Ibadah Raya Malang, 08 Agustus 2010 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK
Mazmur 144:12a
144:12 Semoga anak-anak lelaki kita seperti tanam-tanaman yang tumbuh menjadi besar pada waktu mudanya;

Mazmur 92:13-16
92:13 Orang benarakan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;
92:14 mereka yang ditanam di bait TUHANakan bertunas di pelataran Allah kita.
92:15 Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,
92:16 untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar, bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Doa kita dan doa orang tua adalah supaya anak laki-laki seperti tanaman yang tumbuh besar pada masa muda, tetapi juga berbuah sampai masa tua.

Syarat supaya tumbuh besar pada masa muda dan berbuah sampai masa tua:
  1. Harus menjadi orang benar [Mazmur 92:13].
    Cita-cita secara jasmani tidak salah (menjadi dokter dll), tetapi cita-cita yang tertinggi adalah menjadi orang benar.
    Praktek menjadi orang benar adalah:
    • hati dan pikirannya benar, tidak ada kepahitan, tidak ada dendam, tidak ada iri
    • perbuatannya benar
    • perkataannya benar, tidak berdusta.
  2. Ditanam di Bait Allah = menjadi kehidupan yang tergembala [Mazmur 92:14].
    Mulai dari gembala terlebih dahulu harus tergembala.
    Kalau gembala tidak tergembala, maka jemaat pasti tercerai-berai.

    Tergembala adalah ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, yaitu Ibadah Raya, Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, dan Ibadah Doa.

    Kalau tergembala, maka kita berada dalam tangan Gembala Agung, hasilnya:
    • Seperti pohon aras yang tumbuh besar, artinya mendapat kekuatan iman dari Tuhan supaya bertahan menghadapi angin pencobaan dan gelombang di dunia, dan mengalami pertolongan dari Tuhan untuk menyelesaikan semua masalah.

      Pohon aras ini juga dipakai dalam pembangunan Bait Allah Salomo, artinya kita juga akan dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

    • Seperti pohon korma yang berbuah manis, artinya ada hidup masa depan yang indah dan bahagia.
      Sampai buah terakhir yang termanis, yaitu buah kesempurnaan, menjadi mempelai wanita Tuhan yang bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
    Saat sudah mengalami tergembala dan berbuah-buah, jangan lupa menyaksikan pada sesama bahwa Tuhan tidak pernah menipu mulai dari masa kecil sampai masa tua kita [Mazmur 92:16].
IBADAH RAYA
Matius 25:14-15
25:14. "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.

Orang yang pergi ini menunjuk pada Yesus yang sudah naik ke Sorga.
Tuhan mempercayakan harta Sorga yang suci (talenta) kepada manusia berdosa, ini menunjuk pada kemurahan Tuhan.

Manusia berdosa itu sudah terpisah dari Tuhan dan tidak ada kemampuan untuk kembali kepada Tuhan.
Ini berarti manusia berdosa itu terhilang dan binasa untuk selamanya.
Oleh karena itu, Tuhan memanggil manusia berdosa untuk dibenarkan dan dipercayakan talenta, itulah jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus.

Lewat jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, maka akan terbuka hubungan manusia dengan Tuhan, dengan Kerajaan Sorga.

Efesus 4:8-12
4:8 Itulah sebabnya kata nas: "Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia."
4:9 Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?
4:10 Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu.
4:11 Dan Ialah yang memberikanbaik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Untuk Yesus bisa memanggil manusia berdosa dan memberikan talenta, maka prosesnya Yesus harus turun ke bagian bumi paling bawah, turun ke alam maut, mati di kayu salib untuk:
  1. Melepaskan kita dari tawanan dosa = memanggil manusia berdosa untuk dibenarkan dan menjadi hamba kebenaran.
  2. Memberikan/mempercayakan talenta, yaitu jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, supaya kita bisa dipakai dalam pelayanan pembagunan tubuh Kristus.
Kesimpulan:
Jika kita yang tadinya orang berdosa, kemudian bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, itu merupakan kemurahan Tuhan, pemberian terbesar lebih dari apapun juga.

Kita harus menghargai jabatan pelayanan secara rohani ini lebih dari menghargai jabatan pelayanan secara jasmani.

Jika kita tidak melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, maka pasti akan melayani pembangunan tubuh Babel, mempelai wanita setan.

Tubuh Kristus yang terkecil adalah dimulai dari nikah. Suami, istri, anak, harus melayani dalam nikah.
Lanjut tubuh Kristus adalah dalam penggembalaan. Gembala harus memberi makan jemaat. Pelayan-pelayan Tuhan harus sungguh-sungguh melayani.
Lanjut pada antar penggembalaan. Sekalipun ada yang berangkat dan ada yang tidak, harus tetap sama-sama melayani.

Sikap kita terhadap kemurahan Tuhan:
  1. Harus menerima kemurahan/kepercayaan Tuhan, yaitu kita HARUS melayani pembangunan tubuh Kristus.
    Hanya orang yang berkeras hati yang tidak mau melayani Tuhan setelah diangkat dari jurang maut.

  2. Harus tetap dalam kemurahan Tuhan = melayani dalam kemurahan Tuhan.
    Roma 11:22
    11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya;jika tidak, kamupun akan dipotong juga.

    Jangan sampai berada di luar kemurahan Tuhan, yaitu:
    • Di luar Tuhan, tidak mau melayani Tuhan.
    • Melayani tetapi dengan murahan, tidak ada penghargaan kepada Tuhan.
      Jangan menggunakan istilah 'asalkan melayani', jangan melayani dengan sembarangan, jangan melayani sambil berbuat dosa!
    • Sudah melayani tetapi tidak setia sampai meninggalkan pelayanan.
Praktek melayani dalam kemurahan Tuhan:
  1. Beribadah melayani Tuhan dengan mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Tuhan.
    Roma 12:1
    12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

    Ibadah adalah mempersembahkan, bukan mencari sesuatu.
    Mempersembahkan dimulai dari yang terkecil, yaitu mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus kepada Tuhan. Baru setelah itu kita bisa mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Tuhan.

    Bagaimana kita bisa mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Tuhan?
    Lewat ketekunan dalam sistem penggembalaan,yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:
    • Pelita Emas(https://www.gptkk.org/tabernakel_pelita+emas.html) --> persekutuan dengan Allah Roh Kudus, ketekunan dalam Ibadah Raya --> menghasilkan tubuh yang hidup.

      Yohanes 6:63
      6:63 Rohlah yang memberi hidup,daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

      Tubuh yang hidup adalah hidup benar, tidak berbuat dosa, dan aktif dalam ibadah pelayanan.

    • Meja Roti Sajian(https://www.gptkk.org/tabernakel_meja+roti+sajian.html) --> persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan Perjamuan Suci, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci --> menyucikan kita dan menghasilkan tubuh yang suci.

      Yohanes 15:3
      15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

      Kekuatan firman pengajaran itu yang membentengi kita dari kecemaran-kecemaran dosa.

    • Medzbah Dupa Emas(https://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+dupa+emas.html) --> persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya, ketekunan dalam Ibadah Doa --> menghasilkan tubuh yang berkenan kepada Tuhan.

      Hanya kasih Allah yang bisa menjadikan tubuh kita berkenan kepada Tuhan.
      Tubuh yang berkenan adalah taat dengar-dengaran (mengasihi Tuhan) dan mengasihi sesama.
      Sekalipun sudah mengorbankan diri sampai dibakar, tetapi tanpa kasih, tidak taat dengar-dengaran, maka itu hanya seperti gong yang gemerincing.

  2. Melayani dengan kuat dan teguh hati.
    2 Korintus 4:1
    4:1. Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.

    Artinya:
    • Tidak tawar hati, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tersandung menghadapi apapun juga, melainkan tetap berharap Tuhan.
    • Tetap berpegang pada firman pengajaran yang benar, tidak bimbang.
    • Tetap hidup benar dan suci kapanpun, di manapun, situasi apapun.
    • Tetap setia dan berkobar-kobar menghadapi apapun juga.
    Ibrani 1:7
    1:7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api."

    Daniel 7:9
    7:9. Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala apidengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

    Pelayan Tuhan yang kuat dan teguh hati = nyala api.
    Kursi Tuhan = nyala api.
    Pelayan Tuhan yang kuat dan teguh hati = kursi/takhta Tuhan di bumi.

    Mazmur 11:4
    11:4. TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

    Kalau kita menjadi takhta Tuhan, maka pasti ada perhatian Tuhan untuk mengerti keadaan kita, mempedulikan kita. Hasil/bentuk perhatian Tuhan:
    • Tuhan memberi makanan.
      Rut 1:6
      1:6. Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

      Makanan rohani adalah firman pengajaran untuk menyucikan dan memuaskan kita, sehingga tidak jatuh dalam kepuasan dunia.

    • Tuhan akan menolong tepat pada waktuNya.
      Mazmur 40:18
      40:18 Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku.Engkaulah yang menolong akudan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!

    • Tuhan menguji kita, dan ini adalah wujud kepedulian Tuhan kepada kita.
      Mazmur 11:4
      11:4. TUHAN ada di dalam bait-Nya yang kudus; TUHAN, takhta-Nya di sorga; mata-Nya mengamat-amati, sorot mata-Nya menguji anak-anak manusia.

      Ayub 7:17-18
      7:17. Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan,
      7:18 dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?

      Kenapa Ayub harus diuji? Sebab Ayub masih memiliki tabiat kebenaran diri sendiri, yaitu menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan.

      Ayub 32:1-2
      32:1. Maka ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya benar.
      32:2 Lalu marahlah Elihu bin Barakheel, orang Bus, dari kaum Ram; ia marah terhadap Ayub, karena ia menganggap dirinya lebih benar dari pada Allah,

      Ayub 42:5-6
      42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
      42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

      Sikap kita dalam ujian adalah mengaku bahwa kita hanya tanah liat yang memang hanya untuk diinjak-injak. Maka akan ada pemulihan dua kali lipat dari Tuhan, secara jasmani dan rohani.
Tuhan memberkati.