Ibadah Raya Malang, 05 Februari 2012 (Minggu Pagi)

Matius 26:57-68 judulnya adalahSAKSI dan KESAKSIAN.

Gereja Tuhan di akhir jaman harus bersaksi. Sebab jika tidak bersaksi, maka pasti akan menyangkal Tuhan dan binasa untuk selamanya.
Namun, di Matius 26:57-68, ada 2 macam saksi dan kesaksian:
  1. Ayat 59-63a --> saksi palsu/ saksi dusta.
  2. Ayat 63b-66 --> saksi yang benar.


ad. 1. Saksi palsu.
Matius 26:59-63a
26:59 Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati,
26:60 tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Tetapi akhirnya tampillah dua orang,
26:61 yang mengatakan: "Orang ini berkata: Aku dapat merubuhkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari."
26:62 Lalu Imam Besar itu berdiri dan berkata kepada-Nya: "Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan-tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?"
26:63 Tetapi Yesus tetap diam.

Menghadapi tuduhan dua saksi palsu ini, Yesus diam. Kalau Yesus diam, berarti sudah tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki. Dua saksi palsu ini tidak pernah disebut lagi dalam Alkitab.
Yudas masih diberi kesempatan, tetapi dia menolak dan binasa selamanya.
Petrus juga adalah saksi dusta, tetapi untungnya masih ada kokok ayam dan Yesus masih berpaling, sehingga Petrus selamat.

Dua saksi ini muncul saat Yesus membersihkan Bait Allah.

Yohanes 2:19-20
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"

Saksi palsu adalah:

  1. Kehidupan yang mendengar firman pengajaran yang benar, tetapi tidak mempraktekkan, sehingga tidak mengalami penyucian dan keubahan hidup. Kehidupan semacam ini tetap mempertahankan manusia daging.

  2. Kehidupan yang datang beribadah melayani (berada di Bait Allah), tetapi hanya untuk mencari perkara jasmani.

  3. Kehidupan yang dikuasai roh jual-beli, sehingga menentang/ menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Akibatnya adalah masuk dalam pembangunan Babel.

    Wahyu 17:5
    17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
Praktik masuk pembangunan Babel:
  1. Tidak setia pada satu pengajaran yang benar, sehingga pasti tidak setia dalam ibadah pelayanan.
    Contohnya adalah Yudas. Yudas bukan orang biasa, dia adalah rasul dan bendahara.

    Lukas 22:3-4
    22:3 Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu.
    22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.

    Bersekutu tanpa ajaran yang benar = bersekongkol.
    Yudas tanpa ijin selalu bersekutu dengan imam-imam kepala yang sudah jelas berbeda ajarannya.
    Pada akhir hidupnya, Yudas tinggalkan jabatan pelayanan dan diganti oleh Matias.

    Matius 27:3-5
    27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,
    27:4 dan berkata: "Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah." Tetapi jawab mereka: "Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!"
    27:5 Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri.

    Akibatnya adalah Yudas Iskariot menggantung diri, artinya:
    • Putus asa, kecewa, dan menolak Tuhan.
    • Menolak korban Kristus dan tetap hidup dalam dosa, menanggung kutukan dosa, hidup dalam susah payah dan air mata, sampai kebinasaan untuk selamanya.

    Saksi yang benar adalah setia dan tanggung jawab.

    Matius 25:21
    25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Kehidupan yang setia dan tanggung jawab akan mendapatkan kebahagiaan Sorga di tengah suasana kutukan dunia. Juga akan dipercaya dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sampai betul-betul masuk Kerajaan Sorga.


  2. Egois, mementingkan diri sendiri, tidak mau berkorban.
    Yesaya 14:22-23
    14:22 "Aku akan bangkit melawan mereka," demikianlah firman TUHAN semesta alam, "Aku akan melenyapkan nama Babel dan sisanya, anak cucu dan anak cicitnya," demikianlah firman TUHAN.
    14:23 "Aku akan membuat Babel menjadi milik landak dan menjadi air rawa-rawa, dan kota itu akan Kusapu bersih dan Kupunahkan," demikianlah firman TUHAN semesta alam.

    Kehidupan ini seperti rawa, yang hanya mau menerima berkat, tetapi tidak mau menjadi berkat bagi orang lain.

    Kehidupan yang egois adalah tidak mau memberi dan mengunjungi sesama anggota tubuh Kristus yang membutuhkan.

    Matius 25:45-46
    25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.
    25:46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

    Kehidupan yang egois tidak mau melakukan sesuatu yang digerakkan oleh firman pengajaran yang benar. Akibatnya suatu waktu tidak bisa lagi, dan tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri.

    Yehezkiel 47:11
    47:11 Tetapi rawa-rawanya dan paya-payanya tidak menjadi tawar, itu menjadi tempat mengambil garam.

    Suatu waktu, rawa itu akan menjadi timbunan garam seperti Laut Mati, di mana tidak ada lagi kehidupan.
    Timbunan garam menunjuk pada timbunan dosa.

    Kehidupan yang egois akan menjadi tempat timbunan dosa. Kehidupan yang berkecimpung dalam dosa dan tidak ada penyesalan lagi.

    Saksi yang benar tidak egois. Saksi yang benar akanrela mengorbankan segala sesuatu untuk kepentingan pembangunan tubuh Kristus. Hanya satu yang tidak boleh dikorbankan, yaitu firman pengajaran yang benar. Maka kehidupan semacam ini akan menjadi timbunan berkat Tuhan, timbunan kasih Allah.

  3. Dikuasai oleh roh jahat dan roh najis.
    Wahyu 18:2
    18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Roh jahat = serigala = ikatan akan uang.
    Ini membuat kita kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak orang lain, mencari uang dengan cara tidak halal).

    Roh najis = burung = dosa makan-minum (merokok, mabuk, judi, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (dosa seks dengan beraneka ragamnya).

    Yesus mengeluh sebab serigala punya liang dan burung punya sarang, tetapi Yesus tidak punya tempat untuk meletakkan Kepala.
    Jangan sampai rumah Allah menjadi sarang penyamun!

    Pagi ini, kita harus menjadi saksi yang benar, yaitu selalu menempatkan Yesus sebagai Kepala, menempatkan firman pengajaran yang benar dalam kehidupan kita apapun resikonya,sehingga kita mengalami penyucian dari roh jahat dan roh najis. Maka rumah Allah akan menjadi rumah doa, yaitu tempat Tuhan berhadirat.

    Yesaya 6:1
    6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.

    Rumah Allah/ rumah doa = takhta Tuhan, tempat hadirat Tuhan.
    Takhta Tuhan adalah tempat di mana kita bisa menyeru nama Tuhan dengan iman, tempat di mana kita bisa menjamah ujung jubah Tuhan dengan iman. Maka kita akan mengalami kuasa kebangkitan Tuhan yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun juga.

    Hasilnya:
    • Kuasa perlindungan dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib.
      Secara jasmani, ada pemeliharaan dari tidak ada menjadi ada, ada perlindungan dari segala celaka dan marabahaya dan dari penghukuman Tuhan.

    • Kuasa pertolongan Tuhan secara ajaib.
      Markus 5:25-29
      5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.
      5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
      5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.
      5:28 Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
      5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

      Pendarahan 12 tahun menunjuk pada sesuatu yang busuk. Tetapi saat menjamah ujung jubah, semua yang busuk bisa menjadi baik.
      Pendarahan juga menunjuk pada perpecahan. Ini akan diubahkan menjadi damai.
      Pendarahan 12 tahun juga menunjuk pada sesuatu yang mustahil. Tetapi saat menjamah ujung jubah, segala sesuatu yang mustahil akan menjadi tidak mustahil.

    • Kuasa untuk menghiasi, membuat indah pada waktuNya.
      Keluaran 28:31-33
      28:31 Haruslah kaubuat gamis baju efod dari kain ungu tua seluruhnya.
      28:32 Lehernya haruslah di tengah-tengahnya; lehernya itu harus mempunyai pinggir sekelilingnya, buatan tukang tenun, seperti leher baju zirah haruslah lehernya itu, supaya jangan koyak.
      28:33 Pada ujung gamis itu haruslah kaubuat buah delima dari kain ungu tua, kain ungu muda dan kain kirmizi, pada sekeliling ujung gamis itu, dan di antaranya berselang-seling giring-giring emas,

      Secara jasmani, semua akan makin indah pada waktuNya.
      Secara rohani, ada kesatuan dalam pengajaran yang benar, kesatuan dalam penyembahan yang benar. Rumah tangga akan indah kalau ada kesatuan dalam pengajaran dan penyembahan.
      Secara rohani juga ada keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani, dari buli-buli tanah liat menjadi buli-buli emas. Sampai saat Tuhan datang, kita diubahkan menjadi mempelai wanita Tuhan. Yang terindah di awan-awan yang permai, kita bersama Tuhan selamanya.


Tuhan memberkati.