[cetak]
Ibadah Persekutuan Papua I, 02 Maret 2010 (Selasa Sore)

Peringatan 1 abad injil masuk ke Papua.

Tema: Ibrani 4: 12.

Manusia yang diciptakan oleh Tuhan terdiri dari 2 bagian besar:
  1. Bagian jasmani (tubuh).
  2. Bagian rohani.
Baik bagian luar maupun dalam, keduanya harus dirawat supaya jangan jatuh sakit dan bahkan mati.
Perawatan yang utama adalah soal makanan.
Bagian luar, sangat membutuhkan makanan jasmani yang baik supaya jangan jatuh sakit dan mati. Kalau racun yang dimakan, satu waktu akan mati.

Bagian rohani juga membutuhkan makanan rohani yang dipilih juga, yang benar. Kalau tidak benar, walaupun sedikit, itu sudah menjadi racun.
Dalam 1 tubuh, itu hanya ada 1 makanan rohani, karena kepalanya hanya 1.

Persekutuan tubuh Kristus ini dimulai dari dalam nikah.

Bagian rohani jatuh sakit, tandanya adalah jatuh dalam dosa. Walaupun kedudukan jasmaninya tinggi, tapi saat ia berbuat dosa, bagian rohaninya sedang sakit. Kalau dibiarkan jatuh dalam dosa, orang sakit ini pasti akan mati rohani.
Mati rohani artinya jatuh dalam dosa, tapi tidak menyesal dan malah bahagia atau bangga dan bahkan menyalahkan orang lain (= hidup dalam dosa).
Sebab itu, kita harus waspada hari-hari ini.

Ada 2 macam makanan rohani/ makanan Firman:
  1. Ibrani 5: 11-14 = susu = Firman penginjilan = injil keselamatan (Efesus 1: 13).
    Artinya adalah Firman yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke bumi ini untuk mati di kayu salib dan menebus orang berdosa.

    Amsal 25: 25.
    Firman penginjilan disebut juga dengan kabar baik.
    Orang berdosa, itu bagaikan orang haus. Kalau dibiarkan, akan mati. Perlu air yang sejuk dari Surga.

    Proses untuk menerima keselamatan:
    1. Percaya Yesus.
      Di luar Yesus, tidak ada keselamatan, sebab semua manusia di dunia berdosa dan tidak bisa menolong manusia yang berdosa.

    2. Bertobat, berhenti berbuat dosa, kembali pada Tuhan.
      Jadi, percaya Yesus bukan hanya dimulut saja. Kalau kita percaya, maka kita harus bertobat, kembali kepada Tuhan. Kalau orang kristen masih mengulang-ulang dosa, diragukan keselamatannya.

    3. Lahir baru, lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus (kepenuhan Roh Kudus).
      Hasilnya adalah hidup baru = hidup dalam kebenaran = selamat.
      Kelahiran baru ini diperlukan supaya bisa hidup dalam kerajaan Surga.
      Tidak benar, artinya TIDAK SELAMAT.
      KESELAMATAN = KEBENARAN.

    Sebenarnya, keselamatan ini hanya untuk orang Israel.

    Susu ini hanya untuk orang yang belum percaya Yesus dan jiwa-jiwa baru di gereja. Jangan berhenti sampai pada susu saja. Kalau diberi susu terus, padahal sudah lama jadi orang kristen, hidup itu akan tumbuh jadi anak kecil, tidak dewasa rohani, tidak bisa menjadi mempelai wanita Tuhan.

    Ibrani 5: 11-14.
    Karena itu, setelah lama menerima susu, harus ditingkatkan pada makanan kedua.

  2. 2 Korintus 4: 3-4 = makanan keras = firman pengajaran = firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua= cahaya injil kemuliaan Kristus.
    Cahaya, itulah yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Inilah injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali untuk menyucikan dan mendewasakan sidang jemaat sampai sempurna, sama seperti Dia dan siap menyambut kedatanganNya kedua kali.

    Karena memberitakan Yesus sebagai Mempelai, maka firman injil kemuliaan ini disebut dengan kabar mempelai.

    Semoga di Papua ini terjadi pertemuan antara injil keselamatan dengan injil kemuliaan dan bisa terjadi kegerakan yang besar.
Jadi, tiap anak Tuhan perlu kabar baik dan kabar mempelai untuk bisa diselamatkan dan disempurnakan, menjadi mempelai wanita yang tidak bercacat cela.

Jadi, setiap hamba Tuhan harus memberitakan firman penginjilan dan firman pengajaran, sesuai dengan teladan Yesus dan amanat agung Yesus.

Matius 11: 1.
= Yesus memberi teladan dulu untuk memberitakan injil dan pengajaran di kota-kota dan di desa-desa.

Matius 28: 19-20, Markus 16: 15.
Setelah memberi teladan, baru Tuhan memberikan amanat agungNya.
Asal kita menunaikan tugas sesuai dengan amanat agung Tuhan, maka Tuhan akan menyertai kita sampai usai.

Sikap terhadap firman pengajaran:
  1. Kisah Rasul 5:33 = menolak firman pengajaran yang menusuk dosanya.
    Hati, itulah gudangnya dosa.
    Kalau menolak, maka dari dalam hatinya bisa muncul kebencian tanpa alasan.

    Jangan sampai menolak firman yang menusuk dosa-dosa kita.
    1 Yohanes 3: 15.

  2. Matius 26: 23 = mengelak dari firman pengajaran.
    Firman yang disampaikan oleh Tuhan, langsung menusuk pada Yudas. Tapi Yudas mengelak dari firman itu, padahal ia adalah rasul Tuhan.
    Akibatnya, dosanya bertimbun-timbun dan satu waktu meledak saat ia gantung diri dan ia binasa selama-lamanya.

    Lebih baik, saat firman menusuk dosa kita, kita mengakui dosa-dosa tersebut pada Tuhan dan sesama. Mungkin merasa dipermalukan, tapi kita diselamatkan oleh Tuhan.
    Kalaupun disembunyikan, satu waktu, dosa itu akan di tunjukan dan hidup itu akan dipermalukan bahkan binasa untuk selama-lamanya.

  3. Kisah Rasul 2: 37 = hati terharu menerima firman pengajaran.
    Ini sikap yang positif.

    Proses menerima firman sampai terharu:
    1. Mendengar firman dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan. Kalau menerima dengan kebutuhan, maka kita tidak akan merasa bosan.
    2. Mengerti firman.
    3. Percaya, yakin pada firman.
      Ini yang melebihkan Firman dari ilmu pengetahuan.
      Dan Firman ini yang membuat hati bisa terharu.
      Roma 10: 10 = praktik hati terharu, yaitu mulai dengan mengaku dosa.
    4. Praktik firman.

    Setajam-tajamnya firman pengajaran, itu merupakan uluran Tangan kemurahan Tuhan. Kalau kita bisa praktik firman, kita sedang mengulurkan tangan pada Tuhan dan kita hidup dalam Tangan Tuhan.

    Yang menolak dan mengelak dari firman, ada di luar Tangan Tuhan dan ada di tangan setan.
Hasil kalau hidup dalam tangan Tuhan (Ibrani 4: 12):
  1. Firman Allah kuat, artinya tangan kemurahan Tuhan memberikan kekuatan yang melimpah-limpah kepada kita, sehingga kita menjadi orang yang kuat dan teguh hati = tidak bimbang dengan ajaran-ajaran lain, tapi tetap berpegang pada ajaran yang benar.

    Kuat dan teguh hati juga berarti tidak putus asa/bimbang menghadapi masalah apapun, tapi bisa mengucap syukur pada Tuhan dan tetap percaya/berharap hanya pada Tuhan.

    Contohnya adalah Sadrakh, Mesakh dan Abednego yang tetap kuat dan teguh hati sekalipun diancam dengan dapur api.

    Daniel 3: 16, 24.
    ay. 24= hasil kalau kuat dan teguh hati, yaitu tangan kemurahan Tuhan menyertai dan melindungi kita dari api pencobaan bahkan melindungi kita dari maut.

  2. Firman Allah hidup, artinya tangan kemurahan Tuhan mampu memelihara kehidupan kita secara jasmani di tengah-tengah dunia yang sulit, di tengah kemustahilan.

    Secara rohani, tangan kemurahan Tuhan mampu memberikan kehidupan yang benar dan suci.
    Kalau benar dan suci, hidup kita bisa damai sejahtera sekalipun ditengah kesulitan.

  3. Firman Allah lebih tajam dari pedang bermata dua, artinya tangan kemurahan Tuhan mampu menyucikan dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani, sama seperti Yesus.

    Pedang bermata dua adalah:
    1. Tajam pertama untuk menyucikan (seperti memotong bagian yang berdosa).
    2. Tajam kedua untuk membaharui (seperti menumbuhkan bagian yang baru pada bagian yang sudah terpotong).

    Inilah mujizat rohani yang harus kita alami. Kalau mujizat ini tidak kita alami, kita tidak bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali, sebab manusia darah daging tidak mendapat tempat dalam kerajaan Surga.

    1 Timotius 6: 11, 10.
    = penampilan manusia baru yang mau berada di dalam Tangan Tuhan, yaitu menjauhi kejahatan dan kenajisan, hidup dalam keadlian/kejujuran, suka beribadah dan setia.
    Kejahatan = cinta akan uang, terikat akan uang yang membuat orang kikir dan serakah.
    Kenajisan = dosa makan minum dan sex.

    Soal pengajaranpun, kita harus jujur!
    Selama Salomo memegang pedang, ia tidak bisa terkecoh (dalam kisah 2 ibu yang memperebutkan anak).

    Kalau tidak suka ibadah, maka hidup itu tidak bisa masuk dalam kerajaan Sorga, sebab kerajaan Sorga hanya berisi ibadah selama 24 jam. Ibadah kita dibumi adalah latihan kita untuk hidup di Sorga.

    Kalau mujizat yang rohani terjadi, maka mujizat yang jasmani juga akan terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Sadrakh, Mesakh dan Abednego dikeluarkan dari api dan mendapat kedudukan tinggi.

    Mungkin kita tenggelam dalam sesuatu, maka mujizat jasmani juga bisa terjadi, asal ada mujizat rohani kita alami.
    Dan keubahan ini suatu waktu akan membawa kita sampai terangkat di awan-awan yang permai untuk bertemu dengan Tuhan.
Tuhan memberkati.