan hantu datang disebut Yesus, mengganggap pengajaran benar sebagai kebenaran sendiri dan menganggap pengajaran palsu sebagai pengajaran yang benar.

      Jika sudah merosot rohaninya, jangankan kesucian, kebenaran saja tidak ada. Contoh: tidak bisa membedakan antara Yesus Kristus dengan Yesus Barabas.

      Tidak tahu nikah yang benar dan yang tidak benar, jemaat menikah sembarangan (tidak ada surat nikahnya), tidak ada tanggung jawabnya.


    • Pelayanannya merosot.
    • Doanya tidak pernah dijawab.


    Selain rohaninya, jasmaninya juga merosot.


  • Tidak ada harapan lagi, tidak bisa ditolong, gagal total.
  • Tenggelam menuju babel.
    Kalau sudah bimbang, pasti masuk babel (tidak mungkin masuk tubuh Kristus). Seperti tadi disebutkan, angin sakal dan gelombang menentang langsung tubuh Kristus.

    Wahyu 18: 21
    18:21 Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

    = masuk pembangunan babel/mempelai wanita palsu/tubuh Kristus palsu.

HATI-HATI! Jika ada persekutuan yang benar, tetapi kita tidak mendukung, kita akan kering. Jika kita mendukung persekutuan yang tidak benar, kita juga akan kering.

Matius 14: 30-33
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Saat kita hampir tenggelam atau sudah tenggelam, Tuhan sedang menunggu kita supaya kita mengulurkan tangan kepada Dia (memegang Dia). Artinya

  • Kita harus berpegang teguh pada satu pengajaran yang benar (pribadi Yesus)= percaya dan taat pada satu pengajaran yang benar.
  • Mulut hanya menyeru nama Yesus (percaya pada nama Yesus).

Begitu kita bepegang pada satu pengajaran yang benar dan berseru nama Yesus, saat itu Yesus mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk:

  1. Mengangkat Petrus (kita) dari ketenggelaman.
    Artinya: Yesus Imam Besar Gembala Agung mengulurkan tangan anugerah-Nya untuk memulihkan kita semuanya, yang gagal menjadi berhasil dan indah pada waktu-Nya.

    Yang sudah merosot, pelayanan merosot, jasmani merosot, penghasilan merosot akan dipulihkan oleh Tuhan.


  2. Matius 14: 32
    14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Tangan anugerah Tuhan mampu membuat laut yang bergelombang menjadi reda= Tuhan menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

    Kesulitan-kesulitan apa yang kita hadapi, asal tidak bimbang, tidak berharap orang, tetapi percaya kepada pengajaran yang benar dan berseru pada Yesus, maka masalah yang mustahil diselesaikan Tuhan.


  3. Matius 14: 33
    14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

    Petrus mengaku bahwa Yesus adalah Mesias (anak Allah).

    Matius 16: 14, 16, 18
    16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
    16:16 Maka jawab Simon Petrus: "
    Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
    16:18 Dan Akupun berkata kepadamu:
    Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

    Setelah ada pengakuan bahwa Yesus adalah Mesias (Anak Allah), Petrus dipakai menjadi "batu karang"= dasar dari pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dan kekal selamanya ("alam maut tidak akan menguasainya").
    Artinya: kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Dulu Musa adalah orang yang pandai, tetapi dipakai oleh Tuhan. Petrus merupakan orang yang tidak terpelajar, tetapi juga dipakai oleh Tuhan. Yang penting adalah ulurkan tangan kepada Yesus dan serukan satu nama saja yaitu "YESUS" (satu pengajaran, satu pribadi, satu nama).

    Saat kita berada dalam posisi apa saja (mungkin sakit dll), kita harus memegang pengajaran yang benar/pribadi Yesus (jangan bimbang, jangan memakai logika) dan mulut hanya berseru "Yesus", maka Dia akan mengangkat kita, Dia akan meredakan/menyelesaikan semuanya, Dia akan memakai kita dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Batu karang
    = tahan uji dalam pelayanan dan tidak akan mundur.


  4. Mazmur 107: 30
    107:30 Mereka bersukacita, sebab semuanya reda, dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

    Tangan belas kasih Tuhan menuntun kita ke pelabuhan kesukaan yaitu kerajaan 1000 tahun damai.

    Wahyu 7: 17
    7:17 Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Tangan Tuhan menuntun ke tempat penggembalaan terakhir yaitu Yerusalem Baru, tidak ada air mata lagi selama-lamanya. Sekarang yang masih ada air mata, biarlah Tuhan yang menghapuskan.

Jadi kita hanya pegang Yesus (pengajaran yang benar) dan mulut hanya menyeru "Yesus", ini sudah cukup, kita menjadi damai sejahtera dan air mata dihapuskan oleh Tuhan.

Yesus harus taat sampai mati di kayu salib untuk mendapatkan nama diatas segala nama. Jadi lewat perjamuan suci Tuhan akan tolong kita.

Tuhan memberkati.