Ibadah Raya Malang, 02 Mei 2021 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 13:2
13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruangdan mulutnya seperti mulut singa.Dan nagaitu memberikankepadanya kekuatannya, dan takhtanyadan kekuasaannya yang besar.

Penampilan antikris sebagai kombinasi dari empat binatang buas dengan keistimewaan-keistimewaannya:
  1. Serupa macan tutul.
  2. Kakinya seperti kaki beruang.
  3. Mulutnya seperti mulut singa.
  4. Naga memberi kekuatan, takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
Ad. 3. Mulutnya seperti mulut singa.
1 Petrus 5:8
5:8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aumdan mencari orang yang dapat ditelannya.

Mulut singa/ iblis mengaum-aum, mengeluarkan suara yang dahsyat, yang diulang-ulang, sehingga membuat anak Tuhan/ hamba Tuhan/ pelayan Tuhan menjadi bimbang terhadap firman pengajaran yang benar, terhadap pribadi Yesus, tidak melekat lagi pada pokok anggur yang benar. Tandanya adalah sudah mulai kering/ tidak puas dan mencari kepuasan-kepuasan lain di dunia.
Kalau dilanjutkan, akan gugur dari iman, menolak firman pengajaran yang benar, tidak percaya Yesus. Hidupnya tidak benar, tidak suci, berbuat dosa sampai puncak dosa, sehingga ditelan singa iblis sampai binasa selamanya.

Amos 3:7-8
3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8 Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Yesus sebagai singa Yehuda juga mengaum-aum = menyampaikan firman nubuat secara berulang-ulang.
Firman nubuat adalah firman yang diungkapkan rahasianya oleh Roh Kudus, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, yang mengungkapkan tentang dosa-dosa yang tersembunyi dalam sidang jemaat, serta mengungkapkan tentang segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi di akhir zaman terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja segala raja Mempelai Pria Sorga. Firman nubuat juga mengungkapkan penghukuman Tuhan yang akan datang, tiga kali tujuh hukuman sampai kiamat sampai neraka.

Jadi, Yesus sebagai singa Yehuda yang mengaum-aum artinya menyampaikan firman pengajaran benar yang diulang-ulang = firman penggembalaan. Untuk apa?
  1. Untuk mengalahkan suara auman singa iblis yang beredar-edar sehingga kita tidak bimbang, melainkan bisa tergembala dengan benar dan baik. Kita tidak gugur dari iman, melainkan tetap pegang teguh firman pengajaran benar. Kita tetap percaya Yesus apa pun yang dihadapi, kita tetap damai sejahtera, sehingga tidak ditelan oleh singa iblis, tidak binasa.

  2. Untuk menggembalakan kita gereja Tuhan, supaya gereja Tuhan bertumbuh ke arah kesempurnaan, menjadi mempelai wanita Sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai sampai masuk Yerusalem Baru, kandang penggembalaan terakhir.
Singa iblis mengaum-aum pada tiga tempat utama:
  1. Singa iblis mengaum di padang gurun dunia ini.
    Ulangan 32:9-10
    32:9 Tetapi bagian TUHAN ialah umat-Nya, Yakub ialah milik yang ditetapkan bagi-Nya.
    32:10 Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.

    Artinya singa iblis melancarkan pencobaan-pencobaan pada gereja Tuhan di seluruh dunia.
    Secara jasmani = krisis ekonomi, masalah-masalah yang mustahil.
    Secara rohani = dosa-dosa sampai puncak dosa, ajaran-ajaran palsu, termasuk gosip-gosip, kekeringan rohani/ ketidak puasan.
    Tujuannya supaya gereja Tuhan menjadi bimbang, takut, kuatir, sampai kecewa, putus asa, tidak percaya Yesus, tinggalkan Yesus, tinggalkan ibadah pelayanan, tinggalkan firman pengajaran benar, lalu mencari kepuasan-kepuasan di dunia, berbuat dosa sampai puncak dosa, gugur dari iman, ditelan oleh singa iblis, binasa untuk selamanya.

    Jalan keluarnya adalah kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada suara singa Yehuda, firman penggembalaan yang diulang-ulang, sehingga kita mengalami penyucian hati pikiran, perbuatan, pandangan, perkataan, seluruh hidup. Kalau hidup suci, maka kita diangkat menjadi imam dan raja.

    Keluaran 29:1
    29:1 "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

    Imam dan raja adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan.

    Waspada banyak imam-imam/ pelayan Tuhan yang gugur dari iman karena suara singa iblis yang mengaum-aum, dari zaman ke zaman.
    Contoh: Kain jatuh akhirnya membunuh Habel, Hofni dan Pinehas, sampai Yudas Iskariot.

    Kenapa? Karena hanya puas melayani Tuhan secara umum, tetapi tidak mau meningkat menjadi biji mata Tuhan/ pelayan khusus.

    Syarat pelayan khusus:
    • Imam-imam harus berada di ruangan suci, yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
      Imamat 21:12
      21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
      • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia Roh Kudus.
      • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
      • Mezbah Dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
      Lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah poko,k tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah setan tritunggal. Buktinya adalah hidup suci dan dalam urapan Roh Kudus.

    • Berdoa dan berpuasa sehingga kita mengalami perobekan daging, taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
      Kisah Rasul 13:1-5
      13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
      13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
      13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
      13:4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.
      13:5 Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

      Pelayan khusus adalah kehidupan yang suci, setia, taat dalam urapan Roh Kudus. Ini yang dipakai menyampaikan firman di rumah ibadat, dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus sempurna. Ini sama dengan menempatkan Yesus sebagai Kepala, bersandar di dada Yesus seperti Yohanes. Kehidupan semacam ini menjadi biji mata Tuhan, tidak bisa diganggu-gugat.

      Zakaria 2:7-9
      2:7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!
      2:8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu — sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya — :
      2:9 "Sesungguhnya Aku akan menggerakkan tangan-Ku terhadap mereka, dan mereka akan menjadi jarahan bagi orang-orang yang tadinya takluk kepada mereka. Maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku.

      Hasilnya adalah biji mata Tuhan selalu dilindungi dan dipelihara Tuhan secara jasmani, secara berlimpah di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi. Juga secara rohani, kita bebas dari dosa-dosa sampai puncak dosa. Biji mata Tuhan juga mengalami kemenangan-kemenangan dan damai sejahtera, semua enak dan ringan.
  2. Singa muda mengaum di kebun anggur.
    Hakim-hakim 14:5
    14:5 Lalu pergilah Simson beserta ayahnya dan ibunya ke Timna. Ketika mereka sampai ke kebun-kebun anggur di Timna, maka seekor singa muda mendatangi Simson dengan mengaum.

    Kebun anggur adalah penggembalaan yang dibina oleh Kabar Mempelai, yang membawa sidang jemaat masuk pembangunan tubuh Kristus sempurna.

    Singa mengaum-aum untuk merusak kebun anggur.
    Prakteknya adalah singa muda, yaitu nafsu orang muda (dosa makan minum, kawin mengawinkan), bertengkar.

    1 Raja-raja 21:1-3,5-7
    21:1 Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.
    21:2 Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang."
    21:3 Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!"
    21:5 Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?"
    21:6 Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu."
    21:7 Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu."

    Singa muda di kebun anggur juga adalah Izebel dan Ahab.
    • Izebel yaitu ajaran palsu/ dongeng yang memperbolehkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki = wanita menajdi kepala atas laki-laki sehingga Yesus tidak bisa menjadi Kepala dalam sidang jemaat = membunuh Yesus.

      Wahyu 2:18-20
      2:18 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
      2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
      2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Kusupaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

      Jadi, Izebel adalah ajaran palsu yang merusak nikah yang benar, istri menjadi kepala atas laki-laki, sehingga kacau.

      Yesaya 3:12
      3:12 Adapun umat-Ku, penguasa mereka ialah anak-anak, dan perempuan-perempuan memerintah atasnya. Hai umat-Ku, pemimpin-pemimpinmu adalah penyesat, dan jalan yang kamu tempuh mereka kacaukan!

      Ini adalah ajaran palsu yang merusak tahbisan. Wanita mengajar dan memerintah laki-laki di dalam sidang jemaat justru pada saat pelayanan berkembang, jumlah berkembang.

      Juga merupakan ajaran palsu yang merusak firman pengajaran benar, sebab mempelajari seluk-beluk setan.

      Wahyu 2:24
      2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaranitu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

    • Ahab, mau merubah kebun anggur menjadi kebun sayur, untuk keuntungan-keuntungan jasmani, kepentingan daging.
      Ini menunjuk ajaran palsu yang hanya mengajarkan tentang kemakmuran jasmani dan hiburan jasmani tanpa penyucian, yaitu ajaran Babel.

    Jalan keluarnya:
    • Oleh sebab itu, kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada suara singa Yehuda/ firman penggembalaan, supaya kita tidak terpengaruh oleh dongeng nenek Izebel dan nenek Babel.

      2 Timotius 4:2-4
      4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
      4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
      4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

      Kita mendengar firman yang menunjuk dosa, menegor, menasehati supaya kita menjadi sempurna.

    • Firman pengajaran yang benar yang melarang wanita untuk mengajar dan memerintah laki-laki supaya peristiwa taman Eden jangan terjadi lagi.
      1 Timotius 2:11-14
      2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajardan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki;hendaklah ia berdiam diri.
      2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
      2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

      Ini berarti menempatkan Yesus sebagai Kepala yang rela mati di bukit tengkorak. Yesus yang bertanggung jawab atas hidup kita.
  3. Singa mengaum-aum di goa singa.
    Daniel 6:8
    6:8 Semua pejabat tinggi kerajaan ini, semua penguasa dan wakil raja, para menteri dan bupati telah mufakat, supaya dikeluarkan kiranya suatu penetapan raja dan ditetapkan suatu larangan, agar barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, maka ia akan dilemparkan ke dalam gua singa.

    Daniel 6:5-6,11-12
    6:5 Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
    6:6 Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
    6:11 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
    6:12 Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

    Singa mengaum di gua singa untuk membimbangkan, menakut-nakuti Daniel (gereja Tuhan) yang dalam pengalaman salib/ percikan darah, supaya menolak salib seperti Petrus sehingga menjadi batu sandungan, sehingga menjadi seperti iblis.

    Daniel menghadapi salib/ ujian/ percikan darah yaitu menghadapi dakwaan, tidak salah tetapi disalahkan soal pekerjaan/ perkara jasmani, dalam ibadah pelayanan/ rohani, soal nikah/ buah nikah.
    Jalan keluarnya adalah kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada suara singa Yehuda/ firman penggembalaan, supaya kita disucikan dan banyak menyembah Tuhan seperti Daniel. Sehingga terjadi kemuliaan Tuhan, keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani, takut akan salib menjadi takut akan Tuhan, hidup suci, taat, setia.

    Amsal 19:23a
    19:23 Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.

    Takut akan Tuhan adalah jaminan hidup kita, sehingga Daniel disebut hamba Allah yang hidup.

    Daniel 6:21,27
    6:21 dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
    6:27 Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.

    Takut akan Tuhan artinya kita menjadi hamba dari Allah yang hidup. Kita hidup dari tangan belas kasih Gembala Agung, sekalipun kita kecil tak berdaya, tetapi kita ada di tangan belas kasih sang Gembala.

    Daniel 6:24,29
    6:24 Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
    6:29 Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

    Hasilnya adalah:
    • Tangan belas kasih Gembala yang baik sanggup mengatupkan mulut singa, artinya di mana saja, kapan saja, situasi apa saja kita bisa hidup dari belas kasih Tuhan sampai hidup kekal selama-lamanya sekalipun kita lemah tak berdaya.
    • Tangan belas kasih Gembala Agung sanggup mengangkat kita dari gua singa, artinya menyelesaikan semua masalah yang mustahil, ada masa depan berhasil dan indah, kita dipakai menajdi saksi Tuhan untuk memuliakan Tuhan.
    • Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus. Jika Yesus datang kembali kedua kali, ada suara sorak sorai "Haleluya" di awan permai, tidak salah dalam perkataan, sampai masuk Yerusalem Baru kekal selama-lamanya.

Tuhan memberkati.