Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan I, 23 April 2013 (Selasa Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.” Katanya lagi kepadaku: “Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah.”

Perjamuan kawin Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga dengan tubuh Kristus yang sempurna sebagai mempelai wanita Surga di awan-awan yang permai. Sesudah itu kita masuk Kerajaan 1000 tahun damai, itulah Firdaus yang akan datang [Wahyu 20]. Sesudah itu kita masuk Yerusalem Baru, Kerajaan Surga yang kekal [Wahyu 21-22].

Wahyu 3:21
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

Kita sebagai mempelai wanita Surga akan duduk bersanding dengan Yesus Mempelai Pria Surga di takhta Surga untuk selama-lamanya.

Syarat supaya kita bisa masuk Perjamuan kawin Anak Domba sampai duduk bersanding dengan Yesus di takhta Yerusalem Baru adalah harus menang bersama Yesus.

Wahyu 17:14
17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia.”

Syarat untuk menang bersama Yesus adalah:
Jadi, syarat untuk menang bersama Yesus adalah kita harus menjadi imam-imam, pelayan Tuhan atau hamba Tuhan yang setia.

2 Korintus 11:1-4
11:1 Alangkah baiknya, jika kamu sabar terhadap kebodohanku yang kecil itu. Memang kamu sabar terhadap aku!
11:2 Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.


Pokok kesetiaan adalah kesetiaan yang sejati kepada Kristus, sama dengan kesetiaan pada firman pengajaran yang benar.
Firman pengajaran yang benar adalah firman yang tertulis dalam Alkitab dan merupakan wahyu dari Tuhan, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain.

Kalau ajaran lain berarti yesus nya lain dan roh nya juga lain. Yesus yang lain adalah yesus tanpa salib.

Hawa disesatkan hati dan pikirannya oleh setan sehingga kehilangan kesetiaan yang sejati pada perintah Allah. Di akhir jaman, penyesatan hati dan pikiran juga menimpa gereja Tuhan di masa pertunangan, sehingga kehilangan kesetiaan sejati kepada Kristus.

Proses penyesatan hati dan pikiran/ panca indra:
  1. Telinga.
    Kejadian 3:1
    3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

    Telinga Hawa mendengar suara asing yaitu ajaran-ajaran yang lain, termasuk gosip-gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
    Akibatnya adalah menimbulkan tanda tanya pada firman pengajaran yang benar dan menimbulkan kebimbangan, sampai meninggalkan firman pengajaran yang benar dan gugur dari iman.

    Lukas 8:18
    8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya.”

    Oleh sebab itu, kita harus memperhatikan cara mendengar, artinya:
    • Mendengar harus dalam urapan Roh Kudus sehingga ada ketegasan untuk hanya mau mendengar firman pengajaran yang benar dan tidak memberi kesempatan satu kali pun untuk mendengar suara asing.
    • Mendengar dalam urapan Roh Kudus sehingga sungguh-sungguh dalam mendengar firman pengajaran yang benar, mengerti, percaya dan yakin, sampai praktek firman pengajaran yang benar.
    Hasilnya adalah iman yang bertumbuh sampai menjadi iman yang teguh, tidak bisa disesatkan dan digugurkan, sampai menjadi iman yang sempurna.

  2. Mulut.
    Kejadian 3:2-3
    3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
    3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

    Kejadian 2:16-17
    2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
    2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

    Hawa mengurangi kata "bebas" dan menambah kata "raba".
    Jika telinga memberi kesempatan untuk mendengar suara asing, maka mulut akan menambah dan mengurangi firman sehingga cocok dengan suara daging.

    Bilangan 13:27-28
    13:27 Mereka menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
    13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

    Firman pengajaran yang benar ditambah dengan suara daging hanya akan menjadi kabar busuk.

    1 Timotius 6:20-21
    6:20 Hai Timotius, peliharalah apa yang telah dipercayakan kepadamu. Hindarilah omongan yang kosong dan yang tidak suci dan pertentangan-pertentangan yang berasal dari apa yang disebut pengetahuan,
    6:21 karena ada beberapa orang yang mengajarkannya dan dengan demikian telah menyimpang dari iman. Kasih karunia menyertai kamu!


    Firman pengajaran yang benar ditambah dengan pengetahuan akan menjadi kabar kosong yang menimbulkan perdebatan dan diskusi tanpa penyelesaian, sampai gugur dari iman.

    Galatia 4:13-16
    4:13 Kamu tahu, bahwa aku pertama kali telah memberitakan Injil kepadamu oleh karena aku sakit pada tubuhku.
    4:14 Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan, tetapi kamu telah menyambut aku, sama seperti menyambut seorang malaikat Allah, malahan sama seperti menyambut Kristus Yesus sendiri.
    4:15 Betapa bahagianya kamu pada waktu itu! Dan sekarang, di manakah bahagiamu itu? Karena aku dapat bersaksi tentang kamu, bahwa jika mungkin, kamu telah mencungkil matamu dan memberikannya kepadaku.
    4:16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

    Kita harus berani melawan kabar busuk dan kabar kosong dengan Kabar Mempelai, sekalipun kita harus dimusuhi dan harus berhadapan dengan siapa pun juga (orang tua, keluarga, dll).
    Hati-hati, yang memusuhi Rasul Paulus atau hamba Tuhan yang menyatakan kebenaran adalah orang yang dahulu menyatakan kebenaran dengan semangat tetapi kemudian menambah dan mengurangi firman.

  3. Mata.
    Kejadian 3:6
    3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

    Jika mulut sudah menambah dan mengurangi firman pengajaran yang benar, maka mata memandang sesuatu yang enak bagi daging sekalipun tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar.

    Pandangan daging adalah seperti pandangan Lot yang memandang Sodom Gomora seperti taman Surga padahal itu merupakan lautan api dan belerang. Akibat pandangan daging adalah terjadi kejatuhan dan memakan korban, yaitu istri Lot binasa.
    Kejadian 13:9-10,13
    13:9 Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri.”
    13:10 Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. --Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora. --
    13:13 Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.

    Tetapi Abraham memiliki pandangan rohani, yaitu pandangan salib (timur dan barat, utara dan selatan).
    Kejadian 13:14-15,17
    13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: “Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan,
    13:15 sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
    13:17 Bersiaplah, jalanilah negeri itu menurut panjang dan lebarnya, sebab kepadamulah akan Kuberikan negeri itu.”

    Pandangan salib ini tidak enak bagi daging tetapi sesuai dengan firman pengajaran yang benar. Tetapi Tuhan tidak menipu kita, pandangan salib akan berakhir di Kanaan.

  4. Hidung.
    Kejadian 3:5
    3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

    Jika memiliki pandangan daging, maka akan mau menjadi sama dengan Tuhan lewat keinginan daging, ambisi dan emosi daging, cara-cara daging.

    Yang benar adalah menjadi sama dengan Tuhan lewat perobekan daging, terutama lewat doa penyembahan, ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk.
    Pelayan Tuhan dan hamba Tuhan harus memulai segala sesuatu dengan doa penyembahan (pernafasan yang baik).

    Kalau empat indra ini sudah disesatkan oleh setan (telinga, mulut, mata, hidung adalah daging), maka pasti akan berbuat dosa dan tidak taat (tangan mengambil buah).
    Kejadian 3:6-7
    3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
    3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.


    Kalau ada ketidaktaatan maka pasti terjadi perpecahan. Kalau sudah kehilangan ketaatan, maka pasti kehilangan kemuliaan.
    Untuk bisa taat memang harus membayar harga. Tetapi kalau tidak taat, pasti akan membayar harga yang lebih besar, hanya tinggal menunggu waktu.

  5. Kulit.
    Kejadian 3:10
    3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

    Jika sudah telanjang, maka akan menjadi takut dan malu karena terpisah dari Tuhan. Ini sama dengan kehilangan damai sejahtera.

Jadi, kehilangan kesetiaan yang sejati kepada Kristus membuat kita kehilangan ketaatan, kehilangan kemuliaan, dan kehilangan damai sejahtera. Kalau damai sejahtera hilang, itu berarti kehilangan urapan Roh Kudus dan seperti garam yang tawar, menjadi kering rohani dan busuk.
Akibatnya adalah diusir dari Firdaus dan bersuasana kutukan sampai mati rohani.


Tetapi Tuhan mau menolong kita.
Kejadian 3:21
3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

Cara Tuhan menolong adalah lewat korban pendamaian.
Di taman Eden, korban pendamaian adalah dari binatang korban yang disembelih dan dikuliti. Sesudah itu, Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa.

Roma 3:23-25
3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

Dalam Perjanjian Baru, korban pendamaian sudah digenapkan oleh pribadi Yesus sebagai Anak Domba Allah yang harus disembelih dan dikuliti di kayu salib. Hanya Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa yang harus taat sampai mati di kayu salib untuk menutupi ketidaktaatan dan ketelanjangan kita, sehingga kita tidak binasa dan bisa kembali ke Firdaus.

Proses menggunakan korban pendamaian yaitu kita harus berdamai dengan Tuhan (vertikal) dan sesama (horizontal).
Artinya:
  1. Kalau salah, kita harus mengaku dosa pada Tuhan dan sesama sejujur-jujurnya. 
  2. Kalau benar, kita harus mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
Saat itu, maka kita menerima kasih karunia Allah lewat korban Kristus untuk menyelesaikan dosa-dosa kita. Kita menerima urapan Roh Kudus dan menjadi garam yang asin.

Kegunaan urapan Roh Kudus:
  1. Roh Kudus mencurahkan kasih Allah sehingga kita bisa tetap kuat dan teguh hati.
    Roma 5:5
    5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Artinya:
    • Kita bisa tetap berpegang pada kesetiaan yang sejati pada Kristus, tetap berpegang pada firman pengajaran yang benar.
    • Tidak putus asa, tidak kecewa, tetapi tetap mengucap syukur dan berharap pada Tuhan. 
    • Tetap setia dan berkobar-kobar dalam pelayanan sampai garis akhir.
  2. Roh Kudus membuat kita taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar apa pun resikonya.
    Roma 8:15
    8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

    Kehidupan yang taat akan kembali pada suasana Firdaus, kita dipelihara oleh Tuhan dan berbahagia, tidak ada lagi air mata.

  3. Roh Kudus membaharui dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Titus 3:5
    3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Kita dibaharui menjadi seperti merpati, mulai dari menjadi tulus dan jujur. Merpati juga menunjuk pada damai sejahtera. Kalau kita damai sejahtera berarti panca indra baik, tidak lagi merasakan apa-apa yang dirasakan daging, tidak ada lagi perasaan sedih, tidak ada lagi perasaan bangga.
    Damai sejahtera ini adalah garam yang asin, anti busuk, tidak bisa dijatuhkan oleh setan.

    Roma 16:20
    16:20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

    Kita terus mengalami keubahan sedikit demi sedikit, sampai menjadi sama mulia dengan Tuhan saat kedatanganNya kedua kali. Kita masuk Firdaus dengan hati damai sejahtera, sampai bersanding dengan Tuhan di takhtaNya.


Tuhan memberkati.