Ibadah Raya Malang, 06 Oktober 2019 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10 menunjuk pada tujuh kali percikan darah di atas Tutup Pendamaian. Ini menunjuk pada sengsara Yesus sampai mati di kayu salib untuk kepentingan sidang jemaat kita semua.
Tetapi di balik percikan darah, ada kemuliaan. Ada tujuh kali percikan darah yang menghasilkan tujuh sinar kemuliaan shekinah glory.

Wahyu 10:1-3
10:1. Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.
10:2. Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi,
10:3. dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Penampilan pribadi Yesus dengan tujuh sinar kemuliaan:
  1. Berselubungkan awan.
  2. Pelangi di atas kepala.
  3. Muka sama seperti matahari.
  4. Kaki bagaikan tiang api.
  5. Dalam tanganNya memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
  6. Kaki kanan menginjak laut, kaki kiri menginjak bumi.
  7. Berseru dengan suara nyaring seperti singa mengaum.
Yesus tampil dengan tujuh sinar kemuliaan supaya kita manusia daging yang lemah dan banyak cacat cela juga bisa menjadi sama sempurna seperti Dia.

ad. 2. Pelangi di atas kepala.
Yehezkiel 1:28
1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.

Pengertian pelangi secara rohani adalah roh kemuliaan.
Suatu waktu, roh kemuliaan di kepala akan menjadi mahkota kemuliaan/ mahkota mempelai.

1 Petrus 5:4
5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

Syarat untuk mendapatkan mahkota kemuliaan yang tidak layu:
  1. Harus menjadi saksi penderitaan Kristus = rela memikul salib bersama Tuhan, rela mengalami percikan darah/ sengsara daging tanpa dosa.
    1 Petrus 5:1
    5:1 Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

    Kita rela sengsara untuk masuk pintu yang sempit, yaitu kandang penggembalaan. Dalam Tabernakel, kandang penggembalaan menunjuk pada Ruangan Suci. Di dalamnya terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah:
    • Pelita Emas menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Raya, yaitu persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia Roh Kudus.
    • Meja Roti Sajian menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, yaitu persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
    • Mezbah Dupa Emas menunjuk pada ketekunan dalam Ibadah Doa, yaitu persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
    Mengapa kita harus masuk kandang penggembalaan? Sebab dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal.

    Yudas 1:9
    1:9 Tetapi penghulu malaikat, Mikhael, ketika dalam suatu perselisihan bertengkar dengan Iblis mengenai mayat Musa, tidak berani menghakimi Iblis itu dengan kata-kata hujatan, tetapi berkata: "Kiranya Tuhan menghardik engkau!"

    Hidup dan mati kita diperebutkan antara Tuhan dan setan. Jika tidak digembalakan, maka akan gampang diambil oleh setan.

    Malaikat menunjuk pada gembala. Salah satu tugas gembala adalah menaikkan doa penyahutan supaya sidang jemaat tetap berada dalam tangan Tuhan.

    Hasil berada dalam kandang penggembalaan adalah:
    • Kita hidup dalam kesucian.
      Imamat 21:12
      21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

      Efesus 4:11-12
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,


      Sehingga kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Kalau melanggar kesucian, maka berada di tangan setan yang akan melepas jubah pelayanan, menelanjangi, sampai pada kehancuran dan kebinasaan. Yudas perutnya robek sampai binasa selamanya.

    • Ada minyak urapan di kepala. Ini adalah permulaan mahkota kemuliaan.
      2 Korintus 11:3-4
      11:3 Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
      11:4 Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.


      Prakteknya adalah ada ketegasan untuk berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran apa pun resikonya. Juga tegas untuk menolak ajaran lain, apa pun resikonya.
      Maka kita akan mengalami penyucian terus-menerus, sampai kita dikhususkan menjadi biji mata Tuhan sendiri. Kita dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan, menjadi kesayangan Tuhan.
  2. Beribadah melayani Tuhan dalam sistem penggembalaan.
    1 Petrus 5:2
    5:2 Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

    Dengan sikap:
    • Dengan sukarela dan sukacita, tidak dengan paksaan.

    • Dengan pengabdian diri, tidak mencari keuntungan jasmani, malah rela berkorban apa saja untuk pekerjaan Tuhan.
      Hanya satu yang tidak boleh dikorbankan, yaitu firman pengajaran yang benar/ pribadi Yesus. Ibadah pelayanan kita harus sesuai dengan firman pengajaran yang benar/ Alkitab, supaya berkenan kepada Tuhan.

      Matius 7:21-23
      7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
      7:22 Pada hari terakhir banyakorang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Di luar kehendak Tuhan, sekalipun hebat, maka pasti akan ditolak oleh Tuhan, dianggap sebagai pembuat kejahatan.
      Sebaliknya, biarpun kelihatan tidak hebat, tetapi jika taat dengar-dengaran pada firman, maka akan berkenan kepada Tuhan. Sehingga Tuhan akan membukakan pintu Sorga, dan pintu-pintu di dunia. Hidup kita berhasil dan indah.

  3. Harus menjadi teladan, terutama teladan iman.
    1 Petrus 5:3
    5:3 Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

    Ibrani 13:7-9
    13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
    13:8 Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.
    13:9 Janganlah kamu disesatkan oleh berbagai-bagai ajaran asing. Sebab yang baik ialah, bahwa hati kamu diperkuat dengan kasih karunia dan bukan dengan pelbagai makanan yang tidak memberi faedah kepada mereka yang menuruti aturan-aturan makanan macam itu.

    Prakteknya adalah:
    • Gembala memberi makan sidang jemaat, seperti ibu memelihara bayi. Sidang jemaat harus makan firman penggembalaan, serta lari dari suara asing.
    • Tidak bimbang terhadap firman pengajaran yang benar, tidak menambah atau mengurangi firman. Kita bisa hidup sesuai kebenaran firman, dalam segala aspek kehidupan kita.
    • Tetap percaya dan berharap Tuhan dalam menghadapi apa pun juga, saat menghadapi pencobaan yang mustahil.
  4. Menerima mahkota kemuliaan yang tidak layu = mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    1 Petrus 5:4-5
    5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
    5:5 Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.


    Yaitu kita memiliki sikap hidup yang benar, terutama saat menghadapi mendung gelap/ krisis di segala bidang:
    • Tidak boleh layu, tidak boleh suam-suam. Kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir.

    • Tidak meratap, tetapi tersungkur di kaki Tuhan.
      Yohanes 11:31-32
      11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
      11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."


      Meratap artinya menyalahkan orang, sampai menyalahkan Tuhan, tidak pernah menyalahkan diri sendiri. Maka justru akan menghadapi badai yang menghancurkan.
      Tersungkur artinya hancur hati, hanya mengeluh dan mengerang kepada Tuhan, mengoreksi diri sendiri sedalam-dalamnya. Kita menyerah sepenuh kepada Tuhan. Maka roh kemuliaan akan datang, yaitu uluran tangan Tuhan kepada kita untuk mengangkat kehidupan kita.

      1 Petrus 5:6
      5:6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Tangan Tuhan menyelesaikan semua masalah yang mustahil.
      Tangan Tuhan memberikan masa depan yang berhasil dan indah.
      Sampai jika Tuhan datang kedua kali, kita ditinggikan di awan-awan yang permai, untuk menerima mahkota kemuliaan, sampai duduk bersanding dengan Dia di takhta Sorga selamanya.

Tuhan memberkati.